Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Wanita Kuat


__ADS_3

Tiga hari setelah operasi, saat Arga yang sedang tertidur di samping ranjang Catherine, Arga tiba-tiba terbangun ketika merasakan ada pergerakan dari tangan Catherine yang sedang digenggamnya.


“Cathy”panggil Arga


Perlahan-lahan gerakan jari Catherine semakin jelas terlihat. Arga tersenyum bahagia, melihat Catherine yang sudah mulai sadar. Perlahan-lahan Catherine membuka matanya. Samar-samar dilihatnya sosok lelaki yang sangat dirindukannya selama ini.


“Kak..Arga?”panggil Catherine lirih


“Iya..ini aku. Syukurlah kau sudah sadar”ucap Arga dengan airmata bahagia yang mengalir dari matanya.


Arga menggenggam erat tangan Catherine. Membuat Catherine yang sudah mulai sadar, bingung dengan kelakuan Arga.


“Kenapa..kakak..menangis?”tanya Catherine dengan suara lirih dan terbata-bata


“Jangan banyak bicara dulu! Simpan tenagamu! Aku panggilkan dokter dulu”pinta Arga


Arga pun berlari ke luar ruangan tempat Catherine. Sempat Arga berpapasan dengan Jessica.


“Kakak kenapa buru-buru seperti itu?”tanya Jessica bingung


“Nona sudah sadar. Aku harus memanggil dokter”ucap Arga dengan bersemangat.


“Tak perlu kak. Kita hanya perlu memencet bel yang ada di ruangan nona”jawab Jessica


“Oh iya, aku lupa. Kenapa aku bisa melupakan itu? Terimakasih Jessica”ucap Arga.


Arga pun kembali ke dalam ruangan Catherine dan memencet bel yang ada di ruangan Catherine beberapa kali. Beberapa saat kemudian, perawat dan dokter berdatangan ke ruangan tempat Catherine dirawat.


Arga dan Jessica menunggu di luar ruangan kaca. Arga terlihat sangat bahagia melihat Catherine sudah bangun dari komanya. Jessica yang menangkap aura kebahagiaan dari mata Arga, merasakan dadanya semakin sesak saja. Sekali lagi kebahagiaan Arga melukai hatinya.


Setelah diperiksa, Catherine dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP di rumah sakit karena dari hasil pemeriksaan dokter Catherine sudah melewati masa kritisnya dan bisa dirawat di ruang rawat inap. Caroline, Brandon dan Devara yang datang setelah mendengar berita Catherine yang sudah siuman, terlihat sangat bahagia. Keluarga itu pun berpelukan setelah Catherine dinyatakan lepas dari maut.


“Terimakasih Arga”ucap Caroline pada Arga


“Sama-sama nyonya”jawab Arga.

__ADS_1


“Bagaimana keadaan Thania, mom?”tanya Catherine kuatir


“Tenangkan dirimu dulu. Sekarang yang terpenting kau harus sembuh dulu, baru mommy antar kau melihat Thania, okey?”kelit Caroline


Setelah Catherine tertidur, Caroline meminta semua orang berkumpul.


“Sekarang kita harus merahasiakan dulu keadaan Thania dari Catherine. Kita pastikan Catherine sembuh dulu, baru kita ceritakan masalah Thania. Aku takut jika kita ceritakan sekarang, justru membuat kondisi Catherine kembali drop. Dan aku tak mau itu terjadi”perintah Caroline pada semua orang.


Semua orang menyetujui permintaan Caroline. Kondisi Catherine yang masih labil, membuat Caroline terpaksa meminta semua orang merahasiakan keadaan Thania kecil yang masih koma.


*


*


*


*


Selama beberapa hari pemulihan pasca operasi, perlahan-lahan Catherine sudah mulai mendingan. Dia sudah bisa makan dan beraktivitas, namun untuk berjalan dia memang harus memakai kursi roda terlebih dahulu. Menunggu kondisi fisiknya lebih baik.


“Berapa kali mommy harus bilang, Thania tidak boleh dibawa kemari, sayang? Rumah sakit melarang anak kecil di bawah dua tahun ke rumah sakit”kelit Caroline bohong.


“Tapi aku sangat merindukan dia mom. Mommy juga tak mengijinkan aku video call putriku”ucap Catherine


“Kau tahu kan, jika melihatmu Thania akan sedih melihat mommy nya masih sakit seperti ini”sahut Caroline


“Tapi aku sudah sembuh mom. Aku mohon ijinkan aku melihat putriku. Aku sangat merindukannya”pinta Catherine dengan mengiba


“Bukan mommy tak mau, sayang. Tapi mommy tak bisa. Mommy tak siap melihatmu hancur begitu melihat Thania masih terbaring tak berdaya”gumam Caroline dalam hati


“Aku juga sudah lama tak melihat kak Arga? Apa dia kembali ke Indonesia?”tanya Catherine


Karena sejak dirinya sadar, Arga tak lagi terlihat batang hidungnya. Padahal Catherine juga sangat merindukan Arga. Apalagi saat melihat dirinya pertama kali sadar, dan yang dilihatnya adalah Arga, sungguh membuat Catherine sangat bahagia. Setiap mengingat kenangan Arga yang menggenggam tangannya dengan erat dengan berlinangan airmata membuat rasa cinta di hati Catherine kembali bersemi untuk lelaki itu.


Catherine bahkan tidak lagi mempermasalahkan pengkhianatan Willy padanya yang sudah membuat dirinya kecelakaan parah seperti itu. Baginya bisa melihat Arga dan bersama Arga lagi adalah keinginan pertamanya setelah sadar dari koma.

__ADS_1


“Arga harus mengurus beberapa pekerjaan yang ditinggalkan papamu. Kau tahukan kami selalu menjagamu, sehingga Arga harus menghandle beberapa pekerjaan papa”kelit Caroline bohong.


Sebenarnya Arga yang sejak Catherine sadar, meminta ijin untuk menjaga dan menemani putri kecilnya. Itu sebabnya Catherine tak pernah lagi melihat Arga setelah dirinya sadar. Arga ditemani Jessica selalu menunggui Thania kecil. Arga selalu mengajak Thania kecil bicara. Seolah putri kecilnya itu sudah sadar.


Arga melakukan itu persis seperti yang dia lakukan selama menjaga Catherine. Dokter juga pernah menyampaikan bahwa orang yang mengalami koma, sebenarnya masih dapat mendengar apapun yang dikatakan pada mereka. Karena itu, penting untuk mengajak bicara pasien yang sedang koma. Dengan begitu, diharapkan pasien bisa segera sadar.


Arga tak henti-hentinya menggenggam tangan kecil sang putri dengan erat.


“Bangunlah sayang! Daddy disini sayang! Daddy sangat merindukanmu! Bangunlah sayang!”ucap Arga dengan berlinangan airmata.


Arga juga menggenggam tangan kecil Thania yang lemah tak berdaya. Hati ayah mana yang akan tega melihat putri kecilnya yang bahkan belum bisa berbicara dan baru berumur hampir tiga tahun, harus terbaring lemah di rumah sakit dengan dikelilingi beberapa peralatan medis yang menopang hidupnya dan untuk memantau perkembangan kesehatan si kecil.


“Jika daddy boleh memilih, biarlah daddy yang terbaring disini. Hati daddy sedih melihatmu seperti ini sayang. Cepatlah bangun sayang! Daddy ingin segera memelukmu dan mengatakan bahwa aku adalah daddy mu. Ayah kandungmu. Dan kau adalah putri kandungku. Darah dagingku”ucap Arga dengan sedih


Jessica yang ikut menemani Arga tak kuasa menahan tangisnya melihat lelaki yang dicintainya begitu terpukul setiap bersama putri kecilnya. Hati Jessica ikut sedih melihat Thania yang tak kunjung siuman dari komanya. Hati Jessica yang memang sangat lembut, bisa merasakan kesedihan yang saat ini mendera Arga.


“Dokter?”tanya Jessica melihat Albert yang juga berdiri di luar ruangan kaca melihat Arga yang sedang menggenggam tangan kecil sang putri.


“Kenapa nona Thania belum juga siuman dok? Ini sudah hampir seminggu lamanya. Apa tidak ada yang bisa dokter lakukan untuk membuat anak kecil itu segera sadar”gerutu Jessica yang mulai merasa tak sabaran melihat penderitaan Thania.


“Maaf, tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Kita hanya bisa berdoa semoga si kecil bisa segera sadar”ucap Albert


“Apa dokter tidak kasihan melihat anak sekecil itu harus berjuang hidup seperti itu?”gerutu Jessica kesal


“Aku pun juga berharap dia segera sadar. Tapi memang pendarahan otak dan pemulihan pasca operasi memmerlukan waktu. Dan jika sudah koma seperti ini, dokter sehebat apapun juga tak bisa berbuat apa-apa. Maaf!”ucap Albert dengan sedih.


Keduanya kembali menatap ke dalam ruangan kaca. Menatap pemandangan menyesakkan yang mereka lihat sejak tadi. Pemandangan seorang ayah yang sedang menemani putri kecilnya yang sedang berjuang bertahan hidup.


“Jika nona Catherine menemani Thania, apakah dia bisa segera siuman dok?”tanya Jessica


Albert spontan melihat ke arah wanita cantik di sampingnya. Namun kemudian Albert menatap kembali ke ruangan Thania.


“Bisa saja. Siapa tahu. Jika mendengar dan berada di dekat ibunya, mungkin saja si kecil bisa segera siuman. Tapi bukankah itu artinya kau harus melihat mereka berdua bersama menemani si kecil?”tanya Albert


“Jika itu bisa membuat Thania kembali siuman. Aku tidak keberatan”jawab Jessica

__ADS_1


“Kau sungguh wanita yang kuat”puji Albert


__ADS_2