
Catherine segera mandi setelah menyelesaikan sarapan paginya. Wajah Catherine terlihat sangat bahagia. Matanya berbinar-binar karena membayangkan akan menghabiskan waktu seharian jalan-jalan keliling kota Massachusetts. Catherine memakai dress selutut warna pink kesukaannya. Dress lengan pendek itu membalut tubuh remaja ABG yang terlihat sangat cantik dengan riasan natural di wajahnya yang sudah terlahir cantik.
“Kita berangkat sekarang kak?”tanya Catherine begitu keluar dari kamar Arga.
Arga menatap gadis cantik itu dan terpesona selama beberapa detik. Karena tak bisa dipungkiri Catherine memang sangatlah cantik.
“Ehem..”Arga berdehem
“Baik nona”
Catherine tersenyum melihat Arga yang terlihat tampan dengan pakaian casualnya. Arga hanya mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam dan celana panjang berwarna senada. Namun penampilannya kali ini mampu membuat Catherine terbius ketampanan seorang Arga Wisnutama. Bodyguardnya yang kadang menyebalkan dengan wajah datarnya yang dingin.
Keduanya berjalan-jalan menikmati pemandangan kota Masschusetts. Berada di lingkungan Harvard University membuat Catherine juga tergerak untuk mengambil kuliah di sana.
Sepanjang perjalanan Catherine terus mengoceh tanpa jeda. Membuat Arga jengah dan seakan ingin menyumbat mulut nona mudanya yang tanpa lelah terus bercerita.
“Apa dia tak merasa lelah terus ngomong dari tadi? Aku saja lelah mendengar suaranya”gerutu Arga dalam hati
“Kak”panggil Catherine
“Ah..iya nona ada apa?”
“Kakak ga denger tadi aku tanya apa?”gerutu Catherine
“Maaf nona saya sedang fokus menyetir. Ada apa?”tanya Arga
“Aku tadi tanya, setelah lulus kuliah kakak mau apa?”tanya Catherine penasaran.
Arga tampak fokus menyetir dengan pandangan matanya yang lurus ke depan.
“Entahlah nona. Saya belum memikirkannya”jawab Arga santai
Karena kenyataannya Arga memang belum memikirkan masa depannya kelak. Arga belum terpikir apa yang akan dilakukannya setelah lulus kuliah.
“Kalo begitu, tunggu aku lima tahun lagi”
Arga melirik sepintas pada gadis cantik di sampingnya sambil mengernyitkan dahinya. Seolah dia sedang mencerna ucapan Catherine.
“Kenapa saya harus menunggu nona lima tahun lagi?”tanya Arga bingung
“Tunggu aku lima tahun lagi, setelah itu kita berdua menikah. Bagaimana menurut kakak?”tanya Catherine
Arga kaget mendengar rencana masa depan Catherine yang berencana menikah dengan dirinya. Namun Arga memilih tidak menanggapi rencana konyol Catherine itu. Karena Arga cukup sadar diri, jika dirinya hanyalah seorang pelayan dan Catherine adalah majikannya. Meskipun kenyataannya mereka berdua saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Namun jurang pemisah yang terlalu lebar antara keduanya membuat Arga tak berani bermimpi bersanding dengan Catherine yang sangat sempurna di mata Arga.
“Kenapa kakak diam? Ayo jawab kak!”pinta Catherine
“Maaf nona, tapi sekarang fokus saya adalah menyelesaikan kuliah saya dulu. Saya belum berminat memikirkan tentang pernikahan. Lagipula nona baru berumur lima belas tahun. Masa depan nona masih panjang. Jangan sia-siakan masa muda nona, dengan memikirkan hal-hal yang belum pasti”
“Hisshh..kakak selalu saja seperti itu. Menyebalkan!”keluh Catherine kesal.
“Apa kau benar-benar bermimpi menikah denganku yang hanya anak seorang pelayan?”gumam Arga dalam hati sambil melirik ke arah Catherine.
__ADS_1
Akhirnya pembicaraan tentang pernikahan terhenti. Baik Catherine dan Arga sama-sama tak mau membahasnya. Keduanya memilih menikmati perjalanan mereka menikmati keindahan Massachusetts. Mereka berdua pergi mengunjungi Museum of Fine Art, Harvard Art Museum, Harvard Museum of Natural, Isabella Stewart Gardner Museum, Bunker Hill Monument dan terakhir mereka berjalan-jalan di mall yang ada di Massachusetts yaitu Burlington Mall.
Selama di Mall, Catherine membeli banyak sekali belanjaan. Membuat Arga yang sedari tadi sudah menemani gadis itu keliling kota mulai kecapaian. Apalagi sekarang di tangan Arga dipenuhi belanjaan Catherine.
“Gadis luar biasa..bisa-bisanya dia belanja dari satu toko ke toko yang lain tanpa merasa kelelahan? Apa gadis ini tak merasa pegal sudah berjalan-jalan seharian?”gerutu Arga mendengus kesal.
“Kakak..kenapa lama sekali? Ayo kita masuk ke toko itu!”ajak Catherine dengan bersemangat.
“Baik nona”jawab Arga dengan malas.
Catherine dengan semangat menggebu-gebu memasuki outlet Tory Burch yang ada di mall itu. Catherine melihat-lihat handbag yang dipajang di sana. Sementara itu, Arga dengan malas menyeret kaki-kakinya yang lelah menuju kursi sofa yang ada di outlet tersebut untuk sejenak beristirahat.
“Arga? Is that you?”tanya seorang wanita pada Arga
“Wendy?”sapa Arga pada wanita muda itu.
“What are you doing here?”tanya wanita itu
Keduanya berbincang ringan berdua. Wendy adalah salah satu teman Arga dari jurusan yang lain. Kebetulan gadis itu tidak sedang ada jam kuliah sehingga dia memilih berbelanja di mall itu. Arga dan Wendy terlihat sangat akrab. Bahkan Arga tanpa ragu bercanda dan tertawa bersama gadis periang yang berwajah cantik itu.
“Kakak?”panggil Catherine
Catherine begitu kaget melihat Arga yang berdiri agak jauh dari dirinya sedang tertawa dan bercanda dengan seorang gadis. Hati Catherine langsung panas melihat pemandangan mesra itu. Kecemburuan sudah membakar hati Catherine melihat lelaki yang disukainya itu bersama gadis lain. Catherine bahkan mengepalkan tangannya dengan kuat. Karena marah akhirnya Catherine memilih meninggalkan mall itu dan berjalan tak tentu arah.
Setelah berbincang lumayan lama, gadis itu pun undur diri. Wendy meninggalkan Arga sendiri. Bahkan Wendy dengan berani mencium pipi Arga sebelum pergi. Arga yang sudah terbiasa dengan budaya barat tak terlalu ambil pusing ketika dicium oleh Wendy.
Setelah Wendy pergi, Arga mulai tersadar jika nonanya tak terlihat lagi di toko itu. Arga bertanya pada beberapa pramuniaga yang berjaga di toko itu.
“Oh..that girl..I saw her left this outlet a few minutes ago”
“Yes I’m sure”
“Where does she go?”
“I don’t know Sir..I’m sorry”
“Ok..thank you”
“You’re welcome Sir”
Arga tampak kebingungan mencari keberadaan Catherine yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
“Kemana gadis nakal itu sekarang?”gumam Arga dalam hati
Arga segera menghubungi beberapa bodyguard yang ditugaskan menjaga Catherine. Dan setelah mendapatkan lokasi keberadaan Catherine, Arga segera menyusulnya.
Di tempat yang lain,
Karena sangat kesal dan cemburu melihat Arga begitu mesra dengan gadis tadi, Catherine melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan sekitarnya. Dia berjalan dengan sangat tergesa-gesa. Tiba-tiba,
“Brukk”
__ADS_1
“Aduhh”Catherine mengaduh setelah menabrak punggung seseorang
Saking kerasnya benturan, sampai-sampai Catherine terjatuh dan duduk di lantai.
“Kamu baik-baik saja?”tanya seseorang yang baru saja ditabrak dari belakang oleh Catherine.
Catherine memegangi dahinya yang terasa sakit setelah menabrak punggung seseorang. Catherine mendongakkan kepalanya menatap orang yang ditabraknya. Seorang lelaki muda yang tampan tampak mengulurkan tangannya hendak membantu Catherine.
“Mari aku bantu kamu berdiri”pinta lelaki muda itu
Catherine menerima uluran tangan lelaki muda itu sambil menatapnya tajam.
“Kalo mau berdiri jangan di tengah jalan gitu dong..Jadi nabrak kan?”gerutu Catherine uring-uringan
Lelaki muda itu tampak menahan tawanya mendengar Catherine yang menyalahkan dirinya padahal jelas-jelas Catherine yang tidak melihat jalan, dan menabrak punggungnya dari belakang.
“Maaf nona, sepertinya Anda salah paham. Saya berdiri di pinggir. Lihatlah!”tunjuk pria itu ke arah tempatnya berdiri tadi.
“Iya juga ya..kenapa aku ga lihat ada orang sih”gerutu Catherine dalam hati setelah menyadari kesalahannya.
“Kalo begitu aku minta maaf. Aku sedang tidak konsentrasi tadi”ucap Catherine
“Tak masalah nona”jawab pemuda itu
“Kalo begitu aku permisi dulu. Mari!”pamit Catherine dengan sedikit membungkukkan badannya.
Lelaki muda yang tertarik dengan sosok Catherine tak menyia-nyiakan kesempatan. Lelaki itu langsung berlari mengejar Catherine dan langsung berdiri di depannya. Membuat Catherine kaget dengan kelakuan lelaki itu.
“Kau mau apa? Aku kan tadi sudah minta maaf”sungut Catherine
“Jangan salah paham. Aku hanya ingin mengajak kamu minum kalo kamu tak keberatan. Berjumpa seseorang dari negara sendiri di negara asing seperti disini, bukankah menjadikan kita saudara? Kalo kamu tak keberatan, aku ingin menraktirmu minum”ajak lelaki tadi dengan sopan.
Catherine menatap tajam lelaki tampan yang ada di depannya. Catherine tampak menghela nafasnya perlahan sebelum akhirnya menerima ajakan lelaki itu.
“Baiklah! Aku mau. Aku juga sudah haus”jawab Catherine
Keduanya kini sudah berada di café yang terletak di area food court. Sambil menunggu pesanan minuman mereka, keduanya tampak berbincang-bincang.
“Oya kenalkan namaku Albert, Albert Nasution. Kau bisa memanggilku Al”ucap lelaki bernama Albert sambil menjabat tangan Catherine
“Al?”tanya Catherine
Lelaki itu mengangguk pelan.
“Namaku Catherine, Catherine Alexander. Kau bisa memanggilku Cathy”
Catherine juga menjabat tangan Albert. Lelaki itu terlihat tersenyum penuh arti sambil memandang wajah cantik Catherine.
“Apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau tinggal disini?”tanya Albert
“Tidak. Aku hanya sedang berlibur beberapa hari disini”
__ADS_1
“Benarkah? Aku juga berlibur di sini”
Percakapan kedua ABG itupun bergulir. Catherine yang awalnya sedang marah dan kesal pada Arga setelah melihat lelaki itu berbincang mesra dengan seorang wanita, sejenak melupakan kemarahannya. Gadis periang itu tampak menikmati perjumpaannya dengan Albert. Pembawaan Albert yang low profile dan asyik diajak ngobrol mampu membuat Catherine tertawa dan sejenak melupakan masalahnya.