Tangguh

Tangguh
Bab 30 Nata ingin punya anak Selusin.


__ADS_3

Pada siang hari itu Nata dengan ditemani oleh Jessy dan Sabrina nampak sedang mengawasi renovasi interior gedung berlantai lima itu, Gedung yang akan mereka jadikan sebagai Kantor Pusat Bank mereka nantinya, Gedung yang mempunyai luas tanah sebesar 4500 meter persegi, lengkap dengan dua lantai basement. Mereka dibantu oleh team finishing interior atas rekomendasi dari Putri, yang suaminya bernama Andi seorang kontraktor perusahaan ternama yang sudah berpengalaman di bidangnya. Sedangkan manager on site nya bernama Arwan, yang sudah berhasil membangun beberapa Apartemen, Hotel dan gedung perkantoran. Tidak terlalu banyak yang dikerjakan dalam pelaksanaan rehab interior gedung tersebut. Sesuai dengan keinginan dari Nata, lantai lima dijadikan Masjid, untuk menampung beribadah bagi semua karyawan dan karyawati di kantor Pusat bank tersebut. Setelah puas meninjau rehab interior gedung, Nata lalu kembali ke Ruko, karena mendapatkan berita bahwa mesin printer banner akan sampai ke Ruko tersebut.


Dengan mengendarai mobil sedan mercedes keluaran terbaru warna silver milik Sabrina itu, mereka meluncur menuju ke ruko. Nata bersama Jessy dan Sabrina lalu memasuki basement yang sudah dibuka pintunya oleh Jessy dengan mengendalikan dari Ponselnya.


“Mereka sudah sampai dimana katanya ?” Tanya Nata saat mereka sudah berada didalam basement Ruko itu.


“Tidak jauh dari sini kang, katanya dua kilo meter lagi.” Jawab Jessy sambil menunjukkan peta google dari ponselnya.


“Nanti semua printer itu akan disimpan dimana kang ?” tanya Sabrina.


“Simpan di salah satu sudut basement saja. Mereka bawa sekalian media untuk mencetaknya juga kan Jess ?”


“Bawa kang, tapi tidak banyak, secukupnya saja sebagai uji coba mesin printernya, nanti kita bisa reorder lagi beberapa roll plastik media cetaknya deh, banyak kok dijual secara online juga.”


“OK kalau begitu sekarang juga pesan lagi, cari yang kualitasnya paling bagus dan bahannya cukup tebal.” Ucap Nata kemudian. Lalu mereka berjalan naik tangga menuju ke lantai satu ruko tersebut dari basement.


Setelah itu Nata masuk ke ruangan kerjanya. Matanya tertuju pada dua buah map yang tertumpuk di atas meja kerjanya. Nata duduk dan lalu meraih map tersebut, kemudian membacanya. Ternyata itu adalah laporan mingguan data keuangan dari Jessy dan Sabrina. Nata lalu tersenyum setelah membaca dua buah berkas laporan keuangan di dalam map tersebut.


“Hmmm tanpa disuruh ternyata mereka sudah tertib administrasinya. Alhamdulillah.” Guman Nata. Karena dia sudam melihat semua angka di laporan itu, Nata lalu meraih ponselnya. Kemudian dengan M-banking miliknya dia menyetorkan tambahan dana operasional untuk Jessy dan Sabrina ke rekening mereka masing-masing. Sesudah itu dia lalu menghampiri Sabrina dan Jessy yang sedang minum di ruang tamu Ruko itu.


“Aku sudah baca laporan keuangan kalian berdua, aku juga sudah menambahkan lagi saldo untuk kalian berdua.”


“hehehe, terima kasih kang boss.”


“Kang, mau nih ice lemon tea ?” Jessy menawarkan minuman segar dari pitcher yang tadi dibuatnya tadi, lalu menuangkan ke atas gelas kosong untuk Nata.


“Wahh enak segar sepertinya nih, cocok di siang hari yang panas terik ini. Makasih yaa.” Kemudian Nata duduk dan mulai meneguk cairan dingin dan segar itu dari gelasnya.


“Hhmmm Rasanya manis dan segar, seperti yang membuatnya. Hehehe.”


“Hahaha. Akang mah, bisa aja.” Kekeh Jessy.


“Tuh yang ngirim mesin printer datang.” Ucap Sabrina sambil menunjuk ke halaman Ruko. Terlihat sebuah truk sedang memasuki halaman parkir, lalu seseorang turun dari truk itu kemudian mengetuk pintu kaca ruko. Jessy lalu menghampirinya.


“Silahkan masuk.”


“Terima kasih Pak Nata nya ada ?”


“Ada, silahkan duduk.” Ucap Jessy lalu mempersilahkan tamunya itu untuk duduk di kursi tunggu dekat pintu masuk itu. Lalu Jessy menerima invoice dari sang pengirim printer itu. Kemudian pemuda itu menuturkan kepada Jessy bahwa dia akan segera merakit serta menginstall mesin printer ukuran besar itu.


“Kang mereka mau install mesinnya sekarang katanya Tuh.”

__ADS_1


“Iya, mari ikut saya.” Ucap Nata lalu mengajak teknisi mesin printer itu untuk menuju ke basement. Nata pun menunjuk ke sebuah sudut untuk nantinya akan dijadikan tempat untuk menyimpan mesin printer ukuran besar tersebut. Setelah paham dengan semua petunjuk dari Nata, pemuda itu lalu kembali ke kendaraannya, kemudian menurunkan satu persatu sparepart dari atas truk dan bersama kawannya mengangkut semua alat itu kedalam basement. Setelah sekitar satu jam mereka berdua sudah berhasil merakit dan menginstall printer ukuran besar tersebut. Nata lalu mencoba untuk mencetak, mencoba dua unit printer ukuran besar itu dan ternyata hasilnya sangat memuaskan.


Sebelum kedua orang teknisi sekaligus kurir yang mengantar mesin printer itu selesai menyaksikan Nata yang sudah mencoba alat printer tersebut, lalu Jessy sesuai dengan petunjuk dari Nata memberikan sekedar tip untuk mereka berdua yang sudah berhasil merakit dan menginstall printer ukuran besar tersebut. Kedua orang pemuda teknisi itu pun meninggalkan ruko, setelah sebelumnya menyerahkan nomer kontak telepon mereka kepada Jessy, sebagai layanan service mereka siap dipanggil kapan saja jika ada kendala mengenai printer yang sudah mereka rakit kembali di basement ruko itu.  Tidak lama kemudian Nata lalu menunjukkan hasil cetak dari kedua mesin printer itu kepada Jessy dan Sabrina.


“Ihhh kok malah foto kita yang di print sih ?” Tanya Jessy dan Sabrina.


“Hehehe. Kalian pajang nanti di ruang home theater kita, diberi bingkai supaya gampang ditempelkannya. Kalian sangat cantik juga ternyata dilihat dari foto itu.”


“Curang, foto akang ga ada tuh.” Protes Sabrina.


“Iya nanti kita print juga Sab, foto akang kita.”


“Haha. Nanti saja sekalian dipajang di gedung saat syukuran pernikahan kita.” Jawab Nata dengan entengnya.


“Hmmm nanti akad nikahnya di gedung kita yang baru kang ?”


“Iya, di lantai lima, yang kita jadikan Masjid nanti sehari hari di kantor pusat tersebut, tanpa terasa waktu sudah mulai dekat, bagaimana persiapan dari WO kita sudah berapa persen progressnya ?”


“Kalau untuk urusan launching bank sudah 80%, untuk urusan syukuran dan akad nikah sudah 90%. Tinggal foto Pre wedding saja kang.” Jawab Jessy.


“Foto pre wedding kan nanti setelah semua interior gedung bank kita selesai, karena sesuai jadwal kita akan melaksanakan pre wedding di gedung baru itu saja, ga usah nyari tempat di tempat lain atau out door.”


“Jess nanti teknisi yang menangani lift, panggil kemari untuk menghadapku, aku mau pasang juga lift untuk di ruko kita ini, aku lihat sih sudah ada celah untuk memasang Lift dari Basement hingga ke lantai tiga Ruko kita.”


“OK Siap kang Boss.”


“Kenapa harus pasang lift juga kang disini ?”


“Aku nanti tidak mau kalian keguguran karena naik turun tangga, saat sudah hamil.”


“Ihhh akang, nikah saja belum sudah berpikiran kami hamil. hehehe.” Kekeh Sabrina.


“Iya nih akang kecepetan mikirnya.” Tambah Jessy.


“Justru kita harus prepared dari awal, jangan sampai nanti kita kerepotan.”


“Hmmm memangnya akang ingin anak berapa dari kami ?”


“Satu lusin, masing-masing enam orang dari kalian, hehehe.”


“Ihhh mau bikin kesebelasan sepak bola ?”

__ADS_1


“Hihihi iya, biar seru, ga enak jadi anak tunggal itu ternyata, ga punya teman, saudara hanya sedikit.”


“Wah bisa jebol rahim kami dong, hahaha.” Jawab Jessy dan Sabrina dengan terbahak bahak.


“Kan ada dokter khusus agar bisa maintenance rahim kalian.”


“Emang ada maintenance rahim ? ngarang aja nih akang kita.“ tanya Jessy.


“Ada dong. Dr. Natadisastra PhD. Hehehe.”


“Ihhh dokter teknik itu mah.” Ucap Jessy sambil tepok jidat.


“Kita disamain sama automotive Jess, hahaha.”


“Iya Sab, dasar akang kita mah aya-aya wae.”


“Aku jadi ga sabar ingin segera belah duren, menikmati malam pertama bersama kalian, bagaimana rasanya yaa ?”


“Weiiy mulai ngelantur ngobrolnya ahhh. Parah nih.” Protes Sabrina.


“Iya Sab. dulu malah dia yang nervous, waktu kita tantang di apartemen, ingat ga ?”


“Ingat dong Jess. Ternyata perjaka tingting ciut juga kalau kita keroyok, hahaha.”


“Aku nanti ga akan ciut lagi kok, lihat saja nanti akan aku buktikan keperkasanku kepada kalian berdua. Hehehe.”


“Ehh kang, ini sudah ada jawaban dari suplier bahan plastik banner, ada yang berbahan dasar vinyl polycarbonat. Mau diambil kang ?”


“OK Order saja Jess, untuk yang indoor dan outdoor, dua roll masing-masing cukup lah untuk sementara.” Jawab Nata.


“Kalian juga mau masak apa hari ini ?”


“Sudah aku siapkan Japanese food kang, ada yang sudah siap  makan di dalam lemari es, ada juga yang tinggal dihangatkan di microwave.” Jawab Jessy.


“Iya besok giliran aku yang masak, tapi aku mau coba masak makanan Indonesia ahh.” Tambah Sabrina.


“Benar Sab. besok aku bantu juga deh masaknya, aku juga mau belajar membuat masakan khas Indonesia.”


“OK aku mau membuat beberapa desain banner untuk acara launching bank dan syukuran akad nikah dulu yaa.”


“Iya kang nanti akan kami panggil akang kalau makanan sudah siapa disajikan di meja makan.” Jawab Jessy.

__ADS_1


__ADS_2