Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Hari Pertunangan


__ADS_3

Akhirnya Caroline meninggalkan Catherine seorang diri di dalam kamarnya. Keluar dari kamar Catherine, Caroline berpapasan dengan Arga.


“Apa kau sedang sibuk sekarang Arga?”tanya Caroline


“Tidak nyonya”jawab Arga


“Bisa kita bicara empat mata?”pinta Caroline


“Bisa nyonya”jawab Arga


Keduanya kemudian berjalan ke arah taman belakang di kediaman Alexander  yang ada di Inggris tersebut. Kediaman yang berupa mansion luas mirip kastil kerajaan. Keduanya duduk di kursi taman. Menikmati pemandangan taman indah yang tertata rapi dengan aneka bunga.


“Arga”


“Iya nyonya”


“Kau tau, Cathy ku adalah anak yang sangat manja namun juga periang”


“Saya tau nyonya”


“Aku senang karena Cathy tumbuh menjadi gadis yang bahagia dengan hidupnya. Aku tau aku bukan mommy yang baik untuk putra putriku. Tapi aku selalu berusaha mewujudkan apapun yang membuat mereka bahagia”ucap Caroline sambil menatap pemandangan taman belakangnya.


“Nyonya adalah mommy terbaik untuk nona dan tuan muda”


Caroline menoleh pada Arga karena terharu dengan pujian Arga.


“Terimakasih Arga”


“Sama-sama nyonya”


“Arga, kau taukan kalo aku juga menyayangimu seperti putraku sendiri”


“Iya nyonya..saya tau”


“Karena Catherine sebentar lagi akan menikah, apa kau tak berencana untuk menikah juga?”


Arga terhenyak mendengar pertanyaan majikannya. Caroline sengaja menanyakan itu karena tak ingin Arga terlalu lama berada dalam kesedihan karena tak bisa bersama dengan putri kesayangannya. Caroline bahkan berencana mengenalkan Arga dengan putri koleganya.


“Maaf nyonya, saya belum memikirkan masalah itu saat ini”


“Tapi sekarang kau sudah berusia dua puluh enam tahun. Sudah waktunya kau mulai memikirkannya. Tak mungkin kan kau terus melajang. Kau juga harus menikah. Setidaknya untuk meneruskan garis keturunan keluargamu”bujuk Caroline


Arga terdiam mendengar penuturan Caroline. Karena meskipun dirinya tidak berminat menikah dalam waktu dekat, tapi Arga juga tak bisa menafikan fakta jika keluarganya juga membutuhkan penerus keluarga. Apalagi dirinya adalah anak tunggal.


“Jika kamu mau, aku ingin mengenalkanmu pada putri kolegaku”


“Terimakasih nyonya atas perhatiannya, tetapi untuk saat ini saya belum berpikir untuk menikah”


“Pikirkan lagi tawaranku. Ini demi masa depanmu”ucap Caroline sambil memegang bahu Arga.


Arga hanya menganggukkan kepalanya.


“Baiklah! Aku akan kembali ke dalam. Pikirkan baik-baik tawaranku tadi. Dan jika kau berubah pikiran, tawaranku masih berlaku”


“Terimakasih nyonya”


Caroline pun beranjak dari kursi taman dan berjalan memasuki mansion miliknya. Sempat Caroline menoleh sebentar menatap lelaki muda yang sedang tampak bimbang dengan masa depannya kelak.


“Setidaknya ini yang bisa aku lakukan untuk membuatmu melupakan putriku”gumam Caroline dalam hati


Sementara itu, tatapan mata Arga menerawang jauh ke depan. Pikirannya mengelana tak tentu arah.


“Sanggupkah aku melupakanmu Cathy?”gumam Arga dalam hati


****

__ADS_1


Acara pertunangan yang sudah direncanakan akhirnya terwujud juga. Acara sengaja dilaksanakan di mansion keluarga Alexander, dengan mengundang keluarga dekat, dan beberapa kolega terdekat dari keluarga Alexander dan Anderson.


Mansion pun sudah disulap dengan sangat indah. Hiasan buket bunga besar menghiasi sepanjang mata memandang. Para tamu undangan terlihat sangat tampan dengan setelan jas resmi dan para wanitanya juga nampak anggun dalam balutan dress-dress panjang.


Sepasang kekasih yang akan diikat dalam ikatan pertunangan itupun nampak gagah dan anggun. Catherine nampak cantik dalam balutan mermaid dress panjang offshoulder warna cream dengan train panjang bertabur manik-manik yang indah diseluruh gaun.


Sementara Willy nampak sangat gagah dalam setelan jas warna dark grey miliknya. Dokter muda yang sekarang resmi menjadi tunangan Catherine, terlihat semakin tampan. Senyum indah keduanya terus tersungging di wajah masing-masing sambil menerima ucapan selamat dari para undangan. Catherine tanpa canggung melingkarkan tangannya di lengan Willy, calon suaminya.


Arga yang didapuk sebagai penanggungjawab acara pertunangan nona mudanya tampak mengawasi acara sambil berkomunikasi dengan anak buahnya melalui headphone kecil yang terselip di telinganya.


Arga melihat dari kejauhan wanita yang sangat dicintainya sedang bersama dengan tunangannya. Melihat senyum indah Catherine, membuat hati Arga diliputi dengan kesedihan. Hatinya terasa sesak melihat wanita yang sangat dicintainya akan segera bersanding di pelaminan dengan lelaki lain.


Lelaki mana yang tak akan patah hati melihat pujaan hatinya tersenyum bahagia bersama dengan lelaki lain.


“Menyakitkan bukan melihat orang yang kita cintai bersama dengan orang lain?”tanya seseorang yang kini berdiri di samping Arga sambil membetulkan rambutnya.


Suara itu pun membuyarkan lamunan Arga. Membuat Arga spontan menoleh pada sang pemilik suara.


“Aunty?”tanya Arga


“Hushhh..berapa kali harus aku katakan padamu. Jangan memanggilku aunty”protes wanita yang lebih tua sebelas tahun dari Arga.


“Maaf kak”sahut Arga


Wanita itupun tersenyum begitu mendengar Arga memperbaiki panggilan terhadap dirinya. Wanita cantik itu berdiri di samping Arga sambil menyeruput sampaigne di gelasnya. Tatapan matanya tertuju pada sang keponakan yang terlihat bahagia di hari pertunangannya.


“Kenapa kakak tidak bergabung dengan keluarga kakak?”tanya Arga


“Ck..kau ini. Malah mengusirku. Padahal aku sudah berbaik hati ingin menghibur hatimu”jawab wanita itu.


“Saya baik-baik saja kak. Kakak tak usah kuatir”jawab Arga dengan memasang wajah datarnya sambil matanya menatap sekeliling mengawasi keadaan.


“Kau mungkin baik-baik saja. Tapi aku tahu yang disini tidak sedang baik-baik saja”tunjuk wanita itu ke arah dada Arga.


Arga akhirnya berbincang dengan salah satu adik dari tuannya, Veronica Alexander. Adik perempuan Brandon Alexander yang usianya terpaut dua tahun lebih muda dari Caroline itu adalah salah satu anggota keluarga yang mengetahui perasaan yang dimiliki Arga pada Catherine.


“Aku tahu bagaimana rasanya melihat orang yang kita cintai bersama dengan orang lain. Karena itu aku ingin sedikit menghiburmu”ucap Veronica


“Apa bukan karena kakak ingin membuat seseorang cemburu padaku?”goda Arga.


“Disini kakak rupanya”panggil Victoria, adik perempuan Veronica.


“Kenapa kau juga kemari Vic?”tanya Veronica dengan ketus pada sang adik.


Victoria hanya tersenyum dan duduk di kursi yang dekat dengan mereka berdua.


“Aku bosan dengan pesta ini”jawab Victoria dengan entengnya.


“Kenapa aku malah berada di antara wanita-wanita gila ini?”gumam Arga dalam hati mendapati dirinya terjebak di antara dua majikan wanitanya yang sama-sama aneh.


“Kenapa kakak tidak menemani kak Jack? Lihatlah dia berdiri di sana sedang menunggumu”goda Victoria sambil menunjuk pada Jack Dragon yang kebetulan memang sedang menatap wanitanya.


“Biarkan saja dia. Aku mau menemani Arga saja”ucap Veronica dengan santainya.


Veronica bahkan sengaja menyentuh wajah tampan Arga untuk membuat lelaki yang dicintainya selama ini murka.


“Kak, hentikan! Apa yang kau lakukan? Jangan membuatku masuk dalam pusaran masalah kak Ve dengan uncle Jack”pinta Arga dengan tegas.


Veronica sengaja mendekatkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu pada Arga.


“Ayolah bantu aku kali ini! Atau kau mau aku beberkan rahasiamu pada kakakku?”ancam Veronica pada Arga.


“Sialan! Dia selalu menjadikan tuan Brandon untuk mengancamku”gerutu Arga dalam hati


Tanpa diduga Jack Dragon malah sudah berdiri di belakang wanitanya dan menatap tajam ke arah Arga.

__ADS_1


“Uncle Jack?”


Veronica yang mendengar Jack berada di dekatnya malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Veronica kemudian berbalik dan menyunggingkan senyum di wajah cantiknya untuk menyapa lelaki menyebalkan yang sangat dicintainya.


“Kak Jack?”sapa Veronica dengan tersenyum


“Arga, bukankah sekarang waktunya kau bekerja? Pergilah dan awasi acara”perintah Jack Dragon pada Arga.


“Baik uncle”jawab Arga.


“Kak Jack, kau mau duduk menemani kami disini?” ajak Victoria


Dia sengaja memancing kemarahan kakak perempuannya. Terbukti saat ini Veronica menatapnya dengan tajam. Victoria yang mendapat tatapan membunuh dari sang kakak malah cekikikan melihat kakaknya kebakaran jenggot.


Jack yang memang ingin berada di dekat Veronica akhirnya memilih duduk di samping Veronica. Membuat wanita cantik itu spontan menoleh pada Jack Dragon.


“Bukankah kakak juga sekarang waktunya bekerja? Pergilah dari sini!”usir Veronica.


“Aku lelah setelah menempuh perjalanan dari Amerika kemari”ucap Jack yang memang baru saja sampai dari perjalanan panjang Amerika-Inggris.


“Siapa suruh kau kemari”sindir Veronica lirih sambil menyeruput gelas berisi sampaigne di tangannya.


Jack menyunggingkan sudut bibirnya mendengar wanitanya yang sedang menggerutu.


“Kenapa kalian berdua tidak menikah saja sih? Aku capek melihat kalian bermain petak umpet seperti ini”ucap Victoria sambil menatap dua orang yang duduk di hadapannya.


“What? Menikah dengan dia?”tanya Veronica sambil memasang wajah seolah muak dengan keberadaan Jack.


“Siapa juga yang mau menikahi wanita menyedihkan seperti kakakmu itu”sindir Jack


“Hei..jaga mulutmu! Apa kau lupa kau sedang bicara dengan siapa?”sungut Veronica dengan emosi setelah dipanggil dengan sebutan wanita menyedihkan oleh lelaki yang sebenarnya menguasai hatinya.


“Lalu kau sebut apa wanita yang hobi gonta ganti pasangan jika bukan wanita menyedihkan”sindir Jack


Veronica malah menarik sudut bibirnya mendengar Jack mengatai dirinya.


“Ck..setidaknya aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya yang sudah meninggal. Bukankah lelaki seperti itu lebih menyedihkan?”sindir Veronica dengan telak


Membuat Jack Dragon, sang pemimpin mafia klan Naga Api itu, langsung terbungkam. Jack mengeratkan giginya menahan amarahnya setelah wanita yang dicintainya itu mengungkit kembali masa lalunya. Bahkan Jack tampak mengepalkan tangannya dengan kuat.


Victoria menggelengkan kepalanya. Sungguh berhadapan dengan dua orang dihadapannya ini, membuat dirinya kewalahan. Karena baik kakak perempuannya maupun asisten pribadi kakak lelakinya, tak ada satupun yang mau mengakui perasaan masing-masing. Sehingga setiap bersama selalu saja terjadi pertengkaran di antara keduanya.


“Sudahlah..kalian teruskan saja pertengkaran kalian. Aku mau mencari udara segar di luar”ucap Victoria


Victoria kemudian memilih meninggalkan kedua manusia yang saat ini saling menatap dengan tatapan tajam. Tak ada seorangpun yang mau mengalah. Membuat suasana di sekitar keduanya terasa mencekam.


Sementara itu,


“Kau kenapa?”tanya Willy pada wanita yang baru saja resmi menjadi tunangannya.


Catherine menatap tunangannya.


“Aku sedikit pusing. Aku ingin mencari udara segar”ucap Catherine yang memang merasa sedikit pusing.


“Baiklah aku akan menemanimu”sahut Willy.


“Kau disini saja. Aku hanya keluar sebentar. Jika sudah baikan, aku akan kembali kemari. Kau temani para undangan”pinta Catherine


“Tapi..”


“Aku mohon Will..kasihan orangtua kita jika kita berdua tidak ada satupun yang berada di sini. Aku hanya sebentar. Aku hanya butuh udara segar”pinta Catherine dengan wajah memelas.


Akhirnya Willy mengabulkan permintaan wanita yang dicintainya itu.


“Baiklah! Cepatlah masuk jika sudah merasa baikan”pinta Willy

__ADS_1


Catherine menganggukkan kepalanya tanda setuju. Catherine kemudian pergi keluar meninggalkan acara pesta pertunangannya dan beranjak ke arah taman belakang.


Arga yang melihat wanitanya berjalan seorang diri meninggalkan acara pesta, segera memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menggantikannya. Sementara dirinya berjalan menyusul nona mudanya. Ada kekhawatiran terpancar di mata Arga melihat wanita itu pergi begitu saja, menuju taman belakang.


__ADS_2