Tangguh

Tangguh
Bab 7 Transaksi beli Ruko.


__ADS_3

Nata bertiga dengan Jessy dan Sabrina kini sedang berada di jalan raya, menuju ke sebuah ruko di pusat kota Bandung. Nampak ketiga pasang mata mereka berbinar-binar, tidak ada yang membuka suara di dalam mobil sedan Mercedes keluaran terbaru itu Dengan mahirnya Nata mengemudikan mobil sedan itu sampai beberapa saat kemudian mereka tiba di lokasi Ruko yang akan dijual itu. Mereka lalu turun dari mobil Mercedes dan menunggu pemilik ruko datang ke tempat itu. Nata nampak memamati sekeliling tempat dia berdiri.


“Bagaimana Sabrina ? Apakah yang punya ruko akan segera datang kemari ?” tanya Nata.


“Iya mereka sedang dalam perjalanan, lima menit lagi tiba disini katanya.” Jawab Sabrina.


“Hmmm lokasinya cukup strategis, kamu yakin sudah deal dengan penawaran harga penjualan Ruko ini ?”


“Sudah, bahkan aku dapat diskon sebesar 15% dari total harga penjualan Ruko ini, karena kita membeli tanpa perantara, namun nanti biaya serah balik nama sertifikat di hadapan Notaris menjadi tanggungan kita.”


“Tidak menjadi masalah itu mah, lalu janji dengan pihak notaris kapan ?”


“Secepatnya, besok pagi juga bisa.” Jawab Sabrina.


“OK, buat janji dulu dengan pemilik ruko ini juga, agar besok bisa selesai menyelesaikan semua transaksi di hadapan notaris, sekarang kamu kasih DP dulu saja, namun di catat di atas materai.”


“Siap Kang Boss. Tuh mereka datang.” Terlihat sebuah mobil SUV memarkirkan kendaraan di sebelah sedan Mercedes milik Sabrina. Lalu sepasang suami istri yang ditaksir sekitar umur 50 tahunan turun dan menyalami Nata, Sabrina dan Jessy.


“Maaf menunggu lama, saya tadi sedang menuntaskan permasalahan dulu, jadi terlambat kemari.” Ucap Sang Suami pemilik ruko itu.


“Tidak apa-apa Pak, mohon maaf juga kami jadi mengganggu kesibukan Bapak dan Ibu.”


“Hehehe sudah biasa, santai saja, oh iya perkenalkan nama saya Bobby dan ini  istri saya Suzan. Perusahaan kami dulu HRD nya ditangani oleh Sabrina dan pengadaan komputernya oleh Jessy.” Nata dan Pak Bobby lalu bersalaman kembali, juga dengan Suzan istrinya.


“Wah hebat dong pak, baiklah nama saya Natadisastra, panggil saja saya Nata, jangan panggil saya Sastra, nanti kakek saya yang nengok, hehehe.”


“Hehehe bisa saja ini de Nata. Ayo kita masuk melihat bangunan ruko dari dalam.”


“Sebenarnya kami tadinya tidak berniat menjual Ruko yang kami bangun dari awal. Namun berhubung kami saat ini sangat memerlukan dana untuk penyembuhan anak saya, dengan terpaksa kami melepaskannya. Syukurlah ternyata yang berminat bukan siapa siapa, ternyata orang dekat juga.” Ucap Ibu Suzan dengan wajah sendu.


“Mohon maaf,  kami turut prihatin mendengar kabar itu bu, semoga anaknya lekas pulih kembali. Aamiin.” Nata berjalan sambil mengikuti pemilik ruko itu memasuki ruko


“Aamiin, terima kasih atas do’a nya de Nata.”


“Ohhh iya untuk diketahui, listrik disini menggunakan daya sebesar, 5000 Watt, air ledeng, dan juga cadangan air tanah dengan Jetpump, torn penampungan airnya ada di lantai paling atas atau roof top. Ada Solahart juga sebagai pemanas air tenaga surya. Dulu sempat kami jadikan kantor sebelum anak kami sakit.” Ucap Pak Bobby.


“Kamar keluarga ada di lantai dua, sedangkan kamar tidur ada di lantai paling atas atau lantai tiga, dapur kotor ada di lantai bawah, dapur bersih ada di lantai dua.” Tambah Ibu Suzan.


“Waah ternyata sudah nyaman juga yaa keliatannya.” Ucap Jessy.


“Untuk berbelanja, disekeliling Ruko ini ada beberapa pusat perbelanjaan, Sabrina dan Jessy mungkin sudah lebih tahu.” Ucap Pak Bobby mengakhiri touring di dalam ruko itu.


“Hehehe iya betul Pak Bobby.” Jawab Sabrina dengan terkekeh.


“ini semua kunci kami serahkan.” Ucap Pak Bobby.

__ADS_1


“Ehhh nanti dulu pak, kita kan belum membayarnya, saya transer dulu sebesar 50%  yaa.”


“Tidak apa-apa Sabrina, kami sudah percaya dengan kalian, kami juga mengucapkan banyak terima kasih, karena dengan demikian anak kami akan segera dioperasi, di Singapura.”


“Hhhmm besok Bapak dan Ibu bisa ikut ke kantor Notaris sebentar ?”


“Bisa asal jangan siang, Pagi-pagi kalau bisa, karena kami tidak bisa meninggalkan anak kami terlalu lama.”


“Siap, Insya Allah Pak Bobby, kami memang menjadwalkan besok pagi hari.” Jawab Nata.


“Ohh iya pak, sudah kami transfer ke rekening bapak, mohon ditandatangani kuitansi ini.” ucap Sabrina sambil menyodorkan bukti transfer dari layar ponselnya, lalu menyodorkan buku kuitansi yang sudah dibubuhi materai untuk ditandatangni.


“Baiklah.” Lalu Pak Bobby menandatangani kuitansi itu.


“Mohon maaf yaa kami tidak bisa terlalu lama, kami harus segera ke rumah sakit, saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua, semoga Ruko yang akan kalian jadikan tempat usaha, lancar dan usaha kalian maju pesat.” Lanjut Pak Bobby.


“Aamiin, terima kasih juga kami ucapkan kepada Pak Bobby dan Bu Suzan, semoga anaknya lekas pulih dari sakitnya.”


“Aaamin. Silahkan kalian kalau mau disini dulu, kami pamit yaa, Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.” Jawab Nata, Sabrina dan Jessy serempak. Lalu mereka mengantarkan Pak Bobby sampai mereka naik ke mobil dan meninggalkan tempat itu.


“Aku mau memarkirkan dulu mobil ke dalam basement yaa. Supaya kita bisa diskusi dengan santai. ”


“Iya kang.” Jawab Jessy dan Sabrina.


“Sofa milik pak Bobby masih bagus dan terawat, bisa kita pakai dulu untuk sementara waktu.” Ucap Sabrina saat mereka sudah duduk di sofa lantai dua itu Ruko itu.


“Iya ada beberapa kasur juga malah masih dilapisi plastik. Nampak masih baru. Kita bisa menghemat budget untuk belanja furniture.” Tambah Jessy.


“Ehhh, nanti kalian mau nginep disini ?”


“Mungkin sesekali saja kang, lebih betah di Apartemen. Ruko hanya sebagai tempat untuk kita berusaha, saja, bagaimana ? Setuju ?” Jawab Sabrina balik bertanya.


“Iya juga sih, namun kita berkerja hanya bertiga, aku tidak membutuhkan orang banyak. Apartemen kamu disewakan saja seluruhnya, lalu kita bertiga menginap dan bekerja disini juga.”


“Ohhh baiklah kalau itu kemauan akang, kami sebagai calon istri akang setuju saja dengan semua saran dari akang, dan Jessy juga nanti bisa buka toko di lantai bawah, tidak perlu lagi sewa tempat di Maal yaa Jess ?.


“Setuju banget kalau untuk itu, ga perlu bolak balik pulang ke rumah, atau ke apartemen, cukup disini saja.”


“Nah sekarang, kita pesan online saja makanan kamari, ga  usah keluar dari ruko. Lalu nanti malam kita beres-beras barang dari apartemen dan rumah kamu Jess, untuk dibawa kemari semua.”


“Uhhh iya nih, tanpa terasa sudah tengah hari lagi, laper banget.”


“Nih pakai ponselku, bebas kalian boleh pesan apa saja untuk kita bertiga.” Ucap Nata dengan menyerahkan ponselnya kepada Sabrina, lalu merebahkan diri di Sofa.

__ADS_1


“Asik Sab, kita boleh pesan apa saja nih. Hehehe.”


“Iya asal dimakan saja semua pesanan makanannya, jangan menjadi mubazir.” Jawab Nata sambil memejamkan mata, dia terasa masih mengantuk, karena semalam hanya tidur kurang dari dua jam saja. Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran dari Nata, Jessy dan Sabrina pun nampak tersenyum memperhatikan Nata yang sudah tepar itu. Merekapun membiarkan Nata yang sudah tertidur dengan lelapnya.


Setengah jam kemudian kurir yang membawa pesanan makanan pun datang, Sabrina membuka pintu kaca ruko itu, lalu menerima semua makanan yang diberikan oleh sang Kurir dengan dibantu oleh Jessy, tak lupa Sabrina memberikan tips kepada kurir itu sebagai ucapan terima kasih. Karena belum ada peralatan makan di ruko itu, merekapun membuka pesanan makanan mereka yang ternyata sudah siap santap, dengan wada berupa beberapa mangkok plastik dan sendoknya, beberapa minuman juice juga dipesan beserta air mineral.


“Kang bangun, ini makanannya sudah datang.” Ucap Sabrina dan Jessy yang membangunkan Nata dengan menciumi pipinya, sehingga Nata menjadi kegelian dan segera terbangun dari sofa tempatnya berbaring.


“hhhmmm. Wahh kalian memesan chinese food ? halal semua kan ?”


“Iya dong halal, tuh ada logo halalnya di kemasan mereka.”


“Wahhh harum banget masakannya.”


“Mau pakai sumpit atau sendok garpu ?”


“Sumpit lah, kau pikir aku ga bisa menggunakannya ? dulu aku sering makan di china town di New York, namun aku segera sadar ternyata mereka menggunakan daging babi, untuk masakan mereka.”


“Berarti akang  pernah merasakan daging babi dong ?” tanya Sabrina sambil mengunyah makannya dengan suapan sumpitnya.


“Iya, aku rasa sekarang ini yang aku makan bukan daging babi, ayam sama kelinci nih.”


“Wah sudah hapal yaa lidah akang.” Ucap Jessy.


“Iya dong. Jadi aku bisa membedakan mana makanan yang mengandung babi atau tidak.”


“Kalau aku dulunya cenderung vegetarian, tapi gara-gara Sabrina aku jadi pemakan segala sekarang, diracun makan daging sama Sabrina tuh, hehehe.”


“Nah lucunya yang diracun malah doyan sampai sekarang dia, hahaha.” Jawab Sabrina sambil terbahak.


“Waah masa ? umur berapa tahun kamu mulai makan daging ?”


“Sekitar umur lima belas tahun, dulu aku disuruh makan bakso, yang Sabrina bilang ini bukan daging tapi hanya tepung tapioka alias cilok. Ehhh ternyata enak juga pertama kali makan bakso itu, akhirnya hampir  setiap sore aku dan Sabrina makan bakso di sana, hehehe.”


“Hmm berarti dulu kulit kamu pucat sekali dong ?”


“Benar kang, sudah pucat, kurus pulak, sampai pembuluh darah di tubuhnya terlihat membiru, aku kan yang melihatnya tiap hari jadi parno kang, makanya aku cekoki saja pakai bakso untuk memperkenalkan dia dengan daging, hehehe.”


“Hahaha, ternyata selain cantik, kalian juga unik.”


“Iya kang, kami berdua juga Karateka, entah sudah berapa orang lelaki iseng yang sudah kami patahkan tangannya karena sikap negatif mereka terhadap kami.”


“Waah serius ? kok aku tidak kalian patahkan tanganku ?”


“Hehe, akang itu cupu, sepertinya belum pernah pacaran dan akang bukan type ancaman bagi kami, karena akang sangat sopan dan menghormati kami sebagai wanita.” Jawab Jessy dengan polosnya.

__ADS_1


“Iya sih, akang juga suka geram kalau ada lelaki yang cunihin alias buaya darat, yang suka mempermainkan wanita.”


“Kami merasakannya kang, akang itu beda sama lelaki lain, kami justru merasa terlindungi jika ada disamping akang, meskipun kami juga sebenarnya bisa membela diri.” Ucap Sabrina dengan berapi-api.


__ADS_2