Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Tak Bisa Berbagi Cinta


__ADS_3

Arga tampak menunggu Jessica keluar dari kuliahnya. Dengan kacamata hitam dan penampilan serba hitamnya, membuat lelaki tampan itu menjadi pusat perhatian di kampus Jessica. Terutama para mahasiswi yang terpesona dengan ketampanan Arga.



Beberapa mahasiswi bahkan berani mendekati lelaki tampan itu dan mengajaknya berkenalan. Tetapi Arga dengan sopan menolak ajakan mereka untuk berkenalan.


“Dasar sombong!”gerutu para mahasiswi yang ditolak Arga


Mereka memasang wajah cemberutnya karena sudah ditolak Arga untuk sekedar berkenalan.


Jessica yang sudah selesai kuliah, sedang berjalan bersama teman-temannya. Dia terlihat bahagia bercengkerama dengan teman-temannya. Begitu melihat penampakan lelaki tampan yang adalah kekasihnya, Jessica tampak kaget dan berusaha melarikan diri.


“Kak Arga? Kenapa dia kemari? Aku harus pergi dari sini”gumam Jessica dalam hati


“Kalian pergi saja ke kantin. Tiba-tiba aku ingat ada urusan penting yang harus aku kerjakan. Sampai ketemu lagi ya? Bye”pamit Jessica dengan cepat.


“Hei.. Jess..kenapa buru-buru begitu? Jess..”Clara memanggil-manggil nama Jessica dengan keras namun gadis itu keburu pergi.


Arga yang tadi sempat melihat Jessica datang, segera berdiri dari kursi yang didudukinya. Awalnya Arga senang bisa melihat gadis cantik yang diakui sebagai kekasihnya itu, namun Arga kembali harus menelan pil pahit karena gadis itu justru melarikan diri setelah melihat dirinya.


Arga segera menyusul Jessica. Arga yang berpapasan dengan Clara dan Inggrit sempat bertanya pada keduanya tentang Jessica.


“Maaf, kalian tahu Jessica kemana?”tanya Arga


“Oh..kamu pacar Jessica yang waktu itu ya?”tanya Clara


“Iya”sahut Arga


“Jeje tiba-tiba saja pergi. Dia bilang ada urusan penting katanya”sahut Inggrit


Merasa tak mendapatkan jawaban tentang Jessica, Arga segera berlari mengejar Jessica. Arga meninggalkan kedua sahabat Jessica yang terlihat mematung melihat kelakuan keduanya.


Arga yang masih bisa melihat Jessica, segera mempercepat langkah kakinya. Sementara Jessica yang tak mengetahui Arga sudah sangat dekat dengan dirinya malah memilih bersembunyi di balik tembok. Berharap Arga tidak mengetahui keberadaannya.


“Apa dia sudah pergi?”tanya Jessica sambil clingukan mencari Arga


Jessica tidak menyadari jika sekarang Arga sudah berdiri di belakangnya. Arga tersenyum melihat sang kekasih yang seperti anak kecil yang sedang main petak umpet dengan dirinya.


“Syukurlah dia tak bisa mengejarku”gumam Jessica


Saat Jessica membalik tubuhnya, tak sengaja dia menabrak tubuh Arga. Karena tak memperhatikan siapa yang ditabraknya, Jessica buru-buru minta maaf.


“Maaf..aku tidak sengaja”ucap Jessica


Begitu Jessica mendongakkan kepalanya melihat orang yang sudah ditabraknya, matanya langsung terbelalak. Karena orang yang ditabraknya adalah orang yang sama yang ingin dihindarinya.


“Kakak?”


Merasa tidak ingin bicara dengan Arga, Jessica memasang wajah seriusnya dan berjalan melewati Arga. Melihat Jessica yang masih marah pada dirinya sambil terus berjalan tanpa menghiraukan dirinya, Arga dengan cepat menahan lengan Jessica.


Jessica melirik sepintas dan menghentikan langkahnya.


“Tolong lepaskan aku kak. Aku masih ada kuliah”ucap Jessica dengan dingin tanpa melihat Arga

__ADS_1


Arga berjalan ke depan Jessica tanpa melepaskan tangannya yang menahan lengan Jessica. Arga menatap ke arah Jessica. Mereka bertatapan selama beberapa saat. Merasa tak kuat bertatapan dengan lelaki tampan yang selalu menggetarkan hatinya, membuat Jessica mengalihkan pandangannya.


“Kita harus bicara”ucap Arga


“Tak ada yang perlu kita bicarakan”sahut Jessica dengan dingin


Tak ada senyum di wajah cantik yang biasanya selalu menghiasi wajah Jessica.


“Aku perlu menjelaskan kesalahpahaman ini”pinta Arga


Jessica menghela nafasnya sejenak.


“Baiklah! Kita bicara. Tapi lepaskan dulu tanganku”pinta Jessica


“Baiklah”sahut Arga.


Arga pun melepaskan genggaman tangannya. Keduanya pun bicara sambil duduk di kursi taman yang ada di area kampus Jessica. Suasana canggung sangat terasa kala pasangan kekasih yang sedang bertengkar itu duduk berdua.


“Kakak mau bicara apa? Aku masih ada kuliah setelah ini”ucap Jessica bohong.


“Maaf jika aku sudah membuatmu marah”ucap Arga meminta maaf


“Kau pasti marah sekali setelah melihat galeri foto di hp ku, iya kan?”tanya Arga


“Udah tau pake nanya. Dasar cowok menyebalkan!”gerutu Jessica dalam hati


Arga terpaksa menceritakan tentang cinta pertamanya bersama Catherine. Arga ingin mengakhiri masalah dengan Jessica supaya gadis itu tidak marah pada dirinya.


“Dia adalah pacar pertamaku”ucap Arga tiba-tiba


Hatinya semakin kesal mendengar Arga yang mengakui hubungannya dengan Catherine.


“Kenapa kakak menceritakannya padaku? Aku tak perlu tahu siapa dia dimata kakak”sungut Jessica kesal


“Kau harus tahu, karena sekarang kau adalah pacarku”jawab Arga tiba-tiba


Mendengar pengakuan Arga, es di hati Jessica langsung meleleh. Karena ini pertama kalinya Arga mengakui dirinya adalah pacarnya.


“Kami pernah punya hubungan. Tapi..semua itu adalah masa lalu. Sekarang nona Catherine sudah bahagia dengan keluarga kecilnya”ucap Arga


“Bahkan kau menyebut namanya dengan sangat lembut”gerutu Jessica dalam hati


“Apa kakak sudah selesai? Aku harus kembali ke kampus sekarang”ucap Jessica sambil beranjak dari tempatnya.


Arga yang melihat api kemarahan masih belum mereda di hati kekasihnya, berusaha mendekati Jessica dan menenangkan gadis itu.


“Apa kau masih marah?”tanya Arga.


“Apa itu penting? Aku rasa mau aku marah atau tidak itu tak berarti apa-apa bagi kakak. Sejak kita pacaran..”


Jessica yang menyadari telah salah bicara, segera meralat ucapannya.


“Maaf, aku salah bicara, maksudku sejak aku meminta kakak menjadi pacarku, aku tahu perasaan kakak tak pernah ada untukku. Tapi aku selalu berpura-pura tak tahu semua itu, karena aku sangat menyukai kakak”

__ADS_1


Airmata Jessica menetes tanpa bisa dibendung. Sebisa mungkin Jessica menghapus airmatanya. Arga yang merasa bersalah tak tega melihat wanita di depannya menangis karena dirinya.


Jessica membalik tubuhnya berlawanan dengan Arga. Dengan beruraian airmata, Jessica mengutarakan perasaannya.


“Sejak dulu aku tahu, kakak terpaksa menjalani hubungan ini denganku. Entah itu, karena ibumu atau karena kau kasihan padaku. Aku memang bodoh terlalu percaya diri melihat kakak begitu baik padaku. Padahal tidak ada sedikitpun perasaan itu untukku. Aku memang sangat menyedihkan!” ucap Jessica merutuki kebodohannya sendiri.


Arga yang mendengar setiap kata dari Jessica merasa sangat bersalah dan kasihan pada gadis itu.


“Itu tidak benar”sahut Arga


“Apanya yang tidak benar?”seru Jessica kesal


Jessica bahkan membalik tubuhnya menghadap Arga. Hingga lelaki itu dapat melihat betapa rapuhnya gadis periang yang beberapa bulan ini bersamanya.


“Jelas-jelas kakak belum bisa melupakan wanita itu. Kakak bahkan masih menyimpan rapi semua foto dan kebersamaan kalian. Kakak tak bisa membodohiku lagi. Akui saja kakak masih mencintai dia? Iya kan?”tanya Jessica dengan berapi-api.


Jessica meluapkan semua emosi dalam hatinya melihat Arga yang masih menyimpan semua kenangannya bersama Catherine.


“Iya”jawab Arga singkat


Mendengar Arga mengiyakan pertanyaannya tentang perasaannya pada Catherine membuat Jessica sangat terluka.


“Kau sangat menyebalkan kak..Kau bahkan tak berpikir dua kali untuk mengiyakan pertanyaanku. Sudah cukup! Simpan saja perasaan kakak untuk wanita itu. Aku tak mau berada dalam bayang-bayang masa lalumu. Aku cukup tau diri untuk tidak menjadi yang ketiga dalam pusaran cinta masa lalu kakak. Mulai sekarang, aku tak mau bertemu kakak lagi. Hubungan kita cukup sampai disini! “ucap Jessica dengan suara bergetar.


Jessica pun melangkahkan kakinya meninggalkan Arga.


“Tunggu dulu..dengarkan penjelasanku!”pinta Arga sambil menahan tangan Jessica


Jessica yang sudah tak ingin mendengarkan apapun yang dikatakan Arga, mengibas-ibaskan tangannya.


“Lepaskan aku!”pinta Jessica dengan sekuat tenaga melepaskan tangannya yang dicengkeram kuat oleh Arga.


Arga yang tak mau melepaskan Jessica justru menarik tangan Jessica hingga gadis itu tertarik ke arahnya. Jessica membelalakkan matanya karena kini dirinya berada dalam dekapan Arga. Arga memeluk tubuh Jessica dengan erat.


“Tenanglah dulu!”ucap Arga dengan suara lembut


Jessica menangis dalam dekapan Arga.


“Kenapa kau harus seperti ini padaku kak?”tanya Jessica dengan suara yang pelan.


“Aku minta maaf jika sudah melukai hatimu. Maaf”ucap Arga


Jessica hanya diam selama Arga bicara. Tanpa berniat membalas pelukan Arga. Arga memeluk jessica selama beberapa saat. Setelah merasa Jessica lebih tenang, Arga melepaskan pelukannya.


Arga memegang kedua bahu Jessica sambil menatap kedua mata indah Jessica yang terlihat sembab. Arga tersenyum pada Jessica dan mengusap sisa airmata di pipi Jessica.


“Dengarkan aku baik-baik. Aku memang masih menyimpan kenangan Catherine dalam hatiku. Tapi kami sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan. Dia juga sudah bahagia dengan keluarganya. Dan aku..”


Arga menggantung ucapannya sendiri. Arga terlihat berpikir sejenak sebelum meneruskan ucapannya.


“Aku tak tahu perasaan apa yang kumiliki untukmu. Yang aku tahu, aku merasa nyaman dan bahagia bersama dirimu. Karena itu, maukah kau tetap disisiku?”tanya Arga sambil menatap lembut ke arah Jessica


Jessica memegang kedua tangan Arga yang memegang bahunya. Jessica menurunkan tangan Arga perlahan.

__ADS_1


“Maaf kak. Aku tak bisa bersamamu lagi. Aku tak bisa berbagi cinta dengan kenangan masa lalumu, sementara kau sendiri belum bisa melepaskan dia dari hatimu. Maaf!”ucap Jessica dengan pelan.


Jessica akhirnya meninggalkan Arga sendiri. Arga tak mengira Jessica akan menyerah pada dirinya.


__ADS_2