
“Yad, mau langsung pulang kerumah ?” Tanya Nata saat mereka sudah selesai melaksanakan kunjungan ke Proyek Pembangunan Kampus pada sore hari itu. Lokasi mereka saat ini sudah berdekatan dengan Kantor maupun Ruko milik Nata.
“Ii iya Pak Bos, tapi motor saya masih ada di parkiran kantor.”
“Besok kita ambil motornya, besok boncengan saja ke kantor bareng Erna, kan tadi juga Erna dibonceng sama Aa Yadi.”
“Nah begitu saja, kalian ga perlu absen pulang deh, aku yang tanggung jawab. Tenang saja.” Ucap Nata lalu dengan segera mengarahkan tujuan mobilnya menuju ke ruko. Karena dia bermaksud untuk membawakan baju ganti untuk Sabrina, Jessy dan juga untuk dirinya sendiri yang akan dipergunakan keesokan hari di rumah baru.
Lima belas menit kemudian Nata sudah berada di dalam Ruko, Yadi dan Erna sudah terlebih dahulu turun di pelataran parkiran Ruko. Nata langsung memasukkan mobilnya kedalam basement. Kemudian dia naik ke lantai tiga menuju ke Kamar tidur. Disana dia membuka lemari pakaiannya Jessy dan Sabrina, tiga stell pakaian lengkap dengan baju dalam masing-masing untuk Jessy dan Sabrina juga untuk dirinya sendiri sudah diraihnya dari lemari pakaian dan dimasukkan kedalam traveler bag.
Nata juga tidak lupa membawa makanan juga bahan makanan dan minuman dari dapur dan lemari es. Lalu disimpannya pada sebuah kotak plastik kontainer. Nata juga kemudian membawa laptop milik Sabrina yang masih tersimpan di ruang kerjanya Sabrina.
“Sudah cukup, apalagi yaa kira-kira ?” Guman Nata sambil mengingat-ingat apa saja yang belum dibawa oleh kedua istrinya tersebut.
“Ohhh iya rujak serut, Susu dan Keju. Punya Jessy dan Sabrina.” Guman Nata lagi lalu kembali membuka lemari es dan mengambil semua stok rujak serut kegemaran dari Jessy juga susu dan keju kegemaran dari Sabrina. Dengan langkah yang riang Nata lalu memasukkan semua barang satu persatu ke dalam mobilnya.
Setelah membuka pintu gerbang dengan menggunakan aplikasi dari ponselnya, Nata lalu meninggalkan ruko tersebut menuju ke rumah baru. Pintu gerbang basement pun menutup dengan otomatis saat mobil yang sedang dikendarai oleh Nata itu meninggalkan ruko. Hampir tiga puluh menit perjalanan dari Ruko menuju ke rumah baru, suasana senja di kota Bandung dan padatnya jalan raya membuat Nata harus ekstra bersabar untuk mengantri dengan sesama pengguna jalan lainnya. Ponsel milik Nata beberapa kali berdering, Nata tidak memperdulikan dering telepon tersebut. Karena harus menepi dan harus kehilangan antrian di jalan yang semakin padat merayap di Jalan Terusan Pasteur tersebut. Nata lalu membunyikan klakson mobilnya saat dia sudah berada di dalam pelataran parkir rumah barunya. Dia lalu turun dan langsung disambut oleh Sabrina dan Jessy.
“Assalamualaikum semua istriku yang sudah berdandan cantik.” Ucap Nata.
“Waalaikumsalam.” Jawab Sabrina dan Jessy.
“Tadi aku nelpon akang tapi ga di jawab.” Keluh Sabrina.
“Iya sayang, maaf aku ga jawab karena aku sedang mengemudikan mobil di jalanan yang sedang macet. Ada apa memangnya ?”
“Aku hanya mau bilang tidak perlu ke Ruko dulu, karena kami sudah belanja membeli pakaian juga makanan untuk kita di rumah baru ini.” Ucap Sabrina.
“Ohhh aku sudah terlanjur membawa makanan dan pakaian untuk kita. Hehehe. Itu juga satu jam yang lalu aku sudah ada di Ruko.”
“Ohh yaa sudah, nih lihat.” Ucap Jessy lalu mulai menekan ponselnya. Kemudian terbukalah pintu gerbang menuju ke basement.
“Ohhh kalian sudah memasangnya, aku minta aplikasinya dong.”
“CCTV, internet juga sudah kami pasang kang.” tambah Jessy lagi dengan senyuman penuh kebanggaan.
“Hebat, kalian sungguh sangat hebat deh. Ok aku masukkan dulu mobilnya.” Puji Nata lalu kembali naik kedalam mobil Rubicon Hitamnya itu, kemudian sesudah berada didalam memarkirkan mobilnya disamping Ferrari Merah milik Jessy. Setelah itu Nata mulai menurunkan satu persatu barang bawaannya dari dalam mobil untuk dibawa menuju ke dalam rumah dari basement tersebut.
“Akang bawa baju dan makanan juga ?” Tanya Sabrina saat Nata mulai naik kedalam rumah.
“Iya aku bawa keju dan susu untukmu juga, bawa rujak serut juga yang tertinggal didalam kulkas.”
“Terima kasih yaa akang, kami juga sudah membeli rujak serut kok, juga membeli makanan secara online.” Ucap Jessy.
__ADS_1
“Iya tapi lebih baik habiskan dulu stok lama rujak serut ini, aku bawa semuanya nih.”
“Terima kasih kang, nanti aku makan duluan deh stok lama nya, hehehe.” Kekeh Jessy.
“Sekarang akang mandi dulu sana, baju ganti sudah kami siapkan.”
“Aku juga bawa baju ganti nih di dalam traveler bag.” Ucap Nata.
“Iya biar nanti kami rapikan dan dimasukkan ke dalam lemari pakaian kita. Nanti temanin kami berdua berenang yaa.”
“Hah berenang malam-malam ? Ogah ahh dingin.” Elak Nata sambil bergidig.
“Serius ga mau nemenin ? aku dan Jessy sudah beli baju renang yang seksi lho, hanya untuk akang saja diperlihatkannya.” Goda Sabrina.
“Kami bisa stell kolam renangnya agar bisa hangat juga, lho.” Ucap Jessy.
“Ahhh masa sih ?” Tanya Nata dengan tidak percaya, dengan kebingungan Nata mulai menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Sudah, sana lebih baik mandi dulu kang. Nanti dipikirkan lagi sesudah mandi deh. Hihihi.” Cicit Sabrina. Nata mulai memasuki kamar tidur di rumah baru, yang nampak sudah rapi dengan berlapis sprai baru dan bedcover serta selimut hangat yang juga nampak baru. Harum kamar tidurnya juga membuat Nata sangat merasa nyaman. Nata mulai tersenyum kembali, didalam hatinya sangat memuji kecekatan dari kedua istrinya itu. Dia pun mulai menanggalkan seluruh pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi. Bathtub-nya memang lebih kecil ukurannya daripada whirlpool yang berada di Ruko. Namun Bathtub yang berbentuk oval itu masih bisa menampung mereka bertiga didalamnya. Nata pun segera mulai mandi dilanjutkan dengan berwudhu, karena sebentar lagi waktunya Maghrib. Setelah selesai mandi Nata lalu mengenakan kain sarung dan baju koko serta peci yang sudah disiapkan oleh Sabrina dan Jessy. Setelah dia berpakaian, Nata pun keluar dari kamar tidur utama itu.
“Kalian dimana ?”
“Kami disini kang, di mushola.” Jawab Sabrina dan Jessy. Nata pun menghampiri kamar yang tadi terdengar suara dari kedua istrinya tersebut terlihat tulisan Mushola diatas pintu kamar tersebut.
“Lebih luas daripada mushola yang ada di ruko kita yaa. Sayangnya disini masjid letaknya lebih jauh.”
“Mantap deh, nanti saja ciumnya yaa, karena kita sudah ada wudhu.”
“Iya di kolam renang saja, hihihi.” Jawab Sabrina dengan keukeuh.
Tidak lama kemudian terdengarlah suara Adzan digital yang berbunyi di dinding mushola itu. Nata lalu menjadi imam dari kedua istrinya itu, mereka lalu melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan Sholat Isya, setelah mereka mengaji sambil menunggu datangnya waktu Shalat Isya.
Nata lalu seperti biasa mencium kening Sabrina dan Jessy setelah selesai sholat, Sabrina dan Jessy pun membalasnya dengan mencium punggung tangan suami mereka tersebut.
“Lapar nih, ayo kita makan.” Ajak Nata.
“Kami sudah siapkan makanannya Kang.” Jawab Sabrina lalu bangkit dan menuntun Nata menuju ke kolam renang.
”Kalian tetap ngajak aku berenang ?” Tanya Nata.
“Lihat dulu disana kang.” Ucap Jessy sambil menunjuk ke arah bangunan Gazebo yang berada di samping kolam renang tersebut, disana ternyata sudah terlihat cahaya tiga buah lilin pada sebuah meja bundar tepat di tengah-tengah gazebo itu. Nata pun dengan penasaran mengikuti langkah dari kedua istrinya tersebut. Di atas meja bundar tersebut sudah tersaji makanan dan minuman untuk dijadikan santapan makan malam mereka bertiga.
“Kalian memasaknya ?”
__ADS_1
“Tidak, ini semua makanan pesanan dari katering kedai Kopi Pekat, yang sudah kami pesan sore tadi untuk makan malam kita.” Jawab Sabrina.
“Akang suka ?” Tanya Jessy.
“Suka banget, terima kasih sayangku.” Ucap Nata lalu mengecup bibir Sabrina dan Jessy bergantian.
“Dari tadi dipancing untuk kemari susah banget sih ?” Keluh Sabrina.
“Iya susah banget nih akang kami kibuli. Hihihi.” Kekeh Jessy juga.
“Hehehe aku kira kalian tidak menata semua makanan ini disini. Maaf deh.”
Mereka pun mulai makan di suasana malam yang cerah bertaburan bintang-bintang dan disinari rembulan. Dengan lahapnya mereka bertiga makan malam dalam suasana candle light dinner di tepi kolam renang. Sesudah mereka selesai makan, Nata lalu mengajak Sabrina dan Jessy untuk duduk di tepi kolam renang.
“Sungguh kolam ini bisa menjadi hangat airnya ?” Tanya Nata. Sambil mengayunkan kedua belah kakinya yang sedang terendam air kolam renang tersebut.
“Aiih akang, gampang saja dong, tinggal membuat sirkulasi air digabungkan dengan water heater, pasti kolam renang ini bisa menjadi hangat airnya.” Jawab Jessy dengan entengnya.
“Hehehe benar juga, mengapa aku mengajukan pertanyaan bodoh seperti itu yaa ?”
“Akang kita lucu banget yaa Jess.”
“Iya, sampai dia lupa gelarnya sudah PhD tuh. hihihi.”
“Heemm, Bilang saja kalian ingin memiliki water heater agar bisa menghangatkan kolam renang ini, besok kalian pesan dan suruh teknisinya untuk memasangnya dengan aman tanpa mengubah keindahan secara estetik bentuk dari bangunan ini.”
“Asyik boleh juga tuh, terima kasih yaa akang.” Pekik Sabrina dengan kegirangan.
“Satu lagi kang, boleh ga kalau kami melakukan promosi Bank kita saat sedang berbagi berkah dengan membagikan Nasi bungkus ?” Tanya Jessy.
“Ohhh, kalau untuk tujuan promosi boleh saja, asal jangan menyebutkan nama aku atau nama kalian saat membagikan nasi bungkus tersebut.”
“Tuh boleh kan Bestie.”
“Iya kan ada syaratnya, asalkan tidak menyebut dan menuliskan nama jelas kita di nasi bungkus tersebut. Tapi kalau sambil membagikan brosur bank kita boleh saja, begitu kan maksudnya kang ?” Tanya Sabrina.
“Iya benar, sekarang kita berenang dulu saja yuk.” Ajak Nata lalu menceburkan diri sambil menarik tangan Sabrina dan Jessy kedalam kolam renang yang hanya sedalam dada mereka itu.
“Auuuhhhh.” Pekik Sabrina dan Jessy bersamaan, saat terkejut karena tangan mereka ditarik oleh Nata ke dalam kolam renang.
“Haha, buka saja baju kalian.”
“Ihhh akang jahat, tahu begini tadi kita pakai baju renang dulu deh.” Keluh Sabrina.
__ADS_1
“Iya, padahal kami sudah mempersiapkan baju renang untuk akang lihat.”
“Lebih baik kalian berdua tidak usah memakai apa-apa kalau sedang berenang bersama aku disini. Hehehe.” Ucap Nata lalu berusaha untuk melucuti pakaian Sabrina dan Jessy di dalam kolam renang tersebut.