Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Ingin Memilikimu


__ADS_3

Keduanya berciuman dengan mesra sambil memejamkan mata. Merasai kelembutan di bibir masing-masing. Melampiaskan rasa cinta dan rindu yang menggebu di dalam hati. Arga yang masih sadar, segera berusaha melepaskan ciuman Catherine.


“Nona..mmpphh..”


Namun dirinya terlalu larut dalam ciuman itu. Hingga tanpa sadar, juga membalas ciuman Catherine. Melepaskan semua kerinduan dalam hati keduanya. Arga memeluk tubuh Catherine dengan erat. Arga membalas ciuman itu, dengan beberapa kali mengusap punggung mulus Catherine


Ciuman itu sangat memabukkan. Hingga nafas keduanya tersengal-sengal. Keduanya melepaskan ciuman panas itu untuk beberapa saat.


Keduanya terengah-engah. Kemudian saling bertatapan mesra. Arga menyentuh wajah cantik Catherine yang mulai membiru karena kedinginan. Membuat Catherine memejamkan matanya kala tangan hangat Arga menyentuh wajahnya.


Arga kemudian menggenggam tangan Catherine lalu mengajaknya segera keluar dari kolam renang. Catherine menurut saja digenggam tangannya oleh Arga.


Begitu keluar dari kolam, Arga mengambilkan jubah mandi Catherine yang tadi tergeletak di kursi santai di pinggir kolam. Dibantunya Catherine memakai jubah mandi itu.


“Kak..kakiku..”


Karena kedinginan, kaki Catherine terasa kebas. Akhirnya Arga membopong Catherine di depan. Keduanya terus bertatapan dengan sangat mesra. Catherine sampai mengalungkan kedua tangannya ke leher Arga.


Arga membopong Catherine sampai ke dalam kamar. Lalu menurunkannya di depan kamar mandi.


“Nona sebaiknya segera berbilas”pinta Arga


“Kakak?”


“Saya akan menunggu di sini jika nona membutuhkan sesuatu”


“Baiklah”


Catherine baru berjalan dua langkah, namun karena masih mabuk tubuhnya jadi hilang keseimbangan. Arga yang melihat Catherine hampir jatuh, segera menangkap tubuh Catherine. Arga membantu Catherine berdiri.


“Bantu aku masuk ke dalam”pinta Catherine


Akhirnya Arga menuntun Catherine masuk ke kamar mandi. Sampai di dalam, Arga segera menyalakan shower dan mengatur tingkat kepanasan air. Arga yang fokus mengatur air, tak menyadari jika kini Catherine sudah melepas jubah mandinya, dan mendekap Arga dari belakang.


Arga yang merasakan Catherine memeluknya dari belakang, membalik badannya. Catherine kemudian mencium Arga sekali lagi sambil menyalakan shower. Membuat keduanya basah kuyup.

__ADS_1


Rupanya berada berdua dengan Arga membuat Catherine merasa sangat bergairah. Keduanya berciuman sekali lagi. Ciuman yang semakin lama semakin menuntut.


“Nona…tolong hentikan”pinta Arga melihat Catherine yang menciuminya semakin ganas. Catherine bahkan menggigit bibir bawah Arga.


“I want to be with you tonight”bisik Catherine di telinga Arga dengan sedikit mendesah dan menarik rambut Arga.


Tangan Arga pun mulai tak terkendali. Tangannya mulai menyusuri tubuh Catherine. Membuat Catherine yang sudah lama mendambakan sentuhan lelaki, mendesah dengan sangat sexy. Membuat Arga juga semakin hilang kendali.


Catherine melepaskan jas dan kemeja yang masih dipakai Arga tanpa melepaskan ciuman diantara keduanya. Saat Catherine mulai melepas ikat pinggang Arga, Arga yang sadar hampir melampui batas, melepaskan ciuman bibir mereka berdua yang sangat menggairahkan. Hingga nafas keduanya terengah-engah. Jantung mereka pun berdebar tak karuan.


“Jangan nona..hentikan!”


Arga meninggalkan Catherine di kamar mandi. Membuat Catherine yang merasakan penolakan Arga untuk kesekian kalinya, merasakan kesedihan yang teramat sangat.


Catherine menyusul Arga untuk meluapkan emosi dalam hatinya.


“Apa aku tak menarik di matamu?”seru Catherine dengan berlinangan airmata karena merasakan kesedihan di hatinya.


Arga mematung di depan pintu kamar Catherine.


“Laki-laki dimana-mana sama saja. Kau dan Willy sama saja. Selalu membuatku seperti seorang pelacur yang tak berharga”seru Catherine dengan tangis yang semakin menjadi.


“Jangan katakan itu! Kau sangat berharga bagiku..Cathy”gumam Arga dalam hati dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Pergilah jika itu maumu! Lagipula aku tak membutuhkanmu disini!”


Dengan suara bergetar, Catherine mengusir Arga dan mengusap airmatanya. Catherine masuk kembali ke kamar mandi. Arga langsung membalik tubuhnya mendengar ucapan Catherine.


Di dalam kamar mandi, Catherine kembali menyalakan shower dan membasahi tubuhnya dengan air hangat yang memancar keluar dari shower. Hatinya begitu sakit, karena Arga baru saja menolak bercinta dengannya. Saking sedihnya Catherine sampai terduduk di lantai dengan mendekap kedua kakinya dengan airmata yang terus membasahi pipinya.


Arga merasakan kegalauan yang teramat sangat, melihat Catherine kembali terluka dengan penolakannya. Padahal Arga hanya tak ingin melampaui garis batas yang dibuatnya dengan Catherine. Karena bagaimanapun Catherine adalah majikannya. Meskipun sebenarnya setiap mereka berciuman dan setiap Arga menyentuh tubuh molek nan mulus milik Catherine, selalu membuat “miliknya”langsung meronta.


Sungguh berdekatan dan menyentuh Catherine membuat Arga sangat tersiksa. Karena sebenarnya dia juga sangat menginginkannya. Namun kesadarannya membuat Arga harus sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak melangkah terlalu jauh.


Akhirnya Arga memilih menunggu Catherine di ranjang kamar Catherine. Sementara Catherine yang sudah merasa baikan segera keluar dari kamar mandi sambil memakai jubah mandi yang ada di kamar mandi.

__ADS_1


Catherine keluar sambil mengeringkan rambutnya yang basah, tanpa memperhatikan Arga yang menunggunya. Catherine berjalan menuju kamar ganti yang berisi pakaiannya.


Mata Catherine terbelalak kala melihat dari pantulan kaca lemari pakaiannya yang besar, Arga yang masih bertelanjang dada dan masih memakai celana panjangnya yang basah tadi, kini berjalan perlahan menghampirinya.


Catherine segera membalik tubuhnya. Dengan kedua tanganya disilangkan di depan dadanya.


“Aku pikir kakak sudah pergi”ucap Catherine dengan ketus dan pandangan matanya menatap ke arah yang lain.


Arga terus berjalan ke arah Catherine dan sampai di depannya. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Arga mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Catherine. Sentuhan tangan hangat Arga di wajahnya membuat Catherine memejamkan kedua matanya sejenak.


Namun kemudian, dirinya disadarkan dengan penolakan demi penolakan yang dilakukan Arga selama ini.


“Lepaskan aku”pinta Catherine sambil menjauhkan tubuhnya dari Arga.


Melihat Catherine yang masih marah padanya, Arga segera melingkarkan tangannya di pinggang ramping Catherine. Membuat Catherine membelalakkan matanya melihat Arga yang berinisiatif memeluk tubuhnya. Catherine menatap mata Arga.


“Kakak mau apa?”tanya Catherine sambil menatap tajam ke arah Arga


“Cathy”ucap Arga sambil tangan kanannya menyentuh pipi Catherine dengan tangan kirinya masih melingkar di pinggang ramping Catherine.


Catherine terkejut karena Arga tak pernah memanggil namanya dengan sebutan “Cathy”. Selama ini Arga selalu memanggilnya dengan sebutan “nona”. Arga menatap Catherine dengan tatapan sendu.


“Jangan pernah menganggap dirimu tak berharga. Karena kau sangat berharga untukku”ucap Arga lembut.


Ucapan Arga membuat perasaan Catherine kembali hangat.


“Tapi kau selalu menolakku”ucap Catherine dengan lembut.


“Aku tak ingin melangkah terlalu jauh, karena bagaimanapun juga kau sangat jauh dari jangkauanku”ucap Arga sambil menatap Catherine.


“Bagaimana dengan sekarang? Apa aku masih jauh dari jangkauanmu?”tanya Catherine sambil mendekap tubuh hangat Arga sambil memejamkan kedua matanya.


Catherine dapat mendengar jelas detak jantung Arga yang saat ini detaknya sangat cepat. Arga pun memeluk tubuh Catherine, wanita yang sangat dicintainya selama ini.


Hari ini Arga akan mengungkapkan semua perasaannya pada Catherine.

__ADS_1


“Sekarang..aku ingin memilikimu seutuhnya. Karena aku sangat mencintaimu Cathy”ucap Arga dengan tegas


__ADS_2