
Di luar ruang operasi, Brandon yang dikuasai amarah merasa sangat marah dan kecewa pada menantu kesayangannya. Karena berani-beraninya Willy memalsukan hasil tes DNA cucu kesayangannya Thania.
Saking kesal dan marahnya, Brandon bahkan meminta pada uncle Jack untuk menyandera Willy di suatu tempat.
“Sayang, kau tunggulah di sini. Aku harus keluar sebentar!”pinta Brandon pada sang istri.
“Kau mau kemana pa? Tunggulah operasinya disini bersamaku!”pinta Caroline dengan mengiba.
“Sebentar saja sayang. Aku harus mengurus sesuatu yang sangat penting”sahut Brandon
“Tolong jaga istriku!”pinta Brandon pada Jessica
“Baik tuan”sahut Jessica
Akhirnya Brandon pergi bersama dengan beberapa pengawal ke suatu tempat untuk membuat perhitungan dengan Willy. Wajah Brandon Alexander terlihat sangat sangar. Willy baru saja membangunkan harimau yang lama tertidur. Brandon begitu kecewa dengan semua sepak terjang Willy yang sudah menyakiti hati putri kesayangannya dengan berselingkuh di belakang sang putri. Dan yang paling membuat Brandon murka adalah Willy dengan lancang mengubah hasil tes DNA Thania.
“Berani sekali kau berurusan dengan Brandon Alexander!”gerutu Brandon dalam hati
Begitu sampai di tempat yang dituju, seorang pengawal langsung mengantar Brandon menuju ruangan khusus tempat Willy disekap. Gedung tempat Willy disandera pun dijaga ketat oleh para pegawal keluarga Alexander.
Di dalam ruang besar yang tampak gelap dan pengap, terlihat seseorang diikat dikursi dalam keadaan yang memprihatinkan.
Darah segar mengucur dari beberapa bagian tubuh Willy. Ternyata Jack Dragon yang merasa sangat kesal sudah menghajar Willy habis-habisan. Jack merasa sangat marah, karena Willy berani mempermainkan putri angkatnya, Catherine.
Brandon segera menghampiri Jack yang terlihat dipenuhi keringat setelah menghajar Willy.
“Kenapa kau sudah mendahuluiku?”tanya Brandon sedang senyum sinis pada sang asisten sekaligus sahabat dan adik iparnya.
“Aku tak mau kakak ipar pingsan melihat darah menempel di tubuhmu”kelit Jack Dragon
Brandon menyuruh seorang pengawal membangunkan Willy.
“Byurrrr”
Seember air diguyurkan ke seluruh tubuh Willy. Membuat Willy tersadar dari pingsannya. Dengan mengernyitkan matanya yang bengkak, samar-samar Willy melihat bayangan sang mertua yang berdiri tak jauh dari dirinya.
“Pa..pa”panggil Willy dengan terbata-bata.
“Berani sekali kau menyebutku papa”seru Brandon tak terima
__ADS_1
“Bughhhh”
Sebuah pukulan keras mendarat di perut Willy untuk kesekian kalinya. Hingga tubuh atas Willy menunduk menahan sakit.
Brandon menjambak rambut Willy. Hingga kepala Willy tertarik ke belakang.
“Beraninya kau mempermainkan putri kesayanganku. Dan sekarang kau berani memalsukan hasil tes DNA. Besar juga nyalimu itu Will?”gertak Brandon dengan tatapan dingin.
Hawa dingin menyeruak. Kala kemarahan Brandon Alexander sudah tak terbendung. Aura pembunuh berdarah dingin sangat terasa di ruangan itu.
“Maafkan aku pa”ucap Willy meminta maaf
“Seharusnya kau pikirkan dulu akibatnya sudah berurusan dengan keluargaku. Aku sudah menyerahkan putri kesayangannya padamu. Aku percaya padamu. Tapi apa imbalan yang kau berikan padaku. Kau malah berselingkuh di belakang putriku. Tidak hanya sekali tapi dua kali”gertak Brandon dengan berapi-api.
Brandon melepaskan jambakannya di rambut Willy. Brandon menghempaskan rambut Willy dengan kasar.
“Kau sudah membuat aku merasa bersalah pada putriku. Aku sudah membuat dia berpisah dengan lelaki yang dicintainya. Dan karena kau juga, cucuku harus terpisah dari ayah kandungnya. Kau bahkan lebih buruk dari bina***g!”gertak Brandon lagi
“Maaf pa. Aku melakukan itu karena aku tak ingin kehilangan mereka berdua. Aku sangat mencintai Catherine..”
“Persetan dengan cintamu itu! Nyatanya kau tak bisa menjaga cintamu pada putriku. Kau bahkan mengkhianati dia. Cinta macam apa yang kau miliki itu? Putriku tak pantas mendapatkan penghinaan seperti ini dari lelaki kurang ajar sepertimu”pekik Brandon
“Papa..aku mohon maafkan aku”pinta Willy
“Tolong pa..jangan lakukan itu!”pinta Willy
“Kau pantas menerimanya”jawab Brandon
“Aku yang akan mengurus perceraian kalian berdua. Bahkan jika putriku tak mau bercerai darimu, aku akan pastikan kalian berdua bercerai. Aku tak rela putriku menderita karena harus menjalani pernikahan bersamamu. Aku juga tak rela cucuku memiliki ayah sepertimu”ucap Brandon tanpa melirik ke arah Willy.
“Mulai besok jangan pernah muncul lagi dihadapan putriku dan cucuku atau keluargaku yang lain. Jika kau sampai melanggar kata-kataku ini, maka aku sendiri yang akan menghabisimu dan keluargamu”ancam Brandon
Willy langsung tertunduk lesu mendapat ancaman dari mertua yang selama ini selalu mendukungnya. Tertutup sudah pintu maaf bagi Willy. Brandon tak ingin lagi melihat dirinya. Willy juga tak hendak melawan perintah Brandon karena nyawanya dan keluarganya menjadi taruhannya.
Brandon pun menyerahkan masalah Willy pada Jack Dragon.
“Kau urus anak itu”perintah Brandon
“Tentu saja”jawab Jack Dragon.
__ADS_1
*
*
*
*
Di depan ruang operasi, Jessica tampak mengusap tangan Caroline. Sesekali Jessica mengusap air mata Caroline yang mengalir. Meskipun hatinya juga sedang kacau namun Jessica mampu menutupi kegundahan hatinya. Sebisa mungkin Jessica menyembunyikannya di depan Caroline.
Beberapa jam berlalu. Pintu ruang operasi terbuka. Thania berhasil melewati masa kritis dan dibawa menuju ruang ICU di samping Catherine. Arga yang sejak tadi bersama si kecil Thania, keluar dari ruang operasi dengan langkah yang masih lemas, karena Arga sudah mendonorkan banyak darahnya untuk sang putri.
Setelah berganti pakaian, Arga bersama Jessica dan Caroline menuju ruang ICU bersama-sama. Mereka mengamati perkembangan Catherine dan Thania dari balik kaca ruang ICU. Tampak wajah Arga yang sangat cemas memandang dua orang paling berharga dalam hidupnya. Di satu sisi adalah wanita yang dicintainya dan disisi lain adalah putri kandungnya.
“Aku mohon kalian berdua bertahanlah! Aku mohon”pinta Arga sambil meletakkan tangannya di kaca seolah memegang tubuh Thania.
“Kak, duduklah! Sejak tadi kau berdiri terus disitu. Duduklah kak!”ajak Jessica
Karena sejak sampai di ruang ICU, Arga hanya berdiri di depan ruang kaca menatap dua pasien yang baru saja selamat dari maut dan kini dikelilingi berbagai peralatan medis memantau perkembangan kesehatan keduanya.
Arga pun menuruti permintaan Jessica. Caroline sekarang duduk bersama Devara. Tampak sang putra memeluk tubuh lemah mommy nya.
“Mommy tenang saja! Kakak pasti akan segera sembuh! Kau tahu kan dia sekuat apa?”ucap Devara berusaha menenangkan Caroline
Caroline menatap dua sejoli yang beberapa bulan kemarin baru saja bertunangan.
“Arga, ajak tunanganmu makan! Kasihan dia sudah lama ikut menunggu disini”pinta Caroline
“Ah..saya tidak lapar nyonya”tolak Jessica halus
Arga yang tersadarkan sudah mengacuhkan bahkan melupakan keberadaan Jessica, menatap lembut wanita yang sudah dipinangnya itu.
“Apa kau lapar? Ayo kita makan sekarang!”ajak Arga
Arga bahkan berdiri dari tempat duduknya.
“Tapi aku tidak…lapar”ucap Jessica dengan lirih
Arga langsung berpamitan pada Caroline dan Devara untuk mengajak Jessica makan.
__ADS_1
“Pergilah!”perintah Caroline
Arga akhirnya mengajak Jessica pergi. Sepanjang perjalanan menuju kantin rumah sakit keduanya hanya diam. Arga tenggelam dalam pikirannya yang sedang kalut. Sungguh kejadian hari ini sangat menguras tenaga dan pikirannya. Dalam sehari, Arga merasa hidupnya jungkir balik tidak karuan. Setelah kecelakaan yang menimpa Catherine dan putrinya. Keadaan keduanya yang sempat kritis. Hingga kenyataan bahwa selama ini Thania adalah putri kandungnya bersama Catherine. Buah cinta mereka berdua. Ada rasa bahagia yang menyelimuti Arga. Namun di sisi lain, statusnya kini yang sudah menjadi tunangan Jessica dan pesta pernikahan yang sebentar lagi di gelar membuat Arga semakin bimbang.