
Deru ombak dan hembusan angin di pantai Cipatujah Tasikmalaya itu mengiringi kebersamaan Nata dengan kedua Istrinya saat makan siang di teras penginapan tepi pantai itu. Setelah selesai Sholat Dzuhur dan makan siang, Nata bersama kedua istrinya itu berjalan menyusuri pantai pasir hitam di tepi pantai Cipatujah Tasikmalaya itu. Kedua istrinya itu berjalan dengan beriringan dan memeluk pinggangnya Nata yang berada di tengah, tanpa alas kaki mereka berjalan diiringi buih dari sisa ombak yang menepi di garis pantai itu.
“Kalian harus tahu hampir di sepanjang Pantai Tasikmalaya ini mengandung logam, terutama besi. Bahkan ada beberapa tempat penambangan pasir di pantai Tasikmalaya dan Garut ditutup karena ternyata diketemukan uranium. Saat diteliti oleh tim Geologi, ditemukan ada radio aktif pada titik penambangan pasir tersebut.”
“Wah hebat dong, Tasikmalaya bisa kaya dengan Uraniumnya.” Ucap Sabrina.
“Iya tapi berbahaya banget nanti efek radiasinya Sab.” Tukas Jessy.
“Benar, kita tidak mau kembali ada tragedi seperti yang pernah dialami di Rusia, saat reaktor nuklir Chernobyl bocor dan mencemari seluruh area di dekat reaktor atom nuklir tersebut. Memang sih sekarang dunia sedang dilanda krisis Minyak Bumi, cadangan Minyak Bumi semakin menipis, namun kita masih punya cadangan energi dari pemanfaatan angin dan Sinar Matahari, yang di Indonesia sangat melimpah, garis pantai yang selalu ada angin berhembus bisa dijadikan ladang kincir angin sebagai energi alternatif selain dari Batubara, Gas dan Minyak Bumi. Selain itu juga sinar matahari selama 360 hari dalam setahun selalu ada di negara kita yang beriklim Tropis ini.”
“Benar kang, ditambah lagi dengan kontur permukaan yang berbeda, kita bisa membuat bendungan yang bisa menghasilkan energi listrik dari bendungan buatan itu.” ucap Jessy.
“Maka dari itu, nanti untuk proyek ke depan yang akan ditangani oleh kita adalah, memanfaatkan semua sumber daya alam yang sangat melimpah di bumi pertiwi ini. nanti pada masa yang akan datang, kita tidak hanya bergantung pada energi yang berasal dari fosil. Bidang pertanian juga akan kita angkat sebagai salah satu sumber energi selain dari sumber pangan dan papan.”
“Ohh ternyata arahnya kesana, jadi itu maksud akang kembali ke tanah air, yang akan membangun semua infrastruktur untuk mendukung semua cita-cita akang yaa ?” Tanya Sabrina.
“Iya Sabrina, buat apa aku punya dana berlebih bila tidak ada gunanya. Toh dana tersebut juga nanti akan kita jadikan sebagai langkah awal atas membuka lapangan pekerjaan kepada semua lapisan masyarakat yang membutuhkannya, itu sebabnya aku sangat ngotot membuka dulu bank sebagai wadah untuk menampung semua dana yang aku miliki, agar nanti kita tidak selalu bergantung pada kebijakan pemerintah. Sudahlah lupakan dulu sejenak, saat ini kan sedang honeymoon.” Tambah Nata.
Kemudian mereka melanjutkan berjalan disepanjang garis pantai Cipatujah Tasikmalaya itu. Lalu pada pukul dua siang mereka kembali ke penginapan dengan membawa beberapa butir kelapa muda, yang sudah siap mereka minum airnya dari penjual kelapa di pinggir jalan dekat pantai Cipatujah itu.
“Kang nanti malam kita makan ikan bakar yuk.” Ucap Sabrina sambil menghabiskan sisa air kelapa langsung dari batoknya dengan sebatang sedotan.
“OK nanti kita pesan ke pemilik penginapan ini, beliau yang lebih mengetahui dimana bisa mendapatkan ikan segar yang siap dibakar, untuk santap makan malam kita nanti.”
“Pesan sekarang bisa kang ?” Tanya Jessy.
“Baiklah, kalian tunggu disini sebentar yaa, aku akan menemui pemilik penginapan ini.” Ucap Nata lalu mengecup kening kedua istrinya itu secara bergantian, setelah itu Nata keluar dari penginapan itu.
“Aku sebenarnya ingin ikut sih untuk menemui pemilik penginapan ini Jess, tapi kakiku masih pegal-pegal setelah kita berjalan selama hampir dua jam tadi di pantai. Hehehe.”
“Iya sama Sab, kalau dipijat kayaknya enak deh.”
“Ehh disini ada tukang pijat wanita yang bisa memijat kita, Jess ?”
“Tanya saja ke Kang Nata, mungkin dia lebih tahu.” Jawab Jessy.
“Sebaiknya kita dipijat sebelum makan malam, atau sekarang sebelum Ashar.”
“Bagaimana kalau kita gantian saling memijat untuk sementara ?” tanya Jessy.
__ADS_1
“Boleh, kamu duluan yang pijat aku, nanti gantian, hehehe.”
“Ahhh dasar kamu bestie, bilang saja dari tadi pengen ngerasain lagi dipijat sama aku. Hahaha.”
“Akhirnya kamu juga ngerti bestie. Hihihi.” Ucap Sabrina lalu Sabrina dan Jessy masuk ke dalam kamar yang satu lagi. Kamar yang lebih kecil ukurannya, mereka lalu melepaskan pakaian yang dikenakannya, kini mereka hanya mengenakan ****** ***** saja. Jessy lalu mengeluarkan minyak zaitun yang selalu dibawanya, yang saat itu disimpan didalam traverler bag. Kini Sabrina sedang menikmati pijatan dari Jessy, matanya sesekali terpejam saat menikmati pijatan dari bestienya itu. Terdengar pintu penginapan dibuka, saat Nata kembali untuk menemui kedua istrinya itu. Nata berusaha mencari di kamarnya namun tidak menemukan kedua istrinya di kamar yang tadi ditempati oleh Sabrina dan Jessy.
“Kami disini kang, aku sedang dipijat sama Jessy.” Ucap Sabrina setelah mendengar suara langkah yang dikenalnya itu.
“Waduh kamu bisa memijat Jessy ?” tanya Nata saat membuka pintu kamar tidur yang satu lagi itu. Lalu Nata duduk di pinggir tempat tidur, memperhatikan Jessy yang sedang memijat Sabrina.
“Sedikit pijatan Shiatsu sih bisa kang, hehehe.” Jawab Jessy.
“Iya kami janjian untuk saling memijat, nanti giliran dia yang dipijat olehku.”
“OK nanti kalian berdua pijat aku juga yaa, hehehe.”
“Hahaha kepengen juga tuh akang kita Sab.”
“Tapi ingin dipijat Plus Plus.”
“OK sabar, nanti deh setelah selesai makan malam, ehh bagaimana informasi ikan bakarnya untuk nanti malam kang ?” Tanya Jessy.
“Asik, sedap dong, sudah cukup Jess? sekarang giliran kamu aku yang pijat deh.”
“OK Bestie.” Jawab Jessy lalu bergantian merebahkan diri.
Kini Sabrina yang memijat tubuh indah Jessy itu. Sesekali Nata menelan salivanya saat melihat Sabrina dan Jessy sedang saling memijat. Nata nampak tidak bisa menahan gerakan tangannya, dia lalu memijat tubuh indah Sabrina yang putih mulus itu.
“Ihh akang diam dulu dong, kalau mau bantu pijat juga Jessy, bukannya aku yang sudah dipijat.” Protes Sabrina.
“Mulus banget sih tubuh kalian berdua, jadi ga tahan aku melihatnya.”
“Akang ini kerjanya hanga mengganggu saja nih, baru juga sebentar aku dipijatnya.” Keluh Jessy.
“Iya nih bestie. Ehh akang sudah mengunci pintu belum ?”
“Waduh belum, aku kunci dulu pintunya yaa.” Ucap Nata lalu bangkit, menuju ke pintu penginapan itu, setelah menunci pintu Nata kembali menghampiri kedua istrinya itu.
“Nah sudah dikunci sekarang, aman. Hehehe.”
__ADS_1
“Tunggu sebentar yaa akang sayang, sabar aku mau menyelesaikan dulu memijat Jessy.” Ucap Sabrina.
“Iya deh aku mau lihat saja kalian berdua yang sedang memijat dan dipijat , boleh kan ?”
“Boleh saja, asal jangan mengganggu.” Jawab Jessy yang sedang menikmati pijatan dari Sabrina
itu.
Nata lalu mengeluarkan ponsel dari kantong tas pinggangnya, dia lalu membaca beberapa notifikasi dari Ponselnya tersebut. Beberapa e-mail yang dirasa penting sudah dibaca oleh Nata. Bahkan Nata segera menjawab beberapa e-mail yang dirasanya cukup penting tersebut. Kemudian Nata mulai membuka aplikasi Whatsapp, dia membaca pesan dari Charlie perihal bahwa istrinya Charlie akan melahirkan, disebuah rumah sakit bersalin di Kota Bandung.
“Ehhh istrinya Charlie mau melahirkan tuh, mereka sekarang sedang di rumah sakit bersalin katanya. Besok kita nengok bayinya yuk.” Ajak Nata.
“Mau bawa apa kita sambil nengok kelahiran bayinya Charlie itu kang ?” tanya Sabrina dengan terampitl dia memijat terus Jessy menggunakan kedua telapak tangannya, Jessy yang sedang tertelungkup di kasur empuk
itu kini lebih menikmati pijatan dari tangan halusnya Sabrina itu, kedua pelupuk mata Jessy secara otomatis merem melek saat menikmati pijatan dari kedua telapak tangan Sabrina.
“Sebelum nengok kita ke baby shop dulu deh, lalu tanyakan bayinya yang lahir nanti laki-laki atau perempuan.”
“Ihh akang curang, dia masih bisa berkomunikasi, tidak seperti kita yaa Jess yang kehilangan signal ponsel.”
“Ho’oh pakai provider apa sih kang ?” Tanya Jessy.
“Hehehe, Ponselku memang biasa saja, tapi aku pakai jaringan langsung pakai satelit.” Jawab Nata dengan terkekeh-kekeh.
“Pantas saja, share dong koneksinya kang.”
“Iya aku share nih, mana Ponsel kalian ?” Jawab Nata dengan membuka hotspot dari Ponselnya.
“Ada tuh di atas meja makan.” Jawab Sabrina. Lalu Nata menghampiri meja makan, setelah itu dia membuka jaringan wifi dari kedua ponsel milik istrinya itu dan mencantumkan password koneksi wifi yang tarpancar dari ponsel milik Nata. Kini mulai muncul puluhan notifikasi dari kedua ponsel milik Sabrina dan Jessy itu.
“Wah banyak pesan nih dari ponsel kalian berdua, merudul.” Ucap Nata sambil meletakkan kedua
ponsel milik Sabrina dan Jessy di atas pembaringan.
“Sudah dulu Sab, cukup deh pijatnya, thanks yaa bestie.”
“OK sama-sama.” Jawab Sabrina lalu Sabrina dan Jessy mulai mengelap kedua telapak tangan yang berlumuran dengan minyak zaitun, kemudian Sabrina dan Jessy mulai meraih ponsel miliknya itu.
“Wah bermunculan puluhan notifikasi nih.” Ucap Sabrina.
__ADS_1
“Iya benar, sama ponselku juga, murudul hehehe.” Kekeh Jessy dengan senangnya.