
Sepulangnya dari apartemen Ella, Willy yang sedang menyetir tanpa berpikir keras sambil sesekali menatap ke arah Catherine yang sedang tertidur pulas di kursi tengah, sementara Darren masih juga tertidur dalam pangkuannya.
“Aku tak akan biarkan kau meninggalkanku begitu saja untuk kembali pada lelaki itu. Meski aku harus berbohong. Aku akan lakukan semua cara untuk mempertahankanmu di sisiku. Karena kau milikku”gumam Willy dalam hati sambil menyusun sebuah rencana untuk membuat Catherine tetap berada di sisinya.
Sesampainya di mansion Willy, seorang pelayan membopong tubuh kecil Darren dan membawanya ke kamar yang sudah dipersiapkan. Catherine yang merasakan ada pergerakan di dekatnya terbangun setelah sempat tertidur di mobil. Catherine terbangun tepat saat Willy akan membopongnya.
“Kau sudah bangun?”tanya Willy
“Iya..aku jalan sendiri saja”pinta Catherine
“Baiklah”ucap Willy
Akhirnya Catherine turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Willy. Karena merasa sedikit kelelahan, Catherine ingin mandi air hangat.
“Aku ke kamar dulu”ucap Catherine
“Aku akan ke ruang kerjaku sebentar”sahut Willy
Keduanya berpisah menuju ruangan yang berbeda. Willy sempat menatap kepergian Catherine yang berjalan menuju ke kamarnya sambil sesekali memijat lehernya yang terasa agak pegal karena sempat tertidur dengan posisi duduk ketika berada di mobil tadi. Setelah Catherine tak lagi terlihat, Willy melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.
Ruang kerja yang luas dengan rak-rak besar di dalamnya. Buku-buku kedokteran yang tebal-tebal tertata rapi di sana. Willy memasuki ruangan dan menuju meja kerjanya. Willy duduk di meja kerjanya dengan meletakkan kedua tangannya di atas meja.
Willy teringat kembali kejadian di apartemen Ella saat Catherine menerima telepon Arga. Hatinya benar-benar dipenuhi kemarahan dan kecemburuan melihat Catherine akan kembali kepada Arga setelah bercerai dengan dirinya.
“Maaf Cathy. Hanya ini yang bisa aku lakukan supaya kau tetap di sisiku. Aku tak bisa biarkan kau kembali pada lelaki itu. Aku akan lakukan apapun meskipun harus membuatmu membenciku seumur hidupmu. Asal kau tetap di sampingku dan tidak kembali pada lelaki itu”gumam Willy dalam hati.
Dengan mengumpulkan keberaniannya, Willy membuka laci mejanya dan mengambil sesuatu di sana. Willy memandangi benda itu beberapa kali lalu memasukkannya ke sakunya. Willy kemudian berjalan meninggalkan ruang kerjanya dan pergi ke dapur untuk memulai rencana jahatnya.
Sementara itu Catherine yang kelelehan akhirnya berendam di bathup miliknya. Sungguh dua hari ini terasa sangat berat dan melelahkan bagi diirnya. Baru kemarin dirinya sampai di Inggris dengan kondisi tubuh yang lelah setelah menempuh perjalanan jauh dari Paris ke Inggris. Dirinya bahkan belum berisitirahat dengan benar.
Karena ingin segera mengakhiri pernikahannya dengan Willy, Catherine langsung bergegas menemui Willy di Rumah Sakit. Namun kenyataannya, malah Ella meninggal hari itu juga. Sehingga mau tidak mau, Catherine juga ikut disibukkan dengan persiapan pemakaman Ella. Belum lagi dirinya juga harus menjaga dan menenangkan Darren, putra semata wayang Ella. Untung saja, sejak dulu Darren sudah dekat dengan Catherine sehingga Catherine tidak merasa kesulitan menjaga Darren. Bahkan ketika menjelaskan mamanya (Ella) sudah meninggal, Darren kecil yang meski belum paham sepenuhnya, nampak bisa menerima kepergian Ella.
Ternyata semasa hidupnya, Ella sudah sering memberitahu Darren, jika dirinya akan pergi jauh. Pergi sangat jauh. Sehingga Ella sudah mempersiapkan Darren bahwa dirinya mungkin tidak akan bisa menjaga Darren lagi.
****
__ADS_1
Willy berjalan ke kamarnya sambil membawa segelas susu hangat untuk Catherine. Cinta memang kadang membuat manusia menjadi gila dan buta. Meskipun tahu Catherine tak mencintai dirinya namun cinta Willy pada Catherine dan kesedihan karena sudah ditinggalkan Ella membuat pikiran Willy tidak bisa berpikir dengan waras. Dia ingin tetap mempertahankan Catherine di sisinya apapun yang terjadi.
“Cathy?”sapa Willy memanggil istrinya begitu memasuki kamar keduanya.
Willy memandangi kamar yang biasa ditempati keduanya selama ini. Matanya diedarkan untuk mencari keberadaan istrinya. Namun Catherine tidak terlihat di sana.
Willy meletakkan susu hangat tadi di meja nakas di samping ranjang yang biasa ditiduri Catherine. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan wanita cantik yang baru saja mandi.
Catherine keluar dari kamar mandi berbalut jubah mandi dengan rambut yang dibungkus handuk kecil. Catherine tak menyadari jika saat ini ada Willy di dalam kamar sedang memandangi dirinya. Ketika Catherine menoleh ke arah samping, Catherine kaget begitu melihat penampakan Willy.
“Willy? Kau mengagetkanku”seru Catherine kaget sambil memegangi dadanya.
“Kenapa? Kau seperti melihat hantu. Ini kan kamarku juga”jawab Willy
Catherine mengatur nafasnya untuk menghilangkan keterkejutannya tadi.
“Apa yang kau lakukan di sana?”tanya Catherine sambil berjalan menuju meja riasnya.
“Aku bawakan kau susu hangat kesukaanmu. Itu baik untuk meredakan stress dan bisa membuat tidurmu lebih nyenyak”ucap Willy.
Catherine tidak menyadari jika Willy akan melancarkan rencana jahatnya pada dirinya. Willy terus memandangi istrinya yang entah mengapa terlihat begitu menggoda malam ini. Willy terus memandangi Catherine yang sedang mengeringkan rambut panjangnya.
“Aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya malam ini. Itu pasti”gumam Willy dalam hati dengan seringai tipis di bibirnya.
Catherine yang menghadap cermin riasnya, sempat melihat seringai tipis di bibir Willy. Membuat Catherine tiba-tiba bergidik ngeri.
“Kenapa wajah Willy seperti itu? Wajahnya tampak mengerikan”gumam Catherine dalam hati.
“Apa kau akan mandi?”tanya Catherine sambil menatap Willy dari cermin di depannya.
“Aku akan mandi sebentar lagi. Sebaiknya kau minum susu ini sebelum dingin. Apa perlu aku bawakan kesitu?”tanya Willy
“Boleh juga”jawab Catherine
Willy mengambil gelas susu hangat itu dan membawanya pada Catherine.
__ADS_1
“Minumlah”pinta Willy
Willy menyodorkan gelas susu hangat itu di depan Catherine. Catherine menerimanya dan langsung meminumnya tanpa berpikir panjang. Willy menatap Catherine dengan tatapan penuh arti.
“Aku mandi dulu”ucap Willy
Willy memilih berjalan ke kamar mandi setelah melihat Catherine meminum susu hangatnya. Catherine menghabiskan susu hangat pemberian Willy sampai habis.
Di dalam kamar mandi, Willy berendam di bathup miliknya.
“Maafkan aku Cathy. Kau pasti akan membenciku”gumam Willy dalam hati.
Setelah beberapa saat, Willy segera berbilas. Selesai mandi, Willy yang hanya mengenakan sehelai handuk besar untuk menutup bagian pinggangnya ke bawah, keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya dengan handuk kecil. Tampak jelas, tubuh Willy yang atletis, dengan pahatan indah di bagian perutnya yang mirip roti sobek.
Dilihatnya sang istri yang terduduk di kursi sofa sambil mengurut area kepalanya. Willy segera berjalan mendekati Catherine.
“Kamu kenapa?”tanya Willy kuatir
Catherine hanya terpejam sambil sesekali mengurut kepalanya yang terasa sangat pusing. Catherine beberapa kali membuka matanya namun pandangannya terasa kabur. Bahkan Catherine berhalusinasi seolah melihat Arga.
“Kak Arga?”tanya Catherine sambil tangannya menangkup wajah tampan Willy dan melihatnya pada jarak dekat.
Catherine yang berada dalam pengaruh obat, merasakan penglihatan ganda. Membuat objek yang dilihatnya menjadi dua. Catherine tampak membuka dan menutup matanya beberapa kali.
“Ayo aku bantu ke ranjang!”ajak Willy
Willy kemudian memapah tubuh mungil Catherine yang sedang tidak baik-baik saja. Langkah kaki Catherine terseok-seok. Tingkah Catherine saat ini mirip orang yang sedang mabuk karena alkohol. Nampaknya obat yang diberikan Willy bekerja dengan sangat baik. Membuat Catherine setengah sadar, dengan menahan sakit di bagian kepalanya.
Willy menidurkan Catherine ke ranjang dengan perlahan. Dalam keadaan tidak sadar, Willy dapat melihat paha mulus Catherine yang tersibak dari balik jubah mandinya. Membuat Willy menelan ludahnya dengan susah payah. Willy mengusap wajah cantik Catherine yang sudah terlelap di ranjang mereka.
“Maafkan aku karena tak bisa menepati janjiku untuk tidak menyentuhmu tanpa seijinmu. Aku harus melakukan ini supaya kau tetap di sampingku. Maafkan aku”gumam Willy dalam hati
Willy mulai mendekatkan wajahnya ke arah Catherine yang sedang terlelap. Malam ini Willy akan melakukan sesuatu yang sejak lama ingin dilakukannya sebagai seorang suami Catherine Alexander. Dia akan mengambil haknya atas Catherine demi untuk mempertahankan wanita itu tetap di sampingnya. Meskipun taruhannya Willy akan dibenci Catherine seumur hidupnya namun Willy tetap pada pendiriannya. Bagi Willy, lebih baik Catherine membencinya daripada melihat Catherine meninggalkan dirinya.
Dan akhirnya malam itu menjadi malam yang akan dikenang selalu oleh Catherine sebagai malam terburuk dalam hidupnya.
__ADS_1