
Pada malam hari setelah selesai sholat Isha, Nata, Sabrina dan Jessy benar-benar mencoba kehangatan dari kolam renang yang kini sudah dilengkapi dengan penghangat air. Nata melarang kedua istrinya untuk mengenakan pakaian renang, mereka benar-benar berenang tanpa busana didalam kolam renang yang hangat itu. Sesekali Jessy dan Sabrina terpekik akibat kejahilan dari tangannya Nata. Namun semuanya nampak sangat senang berlama-lama didalam kolam renang tersebut, gelak tawa dan canda yang riang dari Nata, Sabrina dan Jessy terdengar sangat riuh. Mereka tidak dengan sungguh-sungguh berenang, mereka lebih banyak berendam dan bercengkrama didalam kolam renang itu. Mereka juga belum menyadari bahwa semua kegiatan mereka di dalam kolam renang tersebut terekam oleh CCTV, tiga buah kamera dari beberapa sudut dengan jelas merekam semua kegiatan mereka. Sampai pada akhirnya Sabrina dan Jessy baru ingat tentang hal itu.
“Ehhh kang, kita semua terekam oleh CCTV lho disini.” Ucap Jessy.
“Iya lho kang, nanti kita hapus saja rekamannya, jangan sampai menjadi viral karena di hack oleh seseorang.”
“Waduh, kalian berdua mendadak jadi artis terpanas dong, hehehe.” Ucap Nata dengan sikap masih tenang.
“Idih akang kok malah tenang-tenang saja sih ?” Tanya Sabrina, dia lalu langsung naik dari permukaan kolam renang yang hangat itu, diikuti oleh Jessy. Mereka lalu mengenakan bath rope-nya.
“Kalian mau nyari apa sih ? tenang saja, wifi sudah aku matikan, jadi CCTV tidak bisa terkoneksi dengan internet, aman kok.” Ucap Nata lalu menyusul kedua istrinya itu.
“Sudah aahh cukup berendamnya. Sudah hampir dua jam tuh kita berendam disana, jari-jari aku juga sudah mulai keriput nih.” Keluh Sabrina sambil memperlihatkan jemari tangannya yang halus dan lentik itu.
“Iya aku juga sama nih.” Tunjuk Jessy juga.
“Yaa sudah kita minum air hangat dulu deh, mau ga aku bikinkan teh manis ?”
“Aku mau susu murni saja kang. jangan pakai gula.” Ucap Sabrina, lalu dia duduk bersandar di sebuah kursi, Jessy juga duduk di kursi sampingnya.
“Sab. nanti kita langsung hapus rekaman CCTV-nya yaa.” Ucap Jessy.
“Iya tapi aku penasaran Jess, ingin lihat dulu rekaman di CCTV sebelum dihapus.”
“Kang Nata sih, pakai aneh-aneh saja menyuruh kita berenang bugil.” Keluh Jessy.
“Dia juga sama kan begitu, lucu banget juga dan seru sih, hihihi.”
“Tapi jadi tanggung Sab, harusnya sekalian saja, hehehe.”
“Hahaha kamu lagi pengen yaa Jess ?”
“Abisnya akang kita tuh tangannya gerayangan melulu sih, saat kita sedang didalam kolam renang.” Jawab Jessy dengan tersipu malu.
“Nikmati saja Jess, supaya akang kita senang, kita juga senang kan di belai oleh akan kita.”
“Iya juga sih, tapi belum tuntas nih, hihihi.”
“Ayo pada ngomong apa ? ini minuman kalian.” Ucap Nata dengan membawa Susu hangat, teh manis dan secangkir kopi untuknya, minuman tersebut dibawanya dengan menggunakan nampan, lengkap dengan sepiring cemilan.
“Terima kasih akang sayang.” Ucap Sabrina.
“Kita pindah kedalam saja yuk nanti kalian malah masuk angin berada diluar sini.” Ajak Nata.
“OK deh, ayo Sab.” Ucap Jessy lalu bergandengan tangan dengan Sabrina, mengikuti langkahnya Nata menuju ke ruang keluarga. Sabrina dan Jessy lalu merebahkan diri disamping kiri kanan Nata, kepala mereka kini berada di pahanya Nata yang hanya mengenakan kain handuk. Nata pun membelai kepala Sabrina dan Jessy itu dengan penuh rasa sayang.
“Kok malah rebahan dulu sih ?”
“Sambil menunggu susunya agak dingin kang, tuh lihat masih mengepul begitu.” Jawab Sabrina.
“Iya teh panasku juga masih mengepul begitu.”
“Hmm nanti hari Senin kalian mau ikut ke Tasikmalaya ?”
“Memangnya boleh kang ? mau juga sih. Iya kan Sab.”
__ADS_1
“Iya pengen banget, aku kan belum pernah ke rumah masa kecilnya akang, kalau Jessy kan sudah.”
“OK deh kita akan berangkat pakai mobil merah kamu Sab. kita jalan perlahan-lahan saja.”
“Serius boleh kang ?” Tanya Sabrina dengan senangnya seketika bangkit dari rebahan.
“Iya boleh, kalian juga harus menyimpan kembali foto-foto yang dipinjam dari rumah Ayah dan Ibuku itu.”
“Foto-fotonya sudah aku ganti bingkainya kang, dibantu sama Sabrina.” Ucap Jessy.
“Terima kasih, aku nanti akan tunjukkan beberapa album foto lainnya deh untuk kalian berdua.”
“Asyik, terima kasih kang.” Ucap Sabrina dan Jessy lalu memeluk dan menciumi Nata dengan bertubi-tubi, sampai Nata nampak kewalahan menerima ciuman dari kedua istrinya itu.
“Hehe, senang banget kalian. Ayo minum dulu tuh minumannya, nanti kalau terlalu dingin malah jadi ga enak.” Ucap Nata. Sabrina dan Jessy lalu segera menyeruput sampai habis tanpa ada sisa minuman hangat itu. Segelas Susu murni sudah berpindah dari dalam gelas ke dalam perutnya Sabrina, demikian juga dengan teh manis milik Jessy sudah tandah habis tanpa ada sisa. Nata justru dengan perlahan-lahan menikmati secangkir kopi hitam racikannya sendiri.
“Kang kita masuk ke kamar yuk.” Rengek Jessy.
“Iya kang, puaskan kami berdua dong.” Ucap Sabrina dengan tatapan penuh memelas.
“Iya sayangku.” Jawab Nata lalu segera memeluk tubuh kedua istrinya, mereka pun mulai melangkah masuk kedalam kamar tidurnya. Nata menuntaskan keinginan kedua istrinya sampai terlihat mereka banjir dengan peluh kenikmatan. Setelah itu mereka tidur dengan sangat lelap. Terlihat bibir mereka tersungging penuh dengan kepuasan di tempat tidur empuk itu. Harum tubuh dari kedua istrinya membuat Nata semakin mempererat memeluk Sabrina dan Jessy selama dia tidur bersama kedua istrinya tersebut. Nata tidak memerlukan guling di tempat tidurnya, karena kedua istrinya itu adalah sebuah guling yang paling hangat dan harum menurutnya.
Sayup-sayup terdengar suara ayam jantan membangunkan semua penduduk di sekitar perumahan, ayam jantan itu menyambut pergantian malam menuju pagi hari. Hari ini adalah hari Minggu, waktu yang biasanya dipakai oleh Nata, Sabrina dan Jessy untuk sekedar relax di rumah, kini adalah hari ketiga mereka menginap di rumah baru tersebut. Nata, Sabrina dan Jessy, lalu bangkit dari tempat tidurnya, jendela di kamar tidur dan semua ruangan di lantai mulai dibuka oleh mereka, dalam rangka menyambut udara pagi yang sangat sejuk dan segar. Setelah itu mereka mandi bersama, dilanjutkan dengan sholat Subuh di Musholla rumah itu.
“Kamu mau kemana Jess ?” Tanya Nata.
“Mau ke ruang kontrol, untuk melihat rekaman CCTV tadi malam, mumpung belum online Wifi kita.” Jawab Jessy.
“Aku ikut, aku juga mau lihat dulu.” Ucap Sabrina yang bergegas bangkit dari sajadahnya menyusul Jessy. Nata pun menggeleng-gelengkan kepalanya, merapihkan dulu semua sajadah yang masih terhampar di Mushola itu. setelah selesai dia lalu menyusul Sabrina dan Jessy yang terdengar sedang tertawa cekikikan saat menonton rekaman CCTV, di layar LCD berukuran 50 inch tersebut dengan sangat jelas terlihat tingkah lagi mereka semalam saat sedang bercanda di dalam kolam renang. Nata pun turut tersenyum melihat hal itu.
“Haha pantas saja kamu jadi heboh banget semalam Jess. Ga kuat yaa nahannya. Hihihi.” Cicit Sabrina.
“Tapi kalian kan suka dan menikmati juga kelihatannya.”
“Bibir akang juga jadi liar banget tuh. Sosor sana sosor sini. Hihihi.”
“Kita back up saja deh, sebelum dihapus, simpan di HDD eksternal. Lumayan jadi kenangan kita tuh.”
“Tapi jangan sampai anak-anak kita nanti melihat kenakalan tangan Abahnya, hehehe.”
“Kita protect saja dengan password, folder yang sudah kita back up itu.” Jawab Nata dengan entengnya. Kemudian Nata membuka sebuah laci dan mengeluarkan sebuah Harddisk eksternal dari dalam laci tersebut. Lalu mulai mem-back up video rekaman CCTV tersebut, setelah itu menghapus semua rekaman dari CCTV.
“Sudah, sekarang aman. Kita mau sarapan dimana ?” Tanya Nata kemudian.
“Kalau aku sih lagi ingin makan ramen yang pedas.” Ucap Jessy.
“Ihhh aku juga mau dong, tapi jangan yang pedas.” Tukas Sabrina.
“Sepagi ini mana ada yang sudah buka menjual ramen ?”
“Kita bikin sendiri saja kang, gampang kok. Kan aku sama Sabrina sudah belanja online kemarin, mengisi lemari es dengan beberapa bahan makanan juga sudah menyimpan beras, terigu, tepung ikan serta aneka daging, mulai dari ikan, ayam, kambing dan sapi.” Jawab Jessy.
“OK deh aku bantu kalian memasaknya, sekalian juga aku ingin tahu cara memasaknya.” Ucap Nata yang menyetujui usulan dari Jessy tersebut. Lalu mereka bertiga menuju ke dapur.
“Aku mau pakai topping udang dan nori.” Ucap Jessy lalu mulai mengeluarkan semua bahan bahan untuk dimasak dari lemari es dan tempat penyimpanan makanan lainnya, aneka tepung tersedia di dalam lemari khusus dengan beberapa kotak kontainer sebagai wadah aneka tepung tersebut.
__ADS_1
“Hemm kalau aku sih inginnya pakai topping daging kambing.”
“OK deh aku yang membuat mie ramennya, kalian berdua yang bikin topping dan saus ramennya.” Ucap Nata membagi tugas.
Nata lalu mendengar semua petunjuk dari Jessy cara membuat mie ramen dan segera mempraktekkannya, Sabrina dan Jessy juga mulai menyiapkan untuk memasak semua topping dan saus untuk mie ramennya itu.
Satu jam kemudian hidangan mie ramen sudah tersaji dengan aneka topping sesuai dengan keinginan Jessy dan Sabrina itu.
“Apakah kalian berdua memerlukan pembantu rumah tangga untuk membereskan rumah ini ?”
“Kami belum memerlukannya kang, kita kan bisa sesekali menyewa jasa cleaning service, baik dari jasa cleaning service yang merupakan langganan kami untuk membersihkan apartemen maupun bisa memakai jasa cleaning service secara online.” Jawab Sabrina. Setelah mereka selesai sarapan di pagi hari itu.
“Iya kan kami juga punya anak buah yang secara rutin mengurus sepuluh kamar apartemen kami kang. Sewaktu waktu kami bisa memanggil mereka juga untuk membantu membersihkan rumah kita ini.” Jawab Jessy.
“Paling nanti kami akan membutuhkan jasa baby sitter setelah nanti kami melahirkan kang.” tambah Sabrina.
“Ohhh begitu, ok lah kalau kalian berdua memang sudah menyiapkan semua itu. Tapi kalau kalian memerlukan sesuatu segera memberitahu-ku.”
“Iya tentu dong, akang ku sayang.” Jawab Sabrina dan Jessy bersamaan. Setelah itu mereka membereskan meja makan dan memasukkan semua perabotan juga semua alat makan dengan bergiliran pada sebuah alat pencuci piring dan peralatan masak. Dalam waktu singkat dapur dan ruang makan mereka kembali kinclong.
Setelah itu mereka beristirahat di ruang keluarga, Nata mulai mengoperasikan ponsel pintarnya demikian juga dengan Sabrina dan Jessy.
“Akang mau pesan apa lagi sih ?” tanya Sabrina yang melihat Nata sedang memesan sebuah alat dari aplikasi belanja online.
“Ini aku mau pesan vacum cleaner robotic, tiga unit. Satu untuk dilantai ini satu lagi untuk di lantai dua, satu lagi sebagai cadangan. Untuk membantu kalian berdua agar tidak perlu repot-repot untuk menyapu setiap hari di rumah ini.” Jawab Nata.
“Kapan datangnya ? jangan sampai kita sedang tidak berada di rumah tuh.” Tanya Sabrina.
“Ohhh iya, bagaimana kalau alamat pengirimannya memakai alamat kantor saja, kalau pakai kantor kan 24 jam ada yang menjaga.”
“Nah cerdas deh akang mah.” Ucap Jessy.
“Kalau kami beli peralatan dan baju bayi boleh ga kang ?” Tanya Sabrina.
“Jangan dulu deh. Kata orang tua PAMALI tuh. Nanti saja kalau anak kita sudah lahir. Tidak perlu buru-buru juga, usia kandungan kamu kan baru dua bulan dan satu bulan untuk Jessy. masih lama. Tandai saja pakaian dan perlengkapan bayi-nya, nanti tinggal klik saja sesudah anak kita lahir.”
“Ohh OK deh kang.” Jawab Sabrina dengan patuh, lalu bersamaan dengan Jessy melanjutkan lagi memilih dan menandai semua perlengkapan dan baju bayi pada sebuah aplikasi penjualan online.
“Nanti siang, aku mau pesan gado-gado yang dari dulu sudah fenomenal di Kota Bandung ini, kita makan disini saja yaa.” Ujar Nata.
“Kenapa harus pesan dari sekarang kang ?” Tanya Jessy.
“Hehehe, kalau tidak pesan sekarang nanti keburu habis stock nya. Kita pesan sekarang dan minta dikirim nanti jam 11 siang.”
“Gado-gado yang dimana sih Jess ?”
“Itu dekat kampus kita dulu Sab. yang di Jalan Tengku Angkasa.” Jawab Jessy.
“Ohhh yang itu, kita kan dulu sering makan disana waktu kita kuliah, enak banget tuh.”
“Iya dulu kita sering diperhatikan oleh pengunjung lain, dikira kita ini adalah turis yang kesasar, hehehe.” Tambah Jessy mengenang peristiwa sekitar sepuluh tahun yang lalu saat dia dan Sabrina masih sebagai siswi SMA kemudian juga saat sebagai mahasiswi pada tahun-tahun awal masa perkuliahan.
“Wah dulu kalian pastinya banyak yang naksir tuh ?” Tanya Nata.
“Hehe iya kang, tapi hanya akang yang berhasil menaklukan hati kami berdua.” Jawab Sabrina.
__ADS_1
“Terus terang, aku juga merasa deg-deg’an saat pertama bertemu dengan akang tempo hari.” Ucap Jessy yang seperti biasa langsung tersipu malu, seketika pipinya merah merona saatn mengenang masa perkenalan pertama dengan Nata tersebut.