
“Akang Jelek !! Bakero !! Ugghhh.”
“Dont ever, ever do thats to me again, anymore !” ucap Sabrina dengan sangat geram.
Kedua gadis cantik itu sangat marah dan terkejut saat Nata dengan sengaja mengagetkan kedua gadis cantik itu, kedua gadis itu sangat terkejut saat dikagetkan oleh Nata yang bersembunyi di dalam torn kosong dan muncul seketika dari dalam tong besar air itu.
“Opps maaf.”
“Tiada maaf bagimu !.”
“Akang mau bikin jantung kami berdua copot yaa ?”
“Tidak dong sayang, jantung kalian masih menempel kuat kok.” Jawab Nata, lalu memeluk tubuh kedua calon istrinya itu dengan pelukan hangat.
“Enggak lucu tau.” Pekik Jessy dengan mencubit sangat keras pinggangnya Nata.
“Aduh !”
“Iya, sangat tidak lucu, thats not Funny, bagaimana jika aku secara reflek melempar alat yang sedang kami pakai ini kepada akang ?” tambah Sabrina lalu tak kuasa menahan isak tangisnya.
“Jangan menangis dong Sabrina sayang.”
“Tanggung jawab tuh sampai membuat Sabrina menangis.”
“Sekali lagi, akang minta maaf dong, tadi kan akang sedang menguras air di dalam torn ini lalu, menyikat dinding dilalam torn air ini sewaktu kalian sedang di lantai dua, tuh coba lihat banyak lumpur di dalam torn air ini, terus ngapain kalian kemari ke roof top ruko kita ini ?.”
“Kami mencari akang, karena tadi datang yang mengirimkan TV dan peralatan elektronik lainnya, sudah kami simpan langsung di lantai tiga di ruangan karaoke/home theater di dekat kamar tidur kita,.” Jawab Jessy.
“Ohhh begitu, ayo kita lihat.” Ajak Nata, Sabrina pun sudah menghentikan isakan tangisnya. Lalu mereka bertiga menuju ke ruang karaoke/ home theater itu.
Monitor super besar sudah menempel di dinding, peralatan sound system pun sudah tersusun rapi di atas rak yang terletak disamping kiri kanan Layar Monitor super besar itu.
“Koneksi internetnya sudah terpasang ?”
“Sudah kang boss, coba deh browsing.” Jawab Jessy.
Lalu dengan sebuah remote, Nata mulai mencoba beberapa aplikasi di TV Android itu, setelah cukup puas lalu Nata memberikan remote itu kepada Sabrina.
“Coba sekarang kamu nyanyi Sab,”
“Hehehe suaraku tidak bagus.”
“Tidak apa anggap saja sedang kursus vokal disini, kamu juga Jess, coba. katanya ingin ada perangkat karaoke, untuk bernyanyi.” Nata lalu memberikan dua buah mike kepada Jessy dan Sabrina.
Jessy dan Sabrina lalu memilih beberapa lagu favorit mereka, kemudian bergantian menyanyi diperhatikan oleh Nata yang duduk bersandar di sofa baru yang empuk itu. Lalu Nata bertepuk tangan setelah Sabrina dan Jessy selesai bernyanyi dengan suara merdunya.
Prok,
Prok,
Prok.
“I love it, its not bad for you both.”
“We are just trying good singing. Hehehe.”
“Nanti kita harus menjaga stamina juga, berolah raga, agar bisa mengatur napas panjang dan kita juga menjadi sehat bugar setiap saat.”
“Tinggal memasang alat gym di lantai dua kalau boleh.” Jawab Sabrina.
__ADS_1
“Beli saja, biar kalian tidak usah pergi ke tempat fitness, kita bisa berolah raga bersama di ruko ini, namun sekali kali kita berolah raga juga di luar ruangan, jogging, berenang atau piilih olahraga yang kalian sukai berdua.”
“Boleh kang ? Asyik, kita beli alat-alat gym lengkap nanti Sab.”
“Iya kita bisa pesan online saja Jess, sekalian meminta diinstalasi semua alat gymnya.”
“Tapi aku ingatkan fokus cari lahan, silahkan kalian cari dari teman terdekat dulu yang akan menjual, syaratnya teman kalian itu bukan calo atau perantara property, supaya tidak ribet urusannya nanti ke depan. Aku tidak akan melarang keinginan kalian, asal nantinya kalian mempunyai sikap profesional.” Nata kali ini berbicara lebih serius, agar mereka tidak melupakan perlihal yang paling pokok atau yang lebih utama.
“OK Kang Boss, bagi kami pekerjaan adalah yang utama, iya kan Sab ?”
“Benar Kang, setidaknya kami jika sehat dan bugar, kami juga akan terus bersama akang sampai kapanpun bekerja.”
“Sip lah kalau begitu, aku juga ga akan pelit kepada kalian berdua, karena jika kalian berprestasi, hak kalian berdua yang akan aku berikan bonus untuk jerih payah selama kalian bekerja. Satu lagi, sampaikan ke Pak H. Mumuh Notaris kita, kalau kita sudah mempersiapkan semua persyaratan untuk mendirikan perusahaan.”
“Memangnya surat ijin domisili perusahaan akang sudah buat ?”
“Haha, tanpa kalian sadari, aku sudah meminta bantuan kepada penjual surabi, ternyata dia rumahnya ngontrak di dekat sini, jadi dia kenal dengan RT, RW, bahkan Lurah di lingkungan ini, aku juga akan membantu dia agar dia juga membuat legalitas atas usaha Surabinya itu.”
“Wow, kita kalah cepat Jess.”
“Iya ternyata akang kita diam-diam gesit juga tuh, Sab.”
“Nah perkenalan kemarin dengan si penjual Surabi ternyata ada hikmahnya, Semua itu tergantung dari niat, kemudian seperti kata pepatah, dimana ada usaha - disitu pula kita akan mendapatkan jalan untuk kita jalani.”
“Baiklah kalau begitu, kami mau diskusi dulu berdua yaa kang, untuk mencari dan menyeleksi semua teman-teman kami yang berkecimpung di bidang property, ayo Jess.” Ajak Sabrina kepada Jessy.
“Iya Sab. mumpung semua pekerjaan tinggal sedikit lagi kita kerjakan, jadi masih banyak waktu untuk kita dalam rangka mencari informasi tentang property.”
Lalu Sabrina dan Jessy terlihat sedang berdiskusi, sedangkan Nata kini sedang brosing dengan PC baru yang sudah disediakan oleh Jessy. Mereka kini jika di Ruko tidak perlu lagi memakai laptop, karena seluruh peralatan kantor sudah tersedia dan siap pakai semua. Koneksi internet pun sudah terpasang, modem dan tiga router untuk di tiga lantai sudah terkoneksi, bahkan router untuk di basement juga sudah terpasang.
Kini Jessy dan Sabrina nampak sibuk, mereka menghubungi beberapa kenalannya sesuai hasil diskusi tadi. Tidak lama kemudian Jessy dan Sabrina secara bergantian menghadap ke depan meja Nata. Mereka melaporkan beberapa asset yang 100% sudah mereka follow up dan tinggal menunggu ACC dari Nata, sebagai pimpinan mereka di kantor itu. Sabrina dan Jessy melaporkan asset berupa tanah, lalu tanah bangunan hotel, gedung perkantoran dan yang lebih menarik perhatian Nata adalah bahwa ada juga Bank yang akan dijual asetnya.
“OK Sabrina dan Jessy, semua aku ACC, namun dahulukan Bank yang akan dijual itu, bila perlu semua karyawan bank itu panggil kembali dan kamu juga sebagai HRD yang me-recall karyawan yang di PHK oleh pihak Bank tersebut.”
“Karena sambil mendengar kalian memaparkan aset-aset itu, satu persatu langsung aku broswsing, sebagian data juga sudah aku lihat, tinggal memeriksa satu-persatu data yagn kalian laporakan itu lebih detail dan lebih terperinci lagi.”
“OK Kang, mohon ijin saya berangkat sekarang, untuk menemui owner bank tersebut,
yang kebetulan sedang berada di Bandung.”
“OK Sabrina, lebih cepat lebih baik.”
“Aku juga kang pamit untuk menemui pemilik tanah yang akan di jual di pusat kota Bandung ini. Aku mau ambil kendaraan dulu di Garasi dekat penyimpanan kontainer.”
“Bareng Sabrina saja, berangkat dari sininya, ini kunci mobil mu Sab.”
“Baik kang.” Jawab Jessy dan Sabrina. Lalu mereka bergegas meninggalkan Ruko itu, karena tidak mau kehilangan moment sekecil apapun. Kini Nata berada sendirian di Ruko itu. Dia lalu menelepon sebuah dealer mobil. Karena dipikirnya hanya dia sendiri yang saat ini belum memiliki mobil untuk operasionalnya di Ruko itu. Nata lalu memilih mobil yang bisa digunakan untuk off road juga. Jadi dia memilih kendaraan double cabin yang mempunyai roda penggerak 4x4. Lalu Nata meminta sales dari dealer mobil yang dihubunginya itu untuk datang ke Ruko tempat dia berada saat itu.
Tiga puluh menit kemudian, sales itu datang ke Ruko dan langsung menemui Nata yang melihat kedatangan sales itu. Sales itu pun datang langsung membawa unit mobil yang sejenis yang juga masih baru untuk dijadikan test drive oleh Nata. Nata lalu mempersilahkan sales itu untuk duduk, lalu Nata menyiapkan minuman ringan
dari showcase refrigator yang berada tidak jauh ruang tamu Ruko itu. Sang sales yang ternyata seorang gadis cantik, nampak sangat terpukau dengan suasana interior kantor yang baru saja selesai di dandani lagi oleh Nata, Jessy dan Sabrina itu. Ruang tamu yang terasa adem nyaman dan terasa sangat memperlihatkan pribadi pemilik Ruko itu.
“Silahkan diminum, mohon maaf hanya ada ini.”
“Ohhh tidak apa-apa Pak Nata, ohhh perkenalkan terlebih dahulu, nama saya Maryanti, atau panggil saya saya Yanti.” Ucap Yanti sambil menyodorkan kartu nama atas namanya.
“Dan saya Soffie Pak, saya petugas mekanik, untuk menjelaskan spesifikasi mobil yang akan bapak gunakan nanti.” Ucap gadis cantik yang mendampingi Yanti itu.
“Baik dik Yanti dan Soffie, jadi mobil yang diluar itu unit yang saya pilih ?”
__ADS_1
“Benar Pak. Silahkan Pak Nata mencobanya.”
“Kalau saya beli saja yang dibawa saat ini boleh ga ?”
“Waduh, saya harus berbicara dulu dengan manager saya kalau begitu, saya tidak berani mengijinkan pak.” Ucap Yanti lagi.
“Begini saja, akan saya berikan bonus untuk kalian berdua, namun tolong usahakan secepatnya, silahkan kalian berbicara dengan manager kalian. Sebutkan saja nilai yang kalian mau.”
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat pak, sebenarnya mobil itu digunakan untuk test drive, memang baru saja kami keluarkan hari ini dari garasi. Namun akan kami usahakan pak.” Jawab Yanti dengan sangat sopan dan ramah.
“Baik saya tunggu jawabannya secepat mungkin.”
“Mohon maaf pak, mau bayar cash atau bagaimana ?”
“Saya bayar saat ini juga 100% ditambah bonus untuk kalian berdua, itu juga kalau kalian mau dan berhasil membujuk manager kalian itu.” Jawab Nata yang berbicara sangat serius, namun diiringi oleh senyuman khas yang sangat mampu membius bahkan bisa menghipnotis dua gadis cantik yang berada didepannya itu. Kemudian Yanti meminta ijin untuk menghubungi maneger dealer mobil tempat dia bekerja kepada Nata. Sambil berdiri di pojok dekat pintu masuk Yanti lalu mengemukakan keinginan dari Nata yang sangat berminat dengan mobil yang dibawanya itu, mobil yang awalnya hanya diperlihatkan dan dijadikan sebagai unit mobil test drive.
“mmhhh Pak. Nata.”
“Bagaimana ? tidak boleh yaa ?” tanya Nata menebak hasil pembicaraan Yanti dengan managernya itu.
“Boleh Pak, kata manager saya.”
“Alhamdulillah, kan kalian juga jadi mudah, pulang tidak perlu bawa dua mobil lagi ke dealer kalian, mana saya minta nomor rekening dealer kalian. Juga nomor rekening kalian berdua juga. Sekalian tuliskan bukti tanda pembayaran, kalau untuk kalian jangan pakai bukti yaa ?”
“Bb b baik pak. Akan saya tulis bukti pembayarannya untuk sementara, besok lusa kami akan serahkan BPKB dan Faktur pembeliannya.” Yanti pun menuliskan tanda pembayaran diatas formulit kertas yang sudah disediakan olehnya, dilengkapi dengan materai secukupnya.
“Tolong tanda tangan, tanda terima unit dari kami pak, nomor rekening dealer mobil kami ada di formulir pembelian.” Yanti lalu menyodorkan selembar kertas kepada Nata untuk ditandatangi.
“Ga mau ahhh.” Nata pun mencoba menggoda dua gadis cantik itu.
”Eehh kok ga mau pak, katanya bapak tadi sudah deal mau beli unit yang kami bawa?” Yanti dan Soffie pun sangat terkejut saat mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Nata.
“Saya tidak mau, kalau kalian juga tidak memberikan nomor rekening kalian berdua, hehehe.”
“Aduh Pak Nata bercanda, bikin kami terkejut, ini nomor rekening saya, Soff nomor rekening kamu mana ?”
“Ini ada Yan... Ini nomor rekening saya pak.”
“Nah begitu dong, ga enak saya kan sudah berjanji akan memberikan bonus untuk kalian berdua.” Lalu Nata dengan mobile bankingnya di ponsel miliknya itu mulai mengetik sejumlah dana untuk membayar mobil baru dan dana untuk Yanti dan Soffie juga.
“Coba kalian cek, Sudah terkirim dananya untuk dealer dan untuk kalian berdua, bukti transfer sudah aku kirimkan juga kepada dik Yanti.”
“Waduuh banyak amat pak ? Terima kasih banyak. Semoga mobilnya awet, kalau ada kendala tentang mobilnya hubungi saya saja pak.”
“Hmmm kalau kendalanya tentang bahan bakar, kalian bisa mengirimkan juga kemari ?”
“Ahh Pak Nata bercanda saja.”
“Saya juga mengucapkan terima kasih Pak, ini sama dengan gaji kami selama lima bulan,
kalau sebesar ini.”
“Semoga baroqah yaa dik, salam untuk manager kalian, ucapkan rasa terima kasih dari saya juga untuk beliau.”
“Baik pak, akan kami sampaikan, ini kunci dan STNK sementaranya, untuk bea balik nama akan kami berikan gratis, untuk bapak, kami usahakan dalam waktu satu bulan sudah selesai balik atas nama bapak sendiri.”
“Wow keren, ok aku ucapkan juga terima kasih kepada kalian berdua, yang sudah bersusah payah membantu saya.”
“Sama-sama pak, kami mohon pamit yaa pak.” Ucap Yanti dengan perasaan sangat senang dan puas.
__ADS_1
“Saya juga pamit pak. Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, lalu mengantarkan dua gadis cantik itu sampai dengan halaman parkir Ruko itu. Nata juga langsung memarkirkan masuk kedalam basement mobil yang baru saja dibelinya itu.