Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Mukjizat dari Tuhan


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Arga dan Devara langsung berlari ke arah ruang operasi. Arga bahkan meninggalkan Jessica dibelakangnya. Jessica yang melihat Arga begitu mengkhawatirkan Catherine, seakan hatinya diiris pelan-pelan. Sambil menatap punggung Arga, Jessica akhirnya melambatkan langkah kakinya.


“Kau bahkan meninggalkan aku?”gumam Jessica dalam hati sambil menahan perih dalam hatinya.


Arga dan Devara sampai juga di ruang operasi. Dilihatnya Brandon yang sedang menenangkan Caroline sang istri yang terlihat sangat syok dan terus-terusan menangis.


“Bagaimana keadaan kakak, pa?”tanya Devara begitu mendekati Brandon.


“Dokter sedang berusaha menyelamatkannya”jawab Brandon lemas.


“Bagaimana dengan nona Thania?”tanya Arga


“Dokter juga masih mengoperasinya”jawab Brandon sambil menatap Caroline


Jessica yang sudah sampai di ruang operasi segera mendekati Caroline. Jessica langsung memberikan dukungan dan support pada Caroline yang masih bersedih. Jessica bahkan memeluk tubuh Caroline untuk menenangkannya.


Arga yang sepintas melihat Jessica dan Caroline, merasakan kehangatan dalam hatinya melihat wanita yang menjadi tunangannya ternyata berhati lembut.


“Sebenarnya kenapa kakak bisa kecelakaan? Aku dengar kakak menyetir sendiri mobilnya”tanya Devara pada sang papa.


Willy yang sejak tadi ikut menunggui di ruang operasi setelah mendengar berita kecelakaan yang menimpa sang istri, akhirnya angkat suara. Terlihat wajah Willy sebagian memar.


“I..itu karena aku”jawab Willy dengan terbata-bata.


Arga yang emosi melihat Willy, langsung menghampiri Willy dan menarik kerah baju Willy. Wajahnya memerah menahan marah. Semua orang yang melihat kejadian itu, menoleh bersamaan ke arah Arga dan Willy. Beberapa pengawal tampak memegangi Arga yang dikuasai amarah membara.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Arga mendapat info dari anak buah sekaligus pengawal yang mengawasi Catherine, bahwa semua kejadian yang menimpa Catherine bermula dari kejadian di ruang kerja Willy.


“Jika sampai terjadi sesuatu pada nona Catherine atau nona Thania, aku pastikan kau tak akan melihat matahari esok. Kau dengar kata-kataku?”ancam Arga.


Arga pun melepaskan Willy yang terlihat memar.


“Bughhh”


Devara yang memang lebih temperamen, tanpa aba-aba langsung memukul perut Willy dengan kekuatan penuh pada lelaki yang masih sah menjadi kakak iparnya itu. Willy bahkan sampai tersungkur ke lantai saking kerasnya pukulan Devara. Brandon bahkan sampai memerintahkan pengawalnya memegangi tubuh Devara yang sedang emosi.


“Bisa-bisanya kau berselingkuh lagi di belakang kakakku! Sekarang lihatlah yang sudah kau lakukan pada kakak dan keponakanku. Jika sampai mereka kenapa-kenapa, kubunuh kau!”ancam Devara dengan berapi-api.


Brandon dan Caroline bahkan membelalakkan matanya mendengar Devara sudah mengetahui kejahatan Willy selama ini. Keduanya langsung menatap satu-satunya orang yang dipercaya mengetahui dan melaporkan pada Devara. Namun keduanya memilih diam. Karena bagi mereka berdua, yang terpenting saat ini adalah keselamatan Catherine dan putri kecilnya.


Tiba-tiba, pintu ruang operasi terbuka. Dokter yang menangani Catherine dan Thania keluar.

__ADS_1


“Doc, how’s my daughter and my grandaughter?”tanya Brandon begitu melihat dokter keluar dari ruang operasi.


Sambil berbicara dengan dokter, tampak beberapa perawat membawa keluar Catherine.


“She’s fine now”ucap dokter


“Syukurlah”ucap Brandon


Semua orang tampak lega mendengar Catherine yang sudah melewati masa kritisnya dan sekarang dibawa ke ruang ICU untuk pemulihan pasca operasi dan observasi pasca operasi.


“Where’s my grandaughter?”tanya Caroline begitu melihat Catherine dan Nanny yang sudah dibawa keluar dari ruang operasi, namun mereka belum juga melihat Thania kecil dibawa keluar.


“We still try to save your grandaughter”ucap dokter


Rupanya kecelakaan parah itu menyebabkan pendarahan di otak Thania kecil dan sekarang dokter masih berusaha menyelamatkannya.


“Tidak! Cucuku”seru Caroline histeris


Caroline begitu terpukul karena sang cucu yang masih sangat kecil ternyata masih berjuang antara hidup dan mati. Semua orang pun terlihat sedih mendengar berita yang dibawa oleh dokter.


Seorang perawat mendekati sang dokter dan mengatakan sesuatu. Rupanya si kecil Thania, kehilangan banyak darah dan memerlukan transfusi darah sekarang juga.


“Nyonya..nyonya”panggil Jessica sambil memegangi tubuh Caroline


Semua orang menoleh bersamaan ke arah Jessica dan Caroline. Brandon langsung berlari memeluk tubuh sang istri yang lemas tak berdaya.


“Sayang..bertahanlah! Kau harus kuat. Kita harus kuat untuk Catherine dan Thania”pinta Brandon.


“Thaniaku pa..Thaniaku”panggil Caroline dengan suara bergetar dan airmata yang mengalir deras.


“Willy, kau pergilah donorkan darahmu untuk putrimu!”bentak Brandon pada Willy


Willy yang dipenuhi memar, mau tidak mau mengikuti langkah perawat untuk mendonorkan darahnya.


Akhirnya semua orang menunggu di luar ruang operasi. Devara yang menunggui sang kakak. Sementara Arga dan Jessica menemani Brandon dan Caroline menunggui si kecil Thania yang sedang kritis.


Beberapa saat kemudian, perawat datang kembali.


“The blood of the man before doesn’t match with the patient. Is there anyone relate with the baby? The father maybe?”tanya perawat itu dengan terburu-buru.


Semua orang kaget setengah mati mendengar ucapan perawat yang mengatakan darah Willy tidak sesuai dengan golongan darah Thania kecil.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin? Bukankah Willy adalah ayah Thania?”tanya Brandon tak percaya.


“You must be wrong nurse. The man before is the baby’s father”ucap Brandon


“I’m sorry, sir. But the blood doesn’t match at all. Is there anyone of the family? Hurry up! We're running out of time! The baby needs blood right now” seru perawat setengah berteriak karena mereka sedang dikejar waktu untuk segera menyelamatkan nyawa Thania kecil.


“Jadi? Willy bukan ayah Thania? Mungkinkah aku?”gumam Arga dalam hati


“You can take may blood, miss”ucap Arga


Akhirnya Arga yang mendonorkan darahnya. Arga mengikuti langkah perawat.


“Your blood type is match with the patient. You can follow me, sir. I’ll take you to the operation room”ucap sang perawat setelah mendapatkan hasil golongan darah Arga.


Degh..


Hati Arga berdebar sangat kencang. Karena setelah diperiksa ternyata golongan darah Arga sesuai dengan golongan darah Thania kecil. Itu artinya, Arga adalah ayah dari Thania kecil.


Arga pun dibawa masuk ke dalam ruang operasi dan berbaring di samping ranjang Thania kecil setelah memakai pakaian khusus operasi. Arga dapat menatap Thania kecil yang dikelilingi berbagai peralatan medis selama menjalani operasi itu.


“Putriku Thania. Kau putriku. Buah hatiku. Ini daddy, sayang. Jangan takut! Daddy akan bersamamu. Kau harus bertahan sayang. Dan aku akan memeluk tubuhmu dan akan mengatakan pada seisi dunia bahwa kau adalah putri kecilku. Kau darah dagingku. Kau putriku. Bertahanlah sayang!”pinta Arga dengan mata berkaca-kaca. Bahkan airmata bahagia itupun luput dari matanya.


Kebahagiaan yang menyelimuti hati Arga setelah mengetahui bahwa Thania adalah putrinya bersama Catherine. Meskipun Arga belum tahu, bagaimana bisa hasil tes DNA saat itu menyatakan Willy adalah ayah kandung dari Thania. Namun kebenaran yang diperoleh Arga kali ini, adalah sebuah mukjizat dari Tuhan. Karena rupanya feelingnya selama ini benar adanya. Perasaannya sebagai ayah setiap bersama Thania. Yang awalnya dikira Arga karena perasaan sayangnya selama kehamilan Catherine. Namun rupanya itu adalah ikatan batin antara seorang ayah dengan putri kecilnya.


Operasi berjalan selama beberapa jam. Dengan Arga yang mendonorkan darahnya terbaring di samping ranjang sang putri. Arga terus menyemangati Thania kecil agar kuat dan berjuang hidup.


“Ayo Thania sayang! Kamu pasti bisa sayang! Daddy disini sayang”pinta Arga dalam hati sambil menatap lembut sang putri yang berjuang antara hidup dan mati.


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya kak


🥰🥰🥰🥰


Biar author semangat up-nya


😘😘😘


Makasihhhh kk semua🥰🥰🥰🥰


Sehat selalu


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2