
Saat Nata dan Sabrina tiba di rumah, Jessy sore itu sore itu sedang bersama dengan Erna yang terlihat begitu serius sedang mendengarkan atas semua petunjuk dari Jessy mengenai cara menginput data yang cepat benar dan akurat.
“Tuh Pak Boss dan Sis Sabrina sudah pulang, aku pamit yaa Kak Jessy, besok aku tanyakan lagi deh kalau ada yang kurang jelas dan kurang paham.”
“OK Erna nanti malam jangan lupa, datang kemari lagi sama Yadi yaa.”
“Siap Kak.” Jawab Erna, lalu meninggalkan Jessy di ruangannya, saat itu Nata melihat Erna yang baru saja keluar dari ruang kerjanya Jessy.
“Eeehh Erna tunggu.” Teriak Nata setengah berlari menghampiri Erna, dari Basement.
“Sayang sebentar yaa.” Ucap Nata kepada Sabrina, Sabrina pun hanya mengganggukkan kepalanya, lalu dia menemui Jessy yang berada di ruang kerjanya.
“Iya Pak Boss, ada apa ?”
“Hmmm aku bisa minta tolong belikan leunca, beberapa lalapan seperti timun, daun selada bokor, kalau ada daun tespong juga dan daun poh-poh'an. Ini uangnya, biasana ada di rumah makan khas sunda. Untuk makan malam nanti.” Perintah Nata kepada Erna.
“Ohhh iya baik Pak, Saya tahu itu, saya akan kesana sekarang, nanti kemari lagi dengan Aa Yadi, kata Kak Jessy kami harus kemari nanti malam.” Jawab Erna setelah menerima beberapa lembar uang berwarna biru dari Nata.
Setelah Erna pergi meninggalkan Ruko itu, Nata lalu menghampiri kedua istrinya. Nampak Jessy dan Sabrina sedang berpelukan.
“Selamat yaa bestie, kamu lebih dulu jadi calon ibu, nanti aku bakal cepat nyusul juga deh.” Suara Jessy itu terdengar oleh Nata, yang kini ada di pintu ruang kerja Jessy yang terbuka itu.
“Terima kasih yaa atas do’anya bestie ku sayang, hihihi aku makin cengeng yaa kalau lagi begini.” Ucap Sabrina lalu mengusap air mata di pipinya.
“Sayang, aku mau menyiapkan untuk makan malam dulu untuk kita yaa.”
“Lho kok akang yang masak ?” tanya Sabrina.
”No problem, sekarang kalian berdua aku yang melayani, kamu kan gak boleh terlalu lelah, kata dokter juga tadi, terus aku lihat Jessy masih kelihatan pucat, karena datang bulan.”
“Aiihh akang, terima kasih, mau masak apa sih ?”
“Mau masak, masakan Sunda, supaya kalian tahu dan merasakan bagaimana masakan yang aku bikin, ‘ala chief Nata dengan Sundanese foodnya.” Ucap Nata sambil nyengir.
“Aku mau bantu boleh ga ?” Tanya Sabrina.
“No, just stay here, ngobrol dulu lah kalian, ceritakan semua yang kamu alami tadi di ruang praktek dokter tadi sama Jessy. OK yaa sayang, i love you both.”
“I love you to.” Jawab Jessy dan Sabrina.
Nata lalu menuju ke dapur, jas dan kemeja yang dipakainya dilepaskannya dan disimpan di ruang kerjanya, sepatu dan kaus kakinya juga di copotnya, kini dia hanya mengenakan kaus oblong saat melangkah ke arah dapur dengan beralaskan sandal jepit saja. Nata lalu mencuci tangannya di wastafel dengan sabun cuci tangan. Kemudian dia mulai memilih bahan-bahan makanan yang akan diolahnya didalam lemari es ukuran Jumbo itu di dapurnya. Sambil mencuci semua bahan makanan Nata lalu menanak nasi dengan menggunakan magic jar. Selama empat puluh lima menit Nata mulai memasak semua bahan masakan yang sudah dicuci bersih olehnya.
Nasi didalam magic jar sudah matang, Nata lalu menuangkan ke dalam mangkuk kristal besar nasi yang masih mengepul itu, lalu di simpannya diatas meja makan beserta semua masakan yang sudah disiapkan olehnya. Nata juga membuat sambal terasi sebagai pelengkap atas semua makanan yang ada disitu. Sebagai appetizer Nata juga sudah membuat martabak telur, dengan menggunakan kulit lumpia yang sudah tersedia didalam lemari es nya itu, sedangkan untuk desert atau untuk cuci mulutnya, Nata menyajikan pudding yang sudah siap santap dari dalam show case yang berada di ruang tamu mereka.
__ADS_1
Sabrina dan Jessy keluar dari ruang kerjanya Jessy, mereka sudah mencium dari tadi wangi dari aroma masakan yang sudah di buat oleh Nata itu sejak dari tadi, namun baik Jessy maupun Sabrina seakan patuh untuk tidak mengganggu Nata yang sejak dari tadi berada didapur.
“Wah benar-benar mantap nih, dari tampilan dan wangi aroma masakannya pasti sangat enak nih.”
“OK silahkan kita makan dulu istriku yang dua-duanya sangat cantik, nanti sesudah ini kita Sholat Maghrib yaa. Akang sudah buatkan sup ikan gurame, goreng ikan nila dan ikan mas, serta martabak telur sebagai appetizernya. ” ucap Nata lalu mengeser tempat duduk untuk Sabrina dan Jessy. Sabrina dan Jessy bagai dua ratu yang sedang dilayani langsung oleh Sultan Titasik itu.
“Terima kasih akang ganteng.“ Jawab Jessy dan Sabrina dengan senyuman manisnya.
Tok Tok Tok
“Assalamualaikum.” Ucap Erna dan Yadi, Erna nampak membawakan aneka lalapan yang dipesan oleh Nata.
“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, Sabrina dan Jessy.
“Pak Boss, ini lalapannya dan ini uang kembaliannya.” Ucap Erna.
“Tidak perlu dikembalikan, untukmu saja. Nah kebetulan kalian berdua datang, mari silahkan duduk, kita makan malam bersama.”
“Ehh aduh jadi ga enak kok datang-datang kami langsung disuruh makan.” Ucap Yadi dengan rasa sungkan.”
“Tidak apa-apa, kan tadi Erna sudah membantu mencarikan lalapan untuk kita.” Jawab Nata. Erna lalu menuju ke dapur untuk mencari tempat menyimpan aneka lalapan yang dibelinya tadi. Setelah itu dia menatanya di atas meja makan.
“Ehhh ini apa kang hijau bulat-bulat ada yang mulai menghitam juga ?” tanya Sabrina.
“Green cherry ? ahhh akang ngibul, bohong yaa akang mah.” Ucap Jessy yang baru melihat juga buah yang seperti itu dihidangkan di meja makan.
“Coba deh.” Ucap Nata lalu menyodorkan keranjang lalapan itu kepada Sabrina dan Jessy. Nata juga mengambil beberapa butir leunca itu lalu langsung dilahapnya. Kegiatain itu diikuti oleh Sabrina yang penasaran.
“Uuuhhhh rasanya sedikit pahit dan asam kalau yang lebih gelap.” Ucap Sabrina, lalu memuntahkannya kembali pada telapak tangannya.
“hehehe, Iya yang warnanya lebih gelap atau hitam itu terlalu matang, memang kurang enak dan lebih pahit, lebih enak yang masih berwarna hijau.” Ucap Nata lalu mencontohkan beberapa butir untuk dilahapnya langsung.
“Apa sih namanya ? serius dong kang.” Tanya Sabrina lagi.
“Kalau di Jawa Barat atau Sunda namanya leunca, kalau di daerah Jawa tengah ada yang bilang bobosa atau ranti dengan nama latin Solanum nigrum, bisa dilalap, dibuat Sambel karedok leunca atau dibuat ulukutek leunca. Asal jangan dibikin juice leunca saja, hehehe. Manfaat dari leunca diantaranya adalah ; Meningkatkan Fungsi Hati. Organ hati bisa bekerja dengan optimal dan mampu menetralisir racun di dalam tubuh atau detoksifikasi. Obati Infeksi Saluran Kemih. Mencegah Kanker. Menjaga Kesehatan Kulit. Menjaga Kesehatan Ginjal. Menurunkan Demam. Meredakan Nyeri. Merawat Kesehatan Mata dan lain lain.”
Nata lalu memimpin doa makan, mereka berlima makan malam bersama di meja makan itu. Setelah semua selesai makan. Erna dan Yadi lalu berinisitif untuk merapikan kembali meja makan dan kemudian mencuci semua perabotan bekas makan mereka. Setelah selesai Erna dan Yadi lalu bergabung kembali bersama Nata dan kedua istrinya untuk duduk di ruang tamu.
“Erna dan Yadi, terima kasih yaa alhamdulillah Sabrina dan Jessy ada yang bantuin mencuci piring dan semua perabotan.”
“ahh tidak apa-apa pak, hitung hitung kami bayar cuci piring karena sudah makan gratis, hehehe.” Jawab Yadi.
“Ohhh iya, Yadi dan Erna boleh saya minta tolong untuk memgeluarkan motor dari dalam basement, ada dua buah motor yang menghalangi mobil di basement, ini kuncinya.” Ucap Nata lalu menyerahkan kunci motor itu dari tangan Jessy kepada Yadi dan Erna.
__ADS_1
“Siap Pak Boss.” Jawab Yadi dan Erna bersamaan. Nata lalu membuka pintu garasi basement dengan menggunakan aplikasi dari ponselnya. Tidak berapa lama kemudian dua unit motor yang jenisnya sama dan CC nya sama namun hanya berbeda warnanya itu kini sudah terparkir di depan ruko.
“Sudah kami keluarkan pak. Ini kunci motornya.”
“Tunggu dulu, pegang kuncinya, ini STNK nya untuk kalian pegang.”
“Maksudnya pak ?” tanya Yadi lalu membaca STNK yang sudah ada di tangannya itu, demikian juga dengan Erna, Erna pun membaca ternyata dua unit sepeda motor matic yang mereka keluarkan itu adalah masing-masing atas nama mereka berdua.
“Mulai malam ini kalian rawat dan parkirkan setiap hari di rumah kalian.”
“Aduh pak boss, saya mah kaget pisan, ini teh buat saya ?” Tanya Yadi dengan tangan yang masih gemetaran saat memegang kunci motor dan STNK yang dipegangnya itu.
Lain halnya dengan Erna, Erna malah menangis dan menutup mukanya dengan kedua tangannya karena sangat terharu saking gembiranya mendapatkan sesuatu dari Big Boss mereka itu. Mereka kemudian berlutut dihadapan Nata dan mencium punggung tangannya Nata.
“Pak Boss, terima kasih banyak, kami tidak tahu harus membalasnya seperti apa, atas semua kebaikan dari Pak Boss, ibu Sabrina dan ibu Jessy.” Ucap Yadi.
“Iya Pak boss Erna juga bingung, harus mengucapkan apa lagi selain terima kasih.” Ucap Erna dengan masih terisak.
“Sudah, bangunlah kalian, jangan berlutut seperti itu. Itu sebagai pemacu agar kalian nanti semakin rajin dan fokus untuk bekerja, terutama kamu Yadi, aku perhatikan beberapa kali, aku sering lihat kamu pakai Ojol kalau ke kampus, atau dijemput oleh kawan kampusmu, sekarang kalian rawat baik-baik motor milik kalian itu yaa.”
“Siap Pak Boss.” Jawab Erna dan Yadi.
“Nah sekarang kalian bawa pulang, kunci di dalam garasi rumahmu, kami mau sholat Mahgrib dulu, nanti terlambat.”
“Iya Pak, Kami pamit.”
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, Sabrina dan Jessy. Nata lalu memandang mereka mengendari motor sampai mereka masuk ke dalam garasi rumahnya yang letaknya berdampingan dengan rukonya. Setelah itu Nata lalu mengunci pintu kaca dan semua rolling door Ruko dengan menggunakan aplilkasi di ponselnya itu.
“Ayo kita sholat dulu, kita sudah terlambat setengah jam ini.” Ajak Nata, lalu menggandeng tangan Sabrina dan Jessy disisi kiri kanan tubuhnya.
“Aku bahagia sekali melihat Erna dan Yadi sangat senang menerima motor dari kita kang.”
“Iya aku juga begitu Jess.”
“Alhamdulillah, anggap saja membuat hati orang lain senang itu adalah ladang ibadah buat kita, sayang.”
“Setuju kang. tapi aku masih bocor, belum bisa ikut sholat, aku siapkan saja peralatan sholat untuk kalian berdua yaa.” Ucap Jessy.
“Nah itu gunanya, jadi jangan mengeluh, karena kamu bisa beribadah dengan menyediakan peralatan sholat untuk kami Jess.”
“Jess pada saat tadi kamu menyelesaikan transaksi untuk membeli motor, sewaktu aku dan akang di rumah sakit bersalin, itu juga merupakan ibadah Jess.” Ucap Sabrina sambil tersenyum kepada Jessy.
__ADS_1
“Alhamdulillah, aku juga sangat senang, kalian berdua sudah mengerti dan juga saling bantu, aku sangat senang juga semakin sayang dan cinta terhadap kalian berdua.” Ucap Nata dengan memeluk kedua tubuh istrinya yang itu saat berada di dalam lift menuju ke lantai tiga ruko itu. Sabrina dan Jessy lalu mulai melepaskan hijabnya. Jessy lalu menyiapkan peralatan sholat untuk Nata dan Sabrina sedangkan Nata dan Sabrina mengambil air wudhu di pancuran yang berada di depan mushola mereka itu.