Tangguh

Tangguh
Bab 59 Excavator Pink mulai beraksi.


__ADS_3

Saat adzan Ashar bergema, Nata kemudian dibangunkan oleh Sabrina yang datang menghampiri suami tercintanya itu.


“Kang sudah adzan tuh, bangun yuk.” Ucap Sabrina sambil menciumi pipi suami tercintanya itu.


“Ugghhh, Jessy mana ?” tanya Nata, yang langsung menanyakan istrinya yang seorang lagi.


“Ada tuh dibawah, dia lagi masak di dapur. Ohh iya tadi Charlie sudah membuat laporan dari lokasi proyek pembangunan dia juga sudah mengirim foto foto dari lokasi proyek pembangunan kampus kita, aku sudah mengirimkan ke WA group kita juga kang.”


“Ohhh iya terima kasih yaa sayang, nanti aku baca deh, aku mau mandi dulu, setelah itu kita sholat berjamaah, kamu sudah mandi ?”


“Aku justru kemari untuk ngajak akang mandi bareng hehehe, kalau Jessy sudah duluan mandi tadi.”


“Hmmm gitu, ok deh.” Nata lalu bangkit dari pembaringannya, lalu berdua bersama Sabrina menuju ke kamar mandi, setelah itu mereka sholat Ashar berjamaah di Mushola yang letaknya berada disamping kamar tidurnya itu. Dengan masih mengenakan kain sarung Nata lalu turun bersama Sabrina menuju ke lantai satu.


“Masak apa Jessy sayang ?”


“ini bikin sup Asparagus Tiramizu dengan jamur Shitake dan Udang Galah bakar, untuk makan malam nanti.” Jawab Jessy yang masih mengenakan Apron atau Celemek saat memasak di dapurnya itu.


“Wow mendengarnya saja sudah terasa enak, bikin ngiler saja nih. OK lanjutkan aku mau ke kamar kerjaku dulu memeriksa semua pekerjaan hari ini.” Cup, sesudah mengecup pipinya Jessy Nata lalu menuju ke ruang kerjanya.


“Aku nemenin dulu Jessy masak yaa kang.” Ucap Sabrina.


“OK, sayang.” Jawab Nata lalu menutup pintu ruang kerjanya.


“Sab, kamu yakin besok lusa ga akan ikut ke Tasikmalaya ?”


“Iya yakin dong Jess, silahkan kamu sama akang saja yang berangkat kesana.”


“Aku deg-deg’an takut nanti bertemu dengan keluarga dari suami kita, terus ditanya macam-macam, kalau ada kamu tentunya akan terasa lebih tenang Sab.”


“Santai sajalah bestie, toh penentu kebijakan di keluarganya 100% ada ditangan kang Nata. Ohh iya tadi sudah ada kabar tuh dari Notaris, besok kita ke kantornya Pak H. Mumuh, akang harus menandatangani atas pengalihan semua aset dari Almarhum Ayah dan Ibunya Kang Nata disana.”


“Sayang sekali kita belum sempat bertemu dengan kedua orang tua suami kita yaa Sab.”


“Iya bestie, nanti jangan lupa kamu foto semua pemandangan di Tasikmalaya dan Cipatujah yaa, pasti sangat indah deh. Ehhh kamu masih bocor ?”


“Masih nih tapi tinggal sedikit lagi, mungkin besok sudah bersih, memangnya kenapa ?”


“Nanti kamu bisa berduaan dengan akang kita sampai puas dong disana.”


“Hahaha, bisa aja kamu Sab, lebih seru lagi kalau kamu juga bisa ikut. Yuk kita simpan semua di meja makan, sudah selesai nih masaknya.” Ajak Jessy.

__ADS_1


“OK bestie, aku jadi lapar lagi nih melihat semua masakan ini.”


“Iya nanti kita makan malam bareng, agar lebih nikmat kalau makannya berjamaah, kata akang kita juga kan begitu.” Ucap Jessy lalu melepaskan dan menggantungkan Apronnya di gantungan dekat dapur mereka itu.


Setelah selesai menata semua hidangan di meja makan, lalu Jessy dan Sabrina menghampiri Nata yang sedang anteng menatap layar LCD Komputer di ruang kerjanya.


“Asyik banget kang.” Ucap Sabrina.


“Iya nih, aku dapat video kiriman dari Bang Arwan, dia merekam semua aksi alat berat yang sedang beroperasi dengan menggunakan dronenya.”


“Wah sudah lengkap tuh alat beratnya banyak amat, ada buldozer, excavator, grader dan ternyata mereka sudah menyimpan direksikeet container juga di dekat warung kopi.” Ucap Jessy saat melihat video kiriman dari Arwan tersebut di layar monitor komputernya Nata.


“Iya benar-benar sangat profesional, pantas saja bakal cepat pengerjaanya karena memang sudah didukung dengan perlengkapan alat berat yang sebanyak itu.” Ungkap Nata dengan penuh rasa kagum atas semua aksi dari Kontraktor yang sedang melaksanakan semua pekerjaan dalam membangun kampus mereka itu.


“Mereka sedang melakukan land clearing area yaa ?” Tanya Sabrina lalu menggeser kursi agar bisa duduk disampingnya Nata, Jessy juga melakukan hal yang sama, mereka bertiga lalu bersama menatap layar monitor itu.


“Suaranya tolong dibesarkan dong kang, supaya jelas.” Ucap Jessy.


“Ohh iya.” Jawab Nata lalu mengatur volume audio PC nya agar terdengar jelas saat ditonton oleh mereka bertiga. Kini terdengarlah suara hiruk pikuk kesibukan di lokasi proyek pembangunan kampus itu.


“Tuh ada excavator punya Jessy juga disana.” Tunjuk Sabrina saat melihat sebuah excavator warna pink cerah dengan logo berinitial JS terlihat di layar monitor itu.


“Haha, lucu warnanya pink, Jessy banget tuh.” kekeh Nata.


“Sementara kalian berdua sholat Maghrib, aku mau mandi lagi yaa, karena badanku bau asap dapur.” Ucap Jessy sambil mengendus-endus tubuhnya.


“Iya silahkan, Tapi kalau kamu belum mandi juga masih tetap cantik kok Jessy.” Jawab Nata sambil tersenyum dibalas dengan senyuman dari Jessy. Nata dan Sabrina lalu melaksanakan sholat Maghrib di Mushola, setelah selesai mereka lalu turun ke lantai satu untuk makan malam bersama di ruang makan. Jessy dan Sabrina nampak sangat lahap saat menikmati hidangan makan malam yang sudah dimasak oleh Jessy tersebut, Nata tak henti-hentinya memuji semua hidangan itu. Setelah selesai makan malam, terdengar suara bel di depan ruko mereka berbunyi.


“Biar aku yang membukakan pintunya.” Ucap Nata yang segera menghampiri pintu kaca tebal ruko itu.


“Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam. Ohh kamu Yadi, ada apa ? yuk mari masuk, kita duduk sambil ngopi.”


“Terima kasih Pak Boss, saya hanya akan menyampaikan kabar gembira, Alhamdulillah Ujian Skripsi saya berhasil dan lulus dengan nilai yang memuaskan.”


“Alhamdulillah, kamu sudah makan ?”


“Sudah Pak.”


“Lalu kapan diwisudanya ?”

__ADS_1


“Rencana bulan depan bersama kawan-kawan saya yang lainnya.”


“Ehhh ada Yadi, sendirian saja ?” Tanya Sabrina yang kemudian duduk disamping Nata, disusul oleh Jessy yang juga duduk di


“Iya bu, Erna tadi sepulang dari kantor langsung bantuin emak sama bapak jualan surabi.”


“Ini lho Yadi barusan ngasih kabar, bahwa tadi siang dia sudah selesai mengikuti ujian skripsinya.”


“Alhamdulillah, kalau begitu kamu nanti bisa langsung bekerja di Kantor Pusat dong membantu Pak Charlie.” Ucap Jessy.


“Iya benar, tapi ga apa-apa belum bawa ijasahnya ? karena nanti wisudanya baru sebulan yang akan datang.”


“Santai saja Yad, itu kan hanya formalitas saja foto copy ijasah mah, yang penting kamu sudah siap dan bersedia untuk bekerja di kantor kami.” Ucap Nata.


“Insya Allah saya siap Pak, mohon maaf saya tidak bisa lama-lama, mau bantuin lagi emak sama bapak jualan surabi.”


“Ohh iya sampaikan salam dari kami yaa.”


“Baik Pak saya sampaikan, Assalamulaikum.”


“Waalaikumsalam.” Jawab Nata lalu bangkit mengantar Yadi sampai ke pintu Ruko miliknya itu. Setelah itu Nata lalu menutup sekalian mengunci pintu ruko itu kembali. Nata lalu kembali duduk berdampingan dengan kedua istrinya sambil menikmati secangkir kopi yang sudah dibuatkan oleh Sabrina.


“Nanti hari Senin ada rapat di kantor, untuk membahas posisi jabatan kantor Cabang Utama di Jakarta yang selama ini masih kosong.” Ucap Nata mulai membuka topik pembahasan tentang Bank yang sedang mereka kelola itu.


“Akang sudah mengusulkan siapa kandidatnya ?” Tanya Sabrina.


“Aku akan mengusulkan Charlie untuk menduduki jabatannya itu. Bagaimana kalian berdua setuju ?”


“Setuju kang, dia orangnya sangat bertanggung jawab, amanah serta mengerti seluk beluk perbankan, karena dia sudah berpengalaman di bidang itu.”  Jawab Jessy.


“Kalau dia pindah tugas ke Jakarta, bagaimana dengan istri dan anaknya ?” tanya Sabrina.


“Aku sarankan dia pindah sementara di Jakarta, menempati rumah dinas jabatan Kepala Kantor Cabang Utama selama di Jakarta. Jadi anak istrinya juga pasti akan diboyong juga kesana.”


“Pasti Lusi sebagai istrinya akan sangat senang mendengar kabar seperti itu dong. Iya ga Jess ?”


“Benar bestie, dia pasti sangat senang, artinya nanti juga Charlie akan naik gaji, karena punya gaji tunjangan juga sebagai kepala Cabang Utama di Jakarta.”


“Sebelum pindah ke Jakarta, aku nanti akan mengusulkan agar Charlie mengajarkan atau melimpahkan tugasnya kepada calon penggantinya, tentunya harus orang yang mengerti perbankan juga. Sedangkan untuk Yadi nanti selain mengurus semua mesin yang ada di Gedung Kantor Pusat, dia akan aku tugaskan juga sementara untuk mengawasi proyek pembangunan Kampus yang sedang dibangun, menggantikan Charlie yang akan bertugas ke Jakarta.”


“Cocok itu kang, Yadi masih muda tentunya sangat mengerti tentang permasalahan teknis, juga pelaporan di lapangan.”

__ADS_1


“Iya aku juga setuju kang. Lalu mengenai penggantinya Charlie, aku punya penilaian terhadap beberapa orang yang tempo hari bekerjasama dengan Charlie di kantor Pusat. Orangnya masih muda, berbakat juga sama-sama bertanggung jawab seperti Charlie dan tentunya orang yang mengerti perbankan juga seperti Charlie.” Ucap Sabrina.


“OK Sabrina, nanti kamu sebutkan saja namanya hari Senin di ruang meeting, bersama jajaran Direksi di Kantor pusat.” Jawab Nata lalu menyeruput sisa kopi dicangkirnya, mengakhiri perbincangan bersama kedua istrinya itu di ruang tamu Ruko milik mereka.


__ADS_2