Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Wanita Tercantik di Dunia


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sekarang usia kehamilan Catherine sudah memasuki bulan kedelapan. Perut wanita itu sudah tampak membuncit. Bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu tumbuh dan berkembang dengan sehat dalam kandungan Catherine.


Saat ini, semua anggota keluarga Alexander berkumpul di Swiss untuk merayakan pesta pernikahan antara Veronica dan Jack Dragon. Pernikahan yang diselenggarakan dengan sederhana itu hanya dihadiri keluarga dekat dan beberapa kolega bisnis terdekat dengan keluarga Alexander.


“Selamat kak”ucap Caroline pada auntynya sambil memeluk tubuh wanita yang masih terlihat muda itu.


“Terimakasih sayang. Oh, cucu keponakanku sudah semakin besar rupanya”sahut Veronica membalas pelukan Catherine sambil mengusap perut besar Catherine


“Arga, sebentar lagi Cathy melahirkan. Kau harus lebih perhatian pada keponakanku”pinta Veronica pada Arga yang sejak tadi mendampingi Catherine


“Tentu saja kak”jawab Arga sambil menatap wanitanya dengan lembut.


“Akhirnya kakak bisa meluluhkan hati lelaki besi itu. Bagaimana ceritanya hingga uncle Jack bersedia menikah dengan kakak?”bisik Catherine saking penasarannya.


“Nanti aku ceritakan”bisik Veronica sambil tersenyum


“Kami duduk dulu kak”ucap Arga


Veronica menganggukkan kepalanya.


“Iya, kalian duduk saja. Nanti aku menyusul. Aku harus menemui para tamu”jawab Veronica


Arga mengajak Catherine duduk di salah satu kursi yang tersedia. Pernikahan yang diselenggarakan di tepi danau Brienz menampilkan pemandangan indah danau yang dikelilingi jejeran bukit hijau yang mengelilingi danau itu. Dengan air danau yang berwarna biru serta langit biru dan suasana yang sangat sejuk membuat hati siapapun yang berada di sana merasakan kedamaian.


“Suasana di sini bagus ya kak?”tanya Catherine sambil matanya menatap keindahan pemandangan di depan matanya


“Iya”jawab Arga


“Apa kau lelah?”tanya Arga sambil mengusap perut buncit Catherine


“Tidak. Aku tidak lelah sedikitpun”jawab Catherine


“Disini kakak rupanya”sapa Devara


Arga dan Catherine menoleh bersamaan ke arah Devara yang ikut duduk bersama mereka. Devara duduk di samping sang kakak.


“Bagaimana kabar keponakanku?”tanya Devara sambil mengusap perut sang kakak yang sudah sangat besar.


“Dia baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan lahir. Kau harus berhenti membuat onar. Apa kau tak kasihan pada kak Arga? Kau hanya bisa menyusahkan oranglain saja”gerutu Catherine pada Devara


“Berhenti menyeramahiku! Kakak sendiri bagaimana?”tanya Devara pada sang kakak


Catherine mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Devara.


“Memangnya ada apa denganku?”tanya Catherine


“Kakak tak sadar sudah menyusahkan hidup “dua suami” kakak?”goda Devara


“Dua suami?”tanya Catherine bingung


“Kak Arga dan Willy? Bukankah mereka dua suami kakak? Wahh..kakak keterlaluan. Dimana-mana itu yang ada poligami. Satu suami beberapa istri. Ini malah poliandri”sindir Devara


“Dasar Devara menyebalkan!”gerutu Catherine dalam hati


“Plak”


Catherine yang marah segera memukul kepala adik lelaki akhlakless yang sudah mengatainya.


“Aduh”

__ADS_1


Devara mengusap kepalanya yang baru saja dipukul Catherine.


“Kenapa kakak memukulku?”seru Devara tak terima


Arga yang sejak tadi diam melihat percakapan dua adik kakak itu, akhirnya melerai keduanya.


“Tuan muda, jaga emosi tuan. Ingat, nona sedang hamil”ucap Arga mengingatkan


Emosi Devara langsung mereda mengingat kondisi kakak perempuannya yang sedang hamil besar.


“Untung saja kakak sedang hamil. Jika tidak…”gerutu Devara


“Kau itu yang sudah keterlaluan. Mengatai kakak sendiri poliandri”gerutu Catherine


“Kenyataannya kan seperti itu. Kenapa kakak harus marah? Apa kakak lupa kalo ada dua lelaki yang menjaga kakak selama kehamilan kakak ini? Dasar wanita pemarah!”gerutu Devara


Catherine cemberut mendengar ucapan adiknya yang memang ada benarnya.


“Aku tak melihat Willy”ucap Devara sambil clingukan ke sana kemari


“Dia akan menyusul kemari setelah menyelesaikan operasi besar salah satu pasiennya”


Devara menganggukkan kepalanya pelan.


“Oya, aku dengar dari mama, kau baru saja dipermalukan seorang gadis di alun-alun kota. Apa itu benar? Hahahahaha”Catherine tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari mamanya tentang Devara yang dipermalukan seorang gadis dari sekolahnya.


Wajah Devara memerah menahan emosi dalam hatinya mendengar tawa sang kakak yang mengingatkan dirinya pada kejadian tempo hari saat seorang gadis, siswa baru di sekolahnya bernama Ayra sudah menjewernya di alun-alun kota.


“Tenang saja, aku pasti akan menuntut balas atas perbuatannya padaku”ucap Devara dengan sinis


“Aku dengar dia gadis yang sangat cantik. Aku peringatkan kau, jangan melakukan sesuatu pada gadis itu. Karena bisa saja, usaha balas dendammu itu justru membuat kau jatuh cinta pada gadis itu”ucap Catherine mengingatkan


“Dengar Dev, apapun yang akan kau lakukan pada gadis itu, jangan sampai kau melukai dia. Aku juga wanita, jadi aku takkan tinggal diam jika ada lelaki yang akan melukai wanita lain. Apalagi jika lelaki itu adalah adikku sendiri. Hanya seorang pengecut yang beraninya melawan wanita. Kau dengar?”ucap Catherine


“Itu bukan urusan kakak. Aku akan menemui uncle Jack dulu”sahut Devara dengan jengah


Devara berdiri dari kursinya dan merapikan jas yang dikenakannya.


“Dev..ingat yang kakak bilang tadi ya?”tanya Catherine


Devara melenggang begitu saja meninggalkan sang kakak dan asisten pribadinya.


“Anak nakal itu, selalu saja mengacuhkan apa yang aku ucapkan. Kakak harus memastikan dia tidak menyakiti gadis itu. Kakak mengerti?”pinta Catherine pada Arga


“Baiklah. Kau tenang saja. Kalau kau marah-marah terus itu tidak baik bagi kehamilanmu. Jaga emosimu!”ucap Arga mengingatkan


“Berurusan dengan anak nakal itu selalu saja membuat aku emosi. Itu karena semua orang selalu memanjakan dia. Papa, mommy, nenek, madam O dan kakak. Kalian yang sudah membuat dia menjadi cowok troublemaker”gerutu Catherine menyalahkan semua orang.


“Jadi tuan besar dan nyonya sudah tahu kejadian di alun-alun kota?”tanya Arga


“Iya..aku dengar dari mommy. Papa sudah mencari informasi tentang gadis itu. Apa kakak tidak melaporkan pada papa?”tanya Catherine


“Tuan muda melarangku melapor”jawab Arga


“Oh, jadi sekarang kakak membela anak nakal itu?”sindir Catherine


“Apa gadis itu sangat cantik? Aku ingin sekali melihat wajahnya. Aku dengar dari mommy dia sangat cantik. Aku hanya penasaran gadis pemberani seperti apa yang sudah berani berurusan dengan anak nakal itu. Apa kakak punya foto gadis itu?”tanya Catherine


“Ehmm”

__ADS_1


Arga tampak berpikir sejenak.


“Aku tahu media sosial gadis itu”jawab Arga


“Benarkah? Coba aku ingin melihatnya”pinta Catherine


Arga merogoh hp nya dan mencari di media sosial, akun Ayra. Setelah ketemu, Arga segera menunjukkannya pada Catherine. Catherine memandangi foto Ayra dari akun media sosial milik Ayra.


“Benar, gadis itu sangat cantik. Dia juga masih muda”ucap Catherine dengan sendu


Entah kenapa perasaannya menjadi sedih. Karena Ayra sangat cantik dan masih muda. Catherine merasa tidak percaya diri dengan penampilan dirinya kini. Dengan perut yang makin membuncit, Catherine merasa penampilanya sudah tidak menarik lagi.


Catherine mengembalikan hp Arga dengan wajah yang mendadak berubah sedih. Arga yang melihat perubahan ekspresi wajah Catherine dibuat keheranan.


“Kamu kenapa?”tanya Arga


Tiba-tiba buliran air mata menetes dari sudut mata Catherine. Membuat Arga semakin kebingungan.


“Kenapa menangis? Apa ada yang sakit?”tanya Arga sambil memeriksa keadaan Catherine.


“Cathy katakan padaku kau kenapa?”tanya Arga lagi


“Aku hanya iri pada gadis itu. Dia sangat cantik. Dia juga masih muda. Sementara aku..aku sudah tidak muda lagi. Bentuk tubuhku juga sudah berubah. Lihatlah! Perutku sudah sebesar ini”gerutu Catherine memandangi perutnya yang sudah membesar.


Arga tersenyum mendengar kegundahan hati Catherine. Arga segera menangkup wajah cantik Catherine dan mengarahkan wajah itu sehingga menatap dirinya.


“Jangan berpikir yang bukan-bukan. Bagiku kau adalah wanita tercantik di dunia ini. Dan tubuhmu ini adalah yang paling seksi di seluruh penjuru dunia ini. Tak ada yang bisa menandingi kecantikanmu”puji Arga


“Kakak tidak bohong kan?”tanya Catherine tak percaya


“Percayalah padaku”ucap Arga


Catherine yang mendengar ucapan Arga akhirnya bisa merasa lega setelah lelaki yang dicintainya itu memuji dirinya. Membuat kepercayaan diri Catherine kembali meningkat.


“Terimakasih kak”ucap Catherine


Arga melepaskan kedua tangannya yang menangkup wajah Catherine. Arga kemudian menggenggam tangan wanitanya. Keduanya saling bertatapan mesra. Senyum terus tersungging dari bibir keduanya.


“Auucchh”


Catherine tiba-tiba mengaduh.


“Kenapa?”tanya Arga kuatir


“Baby menendang perutku”ucap Catherine setelah merasakan bayi dalam kandungannya menendang perutnya.


“Benarkah?”


Arga yang antusias mendengar bayi dalam kandungan Catherine menendang perutnya, segera meletakkan tangannya di perut Catherine.


“Dungg”


Bayi itu kembali menendang perut Catherine.


“Benar..dia menendang perutmu. Tendangannya sangat kuat”ucap Arga dengan bersemangat.


Arga menundukkan kepalanya di depan perut Catherine yang semakin membesar.


“Baby girl..baik-baik di dalam sana ya..Sebentar lagi kita akan bertemu”ucap Arga seolah berbicara pada bayi Catherine.

__ADS_1


Catherine tersenyum melihat kelakuan Arga yang mengajak bicara bayinya. Perasaan bahagia menyelimuti hati Catherine melihat Arga begitu menyayangi dirinya dan bayi dalam kandungannya. Kedua calon orangtua itu tampak bahagia melihat gerakan kecil dari makhluk kecil yang tak berdosa yang kini berada dalam kandungan Catherine.


__ADS_2