Tangguh

Tangguh
Bab 12 Serunya belanja di Mall.


__ADS_3

Pagi hari setelah selesai shalat subuh berjamaah, Nata bersama Sabrina dan Jessy mulai menyelesaikan pekerjaan menata setiap ruangan ruko itu. Dengan panduan gambar design interior yang diberikan oleh Nata, Sabrina membantu Jessy yang terlihat sangat cekatan dan terampil menata semua ruangan mulai dari lantai satu sampai lantai tiga. Dengan bantuan tangga hidrolik portable mereka dengan cepat menyelesaikan semua pekerjaaanya. Nata hanya membantu memberikan beberapa alat dan bahan yang diminta oleh Jessy maupun Sabrina. Tinggal menyusun furniture yang belum tuntas. Pada siang hari mereka beristirahat, Nata sudah memesan makanan secara online untuk makan siang mereka. Mereka makan siang di lantai satu yang sudah sangat rapi dikerjakan finishing interiornya oleh Jessy dan Sabrina. Nampak Nata sangat puas dengan hasil pekerjaan mereka itu.


“Aku pikir kalian akan membawa beberapa tukang untuk menyelesaikan design interior ini.” Ucap Nata setelah mereka selesai makan siang.


“Kami sudah terbiasa menata ruangan interior untuk sepuluh unit apartemen milik kami sendiri kang.” Jawab Jessy.


“Ohhh, pantas alat-alat bantu kalian juga sangat lengkap.”


“Iya baru jika harus ada yang di cat ulang, kami akan memanggil tukang. Apakah akang puas dengan hasil pekerjaan kami ?”


“Sangat puas, aku semakin kagum dan sayang terhadap kalian berdua. Untuk itu akan aku berikan kalian bonus sebagai previlage, kalian boleh sepuasnya berbelanja untuk keperluan pribadi kalian, boleh beli pakaian kosmetik atau apapun yang menurut kalian perlu dibeli.”


“hahaha, sungguh kang ?” tanya Sabrina.


“Iya sungguh.”


“Hmmm kalau kami pakai untuk keperluan lain bagaimana ?” tanya Jessy.


“Maksudmu ?”


“Kami ingin tempat hiburan, seperti home theater atau ruang karaoke di lantai tiga, sebelah


ruang tidur kita.”


“Ohhh boleh tuh, tapi tetap saja akan aku berikan kalian bonusnya tadi.”


“Horee, kita bisa nonton film dan karaoke kapan saja Sab.” pekik Jessy dengan senangnya.


“Lakukan apapun yang membuat kalian betah tinggal disini, aku pasti akan selalu mendukung semua kegiatan kalian yang positif.” Ucap Nata dengan bersungguh sungguh.


“Baiklah, sekarang tinggal merakit tempat tidur dan menggeser barang-barang lain di lantai dua dan tiga.”


“Iya benar Jess supaya kita segera mendapatkan bonus dari akang kita tersayang, hihihi.”


“Kita Sholat dzuhur dulu, baru melanjutkan pekerjaan.” Ajak Nata.


“OK siap kang Boss.” Jawab Jessy dan Sabrina serempak.


“Hmmm dahulukan membereskan mushola di lantai dua, agar bisa segera beribadah disana.”


“Gampang kang, karpet tebal sudah siap digelar, beberapa ornamen dinding juga sudah siap dipasang, sangat mudah untuk menata ruangan mushola karena tidak ada furniture lain selain rak buku untuk menyimpan Al-Qur’an dan perangkat sholat lainnya, sepuluh menit juga selesai. Jika perlu sekarang saja setelah ambil air wudhu. Agar bisa langsung dipakai untuk sholat.”


“OK aku setuju. Bulan depan aku buatkan lift dari basement sampai dengan lantai tiga, untuk memudahkan kalian memindah-mindahkan barang.”


“Sip kang boss.” Jawab Jessy dan Sabrina serempak sambil mengacungkan jari jempolnya.


Lalu mereka mengambil air wudhu, kemudian menggelar karpet tebal di sebuah ruangan yang rencananya akan dijadikan sebuah mushola. Benar saja dalam waktu sepuluh menit mereka sudah bisa secara langsung menggunakan mushola itu. Sebuah lukisan bergambar ka’bah sudah menempel di dinding, untuk menandakan  arah kiblat. Dengan penuh khusu lalu mereka sholat dzuhur berjamaah, di ruangan mushola itu, wangi pengharum ruangan yang tadi dilekatkan di dinding membuat siapapun menjadi betah berlama-lama beribadah di dalam ruangan mushola yang nampak asri, wangi dan nyaman itu.


Saat Jessy dan Sabrina membenahi lantai dua dan tiga. Di ruang kerja lantai satu Nata nampak sedang serius didepan layar laptop dengan layar ukuran 17 inchi tersebut, melalui situs pencari di laptopnya itu Nata dengan teliti mencari beberapa tanah kosong maupun tanah yang sudah ada bangunannya  yang akan dijual oleh pemiliknya. Beberapa lokasi tempat yang dijual sudah ditandai oleh Nata, kemudian satu persatu di cetaknya, dengan printer yang kemarin dibawa dari apartemen. Bersamaan dengan terdengarnya adzan Ashar, Nata lalu bangkit dari tempat duduknya. Kemudian Nata naik ke lantai tiga tempat Jessy dan Sabrina sedang membenahi ruang tidur dan ruang yang akan dijadikan home theater di sebelah ruang tidur mereka itu, lalu Nata mengajak Jessy dan Sabrina untuk Sholat Ashar.

__ADS_1


“Bagaimana sudah selesai ?”


“Tinggal sedikit lagi kang, kami nanti harus melengkapi dengan peredam suara untuk home theater dan membeli perangkat home theaternya juga, kalau bisa yang juga dapat dipergunakan sebagai karaoke.”


“Pakai PC saja, lalu sambungkan dengan internet, lalu untuk audio beli mixer audio yang bagus kualitasnya.”


“Iya benar kang, kalau PC sudah Jessy bawa, tinggal monitor yang besar dan perangkat audionya.”


“OK nanti kita ke mall, membeli semua keperluan itu, sekalian dengan memasang koneksi internet untuk di Ruko ini, lengkap dengan jaringan dan router untuk semua lantai dan basement, pasti kamu punya kawan yang menjual semua alat yang diperlukan itu kan ?”


“Untuk Infokus  serta layarnya,  Router dan modem wifi sudah Jessy bawa juga tinggal daftar untuk koneksi internet, beli sekat peredam suara, monitor besar  dan perangkat audio. Ada tambahan lagi kang CCTV juga sudah Jessy siapkan, ada sepuluh kamera yang Jessy bawa.”


“Ohh ok, bagus tuh, bisa pakai sedan kamu dong Sab ?”


“Bisa kang.” jawab Sabrina dengan semangat. Kemudian mereka sholat Ashar berjamaah setelah itu mereka bersiap meninggalkan Ruko itu semua pintu sudah aman terkunci, untuk berbelanja di mall.


“OK is time to hunting girls. Hehe.” Merekapun melaju di jalan raya dalam mobil sedan Mercedes itu.


“Kang boleh Jessy saran ? untuk mempermudah, bagaimana kalau kita modifikasi pintu parkir basement dengan electronic door system, bisa pakai remote dan aksesnya selalu terpantau CCTV.” Tanya Jessy saat mereka sudah berada di jalan raya menuju mall.


“OK Setuju, aku ACC, bilang saja kalau dana kalian sudah habis, nanti akan aku tambah lagi.”


“Wah enak banget kalau punya boss seperti akang kita ini yaa Jess. Langsung di ACC apapun yang kita butuhkan. Hehehe.” Kekeh Sabrina yang berada di jok penumpang depan.


“Kita memang tidak salah pilih Sab. hihihi.”


“Ciee-ciee, kita seperti cinderella saja Jess.”


“Benar Sabrina, hahaha.”


“Duo Cinderella Build Up, satu dari Kanada satu dari Jepang. Hahaha.”


“Hahaha, sialan kita disamakan dengan kendaraan build up.”


“Ga apa-apa Sab, yang penting Sultan kita senang, hihihi.”


“Sultan TITASIK. Hahaha.” Timpah Nata.


“Nah cocok tuh julukannya kang.”


“Benar Jess, aku pikir tadi Titanik lho, ternyata artinya dari Tasik. Hahaha.”


“Ehhh sudah sampai nih, kita parkir dimana sebaiknya ?”


“Jangan di basement kang, cari petugas valet parking saja, supaya kita nanti mudah membawa


barangnya.” Saran Sabrina, sambil menunjuk tangannya ke arah lobby mall itu.


“OK deh.”

__ADS_1


Nata lalu berhenti persis di depan lobby mall itu, tak lama kemudian dia dihampiri oleh petugas valet parking. Nata lalu memberikan kunci mobil itu lalu petugas valet parking memberikan kartu parkir kepada Nata, setelah itu valet parking memarkirkan mobil, sedangkan Nata, Sabrina dan Jessy melangkah memasuki mall itu.


Suasana sore hari di mall itu begitu ramai, banyak orang sedang berbelanja, mengasuk anak-anak di tempat permainan ada juga yang hanya sekedar berjalan-jalan di dalam mall yang sejuk dengan bantuan penyejuk ruangan. Jessy lalu menghampiri sebuah toko elektronik di mall itu lalu berbincang-bincang dengan seseorang


yang terlihat sudah sangat akrab dengannya, mungkin dia itu kenalannya Jessy yang membuka tempat usaha di mall itu. Sedangkan Nata dan Sabrina nampak sedang melihat-lihat barang elektronik yang dipajang disana.


“Kang layar monitornya mau pilih yang mana ?” tanya Jessy.


“Android TV saja yang ukurannya paling besar disini.” Jawab Nata dengan entengnya.


“OK kang, nanti akan Jessy pilihkan yang paling bagus dan garansinya panjang, kalau untuk Sound systemnya sudah Jessy pilihkan sesuai dengan ukuran ruangan yang kita miliki. Kata pemilik toko ini, nanti semua barang bisa dikirim gratis ke ruko kita.”


“Baiklah kalau begitu, kamu bayar dan segera kita naik ke atas untuk membeli keperluan lainnya.”


“Siap kang Boss.” Jawab Jessy lalu segera membayar apa saja yang dibelinya itu. Setelah selesai, Jessy lalu bergabung kembali dengan Nata dan Sabrina yang sedang memperhatikan barang-barang elektronik di toko itu.


“Sudah selesai Jess ?”


“Sudah kang.”


“Sekarang waktunya kalian bersenang senang, selamat Shopping.”


“Kami pengen sama akang terus kok.” Ucap Sabrina sambil menggelayut di sisi kiri Nata.


“Iya kang, temani kami dong, please.” Rayu Jessy dengan mengedipkan matanya, dia pun sama menggelayut mesra kepada Nata di sisi kanannya.


“Iya ayoo, kan sekarang juga sedang menemani kalian berdua, kalian takut yaa kalau aku kencantol sama gadis lain ? hehehe.”


“Ihhh Ge’er.” Ucap Sabrina dan Jessy dengan kompak. Lalu kedua gadis cantik itu mencubit pinggang Nata dengan gemasnya.


“Aduuuh sakit tau !” Pekik Nata meringis menahan sakit.


“Genit sih.” Ucap Sabrina sambil tersenyum puas.


“Awas aja kalau main mata sama gadis lain, aku cubit lagi deh.” Ancam Jessy.


“Iya-iya, aku janji tidak akan menggoda gadis lain, cukup kalian saja yang aku goda, hehehe.”


Mereka lalu berjalan, dengan diperhatikan para pengunjung mall, sangat nampak sikap akrab dan penuh dengan kemesraan yang diperlihatkan oleh Sabrina dan Jessy. Membuat banyak pengunjung mall itu menjadi iri melihatnya. Sedangkan Sabrina dan Jessy bagaikan security/ secret service yang sedang menjaga Sultannya. Sangat protektif menjaga Nata dari semua tatapan mata pengunjung lain terutama tatapan para gadis cantik yang berada di di mall itu.  Mata yang indah berwarna biru itu kadang-kadang menatap sangar kepada gadis cantik yang secara terang-terangan menatap Nata yang ganteng dan gagah itu. Demikian juga dengan Jessy yang mencoba membelalakkan mata sipitnya, memberikan kesan jutek kepada siapapun yang memperhatikan Nata. Saat berada di stand pakaian juga Sabrina secara bergantian menjaga Nata dari para gadis cantik yang mendekati Nata yang selalu setia menemani mereka memilih dan mencoba pakaian yang akan dibelinya.


Nata terlihat hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah laku Sabrina dan Jessy yang menjadi over protective terhadapnya saat berbelanja di mall itu. Setelah puas berbelanja dan lelah, merekapun lalu beristirahat di sebuah tempat makan/ fast food yang berada di mall itu. Tangan Jessy dan Sabrina sudah penuh dengan barang belanjaan pilihan mereka. Demikian juga dengan Nata yang membantu membawakan dua kantong belanjaan mereka di kiri kanan tangannya. Nata lalu mulai mengunyah makanan dengan tenang, namun Sabrina dan Jessy tidak bisa tenang karena beberapa pasang mata nampak memperhatikan mereka, terutama sejak awal masuk ke fast food itu para gadis cantik memperhatikan Nata dengan pandangan yang penuh arti. Tidak berapa lama merekapun meninggalkan restoran fast food itu.


“Lain kali akang kita ga usah diajak lagi kemari Jess.” Ucap Sabrina saat mereka sudah duduk kembali di Jok Mobil Sedan Mercedes keluaran terbaru itu.


“Iya benar Sab, capek banget aku mengawal Sultan Titasik kita ini, hehehe.”


“Mataku juga sampai lelah dan berair, karena terlalu sering memelototi mereka yang berusaha mencari perhatian akang Sultan Titasik ini.” Keluh Sabrina dengan kesalnya.


“Hahaha, kalian saja yang bikin ribet sendiri, aku sih nyantai saja. Justru sangat beruntung dikawal oleh dua gadis secantik kalian berdua.” Nata tertawa terbahak-bahak mendengar keluh kesah kedua calon istri yang cantik-cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2