
Sejak kejadian di pernikahan Veronica tempo hari dan sebuah tantangan yang diberikan Jessica waktu itu, Arga sudah tidak lagi menampakkan batang hidungnya di depan Jessica. Dia juga tidak lagi berkeliaran di sekitar kampus Jessica. Hal ini membuat Jessica merasakan kebahagiaan dan kesedihan di saat yang sama.
Bahagia karena Arga tidak lagi mengganggunya, dan dia tak perlu lagi repot-repot menghindari lelaki itu. Karena dia tak pernah lagi muncul. Arga juga sudah tak lagi menghubunginya. Namun di saat yang sama, Jessica juga merasakan dadanya semakin terasa sesak, karena terbukti sudah jika Arga tak sungguh-sungguh pada dirinya. Arga tak benar-benar menginginkannya seperti yang selalu dikatakan lelaki itu. Karena Arga tak berani menikahinya.
Jessica semakin yakin jika Arga hanya mencintai Catherine.
“Selamanya di dalam hatimu hanya ada wanita itu. Aku pun tahu itu. Tapi kenapa aku masih selalu berharap kau mau memperjuangkan aku? Kenapa aku ingin melihatmu lagi? Apa aku sudah terlanjur mencintaimu hingga aku tak sanggup kehilanganmu?”ucap Jessica dengan terisak
Setiap hari Jessica selalu menunggu Arga menemuinya, berharap lelaki itu akan memperjuangkannya. Karena lelaki itu pernah mengatakan tidak ingin kehilangan dirinya. Sehingga ketika dihadapkan pada kenyataan, bahwa Arga telah melepaskan dirinya dan tak lagi mengganggu hidupnya, membuat Jessica patah hati.
“Aku tahu aku hanya mengharapkan sebuah harapan palsu. Karena selamanya kau tak akan berani menikahiku. Tapi apa aku salah jika aku berharap kau juga menginginkanku seperti aku menginginkanmu sekarang? Kenapa aku menjadi bodoh seperti ini? Sadarlah Jessica! Sadarlah! Percuma kau mengharapkan cinta lelaki yang tak pernah mencintaimu”gerutu Jessica sambil beruraian airmata.
Sambil meratapi kesedihannya, Jessica membuka kembali kenangannya bersama lelaki dingin yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu itu. Lelaki yang selalu membuatnya berdebar-debar tak karuan.
“Kenapa kau begitu tampan?”gumam Jessica dalam hati sambil mengusap wajah tampan Arga yang ada di hp nya.
Sebuah foto yang diambil secara candid oleh Jessica.
“Kenapa aku harus jatuh cinta pada lelaki yang belum bisa melupakan cinta pertamanya?”gerutu Jessica lagi.
“Jessi, kau memang menyedihkan! Mana mungkin dia berani menikahimu. Dia tak kan berani melakukannya. Sadarlah! Sadarlah!”
Jessica menampar sendiri pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri. Jika harapannya hanyalah mimpi yang terlalu indah untuk diwujudkan.
Tiba-tiba dari arah luar kamar, terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Jessica dengan buru-buru.
“Tok..tok..tok”
Orang yang mengetuk semakin memperkeras ketukannya. Jessica segera berjalan ke arah pintu kamarnya sambil mengusap sisa airmatanya. Begitu pintu terbuka, nampaklah sang adik Joanne yang terlihat terengah-engah. Jessica mengerutkan dahinya melihat sang adik yang seperti itu.
“Kamu kenapa Jo?”tanya Jessica
“Itu kak..itu..”ucap Joanne masih terengah-engah.
“Itu apa?”tanya Jessica penasaran
“Kak Arga…kak Arga..”Joanne menunjuk ke arah bawah
“Hah..kak Arga? Ada apa dengan kak Arga?”tanya Jessica panik.
Saking paniknya Jessica langsung berlari ke lantai bawah, dan meninggalkan sang adik yang hanya bisa melongo melihat kakaknya panik.
__ADS_1
“Tunggu aku kak”
Joanne segera menyusul Jessica yang panik setengah mati hanya dengan mendengar nama Arga disebut.
“Kak Arga?”panggil Jessica dengan lantang ke ruang tamu.
Semua orang yang berada di ruang tamu menoleh bersamaan ke arah Jessica. Hanna yang melihat penampilan putri sulungnya begitu kaget karena Jessica hanya mengenakan kaos tank top kuning dan hotpants yang memperlihatkan pahanya yang mulus dan kakinya yang jenjang. Arga yang melihat Jessica terlihat menyunggingkan bibirnya melihat ekspresi wajah Jessica yang panik.
“Anak ini, bikin malu keluarga saja”gerutu Hanna dalam hati
Hanna segera berjalan menghampiri Jessica yang terlihat mematung melihat ada Arga dan Madam O dengan penampilan yang sangat rapi. Hanna mencubit Jessica.
“Aduh..sakit ma”keluh Jessica
“Lihat penampilanmu ini! Kau mau bertemu Arga dengan penampilan seperti ini? Ganti bajumu sekarang!”bisik Hanna
Joanne yang sudah berhasil sampai di ruang tamu langsung diminta sang mama membawa kakaknya berganti baju yang lebih sopan.
“Jojo, antar kakakmu ke kamarnya. Suruh dia ganti baju yang lebih sopan!”perintah Hanna
“Ayo kak!”ajak Joanne sambil menggandeng tangan Jessica menjauh dari ruang tamu.
Hanna kembali duduk di samping sang suami.
“Maafkan Jeje ya Arga? Olivia?”pinta Hanna pada Arga dan Madam O.
“Kalian tak usah meminta maaf. Jessica sangat lugu. Itu sebabnya aku sangat menyukainya”jawab Madam O.
“Oh ya, apa maksud kedatangan kalian kemari?”tanya Hanna
“Ada yang ingin disampaikan Arga”ucap Madam O pada Hanna dan Jerry.
Madam O menatap sang putra lalu keduanya saling bertatapan. Arga menghela nafasnya sejenak.
“Ada yang ingin saya sampaikan di depan om dan tante. Tapi saya akan sampaikan setelah Jessica kembali kemari”jawab Arga.
“Oh baiklah”sahut Hanna.
Empat orang yang berada di ruang tamu kemudian berbincang ringan sambil menunggu Jessica.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, Jessica kembali dengan penampilan yang lebih sopan. Jessica memakai kaos putih yang dipadu padan dengan kardigan ungu dan celana jeans berwarna biru muda. Jessica memasuki ruang tamu dengan malu-malu karena mengingat kelakuannya yang memalukan tadi. Jessica bahkan tidak berani menatap Arga.
“Karena Jessica sudah datang, saya ingin menyampaikan maksud kedatangan saya dan ibu saya”ucap Arga dengan mantap
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruang tamu mendengarkan setiap kata yang diucapkan Arga dengan penuh perhatian.
“Om..tante..saya kemari karena mau meminta ijin”ucap Arga
“Ijin? Ijin apa?”gumam Jessica menatap Arga dengan kening yang berkerut.
“Saya ingin meminta ijin untuk..melamar Jessica”ucap Arga hati-hati sambil menatap mata indah Jessica.
Mata indah yang sesaat setelah mendengar ucapan Arga perlahan membulat dan terbelalak tak percaya.
“Me..melamar?”tanya Hanna
“Iya, Arga ingin melamar Jessica, jika kalian ijinkan?”tanya Madam O
“Wahhh..selamat ya kak. Kau akan segera menikah”ucap Joanne sambil memeluk tubuh Jessica yang masih membeku tak percaya.
“Me..menikah?”gumam Jessica dengan lirih
Semua orang tampak berbahagia mendengar lamaran Arga. Namun Jessica malah terdiam tak percaya.
“Bisa kita bicara sebentar kak?”pinta Jessica setelah kesadarannya kembali.
Arga menatap Jerry dan Hanna, seolah meminta ijin.
“Pergilah! Kalian sepertinya memang butuh bicara empat mata. Pergilah!”ucap Jerry memberi ijin.
“Terimakasih om”jawab Arga.
Jessica mengajak Arga bicara di taman belakang di dekat kolam renang. Jessica berjalan di depan Arga sementara Arga mengikuti di belakangnya. Sampai di taman belakang, Jessica melipat tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke arah Arga.
“Aku langsung saja, sebenarnya permainan apa yang sedang kakak mainkan?”tuding Jessica
Meskipun sebenarnya Jessica senang Arga datang melamarnya, tetapi Jessica mencoba lebih rasional, karena tak mungkin lelaki tampan di depannya itu benar-benar ingin menikahinya.
“Apa maksud kakak ingin melamarku?”tanya Jessica dengan berapi-api.
“Bukankah kau yang meminta ini? Aku hanya ingin menuruti permintaanmu”jawab Arga
“Tapi aku kan hanya bercanda kak. Aku tidak serius. Pernikahan itu masalah serius yang melibatkan dua orang yang saling mencintai. Sementara kita? Apa kita saling mencintai? Tidak! Sama sekali tidak! Jadi kenapa kakak malah ingin melamarku segala”gerutu Jessica mendengar ide konyolnya untuk menikah justru disetujui Arga.
“Aku pikir kita bisa mencobanya”pinta Arga
“Mencoba apa?”tanya Jessica tak mengerti
__ADS_1
“Mencoba saling mencintai”jawab Arga
“What?”pekik Jessica tak percaya dengan yang didengarnya