Tangguh

Tangguh
Bab 47 Rapat Umum di Kantor Pusat Bank.


__ADS_3

“Jess Desain baju rancangannya bagus sekali yaa.” Ucap Sabrina saat mereka mulai merapihkan semua pakaian pengantin yang tadi sudah dicobanya itu.


“Iya benar Sab. teh Putri kan punya kenalan baik seorang designer pakaian khusus pengantin yang sangat terkenal di ibu kota.”


“Kalau aku sih maunya kalian tidak mengenakan apapun malam ini, hehehe.”


“Ihh akang, arah omongnya jadi kesitu sih ?” Protes Sabrina.


“Mau ga ? mumpung masih sore nih baru jam delapan malam, kita juga sudah selesai Sholat Isya dan makan malam.” tanya Nata lagi kepada kedua istrinya.


“Hihihi, mau dong.” Jawab Jessy dan Sabrina bersamaan.


“Tunggu sebentar kami sedang membereskan ini semua yaa kang.” ucap Sabrina lalu menyimpan satu persatu semua baju itu kedalam lemari pakaian mereka.


“Sambil berendam dan dipijat dengan air hangat enak tuh kayaknya.” Ucap Jessy.


“Ohh kalian ingin di ruang Sauna dan Whirpool, seperti kemarin ?” tanya Nata lalu mendekat ke arah Jessy dan Sabrina yang masih menyusun untuk menyimpan semua pakaian pengantin itu ke dalam lemari. Kedua tangannya lalu memeluk pinggang ramping Sabrina dan Jessy itu.


“Akang, sabar dulu dong.” Keluh Sabrina.


“Iya nih akang kita ga sabaran amat.” Jessy pun turut protes atas kenakalan tangannya Nata


itu.


“Aku hanya ingin memeluk kalian saja kok.”

__ADS_1


“Meluk sih meluk, tapi tidak menggerayangi juga dong. Geli tau.” Pekik Sabrina yang mulai kegelian itu.


“Ahh sudah selesai kan ? Aku mau cium dulu kamu Sab. mmmmhhhhh.” Ucap Nata lalu mulai memeluk penuh tubuhnya Sabrina dan mengulum bibirnya. Sabrina mau tak mau akhirnya membalas semua perlakuan dari suaminya itu. kini mereka saling berciuman, bertautan bibir, disaksikan oleh Jessy yang mulai merasakan juga gelora hasratnya, Jessy memang lebih mudah terpancing dibandingkan dengan Sabrina. Makanya Nata lebih dulu membuat Sabrina kewalahan agar lebih mudah untuk selanjutnya menjamah Jessy. Satu persatu pakaian Sabrina lalu dilucuti oleh Nata. Mulai dari kerudung hijabnya, baju terusannya bahkan semua pakaian dalamnya. Tubuh mulus Sabrina kini terpampang dengan sangat jelas di kamar mereka. Setelah selesai melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh Sabrina, Nata lalu mulai memeluk Jessy dan juga mulai melucuti Jessy yang terpekik kegelian saat semua pakaiannya dilucuti oleh Nata. Sabrina bahkan kini tengah melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh Nata, saat Nata melucuti pakaiannya Jessy itu.


Kini ketiga tubuh mereka tanpa sehelai benangpun. Nata dengan memeluk kedua tubuh istrinya itu kini berjalan bersama menuju ke ruang sauna sekaligus tempat whirpool berada disana. Nata mulai mengaktifkan mesin whirpool itu, suhu air mulai diatur sesuai dengan keinginan, buih air yang hangat segera bermunculan di permukaan whirpool tersebut. Mereka bertiga mulai masuk kedalam Whirpool itu dan merebahkan diri untuk berendam didalamnya. Kini mereka bertiga saling membelai, saling meremas dan saling membangkitkan kembali libido mereka. Malam itu mereka saling menumpahkan hasratnya didalam whirpool itu, sampai mereka bertiga akhirnya merasakan puncak kenikmatannya masing-masing dan tertidur kelelahan didalam whirpool.


Keesokan harinya mereka mengadakan rapat umum bersama direksi, di Gedung baru Bank yang terlihat sangat megah dan dilengkapi dengan beberapa fitur canggih serta modern, sesuai dengan yang diinginkan oleh Nata bersama kedua istrinya tersebut. Sabrina dan Jessy nampak sangat cantik anggun dalam balutan busana muslimah yang mereka kenakan itu. Nata juga mengenakan Pakaian resmi dengan jas hitam dan celana hitamnya, dia nampak sangat gagah dan berwibawa saat memulai acara rapat bersama para direksi di ruang rapat besar yang bisa menampung dua ratus orang peserta rapat itu. Nata lalu memperkenalkan diri, juga memperkenalkan Sabrina dan Jessy sebagai istrinya itu. Nata yang duduk didepan Meja bertiga dengan istrinya menghadap ke semua peserta rapat. Pada saat memperkenalkan diri tersebut, slide dari sebuah layar lebar menampilkan secara visual tentang apa saja yang dituturkan oleh Nata. Beberapa orang direksi dan kepala cabang di bank tersebut juga turut memperkenalkan diri kepada Nata dan kedua istrinya sebagai pemilik saham penuh dari Bank yang dipimpinnya saat itu. Nata juga memaparkan perubahan konsep dasar Bank tersebut, yang pada awalnya sebuah bank konvensional, menjadi bank yang berdasarkan Syariah.


Turut hadir pada kesempatan rapat umum itu sebagai Penasehat sekaligus Kolega dari Bank yaitu Kantor Notaris dan Kantor Akuntan Publik yang dipimpin oleh Notaris Senior yaitu H. Mumuh SH. MH. Nata juga tidak lupa untuk memperkenalkan penasehat hukum sekaligus Pemeriksa keuangan internal dari Bank tersebut. Nata juga mengumumkan tidak akan memberhentikan atau mengganti Direksi maupun Kepala Cabang yang sudah ada di jajaran Bank tersebut. Atas pemberitahuan langsung dari Nata tersebut semua hadirin disana langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat riuh menyambut kebijakan yang di terapkan oleh Nata tersebut.


“Baiklah Bapak dan Ibu semua yang hadir disini, kiranya cukuk sekian penuturan dari saya. Sekali lagi saya ucapkan Selamat untuk bergabung bekerja kembali disini dan saya sangat memohon kerjasama yang positif dari Bapak dan Ibu semua. Kami juga memohon kehadiran dari Bapak dan Ibu semuanya untuk besok lusa menghadiri Launching dari lahirnya kembali Bank yang akan kita operasinalkan kembali secara serentak di seluruh Cabang.” Ucap Nata, lalu di layar besar itu kini  tampilah sebuah logo baru dari bank yang dimiliki oleh Nata tersebut. Diiringi dengan sebuah musik tradisional khas Sunda. Tepuk tangan kembali terdengar saat Logo itu kini mulai terlihat. Di luar gedung sana selubung dari logo bank mulai dibuka dan beberapa spanduk banner mulai tegak berdiri, yang menandakan bahwa Gedung Kantor Pusat Bank itu sudah siap untuk beroperasi.


Nata dengan didampingi oleh kedua istrinya lalu turun dari podium, bersama kedua istrinya kini menghampiri semua peserta rapat dan mulai menyalami satu persatu. Jabat tangan yang sangat erat dirasakan oleh Nata dari masing-masing peserta rapat umum  itu. Para peserta rapat yang notabene adalah karyawan dan direksi dari bank yang sudah diakuisisi oleh Nata itu kini tidak perlu was was dan khawatir lagi kehilangan pekerjaan, karena mereka akan kembali bertugas di bank yang sama namun dengan nama dan dasar operasional yang berbeda.


“Charlie saya ucapkan terima kasih yaa, karena rapat umum barusan sudah terselenggara dengan sangat memuaskan.”


“Sama-sama Kang Nata. Jadi mulai besok para karyawan akan kembali bekerja, baik yang berada di kantor Pusat maupun di kantor cabang ?”


“Benar supaya mereka dapat mempelajari terlebih dahulu sistem operasional yang baru, dengan peralatan yang juga baru. Kalau kamu sendiri kan sudah mempelajarinya sejak interior Gedung ini digarap, jadi tugasmu dengan dibantu oleh Jessy memberikan sedikit pelatihan kepada mereka.”


“OK siap Kang Boss.” Jawab Charlie.


“Oh iya kabarnya si kecil dan Mamanya sudah dibawa pulang ke rumah ?”


“Benar kang, kini rumah kami menjadi ramai dengan suara bayi dan hampir semua ruangan di rumah kami harum minyak telon, hehehe.”

__ADS_1


“Duh pengennya punya bayi lucu seperti itu.” Ucap Sabrina sambil mengelus perutnya.


“Makanya jangan kerja terus, ambil cuti honeymoon dong.”


“Iya nih kami kerja terus, dikerjain sama akang setiap malam. Hehehe.” Kekeh Jessy. Disambut suara tertawa oleh Nata, Sabrina dan Charlie.


“Ehh aku lihat ada beberapa karyawan dan Direksi di Kantor pusat ini tidak pulang. Mereka masih disini tuh.” Ucap Sabrina sambil menunjuk ke layar CCTV.


“Iya biarkan saja, mungkin mereka juga sedang membenahi ruang kerjanya yang baru, sekaligus berorientasi juga beradaptasi dengan suasana yang baru.” Jawab Nata.


“Justru bagus tuh Sab, artinya mereka mempersiapkan diri dengan penuh semangat atas suasana baru yang akan mereka jalani nanti sehari-hari disini.” Ucap Jessy.


“Iya kasihan juga ada yang sudah tidak bekerja selama tiga bulan katanya.” Ucap Sabrina.


“Semoga saja mereka semua nanti semakin bersemangat dan betah bekerja dalam suasana baru di kantor Pusat ini.” Ucap Nata.


“Aamiin.” Jawab semua yang ada diruangan kerjanya Nata itu dengan serempak.


“Sekarang ajak mereka yang muslim untuk bersiap di Masjid yang baru, sebentar lagi adzan Dzuhur.”


“Sini biar aku saja yang mengumumkan deh. Sambil mengetes sound sistem yang bisa terhubung


ke ruang kontrol suara.” Ucap Jessy. Lalu Jessy menyalakan sebuah pengeras suara yang ada di ruangannya Nata itu. Pengeras suara yang juga nantinya berfungsi sebagai alat untuk memberikan instruksi dari Nata sebagai pemilik dari Bank tersebut. Jessy lalu mulai berbicara dengan mike yang sudah dinyalakan itu, sound sistem yang terintegrasi dengan semua ruangan di gedung termasuk di basement kini mulai terdengar, suara Jernih dan merdu dari Jessy yang bagaikan seorang reporter mulai terdengar, kini Jessy mengumumkan untuk berkumpul di Masjid yang terletak di lantai lima Gedung kantor pusat itu.


“Wah reporter dari NHK TV Japan mulai beraksi nih. Hehehe.” Ucap Sabrina sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2