
Nata bersama Jessy dan Sabrina benar-benar melepaskan semua hasratnya di kamar itu. Kamar yang menjadi saksi atas persembahan dari kedua istrinya yang masih suci. Kamar yang membuat mereka bertiga bermandikan keringat setiap saat. Seakan tidak ada bosannya mereka menikmati suasana penuh dengan perasaan yang sangat dalam dan penuh dengan gejolak asmara. Nata merasa sangat puas dan memuaskan demikian juga dengan Jessy dan Sabrina. Kini perasaan malu tidak ada lagi dihadapan mereka bertiga. Mereka bertiga seolah berlomba untuk saling memuaskan satu sama lainnya. Tidak ada lagi rasa ragu diantara mereka bertiga. Bahkan saat makan siang pun mereka hanya mengenakan pakaian seadanya di meja makan. Iya hanya kegiatan makan dan waktunya Sholat mereka menghentikan semua kegiatan tersebut. Jessy dan Sabrina nampak sangat berbahagia saat dapat memberikan seluruh milik mereka yang yang sangat berharga itu hanya kepada suami tercintanya itu.
Jessy tidak pernah punya perasaan cemburu kepada Sabrina, begitupun sebaliknya Sabrina tidak pernah punya perasaan cemburu terhadap Jessy. Bahkan kedua istrinya Nata itu nampak saling dukung saling membantu melengkapi kekurangan yang ada pada dirinya, walaupun sebenarnya tidak ada kekurangan sedikitpun yang dirasakan oleh Nata atas keistimewaan dari kedua istrinya yang sangat unik tersebut.
Setelah mereka Shalat Ashar berjamah, kini mereka sedang duduk didepan home theater, menikmati alunan musik dari sound system di ruangan home theater tersebut. Nata nampak tak bosan-bosannya mencium Jessy dan Sabrina bergantian. Memadu kasih di dalam ruangan kedap suara itu. Suara Jessy sang gadis keturunan Jepang yang selalu memekik keras saat dalam kebersamaan itu, membuat Sabrina kembali merasa bergairah. Nata juga seolah tidak kenal lelah dalam melayani kedua istrinya itu.
“Kalian belum datang bulan ?” Tanya Nata secara tiba tiba.
”Aku baru saja selesai sebelum kita berangkat ke Makkah.” Jawab Sabrina
“Kalau aku mungkin lima hari lagi akan datang tamu bulanan itu.” Jawab Jessy.
“Ohhh artinya kamu dalam masa subur Sab.”
“Iya tidak apa-apa dong, kan akang ingin segera punya anak yang banyak, hehehe.” Jawab Sabrina.
“Kang aku jadi pengen lagi.” Rengek Jessy.
“Lho tadi pagi katanya masih perih.”
“Sekarang tidak, hehehe. Ayo Sab. kita keroyok lagi akang kita.”
“Ayo, siapa takut ?” Jawab Sabrina. Lalu mereka bertiga kini kembali berolah raga didalam ruangan home theater tersebut. Sampai akhirnya kedua istrinya Nata itu kelelahan sendiri.
“Ayo kita mandi sayang.”
“Tunggu kang, badan kami lemas banget.” Jawab Sabrina dengan keringat masih bercucuran disekujur tubuhnya.
“Iya heran nih akang kita kok ga ada lelahnya sih ?” tanya Jessy dengan heran, napasnya pun masih terengah enggah.
“Aku gendong kalian satu persatu yaa ?”
“Coba saja kalau bisa hehehe.”
“Aaauuwww, ihh benar benar aku digendongnya Jess.”
“Nanti giliran kamu Jess, tunggu disitu.”
“Iya.”Jawab Jessy yang masih terlihat lemas, lalu merebahkan dirinya di sofa empuk itu.
“iiihh aku dibawa kemana kang ?”
“Surprize.” ucap Nata lalu merebahkan Sabrina didalam whirpool yang hangat itu.
“Kapan dipasangnya ini ?” tanya Sabrina lalu merebahkan dirinya dalam buih hangat di dalam whirpool tersebut, semua badannya kini terasa relax, nyaman seolah sedang dipijat oleh aliran air hangat, seluruh ruangan yang sekelilingnya dilapis kayu membuat siapapun akan betah berada di ruang sauna sekaligus tempat berendam relaksasi.
__ADS_1
“Sewaktu kita ke Makkah, hehehe.” Kekeh Nata lalu berjalan kembali menuju ke home theater.
“Jessy I’m Comming.” Ucap Nata lalu mengangkat tubuhnya Jessy dan membopongnya menuju
ke tempat Sabrina sedang berendam. Seperti saat membopong Sabrina, mulutnya Nata tak lepas dari bibirnya Jessy, namun Jessy seperti biasa mengerang dengan hebat dan berguman dengan kata kata yang hanya dimengerti oleh Jessy sendiri.
“Aaawww, apa ini ?” tanya Jessy lalu bersorak riang saat dilihatnya Sabrina sedang berendam di dalam whirpool tersebut, Nata juga kini turut bergabung bersama Sabrina dan Jessy. Lalu Sabrina dan Jessy merebahkan diri diatas dadanya Nata, sambil mengelus elus tubuhnya Nata.
“Hmmm nikmat banget, seperti dipijat yaa.” ucap Sabrina.
“Iya benar Sab. kok aku baru tahu ada whirpool di ruko kita.”
“Kata akang sih dipasang sewaktu kita sedang di makkah oleh yang memasang lift juga.”
“Ohhh, pantas saja, aku kira ruangan ini masih berupa gudang, hehehe.”
“Kalian suka ?” tanya Nata.
“Suka banget kang.”Jawab Sabrina.
“Arigatho gozaimasta.” Ucap Jessy juga. Lalu mereka kembali memeluk tubuh Nata didalam whirpool tersebut.
“Haik. Hehehe.” Jawab Nata sambil terkekeh.
“Ihh itunya sudah bangun lagi Jess.”
“Karena kalian pegang terus sih, tunggu sebentar yaa kita bersantai dulu, please sit back and relax.”
“Allright kang.” jawab Sabrina sambil mengecup dadanya Nata. Namun tangannya tidak be henti bermain di bagian tubuh Nata yang sangat sensitif itu.
“Sab aku duluan boleh ?” Tanya Jessy.
“Hehehe silahkan Jessy.” Kekeh Sabrina.
Lalu Jessy mulai menaiki tubuh Nata. Suara ******* dan erangan kini mulai terdengar dari mulutnya Jessy yang sangat berisik itu.
“Duh aku suruh tunggu dulu sebentar, malah dimulai lagi deh.” Keluh Nata.
“Hehehe. Abisnya akang selalu bikin enak sih.” Jawab Jessy. Tak lama kemudian Jessy mulai terkulai lemas, kini posisinya digantikan lagi oleh Sabrina yang lebih santai dalam kebersamaan mereka itu.
Namun pada akhirnya Sabrina nampak tak tahan, dia menggigit dadanya Nata dengan gemasnya, lalu suara pekikan dari Sabrina dan Nata terdengar menggema di ruangan itu. Sabrina kini tertidur pulas diatas tubuh Nata yang kini terenggah enggah. Jessy lalu berinisiatif mengeluarkan sedikit air dari dalam whirpool itu agar tubuh mereka tidak tenggelam didalam air hangat itu.
“Kalian berdua nakal yaa.... aku suruh tunggu dulu ternyata tidak dituruti.”
“Hehehe. Abis enak sih.” Jawab Jessy, sedangkan nampak Sabrina begitu pulas tertidur diatas tubuhnya Nata.
__ADS_1
“Ayo kita lanjutkan mandi, sudah mau maghrib ini. Sabrina.... bangun sayang.” Ucap Nata, menggoyang-goyangkan tubuh Sabrina yang masih menindihnya.
“Ugghh lemes banget, gempor sepertinya nih.” Keluh Sabrina yang mulai perlahan bangkit dari Whirpool itu lalu menuju ke shower dengan dipapah oleh Nata.
“Air dingin sejuk dan menyegarkan membuat tubuh ketiga orang yang sedang membilas tubuhnya membuat segar.
Nata lalu memberikan dua buah handuk besar kepada kedua istrinya itu yang diraih dari lemari penyimpanan handuk di ruangan itu. Setelah selesai mengeringkan tubuhnya, mereka masuk ke Mushola, mulai mengenakan baju dan perlengkapan sholat, setelah itu mereka mulai sholat berjamaah, saat suara adzan mulai terdengar dari masjid terdekat dengan Ruko mereka itu.
“Kita mau makan apa yaa malam ini ?” Tanya Nata saat mereka sudah selesai Shalat Maghrib.
“Pesan ke Mang Enkus saja kang.” usul Jessy.
“Ohh iya kata Erna resep menu dari kami ternyata menjadi pilihan favorite para pengunjung yang jajan di Pondok Kopi Surabi Mang Engkus itu.” Ucap Sabrina.
“Hmm boleh tuh pesan secukupnya, kalau kurang gampang tinggal nambah lagi.”
“Biar aku yang pesan kang, Mang Engkus suka ga mau dikasih uangnya, padahal dia kan jualan. Aku akan ngasih uangnya ke Emaknya Erna deh. Hehehe.”
“OK sip, kita turun ke ruang makan saja yuuk.” Ajak Nata lalu mereka bertiga menuju ke lift lalu turun ke lantai satu tempat ruang makan berada.
Dengan cuex-nya Jessy keluar dari ruko itu, dia masih menggunakan mukenanya, dan langsuh memesan makanan ke tempat jualannya Mang Engkus.
“Kak biar, nanti saya antarkan semua pesanannya.” Ucap Erna.
“OK aku tunggu yaa didalam.” Jawab Jessy lalu pulang meninggalkan tempat berjualannya Mang Engkus yang mulai terlihat ramai di malam hari itu.
Beberapa pengunjung terdengar membicarakan Jessy yang datang ke Pondok Kopi Surabi itu dengan menggunakan mukena. Mereka berbisik-bisik, memuji kencantikan dari Jessy yang seperti artis Jepang-Korea itu. Jessy tidak memperdulika beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya itu, dia lalu berlalu dari tempat itu dengan disertai senyuman manis.
“Nanti Erna yang akan mengantarkan semua pesanan makanan kita Kang.” ucap Jessy saat sudah di dalam ruang makan Rukonya itu.
“Hehehe, kamu cuex banget ke tempat itu masih pakai mukena.” Ucap Nata.
“Ahh biarin saja, nanggung sebentar lagi kan Isya hehehe.”
“Nih aku sudah buatkan minuman hangat namun menyegarkan.” Ucap Sabrina dari dapur dengan membawa nampan yang diatasnya terlihat tiga gelas air perasan jeruk hangat yang dibuatnya langsung oleh Sabrina tadi di dapur. Bersamaan dengan itu Erna datang dengan membawa pesanan makanan mereka.
“Alhamdulillah mari kita makan bersama. Erna yuk makan bareng.” Ajak Nata.
“Terima kasih, Erna mau membantu dulu Emak jualan. Karena Bapak sedang keluar.” Tolak Erna dengan sopan.
“Ohh iya terima kasih yaa Erna.” Ucap Jessy.
“Sama sama Kak, permisi semua.”
“Iya Terima kasih Erna.” Ucap Nata dan Sabrina serempak.
__ADS_1
Kemudian mereka makan Surabi yang merupakan Resep Menu yang diberikan dari Sabrina dan
Jessy kepada Erna dengan lahapnya.