Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
EXTRA PART (4) : Menjadi Bulan-Bulanan Bocah Nakal


__ADS_3

Di salah satu ruangan di kediaman Alexander, tampak keluarga besar Alexander sedang berkumpul merayakan pernikahan “dadakan” Arga dan Catherine. Suasana penuh kebahagiaan terlihat jelas di sana. Karena sama sekali tidak direncanakan maka perayaan kebahagiaan antara Arga dan Catherine pun dirayakan dengan sederhana.


Devara merebahkan tubuhnya di kursi sofa. Lelaki tampan itu tak henti-hentinya tertawa. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Membuat semua anggota keluarga mengernyitkan dahinya melihat kelakuan tuan muda Alexander itu.


“Kau kenapa Dev? Mommy perhatikan sejak turun dari mobil kau tak berhenti tertawa?”tanya Caroline


Devara meneguk gelas anggur di tangannya lalu menatap sang mommy.


“Iya, papa perhatikan kau terlihat sangat bahagia sekali”ucap Brandon sambil meneguk gelas anggur di tangannya.


Catherine yang mengenal dengan baik sang adik, menatap Devara dengan tajam.


“Ada apa sayang?”tanya Arga pada sang istri sambil berbisik melihat perubahan ekspresi di wajah cantik Catherine


Catherine hanya tersenyum lalu meminta seorang nanny untuk mengganti pakaian Thania.


“Nanny, tolong antar Thania ke kamar. Ganti pakaiannya!”perintah Catherine


Nanny menganggukkan kepalanya dan mengantar si kecil Thania ke kamarnya untuk berganti pakaian. Catherine meraih tangan mungil sang putri.


“Thania ikut nanny ya? Ganti pakaianmu dulu!”pinta Catherine sambil mengusap kepala sang putri


“Okey mommy”sahut Thania


Thania diantar sang nanny kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Devara yang masih juga bungkam alasan kenapa dirinya terlihat bahagia hanya tertawa saja sejak tadi. Membuat Catherine langsung menghampiri Devara dan menatapnya dengan sangat tajam.


“Kau pasti sedang mengolokku kan, Dev?”tanya Catherine


“Darimana kakak tahu?”tanya Devara


“Aku sangat mengenalmu bocah nakal. Suara tawamu juga terdengar sangat mengejek. Cepat katakan! Kenapa kau tertawa seperti itu?”tanya Catherine yang mulai tidak sabaran


Devara yang menyadari semua anggota keluarganya yang sudah penasaran akhirnya buka mulut juga.


“Sejak dulu aku tahu kakak itu gila. Tapi aku tak menyangka pernikahan kakak juga akan segila tadi, hahahahaha”ejek Devara


Membuat Catherine ingin memukul kepala Devara tetapi Devara berhasil menghindar.


“Bocah kurang ajar!”umpat Catherine

__ADS_1


“Dev, jangan seperti itu pada kakakmu”pinta Caroline


“Sorry mom, tapi mommy harus mengakui bahwa pernikahan mereka berdua (Arga dan Catherine) memang sangat gila. Mana ada mempelai wanita berubah hanya dalam waktu singkat seperti itu? Seumur hidupku aku baru kali ini melihat pernikahan aneh seperti pernikahan mereka, hahahaha”ejek Devara lagi dengan suara tawa yang sangat keras.


Arga yang mendengar suara tawa mengejek Devara hanya diam dengan ekspresi wajahnya yang dingin. Membuat Catherine gemas melihat suaminya hanya diam ketika dirinya diejek seperti itu oleh Devara.


“Kakak jangan diam saja. Lakukan sesuatu! Jangan diam seperti itu! Kakak tidak lihat bocah nakal itu baru saja mengejek kita”gerutu Catherine


“Biarkan saja!”ucap Arga singkat


“Sorry kak. Tapi aku bicara kenyataan. Kalian ingat, bahkan penghulu saja sampai kebingungan karena mempelai wanitanya tidak sesuai dengan data yang ada ditangannya”goda Devara sekali lagi


Membuat Catherine semakin meradang mengingat semua ucapan Devara yang memang benar adanya. Ketika pernikahan tadi, penghulu bahkan menolak menikahkan mereka. Sehingga pernikahan Arga dan Catherine sementara hanya dilaksanakan secara agama saja. Dan belum dicatatkan ke Kantor Urusan Agama. Karena penghulu yang bertugas menikahkan Arga dan Jessica menolak menikahkan Arga dengan Catherine.


“Sudah..sudah Dev. Jangan mengejek kakakmu!”ucap Brandon menenangkan suasana.


“Iya Dev. Berhenti mengejek kakakmu! Yang terpenting sekarang mereka sudah resmi menikah”ucap Caroline sambil menatap Arga dan Catherine bergantian.


Hati Caroline diliputi dengan kebahagiaan karena akhirnya sang putri bisa menikah dengan lelaki yang sangat dicintainya yang juga adalah ayah kandung dari cucu pertamanya.


“Kapan kalian akan mengurus berkas pernikahan kalian ke Kantor Urusan Agama? Karena pengurusan di KUA harus kalian sendiri yang mengurusnya dan datang langsung ke sana”tanya Brandon


Catherine memukul pelan lengan Arga membuat Arga menoleh pada wanita cantik yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


“Kenapa memanggil tuan besar? Panggil papa”ucap Catherine


Arga serba salah. Selama puluhan tahun, selalu memanggil Brandon dengan sebutan tuan besar, kini dia harus memanggil dengan sebutan papa pada lelaki paruh baya yang sudah resmi menjadi papa mertuanya.


“Benar! Panggil papa dan mommy. Kita keluarga sekarang!”pinta Caroline sambil tersenyum


“Baik..papa..mommy”ucap Arga dengan sedikit terbata-bata.


Arga masih merasa canggung dengan sebutan baru yang harus dilekatkan pada Brandon, Caroline dan Devara. Karena mereka sekarang adalah sebuah keluarga besar. Catherine menggenggam tangan sang suami untuk menenangkannya. Senyum indah Catherine berhasil membuat Arga merasa nyaman dan tidak canggung lagi harus berinteraksi dengan papa dan mommy mertuanya.


Mereka berlima pun berbincang ringan. Suasana menjadi sangat hangat di antara mereka. Dan tentu saja, Devara dan Catherine selalu bertengkar tak ada habisnya. Seperti itulah hubungan kakak beradik yang tak pernah akur itu. Namun meskipun begitu, keduanya saling menyayangi satu sama lain. Memang bahasa cinta keduanya sedikit aneh. Bertengkar dan berdebat menjadi bahasa cinta di antara keduanya. Bahkan pertengkaran mereka hanya menjadi hiburan bagi Arga, Caroline dan Brandon yang sudah sangat mengenal kakak beradik itu.


Ditengah percakapan mereka, tiba-tiba Catherine terperanjat kaget.


“Oh tidak!”pekik Catherine kaget.


“Kenapa sayang?”tanya Arga pada Catherine sambil mengernyitkan dahinya

__ADS_1


Semua anggota keluarga Alexander menatap Catherine dengan wajah penasaran.


“Aku lupa tas dan gaunku masih ada di rumah Jessica”ucap Catherine dengan polosnya


“Aku pikir ada apa. Mengagetkan saja”sahut Devara


Arga menghela nafasnya perlahan. Dia juga berpikir ada sesuatu yang gawat, namun ternyata hanya tas dan gaun Catherine yang tertinggal di kediaman Jerry.


“Aku akan minta Alan mengambilkan tas dan gaunmu”ucap Arga dengan tenang.


Catherine tersenyum bahagia menatap sang suami yang sangat perhatian. Sikap ceroboh Catherine yang selalu melupakan barang-barang miliknya sudah bukan hal yang baru bagi Arga. Dia tidak kaget jika istrinya itu masih juga ceroboh dan pelupa.


“Dasar wanita ceroboh. Kenapa bisa aku mencintai wanita seceroboh dia”gumam Arga dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Arga segera menghubungi anak buahnya untuk mengambilkan barang Catherine yang tertinggal. Setelah menutup telepon, Arga dan Catherine pamit ke kamar, karena ingin beristirahat sejenak.


“Kami ke kamar dulu pa..mom”pamit Catherine


“Iya..istirahatlah. Nanti kita makan malam bersama”jawab Caroline


“Hei kak, jangan tancap gas dulu. Ingat, ini masih sore”goda Devara pada Arga dengan seringai nakal di wajah tampannya.


Membuat Arga membelalakkan matanya karena paham maksud dari godaan Devara tadi. Bahkan wajah Arga sampai memerah mendengar godaan Devara barusan. Catherine yang malu melihat perubahan wajah suaminya segera berjalan ke arah Devara dan sekali lagi ingin memukulnya karena sudah lancang mengerjai suaminya.


“Dasar bocah nakal!”umpat Catherine sambil tangannya terayun ke arah Devara


Devara yang berhasil mengerjai Arga dan Catherine hanya tertawa melihat kedua manusia yang sudah resmi menjadi suami istri itu kelabakan dengan godaannya.


Arga segera menarik tangan Catherine daripada terus-terusan menjadi bulan-bulanan Devara yang memang suka jahil.


“Kita pergi saja dari sini!”ajak Arga sambil menggandeng tangan Catherine


Catherine yang sedang sangat kesal, menurut saja ditarik tangannya oleh Arga.


“Awas kau Dev! Tunggu pembalasanku!”ancam Catherine dengan tatapan tajam pada Devara.


Devara hanya cengengesan mendengar ancaman sang kakak yang sedang sangat kesal pada dirinya. Caroline dan Brandon memilih meninggalkan Devara menuju ruang kerjanya untuk mengurus beberapa pekerjaan. Devara sendirian di ruang keluarga mengambil hp nya dan menatap wajah kekasih hatinya yang sangat dirindukannya. Andai saja dirinya tak sedang menjalani “hukuman” ketiga kakek Arya, pasti dirinya akan segera menemui Ayra.


“Aku sangat merindukanmu sayang”gumam Devara dalam hati sambil mengusap foto sang kekasih yang terpampang di layar hp nya.


Saat ini Devara sedang menjalani “hukuman” dari kakek Arya untuk merancang sebuah acara lamaran kejutan untuk Ayra. Kakek Arya juga melarang Devara untuk menemui Ayra selama menjalani masa hukumannya. Jadi Devara harus menahan rasa rindunya pada sang pujaan hati.

__ADS_1


__ADS_2