Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Hampir Tertabrak


__ADS_3

Catherine memejamkan matanya begitu mobilnya berhenti. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Nafasnya juga terengah-engah saking syoknya. Bagaimana tidak, ketika Catherine berhasil mendapatkan hpnya, begitu menatap jalan di depannya, Catherine melihat seorang anak kecil tiba-tiba berlari ke depan jalanan yang dilaluinya. Catherine yang panik segera mengerem mobil pribadinya.


Anak kecil yang baru berusia dua tahunan itu hanya mematung di jalan di depan mobil Catherine sambil mendekap bolanya yang tadi menggelinding ke jalanan. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian seakan ikut menahan nafasnya melihat kejadian yang mendadak itu.


“Darrennnnn”pekik seorang wanita dari seberang jalan


Wanita itu langsung berlari ke arah sang putra yang tiba-tiba terlepas dari genggamannya. Wanita itu langsung mendekap putranya tanpa memperdulikan mobil yang sedang melaju ke arahnya. Wanita itu juga memejamkan matanya ketika melihat mobil yang semakin dekat.


“Ckitttttt”


Mobil Catherine berhenti tepat di depan wanita yang sedang menyelamatkan putranya. Orang-orang langsung dapat bernafas lega ketika melihat kecelakaan tidak terjadi. Sikap Catherine yang dengan sigap langsung menginjak rem, sehingga mobil bisa berhenti di saat yang tepat.


Catherine langsung keluar dari mobilnya dan berlari ke arah wanita dan anaknya yang hampir saja tertabrak mobilnya.


“Are you okay?”tanya Catherine kuatir


“I’m okay. Thank you”ucap wanita itu.


“Is your son okay?”tanya Catherine sambil menatap anak kecil yang didekap wanita itu.


“Darren kamu baik-baik saja kan nak?”tanya wanita itu pada putranya


Anak kecil bernama Darren itu menganggukkan kepalanya.


“Kamu dari Indonesia?”tanya Catherine begitu mendengar wanita itu berbicara dengan putranya dengan bahasa Indonesia.


Wanita itu menoleh pada wanita cantik yang berdiri tak jauh dari dirinya.


“Iya. Saya dari Indonesia”


“Wah..kebetulan sekali. Aku juga dari Indonesia”ucap Catherine.


“Sebaiknya kita menepi”ajak Catherine sambil mengajak wanita dan anaknya menepi.


Beberapa bodyguard yang bertugas mengawal Catherine segera menghampiri Catherine. Lelaki berperawakan tinggi besar, dengan tampilan yang sangat misterius karena memakai setelan jas hitam dan kacamata hitam, tampak mendekati Catherine sambil berlari.


“Nona..nona baik-baik saja?”tanya seorang bodyguard.


“Aku baik-baik saja”jawab Catherine


Melihat ada beberapa orang berbadan besar dan tegap, membuat wanita yang tadi hampir ditabrak Catherine langsung ketakutan. Dia langsung mendekap putranya dengan sangat erat.


Catherine yang melihat raut ketakutan yang sangat jelas di mata wanita itu, langsung memerintahkan para bodyguardnya untuk menjauh dan menjaga jarak dengan dirinya.


“Kalian pergi saja. Kalian sudah membuat temanku ketakutan”perintah Catherine.


Para bodyguard itupun langsung undur diri dan kembali ke mobil mereka.


“Tenang saja..mereka sudah pergi. Mereka para pengawalku”ucap Catherine sambil tersenyum.


Catherine akhirnya mengajak wanita dan anaknya itu pergi ke café untuk menenangkan diri. Karena Catherine sendiri masih merasa syok dengan kejadian tadi.


Kini keduanya sudah berada di sebuah café di tengah kota London. Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang-bincang bersama.


“Kenalkan namaku Catherine”sapa Catherine mencoba ramah sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita itu.


Wanita itu tampak termenung sesaat.


“Catherine? Nama yang sama dengan wanita yang menikah dengan Willy? Tapi..mungkin dia wanita yang berbeda”gumam Ella dalam hati.


Ya, wanita yang hampir ditabrak Catherine adalah Ella. Wanita “simpanan” Willy. Dan anak kecil yang hampir ditabrak tadi adalah Darren. Putra Willy dan Ella.

__ADS_1


“Hei..kenapa melamun?”tanya Catherine begitu melihat Ella yang melamun


“Ah..maaf. Namaku Ella. Dan ini putraku Darren”balas Ella


Keduanya saling berjabatan tangan. Karena berasal dari negara yang sama, membuat Catherine dan Ella merasa dekat satu sama lain. Dan tak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk berteman.


Dari café, Ella mengajak Catherine ke butik miliknya. Sesampainya di butik, Ella langsung mengajak Catherine berkeliling.


“Ini butikmu?”tanya Catherine sambil menatap deretan gaun yang terpajang di mannequin.


“Iya. Ini butikku. Karena aku suka merancang pakaian”


“Kau juga desaignernya?”tanya Catherine penasaran


“Iya. Kebetulan aku kuliah jurusan fashion desaign”


Akhirnya percakapan kedua wanita cantik yang baru saja berteman itupun bergulir. Dan saat membahas masalah pribadi.


“Apa kau sudah lama di sini?”tanya Ella


“Belum..aku baru saja pindah kemari setelah menikah”jawab Catherine


“Jadi kau baru menikah?”tanya Ella dengan raut wajah yang penuh tanda tanya.


“Iya..aku baru menikah..”


Catherine menghitung dengan jarinya sambil berpikir.


“Dua minggu”sahut Catherine


Ella tampak terkejut karena lamanya waktu pernikahan Catherine sama dengan pernikahan Willy. Karena terlalu takut dengan pikirannya sendiri akhirnya Ella mengalihkan pembicaraan dengan membicarakan kesibukan Catherine dan masa lalu Catherine.


Mereka berdua berbicara tentang diri mereka masing-masing tanpa menyinggung masalah pribadi. Catherine merasa sangat senang berkenalan dengan Ella karena merasa Ella seperti seorang sahabat yang bisa diajak bicara.


“Kenapa buru-buru sekali?”tanya Ella


“Aku harus segera pulang. Sebentar lagi suamiku pulang”jawab Catherine


“Oh..baiklah!”


“Kapan-kapan aku akan mampir kemari”ucap Catherine


“Kalo kamu kesepian, kemarilah! Aku akan senang jika kau mau berkunjung”sahut Ella


“Tentu saja, dengan senang hati”jawab Catherine.


Setelah berpamitan. Catherine melajukan mobilnya meninggalkan butik milik Ella. Ella yang mengantar kepergian Catherine tampak melambaikan tangannya pada sahabat barunya.


Hingga mobil yang dikendarai Catherine menghilang dibalik kerumunan lalu lalang kendaraan yang memadati London.


“Kau sedang apa?”tanya seseorang pada Ella


Ella yang mengenal suara itu langsung membalik badannya. Ella tampak terkejut melihat lelaki yang dicintainya sekaligus ayah dari anaknya telah berdiri di belakangnya.


“Willy?”


“Kenapa wajahmu kelihatan kaget seperti itu?”tanya Willy begitu melihat wajah Ella yang terkejut melihat dirinya.


“Ah tidak ada apa-apa”kelit Ella bohong.


Keduanya kemudian masuk ke dalam butik yang sudah kosong, karena para pegawai Ella juga sudah pulang. Willy memang selalu mengunjungi Ella untuk menjemputnya pulang baru kemudian Willy pulang ke mansionnya. Willy ke butik jika sudah tidak ada orang lain di sana. Itu sebabnya tak ada seorangpun yang mengetahui “suami” Ella. Karena Willy dan Ella memang tidak ingin ada orang yang mengetahui hubungan “terlarang” mereka. Apalagi sekarang Willy sudah menikah.

__ADS_1


“Daddy”panggil Darren sambil berlari ke arah ayahnya.


Willy langsung berjongkok untuk meraih putra semata wayangnya lalu keduanya saling berpelukan. Willy langsung menggendong tubuh mungil Darren.


“Hei jagoan. How’s your day?”tanya Willy


“Daddy”


“Iya nak”


“Tadi ada mobil”


“Oh ya?”


“Mobilnya deket, aku mau ketabrak”


Willy yang kaget mendengar cerita Darren langsung menoleh pada Ella. Ella yang memang sudah mengira akan seperti ini, segera mengambil alih tubuh Darren dari Willy.


“Darren main dulu ya?”


Darren langsung kembali ke area bermainnya. Meninggalkan mommy dan daddy-nya yang akan terlibat pembicaraan serius akibat bocoran ceritanya tadi.


“Apa maksudnya? Darren ketabrak mobil?”tanya Willy dengan menggebu


“Tenanglah..dia baik-baik saja. Tadi memang ada mobil yang akan menabraknya tapi mobil itu berhenti tepat di depan kami”jawab Ella dengan nada bicara setenang mungkin supaya tidak memancing kemarahan Willy.


“Kalian hampir tertabrak?”seru Willy tak percaya


“Tadi Darren mengejar bolanya yang menggelinding. Dia terlepas dari pegangan tanganku lalu berlari ke jalanan. Aku langsung berlari mengejar Darren. Untung saja pengendara mobil itu cekatan. Jadi kami tidak sampai tertabrak”


“Apa ada yang luka?”selidik Willy dengan wajah yang kuatir menelisik beberapa bagian tubuh Ella untuk memastikan tidak ada luka ditubuh wanita lemah itu.


“Aku dan Darren baik-baik saja. Kami tidak terluka sedikitpun”


“Syukurlah! Seharusnya kau bilang padaku ketika kalian mengalami hal seperti ini”seru Willy dengan wajah yang serius


Hati Ella merasa sangat terharu mendengar Willy yang mengkhawatirkan dirinya. Walaupun sebenarnya Willy lebih mengkhawatirkan putranya ketimbang dirinya. Tapi tetap saja, Ella merasa senang karena Willy mengkhawatirkan dirinya.


“Jangan seperti itu. Kau terdengar seperti sedang mengkhawatirkan aku”sindir Ella


“Aku memang mengkhawatirkanmu. Apa aku salah?”tanya Willy


“Kau lupa kalo kau sudah menikah. Dan sekarang mungkin istrimu sedang menunggu kepulanganmu”ucap Ella


Willy yang menyadari dirinya belum pulang setelah dari rumah sakit, segera mengajak Ella dan putranya pulang.


“Kita pulang sekarang”


Sepanjang perjalanan, keduanya lebih banyak diam. Ada rasa bersalah dalam hati Willy kepada wanita yang sudah memberinya seorang putra. Baginya Ella lebih dari seorang ibu dari putranya. Willy sendiri tak mengerti mengapa dirinya begitu khawatir mendengar Ella dan putranya hampir tertabrak.


Willy yang sedang fokus menyetir, melirik ke arah spion mobilnya untuk melihat Ella yang sedang memangku putranya yang tertidur pulas di pangkuannya. Ella yang dilirik, tak menyadari tatapan penuh cinta dari Willy.


Begitu Ella menatap ke depan, Ella dapat melihat dari spion, Willy yang sedang melirik ke arahnya. Ella pun tersenyum, menampakkan senyum indah dari wanita cantik itu. Willy pun ikut tersenyum.


Sesampainya di apartemen mereka, Willy hanya mengantar sebentar ke  dalam. Setelah membaringkan tubuh Darren yang tadi tertidur, Willy segera keluar dari kamar Darren.


“Aku pulang dulu”


“Iya hati-hati di jalan”


“Hubungi aku jika kau memerlukan apa-apa”

__ADS_1


Ella hanya mengangguk dan kembali menyunggingkan senyum manisnya. Willy mendekatkan tubuhnya ke arah Ella kemudian mengecup kening Ella dengan lembut.


Willy pulang setelah berpamitan pada Ella. Willy segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya bisa segera pulang ke rumah. Willy selalu merasa bersalah pada Catherine jika dirinya bersama dengan Ella. Karena bagaimanapun, Willy mencintai Catherine. Tapi Willy juga tak ingin kehilangan Ella dan putranya Darren.


__ADS_2