
Catherine yang mendengar pengakuan cinta Arga, membuka kedua matanya, lalu menatap mata Arga dengan tatapan tak percaya. Baru kali ini Catherine mendengar Arga mencintainya.
“Benarkah yang barusan kau katakan? Aku tidak sedang mabuk kan?”tanya Catherine tak percaya.
“I love you Cathy”ucap Arga sambil tersenyum
Catherine tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya mendengarkan pengakuan cinta Arga padanya. Lelaki yang selama ini juga dicintainya. Lelaki yang dicintainya sejak berumur 11 tahun. Lelaki yang dulu dipaksa menjadi pacar pertamanya. Tanpa sadar, airmata Catherine menetes. Air mata bahagia.
Arga mengusap airmata yang membasahi wajah cantik Catherine. Arga menatap lembut ke arah Catherine. Keduanya saling bertatapan penuh cinta. Arga mendekatkan kepalanya dan memiringkannya. Arga ingin mencium bibir ranum Catherine yang selalu menciumnya terlebih dahulu. Kali ini Arga yang berinisitif mencium Catherine. Bibir keduanya pun bertemu. Arga mencium bibir Catherine dengan sangat lembut. Membuat Catherine juga membalas ciuman itu. Keduanya berciuman sekali lagi namun kali ini atas inisiatif Arga. Arga yang memulai permainan.
Dengan perlahan, Arga mencium bibir lembut Catherine. Kemudian ciuman mereka semakin dalam dan semakin menuntut lebih. Catherine mengalungkan kedua tangannya di leher Arga. Keduanya berciuman sambil memejamkan mata. Menikmati setiap sapuan bibir masing-masing.
Sekarang gairah keduanya kembali berkobar. Arga menggendong tubuh mungil Catherine . Arga membawa Catherine menuju ranjang dan meletakkannya dengan perlahan.
Mata keduanya saling bertatapan. Detak jantung keduanya saling bershut-sahutan dengan kencang. Diliputi jutaan perasaan yang menggelora dalam dada. Kali ini Arga ingin memiliki wanita yang dicintainya. Memilikinya seutuhnya.
“May I ?”tanya Arga lirih
Catherine mengangguk pelan tanda setuju.
Arga mengusap wajah Catherine yang saat ini sudah bersemu merah, karena malu. Namun Catherine pasrah karena dia pun menginginkan Arga yang memilikinya. Menikmati “miliknya” yang masih bersegel.
Keduanya kemudian berciuman dengan penuh hasrat dan gairah yang menggebu. Dengan nafas yang saling berburu saking panasnya ciuman keduanya. Arga mulai mencium tengkuk Catherine dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
Arga menyusuri tubuh molek Catherine hingga membuat Catherine mendesah dengan sangat seksi. Suara ******* Catherine membuat Arga semakin bersemangat untuk memulai pergulatan panas mereka.
Tubuh Catherine bergetar saat Arga memulai permainannya. Menimbulkan sensasi geli namun terasa nikmat. Membuat Catherine menggigit bibir bawahnya dengan memejamkan matanya. Suara ******* Catherine semakin keras, saat Arga mulai penyatuan tubuh mereka.
Arga melakukannya dengan sangat lembut, membuat Catherine yang merasakan rasa sakit dan nyeri di pangkal pahanya. Darah segar pun keluar seiring “pembobolan” yang dilakukan Arga pada wanita yang meskipun berstatus suami orang, namun sampai sekarang masih perawan.
Arga yang merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakan sebelumnya seumur hidupnya kala menyatukan tubuhnya dengan tubuh Catherine, mulai mempercepat ritme permainannya. Membuat Catherine juga merasakan sesuatu dalam tubuhnya.
Suara keduanya memenuhi kamar. Karena pergulatan panas antara keduanya menerbangkan keduanya menuju nirwana. Hingga peluh dan keringat keduanya membanjiri ranjang yang menjadi saksi bersatunya dua manusia yang saling mencintai itu.
Catherine dan Arga merasakan ada sesuatu yang akan segera meledak dari tubuh keduanya. Membuat keduanya merasa lemas dengan nafas yang terengah-engah sesaat setelah keduanya dibawa ke langit ketujuh. Arga ambruk di samping Catherine.
Malam itu menjadi saksi penyatuan kedua anak manusia yang saling mencintai namun terhalang status dan kedudukan. Malam itu Catherine telah menyerahkan “miliknya yang paling berharga” bukan dengan suaminya namun dengan lelaki yang sangat dicintainya. Begitu juga dengan Arga, perjaka yang selama bertahun-tahun hanya mencintai satu wanita itu pun melepas keperjakaannya dengan wanita yang berstatus istri orang dan masih majikannya.
Saat keduanya sudah mulai tenang, Catherine berbaring dalam pelukan Arga di bawah selimut. Catherine merasa bahagia karena ternyata Arga sangat mencintainya. Catherine menatap wajah tampan Arga yang tertidur pulas di sampingnya.
Diamatinya wajah lelaki tampan, yang selalu dingin padanya. Seperti tak mempunyai perasaan. Namun rupanya semua itu hanya kedok untuk menutupi perasaannya selama ini.
“Mmmuahhh”
Catherine mencium lembut bibir Arga. Arga membuka matanya saat merasakan Catherine menciumnya.
“Thank you”
__ADS_1
“Untuk apa?”tanya Arga dengan setengah mengantuk.
“Because you love me too”
Arga yang masih mengantuk mendekap tubuh hangat Catherine dan mengecup keningnya.
Keduanya kemudian tidur sambil berpelukan.
Arga bangun terlambat karena kelelahan. Dirinya baru sampai Paris kemarin malam setelah menempuh perjalanan selama enam belas jam dari Indonesia menuju Paris. Namun lelahnya perjalanan dikalahkan dengan keinginannya untuk segera bertemu Catherine, untuk menemui wanita yang sangat dicintainya. Arga ingin ada di sisinya setelah tahu William, suami Catherine sudah berselingkuh dengan wanita lain. Arga ingin memberikan dukungan pada Catherine.
Cahaya pagi yang menerobos kamar membangunkan Arga yang masih terlelap tidur. Arga membuka matanya, namun Catherine tidak ada di sana. Catherine sudah bangun terlebih dahulu. Arga bangun dari tidurnya dan saat menyibak selimut yang menutupi tubuh kekarnya karena kegiatan panasnya dengan Catherine, Arga terkejut melihat ada noda darah merah di ranjang.
“Mungkinkah Cathy…”
Arga berpikir keras dengan pembobolan yang semalam dilakukannya. Arga yang semalam sudah dibutakan kabut asmara karena begitu menikmati pergulatan panasnya dengan Catherine, tak berpikir bahwa sebenarnya Catherine masih perawan sampai kemarin malam.
Arga mengusap kepalanya dengan kasar.
“Kenapa aku begitu bodoh?”gumam Arga dalam hati
“Kakak kenapa?”tanya Catherine yang melihat Arga tampak gusar, sedang duduk di tepi ranjang dengan hanya ditutupi selimut.
Suara Catherine membuyarkan lamunan Arga. Catherine berjalan mendekati Arga. Berdiri di depannya dengan masih memakai jubah mandinya. Karena dirinya baru saja selesai mandi.
Catherine menundukkan kepalanya kemudian mencium bibir Arga. Arga membalas ciuman itu kemudian keduanya sama-sama tersenyum.
“Kakak kenapa?”tanya Catherine lagi melihat wajah Arga yang kelihatan gusar.
__ADS_1
“Apa terasa sakit?”
“Hah..apa maksud kakak?”
Arga diam dan menunjuk noda darah di ranjang.
“Ah..itu..”
Catherine duduk di pangkuan Arga sambil mengalungkan kedua tangannya.
“Sedikit”ucap Catherine lirih
“May I see it?”tanya Arga kuatir
“No way”
“But why?”
“Aku malu”jawab Catherine dengan menundukkan kepalanya karena malu.
“Can I ask you something?”tanya Arga
Catherine mengangguk pelan.
“You’re still virgin?”
“Not until last night”
“But how come? Apa kamu dan Willy…”
Akhirnya Catherine harus menceritakan kehidupan rumah tangganya bersama William. Dimana William selama ini tak pernah menyentuh dirinya meskipun mereka sudah resmi menjadi suami istri. Semua karena Catherine pernah mengatakan bahwa dirinya mencintai lelaki lain.
“Willy bilang padaku dia akan menyentuhku hanya jika aku benar-benar sudah mencintainya. Dia sama seperti kakak, selalu menolakku. Membuat aku seperti wanita yang tak berharga dimata semua lelaki yang dekat denganku”ucap Catherine dengan sendu
Arga meletakkan telunjuknya di bibir mungil Catherine.
“Don’t you say like that! That’s not true! Kau sangat berharga bagiku. Itu sebabnya aku tak ingin melampaui batas yang ada di antara kita”
“Lalu kenapa baru sekarang kakak melampaui batas itu?”
“Maaf”
Catherine mencium bibir Arga.
“That’s doesn’t matter anymore..aku bahagia karena aku “menyerahkannya”untuk kakak”ucap Catherine lalu diciumnya lagi bibir Arga.
“Thank you”
__ADS_1
Keduanya terbuai dalam rangkaian ciuman bibir yang terasa sangat memabukkan bagi keduanya. Keduanya merasakan candu jika sudah bersama.