Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Bicara Empat Mata


__ADS_3

Chaterine duduk di samping Arga sementara Arga menggendong si kecil Thania yang tertidur pulas dalam gendongannya. Keduanya baru saja menikmati kebersamaan singkat mereka.


“Bagaimana persiapan pernikahan kakak?”tanya Catherine memecah keheningan.


Arga hanya terdiam tanpa berniat menjawab pertanyaan Catherine. Catherine yang melihat Arga diam, langsung menoleh pada lelaki tampan yang selalu membuat hatinya bergetar itu. Catherine tersenyum ke arah Arga.


“Kenapa kakak diam? Apa aku tak boleh menanyakan ini?”tanya Catherine lembut.


“Bisa kita lupakan sejenak masalah pernikahanku? Aku hanya ingin menikmati kebersamaan kita”ucap Arga dengan ekspresi wajah yang dingin.


Berusaha menyembunyikan kegundahan dan kebimbangan dalam hatinya. Catherine kembali menatap pemandangan di depannya.


“Jessica gadis yang baik, kak. Kakak harus membahagiakan dia”pinta Catherine tulus.


Catherine yang sudah mengikhlaskan Arga bersanding dengan Jessica mencoba memberikan pendapatnya. Catherine merasa Jessica akan menjadi pendamping terbaik bagi Arga. Apalagi Catherine juga melihat Jessica dapat menerima Thania.


“Aku yakin dia juga akan menyayangi Thania seperti anaknya sendiri. Aku yakin itu. Karena itu jangan buat dia sedih ya kak. Berbahagialah dengan Jessica!”pinta Catherine lagi sambil menoleh pada Arga dan tersenyum.


Senyuman tulus seorang wanita yang mengikhlaskan lelaki yang dicintainya menikah dengan wanita lain.


“Terimakasih”ucap Arga singkat tanpa ekspresi.


Setelah asyik berbincang, Arga mengantar Catherine dan Thania kembali ke kediaman Alexander.


“Apa nona akan datang pada pernikahan saya?”tanya Arga sambil menatap lurus ke depan tanpa melirik Catherine.


“Tentu saja kak. Aku dan Thania pasti akan datang di hari bahagiamu”jawab Catherine.


Ada rasa sakit di hati keduanya saat akan berpisah. Karena tak bisa dipungkiri rasa cinta dalam hati keduanya masihlah besar. Namun semua harus berakhir karena sebentar lagi Arga akan menikah dengan Jessica.


*


*


*


*


H-1 malam sebelum pernikahan Arga dan Jessica digelar. Jessica menatap rumahnya yang kini sudah didekorasi sedemikian rupa sehingga menjadi tempat perhelatan pernikahan sederhananya dengan Arga.


Ada rasa bimbang dalam hatinya.


“Benarkah yang aku lakukan ini?”gumam Jessica dalam hati.


Untuk mengusir kegundahan dalam hatinya, Jessica menghubungi Arga.

__ADS_1


“Kakak sedang apa?”tanya Jessica


“Aku sedang mengurus beberapa pekerjaan yang tertunda. Ada apa kau menelponku?”tanya Arga sambil menatap deretan berkas pekerjaannya yang tertunda karena mengurus persiapan pernikahannya.


“Ah..tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mendengar suara kakak. Itu saja”jawab Jessica sambil merebahkan tubuhnya bersandar di kepala ranjangnya.


“Kenapa? Apa kau gelisah karena besok kita akan menikah? Makanya kau tak bisa tidur?”sindir Arga


“Kak..”panggil Jessica


“Apa kakak benar akan menikahiku?”tanya Jessica dengan jantung berdebar-debar.


Arga menghentikan aktivitasnya setelah mendengar ucapan serius dari Jessica.


“Tentu saja”jawab Arga singkat.


“Apa kakak tidak akan menyesali pernikahan ini?”tanya Jessica lagi


Jessica berusaha mendapatkan kepastian dari lelaki yang sudah meminangnya dan akan menikahi esok hari. Arga tampak berpikir beberapa saat. Walaupun sebenarnya terasa berat, namun semua sudah direncanakan.


“Aku tak akan menyesalinya karena aku yang sudah memilihmu. Aku akan bertanggung jawab sampai akhir”jawab Arga tegas.


“Apa kakak mencintaiku?”tanya Jessica tiba-tiba.


Arga terdiam. Pertanyaan itu sangatlah berat. Hati Arga terasa terhimpit karena pertanyaan itu begitu menohok dalam hatinya. Karena nyatanya Catherine adalah pemilik hatinya. Jessica yang menunggu jawaban Arga tampak tertunduk lesu. Karena diapun tahu pasti jawaban dari pertanyaannya.


“Tapi kau tak mencintaiku”gumam Jessica dalam hati sambil menitikkan airmata.


“Aku harap kakak tidak akan menyesal menikah denganku. Karena aku sangat mencintai kakak. Aku pasti akan membuat kakak jatuh cinta padaku. Itu pasti”jawab Jessica dengan bersemangat sambil mengusap sisa airmatanya.


“Sudah malam! Tidurlah sekarang! Kita bertemu besok!”pinta Arga


“Iya kak. Kakak juga. Selamat malam kak”pamit Jessica


“Selamat malam”sahut Arga


“Kak..”


“Ada apa?”


“I love you”ucap Jessica lalu ditutupnya telepon itu.


Arga mematung selama beberapa saat setelah mendengar pernyataan cinta dari wanita yang akan dinikahi besok.


Setelah menelpon Arga, Jessica tak juga tidur. Sementara Arga masih juga terjaga. Begitu juga dengan Catherine. Malam itu adalah malam yang berat bagi ketiganya untuk terpejam. Karena besok semua akan menjadi lembaran baru bagi kehidupan Arga, Jessica dan Catherine. Kisah cinta segitiga antara mereka akan berakhir besok.

__ADS_1


Jessica akhirnya tertidur setelah lewat dini hari. Begitu penata rias yang akan merias dirinya datang, Jessica yang masih terkantuk pun dirias dalam keadaan setengah sadar.


“Ngantuk banget ya kak?”tanya Joanne yang melihat sang kakak masih terkantuk-kantuk.


Jessica berusaha membuat dirinya terjaga sambil membelalakkan matanya beberapa kali.


“Iya, kakak masih ngantuk banget”jawab Jessica


“Apa karena kakak akan menikah makanya kakak gelisah dan susah tidur?”tanya Joanne


“Biasanya calon pengantin memang seperti itu sih kak”jawab sang penata rias.


“Benarkah begitu kak?”tanya Jessica pada penata rias yang sedang merias dirinya.


Penata rias itu kemudian menceritakan pengalamannya selama ini merias para calon pengantin. Dengan mendengarkan cerita-cerita itu, perlahan kegelisahan dalam hati Jessica pun menghilang.


Setelah dirias selama hampir tiga jam lamanya, akhirnya Jessica selesai juga dirias.


“Woww..kakak cantik sekali”puji Joanne


“Benarkah?”tanya Jessica


Jessica pun berdiri dari posisinya duduk menuju kaca rias besar yang ada di ruangan tempat dirinya dirias. Jessica tampak puas melihat hasil riasan di wajahnya. Riasan itu sangat pas dengan dress pengantin yang saat ini dikenakannya.


“Kak Arga beruntung sekali mendapatkan kakak”puji Joanne sambil memeluk tubuh sang kakak.


“Hati-hati nona. Jangan sampai kena riasannya ya?”tegur penata rias pada Joanne yang menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak.


“Ah iya..terimakasih sudah mengingatkan”sahut Joanne.


“Aku turun dulu kalo begitu. Nanti aku kemari lagi kalo kak Arga sudah datang. Selamat kakakku sayang, sebentar lagi kau akan menikah dengan lelaki yang kau cintai. Semoga kau selalu bahagia kak”ucap Joanne


“Terimakasih adikku sayang”jawab Jessica.


Akhirnya Jessica ditinggal seorang diri di ruangan itu sambil menunggu calon pengantin pria datang. Saat sedang menunggu, tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang tak lagi muda, masuk ke dalam ruangan Jessica.


“Nyonya Caroline?”panggil Jessica yang mengenali wanita yang masuk ke dalam ruangannya.


Caroline mendekati Jessica dan mengajaknya bicara empat mata.


“Kau sangat cantik Jessica”puji Caroline


“Terimakasih nyonya”balas Jessica


“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini penting”ucap Caroline dengan ekspresi wajahnya yang sangat serius.

__ADS_1


“Nyonya mau bicara apa?”tanya Jessica


Caroline menghela nafasnya perlahan. Sambil meraih tangan Jessica dan menggenggamnya, Caroline meminta bicara empat mata dengan Jessica.


__ADS_2