Tangguh

Tangguh
Bab 68 Meeting di Kantor Pusat.


__ADS_3

Erna dan Yadi tidak lama kemudian menemui kembali Nata yang sedang duduk di ruang tamu. Setelah Jessy dan Sabrina memberikan oleh-oleh dari Tasikmalaya untuk Yadi dan Erna, Nata lalu memberikan pengarahan kepada Yadi agar nanti dia dapat membantu menyusun proposal pembangunan Resort dan Wisata Edukasi di Cipatujah Tasikmalaya.


“Erna juga tolong bantu kakakmu Yadi yaa, aku ingin proposal itu segera tersusun rapi agar bisa disampaikan untuk pihak Konsultan dan dinas pemerintah terkait.”


“Siap Pak Boss.”


“Untuk bahan-bahan penyusunan proposal itu, kalian berdua bisa tanyakan secara langsung kepada istriku Jessy.”


“Outputnya berupa teks saja atau dengan Video Pak ?” Tanya Yadi.


“Dua-duanya, sebagian Video sudah saya ambil gambarnya, nanti akan aku tambahkan 3D desain awal dari resort tersebut. Jadi saat nanti dipaparkan output visualnya nanti akan menjelaskan proposal itu agar menjadi lebih jelas.”


“Ohh siap Pak Boss.”


“Besok sesudah saya selesai meeting, kamu dan Erna menghadap saya di kantor.”


“Baik pak Boss.” Jawab Yadi dan Erna.



“Nanti akan saya kirimkan beberapa foto dan video melalui ponsel kalian deh.” Ucap Jessy menambahkan.




“Jadi begini Yadi dan Erna, nanti disana akan dibangun sebuah resort, juga akan dijadikan sebagai laboratorium alam bagi flora juga fauna. Semua itu diperuntukkan bagi konservasi alam guna mendukung Jurusan Biologi maupun Teknik Lingkungan pada Kampus yang sedang kami bangun.” Ucap Nata.


“Keren banget Boss.” Ucap Yadi.


“Nanti juga kamu akan aku tempatkan disana untuk mengawasi pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan bidang mekanikal elektronik sesuai dengan disiplin ilmu yang sudah kamu kuasai. Nanti kamu jangan segan-segan untuk bertanya kepadaku langsung atau kepada Sabrina maupun Jessy, jika ada sesuatu yang ingin engkau ketahui agar lebih jelas lagi.”


“Siap Pak Boss. Sekarang juga akan saya susun proposalnya dengan dibantu oleh Erna.”


“Baiklah terima kasih sebelumnya ya untuk Yadi dan Erna.”


“Sama-sama Pak Boss.” Jawab Erna juga yang mendengarkan semua penjelasan dari Nata tersebut.”


“Kalau begitu kami pamit dulu Pak Boss.” Ucap Yadi.


“Iya, nanti akan aku kirimkan data-data sebagai bahan penulisan proposal itu, melalui ponsel atau email deh.”

__ADS_1


“Baik Pak Boss, Assalamualaikum.” Ucap Yadi dan Erna bersamaan.


“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, Sabrina dan Jessy. Kemudian mereka mengantarkan Yadi dan Erna sampai pintu depan ruko mereka itu.


Nata bersama Sabrina dan Jessy lalu naik ke lantai tiga, menghabiskan waktu di kamar tidur sambil mendengarkan Jessy yang bercerita tentang perjalanan selama mereka berada di Tasikmalaya.


Keesokan harinya, pada pagi hari pukul tujuh Nata yang didampingi oleh kedua istrinya yaitu Sabrina dan Jessy berangkat menuju ke kantor. Mereka sengaja tidak sarapan di rumah, karena ingin makan pagi di Kantor. Nata sudah berpakaian rapi dengan mengenakan pakaian lengkap yang nampak sangat berkesan sebagai seorang eksekutif muda, demikian juga dengan Sabrina dan Jessy dengan busana muslimahnya nampak sangat anggun dan feminim. Kali ini mereka mengendarai Ferrari Merah milik Jessy ke kantor mereka. Sekalian memanaskan mesin mobil yang sangat jarang dipergunakan itu.


Setelah selesai sarapan pagi di ruang meeting kecil yang menjadi penghubung antara ruang kerjanya Nata, Sabrina dan Jessy itu. Nata lalu bersiap-siap untuk menuju ke ruang meeting besar diikuti oleh Sabrina dan Jessy. Tepat pukul delapan pagi, semua peserta rapat sudah hadir di ruangan meeting. Ada sekitar tiga puluh orang peserta rapat yang hadir saat itu, mulai dari beberapa orang direksi dan puluhan kepala cabang lainnya. Nata lalu membuka acara rapat itu.


“Assalamualaikum, saya meminta maaf karena seharusnya rapat ini seharusnya kita laksanakan kemarin, namun berhubung masih ada urusan di Tasikmalaya, maka rapat ini baru kita laksanakan pada hari ini. Agenda utama dari rapat hari ini adalah menunjuk kepala kantor cabang utama Jakarta yang saat ini posisinya masih kosong. Setelah selesai berdiskusi dengan para direksi juga dengan kedua istri saya, juga berdasarkan pooling yang disebarkan kepada semua kantor cabang Bank NSP ini. Maka dari itu pada hari ini saya menetapkan, menugaskan saudara Charlie untuk memimpin sebagai Kepala Cabang Utama Bank NSP Jakarta.” Ucap Nata kepada semua hadirin yang hadir dalam rapat tersebut.


Tepuk tangan yang riuh terdengar di ruang rapat itu, menyambut keputusan dari Nata sebagai pemilik Bank NSP tersebut.


“Kepada Bapak Charlie mohon untuk tampil, untuk menerima surat penugasan sebagai simbolis sebagai Kepala Cabang Utama Bank NSP Jakarta.” Ucap Jessy, memanggil Charlie yang juga sudah hadir dari sejak tadi pagi di ruang rapat itu.


Penyerahan dokumen secara simbolis lalu dilaksanakan, Charlie nampak sangat terharu dan bahagia saat menerima dokumen tersebut dari Nata. Nata lalu menyalami Charlie, disusul oleh Sabrina dan Jessy. Setelah memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasih, Charlie juga menerima ucapan selamat dari semua Direksi dan Kepala Cabang lainnya. Selanjutnya acara tersebut lalu dilanjutkan dengan coffe morning, semua yang ada di ruang meeting lalu bercengkrama sambil menikmati hidangan makanan kecil serta minuman hangat di pagi hari itu.


Nata dengan ditemani oleh Sabrina dan Jessy lalu berkeliling menemui semua peserta rapat. Satu persatu para peserta rapat dihampirinya, suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan sangat terasa di ruang meeting itu. Kemudian satu persatu para peserta rapat berpamitan untuk kembali melaksanakan tugasnya di tempat masing-masing.


Tepat pada pukul sebelas Nata yang didampingi oleh Sabrina dan Jessy lalu kembali ke ruang kerjanya. Mereka bertiga lalu duduk di ruang kerjanya Nata.


“Alhamdulillah, rapat sudah selesai, semoga Charlie nanti betah dan semakin produktif ditempat kerjanya yang baru.” Ucap Nata.


“Sekarang panggil Yadi dan Erna kemari.”


“Biar aku saja yang memanggil mereka deh.” Ucap Sabrina lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya, kemudian menggunakan ponsel itu untuk menghubungi Yadi dan Erna. Sementara itu Jessy dan Nata duduk di sofa ruang kerjanya Nata, menunggu Sabrina yang sedang menghubungi Yadi dan Erna.


“Jess siapkan laptop nanti untuk Yadi dan Erna, belikan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang akan mereka tangani nanti.”


“Ohh siap kang, segera akan aku orderkan langsung dari toko komputer milikku, mau dikirim kapan ?” Tanya Jessy, lalu mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya.


“Secepatnya lah.” Jawab Nata. Jessy lalu segera memerintahkan pegawai yang ditugaskan untuk menunggu toko komputernya, untuk mengirimkan dengan segera laptop sesuai dengan spesifikasi yang sekiranya akan dapat mendukung kegiatan dari Yadi dan Erna.


“Mereka akan datang sekitar tiga puluh menit lagi setelah sholat Dzuhur katanya.” Ucap Sabrina yang sudah berhasil menghubungi Yadi dan Erna.


“OK kita juga Sholat dulu dong, sudah waktunya.” Jawab Nata lalu melepaskan jas biru tuanya, serta menanggalkan dasi yang terikat dilehernya itu.


Nata, Sabrina dan Jessy lalu naik ke lantai lima, tempat masjid di gedung kantor pusat Bank NSP itu berada. Setengah jam kemudian mereka kembali ke ruang kerja, mereka duduk di ruang meeting kecil, disana sudah nampak pula Yadi dan Erna yang juga baru selesai Sholat Dzuhur di lantai lima.


“Bagaimana Yadi dan Erna kalian sudah memulai untuk membuat konsep Proposalnya ?”

__ADS_1


“Sudah Pak Boss, kami berbagi tugas, Erna yang membuat text proposalnya, sedangkan saya bertugas untuk membuat videonya, berdasarkan beberapa video dan foto serta data-data yang sudah diterima di ponsel kami. Maaf kami baru bisa menayangkannya dengan ponsel.”


“Ohhh tidak apa-apa Yad, itu juga sudah cukup untuk langkah awal. Nanti kalian berdua akan kami berikan masing-masing satu unit laptop baru, agar kalian berdua bisa melaksanakan semua tugas.”


“Terima kasih pak Boss.” Jawab Yadi.


Tidak berapa lama,  karyawannya Jessy datang dengan membawa dua buah laptop baru yang masih terbungkus dus. Nata lalu menerimanya kemudian langsung menyerahkan laptop itu kepada Yadi dan Erna.


“Nah mulai sekarang, kalian gunakan laptop ini, silahkan kalian rawat dan maksimalkan kreasi kalian berdua dengan laptop yang sudah kalian terima ini.”


“Terima kasih Pak Boss.” Ucap Yadi dan Erna, lalu mereka mencium punggung tangan Nata, Sabrina dan Jessy bergantian.


“Ohh iya, agar kalian juga bisa bekerja di rumah, nanti akan aku perintahkan pegawai di kantor ini untuk memasang koneksi internet juga di rumah kalian, sekalian juga agar bisa dipakai sebagai wifi di Kedai Surabi Kopi milik Abah sama Emak kalian berdua. Ada pertanyaan lain ?” Ucap Nata.


“Tidak Pak, cukup. Kami berdua mohon diri, akan menyalin semua data pada laptop baru ini.” Ucap Yadi.


“Baiklah, selamat bekerja yaa.”


“Siap pak. Assalamualaikum.” Jawab Erna dan Yadi.


“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, Sabrina dan Jessy.


Yadi dan Erna lalu meninggalkan ruang meeting kecil itu menuju ke ruangan karyawan yang berada di lantai dua.


“Yadi dan Erna nampak sangat semangat sekali tuh kang.” Ucap Sabrina


“Iya mereka juga terlihat sangat senang mendapatkan laptop baru.” Tambah Jessy.


“Semoga mereka tetap konsisten dan terus bersemangat bekerja untuk kita.”


“Aamiin. Kang kita mau makan siang dimana ? lapar nih.” Tanya Sabrina.


“Heemmm. Bagaimana kalau kita ke kedai kopinya Kang Andi yuk.”


“Mau dong, aku pengen rujak serutnya tuh.” Pekik Jessy tiba-tiba, membuat Nata dan Sabrina saling beradu pandang. Lalu dengan serempak bertanya kepada Jessy.


“Kamu seperti orang yang lagi ngidam.” Ucap Nata dan Sabrina.


“Iya tuh pengen makan rujak serut segala. Hihihi.” Kekeh Sabrina.


“Ga tahu deh dari tadi pagi sebenarnya pengen yang seger-seger pedas, hehehe.” Jessy pun nyengir.

__ADS_1


“Ayo deh kita kesana sekarang, bereskan dulu semua meja kerja kalian.”


“Siap Kang Boss.” Jawab Jessy dan Sabrina serempak.


__ADS_2