
Setelah mendapatkan perawatan pasca melahirkan, kini Catherine sudah dipindah ke ruang rawat inap VVIP yang disiapkan untuk dirinya. Setelah bertarung dengan rasa sakit selama beberapa jam lamanya, membuat Catherine sangat kelelahan. Dia pun akhirnya bisa beristirahat sejenak. Baby girl yang sudah mendapatkan cukup ASI saat inisiasi menyusui dini tadi juga tertidur pulas di ranjang yang diletakkan di dekat ranjang Catherine. Seorang perawat sengaja diperintahkan untuk merawat baby girl.
Sekarang semua anggota keluarga Alexander berkumpul di ruang keluarga, di dekat ruang rawat inap VVIP Catherine. Caroline sengaja mengumpulkan semua anggota keluarga untuk menyampaikan berita penting.
“Aku sengaja meminta kita semua berkumpul untuk menyampaikan permintaan Catherine sebelum dia istirahat tadi. Seperti yang kita ketahui bersama, kini baby girl sudah lahir ke dunia dengan selamat dan sehat. Tadi aku juga sudah meminta dokter untuk mengambil sampel darah baby girl. Kita tahu, sudah saatnya kita tahu siapa ayah dari baby girl sebenarnya. Karena itu, Arga dan Willy aku harap kalian segera menemui dokter untuk mengambil sampel darah kalian. Kita akan melakukan tes DNA sekarang juga”jelas Caroline panjang lebar.
Arga yang meskipun masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh Indonesia-Amerika lalu harus mendampingi Catherine melahirkan, tampak menundukkan kepalanya begitu mendengar penjelasan Caroline.
“Akhirnya saat ini tiba juga”gumam Arga dalam hati
Willy yang juga mendengar penjelasan Caroline tampak tersenyum penuh arti. Keduanya segera menemui dokter yang akan memeriksa sampel darah mereka.
“Kenapa tidak menunggu Catherine keluar dari rumah sakit saja?”tanya Agatha pada Caroline
“Cathy yang memintanya ma.. Dia ingin segera tahu siapa ayah sebenarnya dari baby girl. Aku rasa itu keputusan yang terbaik. Dengan begini, Catherine dan baby girl bisa menjalankan kehidupan mereka bersama keluarga kecil mereka”ucap Caroline
“Bagaimana jika ayah dari baby girl itu kak Arga?”sindir Devara sambil melirik pada sang papa.
Devara tahu betul sang papa hanya mengharapkan Willy sebagai ayah dari bayi yang dikandung Catherine. Brandon yang paham dengan tatapan sang putra, hanya menghela nafasnya sejenak.
“Jika itu benar, maka Madam O akan menjadi keluarga kita, iya kan Madam?”sindir Devara lagi
Madam O yang merasa tidak enak hati dengan ucapan Devara hanya sanggup menundukkan kepalanya. Selama ini dirinya sangat kecewa dengan sang putra yang sudah berani menghamili Catherine. Namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam Madam O hanya mengharapkan kebahagiaan bagi putra semata wayangnya itu.
“Tuan muda jangan bicara seperti itu”pinta Madam O
“Jika benar baby girl adalah putri Arga. Secepatnya Cathy harus bercerai dengan Willy dan menikah dengan Arga”ucap Brandon dengan tegas.
Devara tersenyum penuh arti mendengar ucapan sang papa.
*
*
__ADS_1
*
*
Setelah menunggu selama 1x 24 jam, akhirnya hasil tes DNA itupun keluar. Semua anggota keluarga berkumpul di dalam ruang VVIP tempat Catherine dirawat.
Seorang dokter sudah datang dengan hasil tes DNA ditangannya. Catherine yang sedang menggendong sang putri tampak sangat cemas menunggu hasil tes DNA. Arga juga harap-harap cemas menunggu hasil tes DNA itu. Hanya Willy yang terlihat santai dengan hasil tes DNA yang akan mengungkapkan kebenaran siapa ayah sebenarnya dari baby girl.
Dokter segera menyerahkan hasil tes DNA pada Brandon. Dokter pun berdiri di samping Brandon. Caroline yang merasakan kecemasan seperti yang dirasakan sang putri hanya bisa menggenggam tangan Catherine sambil menatap wajah sang suami yang tampak sangat serius membaca hasil tes DNA itu.
Setelah berbisik-bisk beberapa saat dengan dokter, Brandon menatap semua anggota keluarganya yang menunggu hasil tes DNA dengan harap-harap cemas.
“Di tanganku sekarang sudah ada hasil tes DNA”ucap Brandon sambil mengangkat hasil tes di tangannya.
“Dokter sudah menjelaskan semuanya padaku. Dan aku sudah mendapatkan jawaban dari hasil tes DNA ini. Aku harap kalian semua bisa menerima apapun hasil tes DNA ini”ucap Brandon dengan ekspresi wajah yang sangat serius.
“Seperti yang sudah kita bicarakan dulu, jika ayah dari baby girl adalah Arga, maka kau harus dengan sukarela menceraikan Cathy, dan biarkan dia bersama dengan Arga”ucap Brandon pada Willy
“Iya pa”sahut Willy
“Saya mengerti tuan”sahut Arga
Semua orang berdebar-debar menunggu nama yang akan disebutkan Brandon. Wajah Catherine dan Arga pun terlihat pucat, saking cemasnya.
“Dari hasil tes DNA ini, ayah dari baby girl adalah..”
Setiap kata yang keluar dari mulut Brandon terasa seperti beban berat yang terus menghimpit hati Catherine dan Arga. Jantung keduanya juga berdetak dengan sangat kencang.
Brandon menghela nafasnya sejenak. Kemudian melanjutkan ucapannya.
“Willy..kaulah ayah dari baby girl”ucap Brandon sambil menatap Willy
Degh..
__ADS_1
Catherine dan Arga langsung lemas tak berdaya begitu mendengar nama yang disebut Brandon tidak seperti yang mereka harapkan. Keduanya saling bertatapan dalam diam.
Hati Arga terasa sangat sakit begitu menyadari bahwa dirinya bukanlah ayah dari baby girl. Padahal selama kehamilan Catherine, Arga sudah sangat menyayangi babyi girl. Arga selalu percaya baby girl adalah putrinya bersama dengan Catherine.
Caroline yang mendengar hasil tes DNA itu juga tampak sedih. Dia langsung memeluk tubuh sang putri yang mulai terisak dalam kesedihan. Tubuh Catherine bergetar merasakan kesedihan yang mulai memenuhi dirinya.
Dari semua orang yang berada di ruang VVIP itu, hanya Willy saja yang bahagia mendengar hasil tes DNA. Bahkan Devara dan Agatha bisa merasakan kesedihan yang kini merasuki ibu muda itu. Sejak dulu, Devara memang tidak menyukai Willy. Agatha yang meskipun sudah tinggal lama di Singapura, juga sejak awal tidak menyetujui pernikahan Catherine dengan Willy karena Agatha juga tahu lelaki yang dicintai Catherine adalah Arga.
Brandon yang biasanya mendukung Willy, entah kenapa begitu melihat tangis dari sang putri, juga ikut merasa sedih untuk putri kesayangannya itu.
Caroline meminta seorang perawat untuk membawa baby girl sejenak. Catherine tampak sedikit terguncang dengan berita hasil tes DNA itu. Catherine terus menangis merasakan kesedihan yang begitu dalam merasuk dalam hatinya.
Arga hanya mampu menatap sang kekasih hati dengan perasaan remuk redam. Gambaran kebahagiaan yang sesaat terpampang di hadapannya ketika menemani Catherine berjuang antara hidup dan mati saat akan melahirkan baby girl, runtuh seketika begitu mendengar ternyata Willy adalah ayah dari baby girl dan bukan dirinya.
“Kak”
Devara menepuk bahu Arga mencoba menyemangatinya
“Saya baik-baik saja tuan muda, terimakasih”sahut Arga mencoba tegar dengan senyum yang dipaksakan di wajah tampannya.
“Mom..aku ingin sendiri”pinta Catherine pada Caroline
Caroline yang mengerti keadaan sang putri yang baru terguncang, akhirnya meminta semua orang keluar dari ruang rawat inap VVIP itu. Satu per satu orang keluar dari kamar itu.
“Ayo Willy..kau juga keluar”ajak Brandon
“Tapi aku ingin menemani istriku pa”sahut Willy
Brandon hanya menatap tajam ke arah Willy tanpa sepatah kata. Membuat Willy mau tidak mau menuruti papa mertuanya yang tampak menahan emosi. Karena willy bisa membaca jika saat ini sang papa mertua sedang marah.
Caroline menutup pintu kamar VVIP Catherine meninggalkan sang putri seorang diri di ruang rawat inap sebesar itu. Setelah semua orang keluar, Catherine langsung menangis sejadi-jadinya.
“Kenapa? Kenapa Tuhan?”tanya Catherine sambil terisak.
__ADS_1
Dadanya terasa sangat sesak. Airmata mengalir begitu deras. Rasa sedih yang dirasakannya begitu menusuk hatinya. Hampir saja dirinya dan Arga bersatu kembali. Hampir saja mereka bertiga berkumpul dan membangun keluarga kecil mereka bersama. Merajut hari-hari penuh kebahagiaan bersama. Namun semua kebahagiaan itu kini hanyalah mimpi. Karena sekali lagi, mereka harus berpisah. Ayah dari baby girl ternyata adalah Willy dan bukan Arga.
“Bagaimana aku bisa membesarkan baby girl? Aku bahkan tak sanggup menatap wajahnya lagi. Kenapa begitu sulit bagiku dan kak Arga untuk bersatu? Kenapa?”tanya Catherine sambil terisak