Tangguh

Tangguh
Bab 36 Romantisnya pengantin baru.


__ADS_3

Saat Nata, Sabrina dan Jessy masih di tempat tidur, Nata bertanya kepada Sabrina dan Jessy.


“Sabrina dan Jessy ku sayang, kalian berniat untuk membuka usaha selain mengendalikan bank kita nanti ?”


“Belum ada pemikiran kesana, aku pribadi sekarang hanya ingin selalu dekat dengan akang.” Jawab Sabrina.


“Sama kang, aku juga demikian, lebih baik sekarang memaksimalkan persiapan operasional Bank kita terlebih dahulu. Nanti kalau dirasa sudah stabil dan Bank kita sudah semakin banyak nasabahnya baru kita ekpansi ke usaha lain.” Jawab Jessy yang lebih menguasai bidang ekonomi dan perbankan tersebut.


“Dana ku juga tidak seluruhnya dipakai untuk membangun semua bidang pekerjaan kita, sebagian masih aku pergunakan untuk bertransaksi dibidang saham dan pertambangan, terutama tambang emas. Mungkin kalian baru mendengar penuturanku saat ini.”


“Iya kang, awalnya kami sangsi dengan akang, yang dulu terlihat sangat sederhana ternyata menyimpan potensi yang sangat besar, iya kan Jess ?” Ucap Sabrina.


“Hehehe, tapi aku ga terlalu mikir kesana, aku justru tertarik pada pandangan pertama, saat kita bertemu di tempat aku jualan komputer, akang sangat ganteng, menguasai IT dan berwawasan luas. Aku justru sangat tidak menyangka bahwa akang ternyata seorang Sultan Titasik yang sedang menyamar. Hehehe.”


“Hahaha, sebutan Sultan Titasik memang hanya bahan bercandaan saja sayang. Sekarang begini, jika nanti bank kita sudah berjalan dan nasabah semakin banyak. Kalian berdua mau mengembangkan bidang apa ?”


“Kalau aku sendiri sih akan mengembangkan bidang teknologi elektronik kang. Entah kalau Sabrina.”


“Aku lebih tertarik di bidang properti Kang.” Jawab Sabrina.


“Baiklah kalau begitu, kita siapkan dulu lebih awal untuk ancang-ancangnya, nanti kalian berdua akan aku support penuh deh. Artinya nanti kamu Jess harus punya minimal satu pabrik perakitan barang elektronik. Sedangkan kamu Sabrina harus punya minimal satu gedung Hotel atau apartemen. Begitukan maunya kalian berdua ?”


“Iya kang benar.” Jawab Jessy dan Sabrina bersamaan.


“Nah sekarang kalian pakai kembali bajunya, mungkin sebentar lagi Erna akan datang kemari membawa sarapan untuk kita bertiga.” Ucap Nata saat melihat di jam dinging waktu menunjukkan pukul delapan kurang.


“Ehhh sebentar, aku mau cium dulu ini. muach, muach muach, muach.”


“Ihhh geli kang , hihihi.” Ucap Sabrina dan Jessy saat ****** mereka di kecup oleh Nata dengan rakusnya.


“Enak, padat dan kenyal. Hehehe.”


“Ihhh dasar akang, Nanti juga kami kasih sampai akang puas kok, tenang saja yaa Jess ?”


“Iya benar kami ga akan kemana-mana kok.” Jawab Jessy.


“Seprai yang sudah bernoda ini akan aku simpan tidak akan dicuci, sebagai tanda pengorbanan kalian berdua untukku, tolong nanti bawa seprai baru kemari yaa sayang.”


“Aneh-aneh saja akang tuh.” Ucap Sabrina yang sedang berdiri disamping Jessy dan mereka mulai mengenakan kembali piyama kimononya itu.


“Iya tuh, tapi nanti akan aku bawa seprai baru dari gudang penyimpanan deh.” Ucap Jessy lalu mulai melangkah keluar dari kamar itu.


“Jess kamu jalannya aneh gitu, hihihi.”


“Kamu juga sama Sab. hehe.”


“Masa sih kang ?“ tanya Sabrina kepada Nata.


“Iya mungkin karena kalian berdua masih merasa perih pada bagian intinya.” Jawab Nata sambil melepaska seprai dari tempat tidur miliknya itu. Nata juga kini sudah memakai kembali kaos oblong dan celana pendek  boxernya itu.


“ihi  akang nih gara-garanya.” Keluh Sabrina.


“Hehehe tapi kamu suka kan ? buktnya malah minta lagi tuh semalam.”


“Isshhh akang bikin malu.” Ucap Sabrina sambil mencubit Sabrina dengan gemas. Wajahnya seketika memerah bagai kepiting rebus, merah merona, menahan rasa malu.


“Kang mau makan disini saja atau dibawah  ?” tanya Erna yang baru datang kembali ke lantai tiga..


“Yang masang lift ga akan kembali lagi ?” Jawab Nata balik bertanya.


“Kan sudah selesai dari kemarin sore kang, nampaknya ga akan kembali lagi deh.”


“Ohh kalau begitu, segera bayar lunas, tolong kasih tau ke Jessy untuk  segera membayar lunas.” Ucap Nata sambiil memandang Sabrina dan Erna.


“Baik kang nanti aku kasih tahu Jessynya.” Jawab Sabrina.


“Kalau tidak ada yang kerja lagi dibawah kita kebawah saja. makan di ruang makan lantai satu.” ajak Nata.


“Kang masa pakai celana pendek begitu, malu tuh sama Erna.”


“Ehh iya, hehehe lupa.” Kekeh Nata lalu mencari celana traning panjang di lemari pakaiannya.


“Kamu juga ganti baju dong, masa pakai kimono begitu Sab.”


“Iya nanti aku ke kamar, ganti baju disana.”


“Nanti bawa juga baju dan lemari kalian kemari, agar nanti kalian berdua bisa ganti baju dimari, toh kamar ini sangat luas masih bisa ditambah dengan lemari dan meja toalet kalian.”


“Iya kang, nanti saja, sekarang kita sarapan dulu, aku sudah lapar.” Jawab Sabrina.

__ADS_1


“Aku bantu ganti baju yaa ?”


“Ihhh genit, yang ada malah tambah ronde bukan ganti baju, hehehe.”


“Apaan sih berisik amat akang sama Sabrina.” tanya Jessy yang sudah membawa seprai baru dari gudang penyimpanan.


“Tau tuh akang kita Jess, modus, hehehe.” Jawab Sabrina sambil ngeloyor pergi menuju kamarnya.


“Hmmm namanya juga pengantin baru, wajar dong yaa Jess ?” ucap Nata sambil membantu memasang seprai. Lalu dengan iseng mulai menggoda Jessy, dengan meraba bagian tubuh Jessy yang sangat sensitif.


“Ihhh akang, geli tau. Pantas saja tasi Sabrina uring-uringan.” Rengek Jessy.


“Hmmm Ga mau yaa ?”


“Bukan ga mau kang, kita sarapan dulu dong, sabarlah, nanti juga mmmppphhhh.” Jessy tidak bisa melanjutkan omongannya karena kini bibirnya sudah dibungkam oleh Nata. Mau tidak mau akhirnya Jessy meladeni Nata, tubuhnya bagai cacing kepanasan saat tangannya Nata mulai bergerilya kesana kemari. Membuat Jessy melenguh dan memekik kegelian.


”Kang makan dulu, malu lho nanti keliatan sama Erna.” Ucap Sabrina mengingatkan. Nata pun dengan puas melepaskan tubuh Jessy yang kimononya sudah awut-awutan itu. Jessy pun napasnya masih sangat terenggah-engah menahan rasa yang meluap-luap saat dicumbu oleh Nata.


“Iya nih akang kita ga sabaran banget, aku kan jadi basah lagi nih.” Jawab Jessy dengan napas terengah-enggah.


“Ternyata akang kita sekali dikasih minta terus yaa... awas nanti malam kita keroyok saja Jess.” Ancam Sabrina.


“Hahaha. Ga takut aahh, malah enak. Muach.” Jawab Nata sambil mencium Sabrina lalu pergi menuju ke lantai satu.


“Batrenya kuat banget akang kita Sab. hihihi.”


“Iya Jess, aku juga jadi pengen lagi, penasaran, kalau tidak ada Erna tentunya kita bisa lebih bebas. hehehe.”


“Haha iya, tuh, aku ke kamar mandi dulu yaa Sab. ga enak lengket nih.”


“Iya nanti kami tunggu di meja makan, Jess.” Jawab Sabrina lalu pergi menyusul Nata yang sudah sampai di lantai satu. Sabrina lalu menggunakan lift agar tidak terlalu lelah turun menuju ke lantai satu.


“Erna hari ini kantor kita tutup dulu yaa, kamu juga boleh pulang, silahkan libur. Besok lusa baru kita ngantor lagi, terima kasih atas disiapkan sarapan paginya yaa.”


“Iya Pak. Kalau begitu Erna pamit, pulang sekarang.”


“Ehh sarapan bareng dulu dong.”


“Nanti saja di rumah sama Bapak dan Emak. Pak.”


“Ohh yaa sudah, terimakasih yaa Erna,  sampaikan salam untuk  Bapak dan Emak mu yaa.”


“Waalaikumsalam.”


Kemudian Erna pulang ke rumahnya di pagi hari itu.


“Kok Erna disuruh pulang kang ?” tanya Sabrina yang baru saja sampai di ruang makan.


“Iya dia aku suruh libur dua hari, supaya kita lebih bebas lagi honey moon hehehe.”


“Ihh dasar, akang mah, punya akang gede banget, jadi masih terasa perih nih.”


“Maaf yaa sayang, kamu seksi banget sih, ngalahin artis hollywood. Hehehe.”


“Bisa aja akang, kita sarapan sama apa nih pagi ini ?” tanya Sabrina lalu mulai membuka tutup makanan di atas meja makan itu.


“Wow ada daging kari sapi, kerupuk udang dan martabak telur.”


“Iya tuh mau pakai lontong atau nasi ? Tadi Erna juga sudah masak nasi untuk kita,selain beli lontong kari, pesanan online.”


“Erna kemana, pulang ?” tanya Jessy yang baru saja turun dari lift.


“Iya barusan disuruh libur dua hari sama akang kita tuh Jess.”


“Supaya kita bisa bebas selama dua hari ini, hehehe.”


“Bisa saja nih akang kita Sab.”


Merekapun sarapan pagi bersama di ruang makan tersebut. setelah selesai makan mereka masih ngobrol, namun sudah pindah tempat duduknya di sofa ruang tamu, mereka sedang bermesraan sambil menunggu makanan turun, Sabrina lalu merebahkan diri di pangkuan Nata. Sedangkan Jessy kini sedang berciuman dengan Nata. Saat suasana semakin memanas di ruang tamu itu tiba-tiba ponselnya Sabrina berdering. Mereka pun segera menghentikan kegiaatan itu.


“Siapa Sab ?” tanya Jessy


“Yanti, sales mobil.” Jawab Sabrina.


“Yaa Yanti selamat pagi juga, bagaimana ? Ohh iya silahkan kalau mau kemari. Baik ditunggu.” Lalu telepon pun ditutup oleh Sabrina.


“Dia mau nganter mobil sekarang ?” Tanya Nata.


“Iya lima menit lagi katanya sampai.” Jawab Sabrina.

__ADS_1


“Nanti kita lanjutkan lagi yaa sayang.” Ucap Nata sambil mengecup bergantian bibirnya Jessy dan Sabrina.


“Iya kang.”


“Jangan bilang akang ada ditempat yaa, akang tunggu kalian berdua diatas.” Ucap Nata lalu kembali menuju ke kamarnya.


“Akang kita kalau ga suka sama orang, begitu amat yaa Jess.”


“Emangnya kamu suka kalau akang kita dekat sama gadis seksi itu ?” tanya Jessy.


“Hehehe, ga juga sih. Apa perlu dikasih tahu bahwa sekarang akang kita itu sudah menjadi suami kita ?” Kekeh Sabrina.


“Ga perlu juga Sab, masih aman lah, nanti saja sewaktu syukuran pernikahan, kita undang saja Yantinya, biar nyaho. Hehehe.”


“Hihihi segitunya juga kamu, teryata kamu juga diam-diam cemburu sama dia.”


“Iya dong, abis Yantinya juga keliatan tebar pesona sama akang kita tuh. Nah dia datang.” tunjuk Jessy ke arah pintu kaca. Jessy lalu membukakan pintu sambil menyapa ramah Yanti yang datang dengan tiga unit mobil, dua unit mobil merupakan pesanan Jessy dan Sabrina.


“Sudah siap ternyata unitnya.” Ucap Sabrina.


“Betul kak, makanya langsung kami bawa kemari. Pak Natanya ada ?”


“Ohh beliau sedang keluar ada urusan.” Jawab Sabrina berbohong.


“Mobilnya langsung dimasukkan ke dalam garasi basement saja.” ucap Jessy.


“Ohh baik, nanti kami suruh driver kami untuk memarkirkan kedalam basement. Sekarang mohon ditandatangani tanda terimanya kak.” Jawab Yanti sambil tersenyum.


“OK.” jawab Jessy dan Sabrina lalu mereka membaca untuk mencocokkan pesanan unit mobil yang mereka order tersebut. Kemudian menandatangani surat tanda terima yang disodorkan oleh Yanti tersebut.


“Sisa pembayarannya aku tulis pada cek tunai saja yaa.” ucap Jessy.


“Baik kak, silahkan.” Jawab Yanti. Lalu Jessy masuk ke ruangan kerjanya, disana dia lalu menulis sisa pembayaran dengan menggunakan cek tunai. Sedangkan Sabrina nampak menyuguhkan minuman dan menemani Yanti ngobrol di ruang tamu ruko itu. Tidak lama kemudian Jessy kembali menemui Yanti di ruang tamu itu, lalu menyerahkan cek tunai itu dengan dibungkus amplop.


“Tolong diperiksa lagi khawatir saya salah tulis.” Ucap Jessy.


“Ada lebihnya kak.”


“Ohh iya sengaja sebagai bonus untuk Teh Yanti.”


“Terima kasih banyak, ini STNK dan BPKB nya, jika ada keluhan atau mau service bulanan, silahkan saja hubungi saya.”


“Iya Sama sama.” Jawab Sabrina dan Jessy.


“Sekarang saya mohon ijin untuk memasukkan kendaraannya kedalam basement.”


“Ohh iya, nah sekarang sudah dibuka pintu basementnya.” Jawab Sabrina sambil membuka aplikasi pembuka pintu basement dari layar ponselnya. Yanti lalu keluar dan memerintahkan kepada dua orang driver untuk segera memasukkan dua unit mobil pesanan customer istimewanya itu kedalam basement. Dengan diperhatikan oleh Yanti, Sabrina dan Jessy, dari pelataran parkir ruko tersebut, dua unit mobil itu mulai memasuki basement. Setelah itu kedua drivernya itu naik kembali naik ke pelataran parkir, lalu dua orang driver itu menyerahkan kunci mobil kepada Yanti, yang selanjutnya Yanti berikan kepada Sabrina dan Jessy. Yanti kemudian berpamitan kepada Jessy dan Sabrina.


“Salam untuk pak Nata yaa.” ucap Yanti.


“Iya nanti kami sampaikan.” Jawab Jessy, namun didalam hatinya sangat geram mendengar suaminya disebut oleh Yanti. Yanti pun berlalu dengan mengendarai truk trailer menuju ke tempat kerjanya kembali.


“Salam untuk pak Nata yaa. preet. Gemas sekali aku mendengarnya Sab.”  Ucap Jessy.


“Hahaha. Sabar ayo kita temui akang kita diatas. Jangan lupa dikunci dulu Ruko kita Jess. Lalu pasang tanda Closed.”


“Iya Nyonya Nata. Hihihi.” Ucap Jessy, lalu mulai mengunci pintu kaca tersebut. Kemudian menurunkan pintu rolling door dengan menggunakan aplikasi remote dari ponselnya.


“Kamu mulai berani ngeledek aku yaa. awas kamu nanti.”


“Ampun Sabrina !” pekik Jessy saat Sabrina mulai mencubitnya, namun tetap tertawa riang, lalu mereka berebut untuk naik ke lift.


“Kang Tolong kang, nih Sabrina nyubit aku.” Rengek Jessy kepada Nata saat mereka sampai di ruang tidur Nata. Nata lalu menutup layar laptonya. Lalu menghampiri kedua istri cantiknya itu.


“Duh kalian seperti bocah saja, masih bergurau.”


“Abis Jessy yang memulai dia ngeledek aku kang.”


“Ehh akang dapat salam tuh dari Yanti. Hihihi. Asyik.” Ucap Jessy.


“Apaan sih, males aku ngadepin Yanti, makanya aku naik kemari juga.”


“Hhmm serius ga suka sama dia kang ?” Tanya Sabrina.


“Aku lebih suka sama kedua istriku yang sangat istimewa ini. hehehe.” Ucap Nata lalu


merebahkan kedua istrinya diatas kasur. Kemudian melucuti semua baju mereka


satu persatu.

__ADS_1


“Uuggghh kang, pelan-pelan dulu dong. Masih perih nih.” Rengek Jessy dan Sabrina.


__ADS_2