
Puas berpelukan, Arga mengajak Catherine duduk di kursi taman. Keduanya saling bertatapan dengan mesra. Arga menggenggam tangan Catherine sambil tersenyum. Senyuman indah yang menghangatkan hati Catherine. Sejenak Catherine merasa sangat tenang setelah bertemu dengan Arga. Seakan beban berat yang sedang menghimpitnya terangkat dari pundaknya.
“Bagaimana kabarmu?”tanya Arga dengan lembut
Catherine menundukkan kepalanya. Rasa bersalah kembali menyeruak dalam hatinya. Catherine sadar sepenuhnya dirinya sangat bersalah pada Arga karena telah menjauhi lelaki itu selama beberapa minggu ini. Catherine hanya belum siap menjelaskan semua masalah yang dihadapinya pada Arga. Tiba-tiba airmata Catherine justru mengalir dengan deras membasahi wajah cantiknya.
Arga yang melihat wanitanya menangis, tampak sedikit panik. Tangannya mengusap airmata yang membasahi pipi Catherine. Arga terlihat cemas.
“Ada apa? Kenapa kau justru menangis? Apa terjadi sesuatu di Inggris? Katakan padaku! Jangan membuatku khawatir seperti ini!”pinta Arga
“Maaf”
Hanya sepatah kata itu yang mampu diucapkan Catherine pada lelaki yang sangat dicintainya.
“Kenapa minta maaf?”tanya Arga
Arga yang tak kuat melihat wanitanya menangis, akhirnya menarik tubuh Catherine dalam pelukannya. Arga kembali memeluk erat tubuh Catherine. Membuat hati Catherine justru semakin sedih karena sadar Arga sangat mencemaskan dirinya.
“Maaf kak”
Catherine kembali meminta maaf pada Arga.
“Iya..iya..aku maafkan. Berhentilah menangis! Kau membuat hatiku juga sedih. Padahal aku jauh-jauh kemari untuk melihat senyummu. Sudah! Berhentilah menangis! Oke?”
Catherine menangis tersedu-sedu dalam pelukan Arga. Membuat setelan jas Arga basah terkena airmata Catherine yang mengalir deras.
Arga dengan penuh kasih mengelus rambut panjang Catherine untuk menenangkannya. Beberapa saat kemudian, Catherine yang sudah lebih tenang, melepaskan diri dari pelukan Arga.
Arga tampak mengusap sisa airmata di wajah Catherine. Keduanya kemudian saling melempar senyum.
Arga menyandarkan kepala Catherine di pundaknya. Keduanya menikmati pemandangan taman kota yang dipenuhi pepohonan dan beberapa orang yang beraktivitas di taman kota itu. Keduanya saling berpegangan tangan dengan erat.
“Apa kau sudah tenang sekarang?”tanya Arga
Catherine menganggukkan kepalanya pelan.
“Kau mau menceritakannya padaku sekarang? Alasan kenapa kamu menangis?”tanya Arga lagi
__ADS_1
“Cepat atau lambat aku harus mengatakannya pada kak Arga. Baiklah! Sekarang saja!”gumam Catherine dalam hati
Dengan mengumpulkan keberaniannya, Catherine akan menceritakan semua masalahnya pada Arga saat ini juga. Catherine menghela nafasnya pelan sambil mengatur nafasnya. Hatinya juga bergemuruh sangat kuat.
“Apapun yang aku ceritakan nanti, kakak cukup mendengarkannya dulu. Jangan menginterupsiku atau memberondongku dengan pertanyaan. Kakak mau kan?”tawar Catherine
“Baiklah jika itu maumu”ucap Arga menuruti permintaan Catherine
Catherine memejamkan matanya sejenak. Sungguh menceritakan berita kehamilannya pada Arga membuat Catherine merasakan ketakutan yang sangat besar.
“Aku..aku hamil kak”ucap Catherine terbata-bata
“Oke”jawab Arga
Arga yang sesaat sedang tidak fokus, hanya merespon perkataan Catherine seadanya. Namun begitu otaknya mencerna ucapan itu, Arga langsung kaget setengah mati.
“What? Katakan sekali lagi! Aku tidak salah dengar kan?”tanya Arga sambil menatap wajah Catherine dan menelisik kebenaran dari perkataan Catherine barusan.
“Kakak tidak salah dengar, aku bilang : aku hamil”jawab Catherine dengan ekspresi datar
“Benarkah sayang?”tanya Arga
Arga menatap wajah Catherine dengan intens, mencoba menelisik arti dari ekspresi wajah itu.
“Kenapa ekspresimu seperti tidak sedang bahagia dengan kehamilanmu ini?’selidik Arga.
Catherine memalingkan wajahnya berlawanan dengan Arga sambil mengusap airmata yang kembali mengucur dari wajahnya.
“Ada apa?”tanya Arga penasaran
“Aku bilang aku hamil. Tapi aku tak tahu anak siapa yang sedang kukandung ini. Karena kenyataannya ada dua lelaki yang sudah menghamiliku”ucap Catherine dengan getir
Arga terhenyak mendengar ucapan Catherine. Tangannya yang semula memegang pundak Catherine perlahan-lahan turun. Arga begitu syok mendengar penuturan Catherine.
“Maksudmu? Selain aku, ada kemungkinan Willy juga ayah dari bayi itu?”tanya Arga
Catherine yang tak sanggup melihat kekecewaan di mata Arga, memilih berdiri dari kursi taman yang didudukinya sambil mengusap airmatanya yang kembali mengucur deras. Betapa Catherine dapat merasakan kekecewaan yang dirasakan Arga.
__ADS_1
“Jadi, Catherine dan Willy sempat berhubungan badan?”gumam Arga dalam hati
Arga mengepalkan tangannya dengan kuat merasakan kekecewaan yang menggunung dalam hatinya. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Mendadak hati Arga bergemuruh dengan hebat.
“Aku tahu kakak pasti kecewa padaku sekarang. Karena aku tak bisa memenuhi janjiku untuk segera kembali pada kakak seperti yang sudah aku ucapkan sebelumnya. Sebelum kembali ke Inggris”
Catherine menumpahkan semua kegundahan dalam hatinya yang selama beberapa minggu ini dipendamnya. Catherine mengucapkannya dengan arah berlawanan dari Arga dengan airmata yang mengalir semakin deras.
“Aku juga kecewa pada diriku sendiri. Kenapa aku biarkan Willy memperdayaku? Andai malam itu aku tidak …”
Degh..
Tiba-tiba Catherine merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang. Sebuah tangan besar melingkar memeluk tubuhnya dengan hangat dari belakang. Membuat Catherine semakin tersedu-sedu merasakan kehangatan Arga.
“Tak apa..Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri! Aku tetap akan menerimamu apa adanya. Bahkan jika anak itu bukan anakku, aku akan tetap menerimanya dan akan menyayanginya seperti anakku sendiri. Berhentilah menangis!”ucap Arga sambil memeluk erat tubuh Catherine dari belakang.
Mendengar ucapan Arga, Catherine membalik tubuhnya. Keduanya saling bertatapan. Arga tersenyum ke arah Catherine. Tangan hangatnya mengusap airmata Catherine yang sejak tadi tak kunjung berhenti mengalir.
“Kakak tidak marah? Aku sudah mengkhianati cinta kita. Aku tak bisa memenuhi janjiku dan sekarang aku sedang hamil anak yang belum tentu anakmu kak? Apa kakak tidak mendengarku?”tanya Catherine dengan menahan sedih dalam hatinya.
“Aku mendengarmu”
“Lalu kenapa kakak katakan akan menerimaku? Aku sudah tak pantas menerima cinta kakak”ucap Catherine dengan getir sambil menundukkan kepalanya.
Arga menarik dagu Catherine sehingga kepala Catherine mendongak ke atas menatap dirinya.
“Aku mencintaimu dulu..aku mencintaimu sekarang..dan akan mencintaimu sampai kapanpun juga. Karena..”
Arga menarik sebelah tangan Catherine dan meletakkannya di dadanya.
“Di hati ini hanya ada kamu”ucap Arga dengan tegas
Catherine yang mendengar pernyataan cinta Arga kembali menangis. Namun tangisan bahagia yang keluar dari matanya. Merasakan betapa besar cinta Arga pada dirinya.
“Kakak”
Catherine langsung memeluk tubuh besar Arga. Keduanya berpelukan dengan erat.
__ADS_1
“Jangan pernah mengatakan kau tak pantas mendapatkan cintaku. Karena cintaku hanya untuk dirimu. Selama kita bisa bersama, meskipun anak itu bukan anakku. Aku akan tetap menerimanya. Karena bagaimanapun juga, dia adalah bagian dari dirimu. Darah dagingmu. Kita akan merawat bayi ini bersama. Kau mau kan?”tanya Arga