
“Sabrina bagaimana kalau malam ini kita jalan sambil mencoba mobil baru milikmu itu, besok giliran Jessy yang bawa mobil baru.” Ucap Nata dengan tiba-tiba setelah mereka selesai makan malam.
“Boleh, nanti kita isi bahan bakarnya full tank, aku belum ngisi BBM nya untuk mobil itu.” Jawab Sabrina.
“OK kita ganti baju dulu Sab, masa kita pakai mukena jalan-jalannya hihihi.”
“Iya dong tentu, kang tolong keluarkan mobilnya dong.” Ucap Sabrina lagi.
“Iya deh aku keluarkan, tolong bawa celana training ku dari kamar yaa.” Jawab Nata. Lalu dia menuju ke tempat penyimpanan kunci mobil setelah itu Nata masuk ke dalam basement. Setelah membuka pintu basement dengan aplikasi dari ponselnya dia lalu keluar dari basement dengan mengendarai Robicon Long chasiss Matic warna
Merah milik Sabrina itu.
Tak lama kemudian kedua istrinya keluar dari Ruko itu, mereka nampak sangat cantik dengan busana muslim yang membalut tubuhnya. Membuat siapapun pasti akan terpana melihatnya. Nata lalu turun dari Mobil, tatapan bola matanya tanpa berkedip saat kedua istrinya itu memasuki mobil.
“Kang ayo masuk.” Ajak Jessy yang membuyarkan lamunan Nata.
“Ehh iya, iya aku masuk.” Nata lalu duduk di jok pengemudi yang masih harum dealer itu.
“Lebih nyaman ternyata kalau matic yaa Jess.” Ucap Sabrina lalu mulai melajukan mobilnya menuju ke SPBU terdekat.
“Iya empuk banget suspensinya, tidak seperti mobil Jeep lainnya. Ehh Mobil akang masih di Kantor pusat lho, belum diambil.” Ucap Jessy.
“Iya biar saja, nanti juga Charlie bakal mengantarkan mobil itu.” Jawab Nata dengan santainya. Tangan Nata lalu ngelayap kesana kemari memeriksa kabin penumpang.
“Wah ada mini cooler nih. Bisa untuk menyimpan minuman dingin, nanti kalian isi yaa.”
“Iya kang, baru juga nyoba nyetir mobil ini.” Jawab Sabrina, kemudian dia memasuki sebuah SPBU dan meminta petugas SPBU untuk mengisi penuh BBM mobil itu.
“Kang ini tas pinggang akang, dan celana trainingnya.” Ucap Jessy sambil menyerahkan barang tersebut kepada Nata.
“Makasih yaa Jessy.” Jawab Nata lalu segera memakai celana tranining dengan didobel celana boxernya. Lalu Nata memasukkan ponsel miliknya kedalam tas pinggang tersebut. Setelah itu dia bersandar menikmati jok penumpang yang didudukinya itu.
“Kita mau jalan kemana kang ?” tanya Sabrina.
“Terserah kalian saja.”
“OK aku test di Jalan Tol saja deh.”
“Iya Sab, sudah lama kita tidak jalan jauh dengan mobil lewat jalan Tol.” Ucap Jessy lalu mulai menyalakan musik di mobil itu. Mobil mulai memasuki pintu tol, kemudian melesat dengan cepat di jalan tol tersebut.
“Memang enak yaa Jess ternyata, mengendarai mobil seperti ini, bertenaga banget dan stabil.”
“Iya tentu dong sesuai dengan harganya, hihihi.” Jawab Jessy yang berada duduk di sebelah Sabrina yang sedang menyetir mobil barunya itu. Sedangkan Nata kini sedang lelap tertidur setengah menelentang dengan mencondongkan ke belakang tempat duduk nya.
“Wah Jess akang kita malah tidak menikmati perjalanan ini, dia malah tidur. Hihihi.” Ucap Sabrina saat melihat dari kaca spion, nampak Nata di belakang sedang tidur dengan nyenyak.
“Biarlah Sab, mungkin juga dia kelelahan setelah semalam, ditambah dari tadi pagi sampai sore hari tadi kita keroyok, hahaha.” Ucap Jessy sambil terbahak bahak. Tanpa terasa mereka sudah jauh meninggalkan kota Bandung, kini mereka berada di kilometer 90 jalan tol Cipularang tersebut.
__ADS_1
“Jess kita masuk ke Purwakarta saja yuk, cari sate maranggi, sepertinya enak nih makan sate malam begini.”
“OK cocok tuh, tapi ga usah pakai nasi lah.”
“Iya dong Jess. Nanti badan kita tambah melar, hahaha.” Jawab Sabrina. Kemudian setelah menemukan pintu keluar tol menuju ke Purwakarta dia membelokkan mobilnya ke arah pintu keluar tol tersebut. Lalu dengan perlahan-lahan mobil tersebut mulai menepi di sebuah rumah makan sate Maranggi. Nata yang merasakan mobil itu kini berhenti mulai membuka matanya.
“Kalian culik kemana aku sekaran nih ?” tanya Nata sambil mengucek matanya, yang masih ngantuk itu.
“Kita makan sate Maranggi kang.” Jawab Sabrina.
“Makan lagi ? kalian sudah lapar lagi ?”
“Hehehe, ga usah pakai nasi kang, lumayan bisa menghangatkan badan nih.” Jawab Jessy lalu dia mulai membuka pintu mobil bersamaan dengan Sabrina kini mendahului turun dari mobil itu.
“Busyet jauh juga ngetes mobilnya sampai di Purwakarta.” Keluh Nata lalu turun mengikuti Sabrina dan Jessy yang sudah memesan sate untuk mereka bertiga, lalu Jessy dan Sabrina duduk di kursi meja makan yang panjang itu. Nata lalu turut duduk di seberang tempat kedua istrinya duduk.
“Kang mau sate kambing atau sapi ?” Tanya Jessy
“Kambing saja.” Jawab Nata singkat.
“OK deh.” Lalu Jessy menemui pedagang satenya, kemudian menyebutkan pesanan untuknya, Sabrina dan Nata kepada pedagang sate tersebut.
“Kalian sering kesini ?” tanya Nata.
“Kalau pulang dari Jakarta kadang kami mampir kemari. Kalau Akang pernah kemari ?” Jawab Sabrina lalu balik bertanya kepada Nata.
”Hahaha kasihan amat orang Indonesia yang baru sampai ke tempat yang penuh dengan fenomena kuliner ini.”
“Hihihi, benar kamu Sabrina, aku yang baru kembali selama setahun ke tanah air, baru kali ini jalan-jalan ke Purwakarta. Kalau jalan di Tasikmalaya atau Bandung aku mengandalkan google map saja. Karena memang tidak tahu jalan, namun kalian yang bukan pribumi malah lebih menguasai peta di Jawa Barat.”
“Iya tapi tetap saja kang kami masih belum bisa menyelami lebih dalam kultur masyarakat Jawa Barat, jangankan Jawa Barat di Kota Bandung juga aku belum bisa menyelami kulturnya, tidak seperti akang yang senantiasa dapat membaur dengan siapapun, dengan kalangan manapun.”
“Ngobrol apaan sih kalian, asik banget ?” tanya Jessy yang sudah kembali duduk.
“Itu Jess, akang kita ternyata baru pertama kali kesini, hihihi.”
“Ohhh ok kang, kami siap untuk menjadi tour guide akang, hihihi.”
“Kamu juga Jessy, tadi kamu terlihat akrab dengan penjual sate ini, Kok bisa ?” tanya Nata.
“Aku sama Sabrina kan sering kemari, lebih sering aku sih, ini tempat favorit aku kalau pulang dari Jakarta setelah ngambil barang, kadang aku bawa truck kemari, kadang berdua sama Sabrina. Mereka juga tadi awalnya pangling saat melihatku, itu karena aku sekarang sudah memakai hijab. Hihihi.”
“Ohh begitu, pantas saja terlihat sangat akrab.”
“Tadi mereka nanya kepadaku kang, datang sama siapa ? aku jawab saja sekarang aku datang sama suamiku tercinta, hehehe.” Tambah Jessy.
“Kak Jessy dan kak Sabrina silahkan dinikmati Satenya, seperti biasa setengah matang.” Ucap seorang gadis yang mengantarkan makanan.
__ADS_1
“OK terima kasih yaa Neng Arum.”
“Sama-sama kak Jessy, Kak Jessy dan Kak Sabrina cantik dan anggun sekali sekarang saat memakai hijab, hihihi.” Jawab Neng Arum lalu pergi meninggalkan meja makan setelah menyajikan semua pesanan mereka itu.
“Tuh kan, dia kenal sama Jessy sama aku kan Kang ? hehehe.” Kekeh Sabrina.
“Iya-iya aku percaya banget sama kalian berdua kok, ayo ahh kita makan, wangi banget nih satenya.” Jawab Nata lalu dia menikmati sate kambing pesanannya bersama kedua istrinya itu. Setelah mereka selesai makan Nata kembali berbicara dengan kedua istrinya tersebut.
“Kita jangan pulang dulu.” Ucap Nata
“Kenapa kang ?” tanya Sabrina dan Jessy bersamaan.
“Kita pesan atau sewa villa di dekat sini saja yuk, kan kita masih liburan honeymoon, hehehe.” Ajak Nata dengan terkekeh.
“Ihh selalu begini deh, kamu tahu Sab. Villa yang disewakan di sekitar Purwakarta ini?” ucap Jessy
“Ada sih, sebentar aku tanya dulu deh.” Jawab Sabrina lalu mencari kontak di ponselnya, setelah itu dia mengetik sesuatu di ponselnya, dengan diperhatikan oleh Jessy dan Nata. Setelah itu Sabrina tersenyum kepada Nata dan Jessy.
“Bagaimana sudah dapat ?”
“Dapat dong, dekat perbatasan Subang ada sebuah Villa yang bagus, dikelilingi kebun dan peternakan jaraknya hanya 30 Km dari sini.”
“OK setuju.” Ucap Nata dengan cepat.
“Gantian kamu yang nyetir Jess.”
“OK mana kuncinya ? Ehh kita bayar dulu makanan dan minuman yang sudah kita makan tadi.” Lalu Jessy menuju ke meja Kasir untuk membayar semua makanan dan minuman yang sudah mereka makan. Setelah itu Jessy lalu menyusul Nata dan Sabrina yang sudah berdiri disamping mobil mereka di tempat parkir.
“Jess aku di belakang dulu yaa sama Akang, please.”
“Iya silahkan, kalian sudah mulai hot yaa ? hihihi.”
“Tahu aja kamu Jess.” Jawab Sabrina lalu bersama Nata mulai masuk ke mobil, dan menempati Jok penumpang. Jessy lalu mengikuti petunjuk dari google map menuju lokasi villa itu. Sedangkan Sabrina dan Nata kini sedang asyik saling mencium dan meraba sekujur tubuh indah dari Sabrina. Suara ******* Sabrina membuat Jessy ingin segera sampai di Villa itu untuk bergabung bersama Sabrina dan Nata yang sudah memulai gerakan gerakan erotis di dalam mobil itu. Jessy masih fokus mengemudikan kendaraan itu, pada akhirnya mereka sampai di sebuah Villa yang nampak asri dengan gemerlap cahaya lampu di sekelilingnya. Seorang penjaga Villa lalu menunjukkan garasi dan mempersilahkan Jessy untuk memasuki Villa itu setelah Jessy menunjukkan identitasnya. Mobil itu lalu memasuki garasi. Setelah pintu garasi ditutup kembali oleh penjaga Villa tersebut baru Nata dan Sabrina turun menyusul Jessy menuju kamarnya. Pakaian Sabrina nampak ditenteng oleh Nata, Sabrina hanya mengenakan pakaian dalamnya saat memasuki Villa itu bersama Jessy dan Nata.
“Wow kamu sudah dilucuti oleh akang kita Sab.?”
“Hehehe iya nih, akang kita nakal banget, nampaknya sudah mulai naik libidonya tuh gara-gara makan sate kambing.”
“Psst jangan berisik, sekarang giliran kamu yang akan aku lucuti.” Ucap Nata lalu merebahkan tubuh Jessy di kamar Villa dan mulai menanggalkan satu persatu pakaian istrinya itu.
“Wow ganas banget nih serudukan kambing, hihihi.” Pekik Sabrina dia pun bergabung diatas kasur empuk itu bersama Jessy dan Nata. Erangan dan lenguhan dari kedua istrinya Nata kini mulai terdengar lirih, di udara tengah malam perbatasan Subang dan Purwakarta itu.
ジェシー・ナカムラ
__ADS_1