Tangguh

Tangguh
Bab 81 Amanda numpang menginap di rumah baru.


__ADS_3

Pada sore hari, setelah sholat Ashar Jessy dan Sabrina terlihat sedang sibuk memilah-milah kumpulan dokumen milik Nata, Sabrina dan Jessy.


“Pada sibuk apa sih, serius amat ?”


“Ini kang, kami sedang menyusun dokumen kita, ada akta kelahiran, Ijasah SD, SMP, SMA, Sarjana dan beberapa dokumen penting lainnya seperti akta tanah juga kepemilikan kendaraan dan apartemen. Nanti semua dokumen ini akan kami simpan di deposit box yang berada di kantor pusat bank milik kita.” Jawab Sabrina.


“Iya kang kemarin sudah kami bawa kemari semua dokumen milik kita.” Tambah Jessy.


“Ohhh begitu, barusan aku menerima pesan dari Amanda, katanya dia mau mampir kemari tuh. Tadi dia menghubungi ponsel kalian, tapi ga ada jawaban, makanya dia lalu menghubungi aku.”


“Hihihi, maaf kami lagi tidak pegang ponsel, karena sedang sibuk menyortir semua dokumen ini, sama Sabrina.”


“Aku sudah share location, kelihatannya dia sudah dekat kemari tuh, karena dia juga sudah share real online location.” Ucap Nata lalu memperlihatkan layar ponsel kepada Sabrina dan Jessy. Kemudian Nata menuju ke gazebo dekat kolam renang untuk menghisap rokok disana.


“Iya sebentar, tanggung nih sedikit lagi kang.” Jawab Sabrina. Lalu Sabrina bersama Jessy segera menyelesaikan penyortiran dokumen tersebut. Sesaat kemudian mereka sudah selesai menyusun semua dokumen tersebut dan kembali disimpan dalam brankas, agar besok lusa bisa dititipkan untuk disimpan di Deposit Box yang berada di kantor pusat bank milik mereka. Bersamaan dengan itu, terdengarlah bunyi bell di rumah mereka.


Jessy bersama Sabrina yang jaraknya lebih dekat ke pintu utama rumah segera bangkit dari ruang penyimpanan dokumen menuju ke pintu. Kemudian Jessy membuka pintu rumah, nampaklah wajah cantik Amanda yang bertubuh sexy itu sedang berdiri di depan pintu dengan kaca mata hitam yang dijadikan bando di kepalanya. Parfum wangi di tubuhnya tidak kalah dengan wangi parfum dari Sabrina dan Jessy.


“Assalamualaikum Sabrina dan Jessy yang cantik.” Ucap salam Amanda.


“Waalaikumsalam sister Amanda.” Jawab Jessy dan Sabrina, lalu mereka cipika-cipiki.


“Mari silahkan masuk.” Ajak Sabrina lalu mereka duduk di ruang tamu.


“Nata kemana ?”  Tanya Amanda saat dia sudah duduk di sofa empuk itu.


“Ada di belakang, dia sedang merokok disana.” Jawab Jessy.


“Ohh biarkan dulu deh, sekarang aku ga kuat menghirup asap rokok, lebih baik menunggu disini saja.”


“Mau minum apa ?” Tanya Sabrina menawarkan.


“Apa saja boleh deh. Tapi tunggu dulu, dengarkan dulu aku bicara. Maksud kedatangan aku kemari karena ingin ikut besok ke Tasikmalaya, bolehkah kalau malam ini aku menginap disini ? Rumahku kan agak jauh dari sini, aku khawatir besok terlambat datang kemari.” Tanya Amanda lalu bergantian menatap Sabrina dan Jessy.


“Ohhh boleh saja, Amanda.” Jawab Sabrina sambil tersenyum manis.


“Iya santai saja, ada ruang tidur untuk tamu kok, mau di lantai satu atau mau yang di lantai dua silahkan saja pilih. Hehehe.” Tambah Jessy sambil terkekeh.

__ADS_1


“Sebentar aku buatkan minuman dulu deh untuk kamu Amanda.” Ucap Sabrina lalu bangkit dari tempat duduknya menuju ke dapur.


“Lebih baik mobil kamu dimasukkan kedalam basement deh. Mari aku antar.” Ajak Jessy.


“OK Jessy.” Jawab Amanda lalu mengikuti langkah Jessy, Jessy lalu membuka pintu gerbang basement yang merupakan tempat parkir bagi kendaraan di rumah itu dengan menggunakan aplikasi di ponselnya. Amanda dengan perlahan-lahan mulai memasukkan kendaraannya ke dalam basement rumah tersebut. Amanda lalu memarkirkan Lamborgini Aventado dengan warna Hijau terang itu persis disamping Ferrari Merah milik Jessy.


“Luas juga yaa basement-nya ini sih bisa untuk menampung sepuluh mobil.” ucap Amanda dengan penuh rasa kagum. Tangan Amanda juga menenteng sebuah traveler bag berisi pakaian ganti miliknya yang dikeluarkan dari bagasi mobilnya.


“Iya kalau mobilnya kecil, kalau besar-besar seperti itu ga cukup juga. Kamu sepertinya sudah prepared banget untuk ikut pergi ke Tasikmalaya.” Tunjuk Jessy pada tiga unit Rubicon yang terparkir rapi berjejer disana.


“Iya, waktu hari Jumat pagi aku sudah menghubungi Nata yang berniat akan pergi ke Tasikmalaya.” Jawab Amanda.


Jessy dan Amanda lalu naik melalui sebuah tangga, menuju ke bangunan utama rumah tersebut. Sengaja Jessy tidak menggunakan lift karena jarak dan tinggi tangganya tidak terlalu curam saat menuju ke bangunan induk rumah tersebut, tangga dari basement tersebut langsung tembus ke ruang tamu.


“Ohh kalian dari bawah rupanya.” Ucap Sabrina sambil meletakkan minuman dan aneka makanan kecil diatas meja tamu.


“Iya tadi aku diantar sama Jessy untuk memarkirkan mobilku. Sab.” Jawab Amanda.


“Aku mau ngasih tahu dulu akang tentang kedatangan Amanda kemari.” Ucap Jessy lalu menuju ke tempat Nata yang sudah selesai merokok di Gazebo.


“Ohh begitu, sini duduk dulu.” Ajak Nata. Jessy lalu duduk disamping Nata yang sedang duduk lesehan di atas karpet tebal itu.


“Jangan lama-lama nanti kita dicari sama Sabrina dan Amanda lho.”


“Tolong tiup dulu nih, mataku tadi kelilipan abu rokok.”


“Aaiihh akang mah ada-ada saja.” Ucap Jessy lalu mendekatkan diri untuk membantu meniup matanya Nata. Dengan tanpa curiga dia mulai meniup bola mata kanan yang disodorkan oleh Nata tersebut, namun bukan mata ternyata yang lebih dekat dengan mulutnya, tapi bibir Nata yang membuat Jessy menjadi gelagapan karena bibir tipisnya itu dicium dengan sangat rakusnya oleh Nata.


“Ahhh akang masih saja menipu aku.” Keluh Jessy dengan napas terenggah enggah dengan perlahan memukul dadanya Nata.


“Hehehe habisnya enak sih.” Kekeh Nata.


“Ada CCTV lho merekam kita.”


“Tenang, tanpa kalian ketahui, aku sudah mematikan CCTV ini, lalu nanti akan menyala lagi kalau aku kehendaki. Aku sudah memprogramnya dengan ponsel ini, Coba nanti kamu cek saja. hehehe.”


“Ihh akang mah, dasar banyak akalnya kalau laki-laki yaa. Ayo kita temui tamu kita kang.” Ajak Jessy lalu bangkit sambil menarik tangannya Nata. Nata pun dengan enggan mengikuti langkahnya Jessy menuju ke ruang tamu.

__ADS_1


“Kok lama banget sih manggil akannya Jess ?” Tanya Sabrina.


“Iya nih, akang mager banget tadi.” Jawab Jessy.


“Hai Amanda kamu jadi ikut ke Tasikmalaya ?”


“Iya Nat, makanya aku mau nginep disini, agar kalian tidak perlu repot-repot menjemputku besok pagi. Boleh kan kalau aku menginap disini ?”


“Ohhh tentu saja boleh dong. Sab, tolong tunjukkan kamarnya.” Jawab Nata lalu meminta Sabrina untuk menunjukkan kamar tidur tamu untuk Amanda.


“Ayo Amanda.” Ajak Sabrina kemudian. Amanda dan Sabrina lalu memasuki sebuah ruang tidur untuk tamu. Sedangkan Nata mengajak Jessy untuk memasuki kamar tidur.


“Idih ngapain lagi sih akang ?” Protes Jessy.


“Aku belum puas mencium kamu Jess.” Ucap Nata lalu menutup pintu dengan kakinya sedangkan tangannya dengan erat memeluk tubuhnya Jessy. Mulutnya lalu membungkam bibir Jessy dengan tak kalah rakus dibandingkan saat tadi mereka sedang di Gazebo sana. Jessy pun dengan perlahan mulai membalas ciuman hangat dari suaminya itu. Hampir selama lima belas menit mereka bercumbu sambil berdiri didepan pintu kamar. Lalu mereka pun dikejutkan oleh Sabrina yang mulai memasuki juga kamar tidur itu.


“Eeeh kalian ternyata sedang asik-asik yaa dikamar.”


“Iya, sini kamu juga ikutan.” Jawab Nata lalu meninggalkan Jessy yang masih mengatur napasnya yang masih terenggah enggah, kini Nata bergantian memeluk Sabrina dengan sangat eratnya. Lalu sebelah tangannya mulai mengunci pintu kamar. Sedangkan Jessy yang sudah dari tadi sangat terpacu libidonya mulai menanggalkan satu persatu pakaian yang dikenakannya, lalu membantu melepaskan pakaian Sabrina dan Nata juga.


“Amanda sedang dikamar nya ?” Tanya Nata sesaat setelah melepaskan bibirnya dari bibir Sabrina.


“Iya kang dia sedang mandi didalam kamarnya.” Jawab Sabrina dengan napas tersengal-sengal.


“Kita juga mandi yuk.” Ajak Nata sambil merangkul kedua tubuh istrinya yang kini sudah polos tanpa busana seperti dirinya, mereka lalu masuk kedalam kamar mandi, berendam didalam bath tub sambil berolah raga disana, sampai tubuh mereka kelelahan dengan sendirinya. Bermandikan peluh dan gelembung sabun didalam bath tub. Sabrina dan Jessy nampak sangat puas atas pelayanan dari suaminya itu. Sebuah serangan yang sangat mendadak dari Nata. Kedua tubuh putih mulus, sintal dan masih wangi dengan sabun mandi itu kini tergeletak tanpa berdaya  diatas kasur empuk. Nata dengan tidak puasnya masih saja menciumi Jessy dan Sabrina bergantia.


“Sudah dong akang. Akang membuat kami jadi gempor begini nih.” Keluh Jessy.


“Iya, akang pakai baterai apa sih bisa kuat begitu, hihihi.”


“Haha emangnya aku robot.”


“Kang kita belum sholat Maghrib lho.” Ucap Sabrina mengingatkan Nata.


“Astagfirullah, aku sampai lupa. Jam berapa sekarang ? Waduh sudah jam tujuh, sebentar lagi juga Adzan Isya.” Ucap Nata sambil menepuk jidatnya sendiri.


“Hehe tadi juga aku mau mengingatkan akang, tapi akangnya lagi tanggung tuh.” Jawab Jessy yang tubuhnya masih lemas namun senyum penuh dengan kepuasan terpancar di raut wajahnya, demikian juga dengan Sabrina, dia nampak masih mengatur napas.

__ADS_1


__ADS_2