Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Gadis Keras Kepala


__ADS_3

Brandon terus memarahi Jessica karena mengganggap kesalahan Jessica sangat fatal sudah membocorkan keadaan sang cucu yang sedang kritis pada ibunya. Brandon takut setelah melihat putrinya, Catherine kembali drop. Arga yang tak tega melihat sang tunangan dimarahi tuannya, memilih membela sang kekasih. Arga pasang badan untuk melindungi wanitanya karena Arga sadar semua yang dilakukan Jessica adalah untuk dirinya.


Tiba-tiba dari dalam ruangan, Caroline keluar berlari menghampiri suaminya.


“Sayang, Thania sudah sadar! Cepatlah kemari!”ucap Caroline dengan bersemangat.


“Apaa?”pekik semua orang kaget


Arga bahkan mematung saking tak percayanya.


“Masuklah kedalam kak..putrimu sudah sadar!”pinta Jessica


Semua orang akhirnya masuk ke dalam ruangan ICU. Dilihatnya Thania kecil yang sudah membuka matanya. Catherine yang duduk di samping Thania tak henti-hentinya menciumi tangan sang putri.


Semua orang yang berada dalam ruangan akhirnya bisa tersenyum lega, melihat Thania kecil sudah siuman dari komanya. Rupanya suara Catherine yang terus memanggil-manggil si kecil, membuat Thania tersadar dari komanya.


Setelah diperiksa oleh dokter dan dinyatakan sudah lebih baik, Thania kecil akhirnya dibawa ke ruangan rawat inap yang sama dengan ruangan Catherine. Semua orang sangat bahagia akhirnya si kecil kembali siuman dan berharap bisa segera sembuh. Mereka semua bergantian menjaga Catherine dan Thania.


Selama beberapa minggu, akhirnya Catherine bisa pulih kembali. Arga dan Catherine bahu membahu menemani dan merawat di kecil Thania.


Sesuai janji Brandon, perceraian antara Catherine dan Willy sepenuhnya diurus oleh Brandon. Willy pun tak berani menampakkan batang hidungnya di depan keluarga Alexander.


“Apa? Thania bukan putri Willy tapi putriku dan kak Arga?”tanya Catherine begitu diberitahu Brandon dan Caroline


“Benar sayang. Thania adalah putrimu dengan Arga”jawab Caroline


Ada rasa haru dan bahagia yang menyeruak mengisi hati Catherine setelah mengetahui kebenaran ayah biologis yang sebenarnya dari putrinya Thania. Ternyata selama ini, Willy sudah memanipulasi hasil tes DNA yang waktu itu mereka lakukan setelah Catherine melahirkan. Willy sengaja mengubah hasil tes, karena tak ingin kehilangan Catherine.


Namun sepandai-pandainya tupai melompat, dia akan tetap jatuh juga. Sepandai-pandainya kita menyimpan rahasia, tetap akan terbongkar juga. Dan kebenaran itu terbongkar setelah Thania mengalami kritis dan harus mendapat transfusi darah. Golongan darah Willy tidak sama dengan Thania. Akhirnya terkuaklah kebohongan Willy selama ini.


Setelah dirawat selama beberapa minggu, akhirnya Thania diperbolehkan pulang. Karena tidak ingin berada di Amerika, Catherine sengaja mengajak Caroline dan Brandon serta Thania kembali ke Indonesia. Catherine berdalih tak ingin terus teringat kenangan buruknya bersama Willy di Amerika. Karena itu dia memilih kembali ke Indonesia untuk mencari suasana baru.


Brandon dan Caroline yang tak menaruh curiga pada keinginan sang putri akhirnya menyetujui permintaan Catherine. Walaupun alasan sebenarnya dari permintaan Catherine adalah agar dirinya bisa menghadiri pernikahan Arga yang dalam hitungan hari akan segera digelar.


Catherine yang meskipun sangat mencintai Arga dan ingin sekali berkumpul bersama Arga membentuk keluarga kecil mereka, namun Catherine merasa Jessica adalah wanita terbaik yang dimiliki Arga. Catherine percaya Jessica akan bisa mencintai Arga dan Thania. Catherine sudah mengikhlaskan untuk melepas Arga bersanding dengan Jessica. Karena selama di Amerika, Catherine dapat melihat Jessica benar-benar wanita yang baik yang sangat mencintai Arga.


*

__ADS_1


*


*


*


Hari pernikahan Arga pun tinggal dua hari lagi. Semua persiapan dilakukan dengan semaksimal mungkin. Pernikahan sederhana itu memang hanya mengundang keluarga dekat dan kerabat mereka berdua. Arga dan Jessica sepakat melaksanakan pernikahan yang sederhana karena merasa pernikahan seperti itu akan lebih sakral.


Di sela-sela persiapan pernikahannya, Catherine menemui Arga. Dia ingin memberikan waktu spesial pada Arga untuk bisa bersama Thania putrinya.


“Apa kakak bisa menemui kami sekarang?”tanya Catherine


“Tentu saja. Dimana nona sekarang?”tanya Arga


“Aku dan Thania sedang berada di taman kota. Kakak bisa kan datang sendiri?”tanya Catherine


“Saya ke sana sekarang”jawab Arga


Arga akhirnya pergi menyusul Catherine dan putri kecilnya Thania. Sesampianya di taman kota, dicarinya keberadaan ibu dan anak itu. Setelah ketemu, Arga segera berlari ke arah keduanya. Selama beberapa hari ini, Arga memang disibukkan dengan persiapan pernikahannya dengan Jessica sehingga dia tak bisa bertemu dengan Thania. Hanya melalui video call saja Arga berkomunikasi dengan putri kecilnya itu.


“Nona”panggil Arga dengan terengah-engah


“Daddy”


Thania kecil yang melihat daddy nya datang, langsung berlari ke arah Arga dan memeluknya. Arga juga membungkukkan tubuhnya memeluk tubuh kecil sang putri yang sudah semakin baik dan semakin tumbuh menjadi gadis cilik yang secantik mommy nya.


“Apa kau merindukan daddy?”tanya Arga


Thania kecil menganggukkan kepalanya. Arga yang bahagia dapat melihat sang putri langsung mencium pipinya.


Catherine menatap Arga dan putrinya dengan hati yang tak karuan. Ada sisi dalam dirinya yang ingin mempertahankan Arga berada di sisinya supaya keluarga kecil mereka terasa lengkap. Namun di sisi lain, lelaki itu bukan lagi miliknya tetapi milik wanita lain yang sebentar lagi akan dinikahinya.


Catherine mencoba tersenyum melihat pemandangan indah di depan matanya. Pemandangan seorang ayah dan putri kecilnya yang terlihat sangat bahagia kala bersama.


Ketiganya kemudian berjalan-jalan bertiga menikmati kebersamaan singkat mereka. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia. Selayaknya keluarga kecil yang sangat harmonis. Siapapun yang melihatnya, pasti ikut bahagia melihatnya.


Namun tak jauh dari keduanya, ada empat pasang mata yang melihat ketiganya.

__ADS_1


“Kenapa kau membawaku kemari?”tanya Jessica pada Albert.


Sejak kembali ke Indonesia, dokter Albert yang juga dokter yang merawat Thania, diajak sekalian kembali ke Indonesia. Dia pun kini berteman dengan Jessica dan Joanne, adik Jessica.


“Kau lihat kan keluarga kecil mereka?”sindir Albert


Jessica yang tahu arah pembicaraan Albert memilih diam dan tak menanggapi pertanyaan Albert.


“Apa sebenarnya maumu? Kenapa kau membawaku kemari? Apa hanya untuk melihat mereka bertiga? Kau sudah membuang-buang waktuku!”ucap Jessica kesal.


“Aku hanya ingin kau pikirkan lagi pernikahanmu itu. Apa itu sudah keputusan yang benar?”tanya Albert


“Tentu saja itu keputusan yang benar. Kenapa kau mesti bertanya seperti itu?”tanya Jessica semakin kesal.


“Lihatlah keluarga kecil itu! Lihatlah senyum di wajah tunanganmu! Apa kau pernah melihat dia tertawa dan bahagia seperti itu selama ini?”tanya Albert


Pertanyaan menohok Albert menembus tepat di jantung Jessica karena nyatanya selama ini, selama bersamanya, dia belum pernah melihat Arga tersenyum bahkan tertawa lebar seperti yang diperlihatkan kini saat bersama Catherine dan putrinya.


“Lalu apa maumu?”tanya Jessica geram


“Batalkan pernikahan itu!”seru Albert dengan penekanan di setiap katanya.


“Apa? Apa kau sudah gila? Mana mungkin aku batalkan pernikahan ini?”tanya Jessica


“Aku tidak gila. Aku yakin jika kau teruskan pernikahan ini, justru kau yang paling tak bahagia. Karena selamanya di hati tunanganmu itu ada ruang untuk mantan kekasih dan putri kecilnya yang tidak akan bisa kau masuki sampai kapanpun juga”ucap Albert dengan tatapan tajam


Bulir airmata mengalir dari sudut mata indah Jessica.


“Tapi aku sangat mencintai kak Arga. Apa aku salah jika aku ingin selalu bersamanya?”tanya Jessica dengan isak tangis pilu.


Albert yang tak tega melihat temannya bersedih mencoba menenangkannya.


“Cinta tak selamanya harus memiliki. Aku tahu ini pasti sangat berat. Tapi jika pasanganmu bahagia bersama yang lain, maka kita harus belajar mengikhlaskannya”ucap Albert dengan lembut


Tapi dasar Jessica memang keras kepala, dia tak mau mendengarkan ucapan bijak dari Albert dan bersikeras melanjutkan pernikahan ini.


“Aku tak perduli apapun kata-katamu. Aku akan tetap menikah dengan kak Arga. Titik”ucap Jessica sambil beranjak dari kursi taman yang didudukinya.

__ADS_1


“Dasar gadis bodoh keras kepala!”umpat Albert dalam hati


__ADS_2