
Catherine menatap lembut ke arah Arga yang kelihatan salah tingkah.
“Kakak kenapa?”tanya Catherine kuatir.
Catherine bahkan mendekatkan tubuhnya ke arah Arga. Catherine kuatir jika Arga sakit atau tidak enak badan.
“Nona mau apa?”tanya Arga melihat Catherine yang mendekati dirinya.
Arga bahkan memundurkan tubuhnya sementara Catherine justru semakin mendekati dirinya. Arga dapat melihat dengan jelas, manik mata indah Catherine yang menatapnya dengan tatapan penuh kekhawatiran.
“Kakak sakit?”tanya Catherine sambil meletakkan telapak tangannya di dahi Arga.
“Saya baik-baik saja nona”jawab Arga sambil menyingkirkan tangan Catherine.
“Lalu kenapa wajah kakak memerah? Aku pikir kakak demam”ucap Catherine kuatir.
“Syukurlah kalo kakak baik-baik saja”ucap Catherine tulus.
Dia melanjutkan meminum susu hangatnya lagi. Arga memegang pipinya sendiri.
“Huh..hampir saja aku ketahuan”gumam Arga dalam hati
Arga melirik ke arah Catherine yang tampak santai meminum susu hangatnya. Arga menggelengkan kepalanya melihat gadis ABG yang tadi sudah sukses membuat dia salah tingkah hanya dengan melihat bibir seksinya itu.
“Kapan nona akan ke penthouse? Saya akan mengantar nona kesana”ucap Arga
“Aku mau menginap di sini”jawab Catherine santai
“Tidak bisa”seru Arga dengan cepat
Arga yang terkejut dengan ucapan Catherine tanpa sadar meninggikan suaranya. Membuat Catherine juga terkejut dengan suara Arga yang tiba-tiba meninggi.
“Iihh..kakak apa-apaan sih? Aku kaget tau”ucap Catherine sambil memukul lengan Arga karena sudah membuat dirinya kaget.
“Nona juga apa-apaan..kenapa nona mau menginap disini? Bagaimana dengan tuan besar? Apa beliau tau rencana nona?”Arga memberondong Catherine dengan serentetan pertanyaan.
“Tenang kak..aku sudah ijin mommy. Dan mommy mengijinkan. Jadi kakak ga perlu kuatir”ucap Catherine mencoba menenangkan Arga
“Tetap saja..mana mungkin saya biarkan nona disini”tolak Arga
“Masa bodoh..pokoknya aku mau disini”ucap Catherine sambil meletakkan kepalanya di paha Arga.
“Nona..apa yang nona lakukan?”tanya Arga melihat Catherine tidur dalam pangkuannya.
Catherine tak memperdulikan penolakan Arga. Dia malah sudah memejamkan matanya.
“Kakak bisa tenang ga sih? Aku tuh masih jetlag. Biarkan aku berisitirahat sebentar saja”ucap Catherine dengan mata terpejam.
“Gadis gila ini bisa membuatku mati berdiri. Dasar!”gumam Arga dalam hati sambil menatap Catherine yang tertidur dipangkuannya.
Arga bahkan tersenyum dengan kelakuan nona mudanya yang selalu disebutnya dengan gadis gila. Karena kasihan, akhirnya Arga merelakan pahanya menjadi sandaran kepala Catherine. Entah karena memang sudah mengantuk, atau karena efek jetlag, Catherine sudah tertidur dengan pulas.
Nafasnya yang teratur menandakan si pemilik tubuh sudah tertidur pulas. Walaupun kakinya lama kelamaan kebas, menyangga kepala Catherine yang tertidur di pahanya, tapi Arga tetap diam. Arga bahkan tak berani bergerak, karena takut membangunkan Catherine. Dan saat Catherine dalam keadaan tidur, membalik tubuhnya sehingga wajahnya tepat menghadap Arga, lelaki muda itu tampak tersenyum menikmati pemandangan indah di bawahnya. Pemandangan gadis cantik yang beranjak ABG yang selalu mengatakan menyukainya dan menjadikan Arga sebagai kekasihnya tanpa persetujuan Arga.
__ADS_1
“Gadis gilaku.. Kenapa kau bisa tertidur dengan pulas seperti itu?”
Setelah memastikan Catherine benar-benar tertidur, dengan perlahan Arga mengangkat tubuh Catherine. Arga membopong Catherine ke tempat tidur. Arga menurunkan tubuh Catherine dengan sangat perlahan. Takut membangunkan gadis cantik itu.
Arga membaringkan tubuhnya di samping Catherine. Arga menyangga kepalanya dengan tangan kanannya. Menatap wajah cantik Catherine yang tertidur pulas. Tiba-tiba tanpa terduga, Catherine melingkarkan tubuhnya ke tubuh Arga dan menjadikan Arga sebagai gulingnya. Bahkan kaki Catherine melingkar di tubuh Arga.
Arga kaget setengah mati karena Catherine mendekap tubuhnya dengan sangat erat hingga Arga tak bisa bergerak.
“Apa dia pikir aku ini guling?”gerutu Arga dalam hati sambil mencoba menyingkirkan tangan dan kaki Catherine yang melingkar di atas tubuhnya.
Bisa saja Arga mengerahkan seluruh tenaganya untuk melepaskan diri dari dekapan Catherine. Tetapi jika hal itu dilakukan, sudah bisa dipastikan Catherine akan terbangun. Padahal gadis itu kelihatan sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh hampir 20 jam lamanya dari Indonesia ke Amerika. Akhirnya Arga memilih pasrah saja didekap dengan sangat erat oleh Catherine.
Arga berusaha sekuat tenaga untuk tidak terjaga selama menjadi “guling” Catherine. Namun berada di ranjangnya yang empuk dan nyaman, membuat Arga tak kuasa menahan kantuk yang mulai menyerangnya. Beberapa kali mata Arga terpejam, namun sesaat kemudian Arga langsung membelalakkan matanya begitu menyadari dirinya hampir tertidur. Dan begitu terus sepanjang malam, hingga akhirnya Arga benar-benar tertidur di samping Catherine.
Keduanya tertidur di ranjang yang sama. Dengan Catherine yang memeluk tubuh besar Arga dan menjadikannya sebagai guling. Sepanjang malam, keduanya tertidur dengan sangat pulas. Bahkan keduanya saling berpelukan dengan Catherine yang menyandarkan kepalanya di tangan kekar Arga.
Ketika pagi menjelang, Catherine yang terbangun lebih awal mengerjapkan matanya perlahan.
“Aroma parfum ini..”gumam Catherine dalam hati dengan mata yang masih terpejam.
Semerbak aroma parfum yang menyeruak mengisi indera penciuman Catherine membuatnya perlahan membuka mata. Saat matanya sudah terbuka, Catherine tersenyum melihat wajah tampan Arga yang berada di depannya.
“Dia benar-benar tampan”gumam Catherine mengagumi ketampanan lelaki yang dicintainya itu.
Arga tampak menggeliat. Membuat Catherine terkejut dan berpura-pura tertidur. Arga mulai membuka matanya. Dia sangat terkejut mendapati dirinya tertidur di samping Catherine. Arga bahkan segera terbangun dan menyingkirkan kepala Catherine yang bersandar di lengannya. Membuat Catherine mau tidak mau juga ikut terbangun.
“Brakkk”
Pintu kamar mandi dibanting dengan keras.
“Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa tidur bersama nona?”gumam Arga dalam hati
“Oh iya, semalam aku yang memindahkan nona ke ranjangku. Ahh..kenapa aku bisa lupa?”gerutu Arga dalam hati sambil membasuh wajahnya dengan air keran dari wastafel.
Dinginnya air keran, menyejukkan wajah dan membuat Arga terjaga. Matanya langsung segar setelah diguyur air. Arga meraih handuk kecil yang tergantung di dekat wastafel dan mulai membersihkan wajahnya dari sisa-sisa air yang menempel di wajah tampannya.
“Tok..tok..tok”
Pintu kamar mandi di ketuk beberapa kali dari luar.
“Kak..kakak cepat keluar”pinta Catherine
Arga segera membuka pintu kamar mandi. Catherine yang sudah kebelet pipis, langsung merangsek masuk kamar mandi dan mendorong tubuh Arga supaya segera keluar.
“Ihh..kakak cepetan keluar. Aku kebelet nih”pinta Catherine dengan buru-buru.
Arga segera beranjak dari tempatnya. Catherine pun segera menutup pintu kamar mandi dan menuntaskan ritual paginya itu.
“Ahhh..akhirnya”ucap Catherine lega
Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, Catherine keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
“Hummm..aromanya lezat”gumam Catherine sambil memejamkan matanya setelah mencium aroma margarin yang begitu wangi.
Catherine segera berjalan menuju dapur. Sekali lagi dilihatnya Arga sedang memasak menggunakan apron.
“Kakak masak apa?”tanya Catherine yang berdiri di samping Arga.
“Saya masak nasi goreng”jawab Arga dengan wajah datarnya.
Tangannya begitu terampil mengaduk semua bahan menjadi satu. Catherine terlihat sangat menikmati pemandangan lelaki balok es-nya yang sangat mahir memasak. Memasak untuk dirinya.
“Aromanya sedap kak”puji Catherine sambil tersenyum.
Arga diam saja mendengar pujian Catherine. Diletakkannya nasi goreng yang sudah masak itu di atas piring. Tak lupa Arga meletakkan telur mata sapi setengah matang kesukaan Catherine di atas nasi gorengnya.
“Nona duduk saja. Biar saya yang membawa piring ini ke meja”pinta Arga
“Sudah berapa kali aku bilang..aku mau membantu kakak. Kita sarapan bersama ya?”pinta Catherine sambil menarik tangan Arga ke ruang makan.
Catherine memakan nasi goreng buatan Arga dengan sangat lahap. Seperti orang kalap yang sudah berhari-hari belum makan. Membuat Arga menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Catherine yang menggemaskan saat memakan sarapan buatan dirinya.
“Ini enak banget kak”puji Catherine lagi
“Terimakasih nona”jawab Arga dingin dengan tangannya yang sibuk menyendokkan sesuap demi sesuap nasi goreng buatan dirinya ke dalam mulut.
“Kakak hari ini ga usah kuliah ya?”pinta Catherine
“Saya tidak bisa. Maaf nona”sahut Arga
“Ayolah kak! Sehari saja..mau ya? Aku ingin jalan-jalan keliling kota bersama kakak. Kita kan udah lama ga ketemu. Apa kakak ga kangen sama aku?”tanya Catherine dengan wajah memelas.
Sekuat tenaga Arga menguasai dirinya agar tak terpesona dengan wajah Catherine yang terlihat sangat menggemaskan saat sedang merajuk pada dirinya.
“Maaf nona..saya tidak bisa. Nona bisa keliling kota diantar para bodyguard kan?”
“Ga asyik..aku kan maunya ditemenin kakak. Kalo kakak ga mau, aku telpon papa sekarang juga”ancam Catherine
“Hufft”
Arga menghela nafasnya perlahan. Sungguh berurusan dengan nona mudanya yang manja dan semaunya sendiri itu menguras emosi Arga.
“Baiklah jika itu keinginan nona..saya akan temani nona jalan-jalan”
“Benarkah? Aaaa..kakak memang yang terbaik. I love you kak”ucap Catherine sambil berlari ke arah Arga untuk memeluknya.
Arga yang melihat Catherine berlari kegirangan ke arahnya langsung mendorong bahu Catherine hingga gadis itu berjarak dari dirinya.
“Nona mau apa?”tanya Arga dengan kedua tangannya menahan bahu Catherine
“Memeluk kakak”jawab Catherine dengan polosnya.
“Tidak perlu nona. Sebaiknya segera habisnya sarapan nona. Setelah itu bersiaplah. Kita berangkat sebentar lagi”perintah Arga
“Okey..siap kakak!”jawab Catherine dengan suara manjanya.
__ADS_1