
Arga yang kuatir karena Catherine tiba-tiba menghilang dari pandangannya segera berlari ke arah food court seperti informasi yang diterimanya dari bodyguard Catherine. Sesampainya di food court, Arga celingukan mencari nona mudanya itu. Dan saat matanya menangkap sosok Catherine, Arga tersenyum lega karena sudah menemukan gadis nakal yang sudah membuatnya kuatir.
“Disitu kau rupanya”gumam Arga dalam hati.
Saat Arga akan menjemput Catherine, langkah kakinya terhenti saat melihat Catherine yang sedang ngobrol dan tertawa dengan seorang lelaki muda. Hati Arga mendadak panas. Senyum yang tadi sempat terukir di wajahnya, langsung menghilang begitu perasaan cemburu menguasai hatinya. Dengan langkah buru-buru, Arga segera mendekati Catherine.
“Disini nona rupanya”ucap Arga begitu sampai di meja Catherine.
“Kakak?”Catherine terkejut bukan main begitu melihat penampakan si balok es kesayangannya
“Kakak?”tanya Albert begitu melihat sosok Arga.
“Ayo kita pulang!”ajak Arga sambil menarik tangan Catherine dengan kasar.
“Lepasin kak!”ronta Catherine yang merasakan sakit di pergelangan tangannya akibat ditarik paksa oleh Arga.
“Tolong jangan kasar! Cathy minta Anda melepaskannya”bela Albert melihat Catherine yang kesakitan.
Arga semakin marah mendengar Albert memanggil Catherine dengan sebutan Cathy. Arga langsung menoleh ke arah Catherine dengan tatapan tajamnya yang sangat dingin dan membunuh. Membuat Catherine bergidik ngeri melihat tatapan tajam Arga.
“Kenapa dia kelihatan marah?”gumam Catherine dalam hati
“Tolong jangan ikut campur! Minggirlah!” seru Arga dengan nada tinggi sambil mendorong tubuh Albert dengan kasar.
Membuat Albert sedikit terhuyung ke belakang. Arga langsung menarik tubuh Catherine hingga keduanya meninggalkan food court diikuti tatapan mata pengunjung mall yang menatap keduanya penuh tanda tanya. Catherine terus berontak karena Arga menarik tangannya dengan kasar.
“Kak..lepasin!”pinta Catherine sambil berusaha melepaskan pegangan Arga
Arga yang sedang marah langsung melotot ke arah Catherine. Membuat nona muda manja itupun menundukkan kepalanya melihat kemarahan Arga. Sesampainya di dalam mobil, Arga langsung memasukkan Catherine ke dalam mobil lalu memasangkan sabuk pengamannya.
“Brakkk”
Arga menutup pintu mobil dengan keras hingga Catherine mengedipkan matanya mendengar pintu yang tertutup keras itu. Arga langsung masuk mobil dan memakai sabuk pengamannya sendiri dan menyetir mobil meninggalkan mall.
Catherine terus membisu selama perjalanan pulang. Sementara Arga terus berusaha mengatur emosinya yang baru saja meledak melihat wanitanya sedang bersama lelaki lain yang tidak dikenalnya. Keduanya terus membisu sepanjang perjalanan.
Sesampainya di apartemen, Catherine langsung masuk ke dalam kamar dan membanting pintu dengan keras.
“Brakk”
Arga hanya menghela nafasnya saat mendengar pintu yang ditutup dengan keras. Arga langsung duduk di kursi sofa dan menggaruk-garuk kepalanya dengan kasar setelah mampu menguasai emosinya sendiri.
“Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku begitu marah melihat nona bersama lelaki lain? Tak seharusnya aku sekasar itu pada nona”sesal Arga dalam hati
Arga menatap kamar nona mudanya dengan tatapan penuh penyesalan.
__ADS_1
Catherine yang masih sangat kesal, duduk di ranjang sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Hatinya masih juga bergemuruh mengingat Arga yang tersenyum dan tertawa dengan gadis cantik yang ditemui di mall tadi.
“Apa dia pikir hanya dia yang bisa marah? Aku juga bisa marah”gerutu Catherine dalam hati dengan hati yang kesal
Catherine yang marah, terus berada di dalam kamar. Dia bahkan melewatkan makan malamnya. Arga yang terus diliputi penyesalan, yang sudah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua terus menatap ke arah pintu kamar Catherine.
Arga melangkahkan kakinya sampai di depan pintu kamar. Tangannya terangkat hendak mengetuk pintu. Arga tampak ragu-ragu selama beberapa saat. Akhirnya Arga memberanikan diri mengetuk pintu kamar Catherine untuk mengajaknya makan malam.
“Tok..tok..tok”
Pintu kamar diketuk dari luar. Tak ada sahutan dari dalam kamar.
“Tok..tok..tok..”
“Nona, sudah waktunya makan malam. Saya sudah buatkan sesuatu untuk nona. Silahkan makan malam sekarang”bujuk Arga
Tak ada sahutan apapun dari dalam kamar. Catherine sengaja membiarkan Arga. Meskipun sebenarnya sudah lapar, tapi Catherine memilih mogok makan sebagai bentuk protes pada Arga.
“Nona, mari makan malam sekarang”ajak Arga dengan suara lebih lantang
Tapi Catherine tetap tak bergeming. Kali ini dia serius tidak ingin makan malam.
“Pergi! Aku tak mau makan. Kakak makan saja sendiri”seru Catherine dengan lantang
“Baiklah! Jika itu keinginan nona. Saya tidak akan memaksa. Saya taruh makanannya di kulkas jika nanti nona berubah pikiran”jawab Arga
“Siapa juga yang mau makan malam. Kak Arga menyebalkan! Balok es kau sangat menyebalkan! Aku membencimu!”gerutu Catherine dalam hati sambil menunjuk-nunjuk foto Arga di hpnya dengan kasar.
Akhirnya karena sangat kelelahan setelah seharian jalan-jalan, membuat Catherine tertidur tanpa sempat makan malam.
“Krucuk..krucuk..”
Bunyi perut Catherine yang kelaparan. Dalam kondisi mata yang masih terpejam, Catherine meremas perutnya yang sudah sangat lapar.
“Ayolah tidur! Kenapa kalian mesti membuatku bangun lagi?”gerutu Catherine kesal pada cacing-cacing di perutnya yang sudah membuatnya terbangun tengah malam.
“Apa yang harus aku lakukan? Aku tak mau makan. Tapi perutku sudah sejak siang tadi belum makan. Aahhhh..menyebalkan!”gerutu Catherine dalam hati
Catherine masih berbaring di ranjangnya dalam posisi terlentang. Dengan kedua mata yang terbuka. Catherine menatap langit-langit kamar di apartemen Arga yang saat ini dipakainya.
“Sekarang sudah tengah malam, kak Arga pasti sudah tidur. Sebaiknya aku makan sekarang. Daripada nanti aku tidak bisa tidur gara-gara kelaparan. Aku masih butuh tenaga untuk menghadapi kak Arga besok. Ayo Catherine! Kau pasti bisa!”gumam Catherine dalam hati menyemangati dirnya sendiri.
Catherine beranjak dari tidurnya dan berjalan keluar kamar. Catherine membuka pintu kamar perlahan-lahan sambil memantau keadaan. Catherine melongokkan kepalanya keluar dari pintu dan menoleh ke kanan dan kiri. Suasana apartemen Arga sangat sepi. Hanya lampu temaram yang menghiasi dan menerangi apartemen itu.
“Sepertinya sudah aman”gumam Catherine dalam hati
__ADS_1
Catherine mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar dengan mengendap-endap karena Catherine tak mau membangunkan Arga. Catherine berjalan ke arah dapur dan mulai mendekati lemari pendingin dua pintu yang ada di salah satu sudut dapur itu.
Catherine membuka pintu kulkas dua pintu itu yang memang lumayan berat. Dan saat terbuka, kepulan asap dari dalam kulkas menyentuh kulit. Menimbulkan sensasi sejuk di kulit Catherine. Mata Catherine menatap jejeran buah-buahan, makanan kaleng, dan minuman ringan yang tertata rapi di dalam kulkas itu.
“Aku makan apa nih?”gumam Catherine dalam hati sambil meremas perutnya yang kelaparan
Catherine menemukan sebutir telur. Dia ingin makan sandwich. Tapi Catherine yang selama hidupnya tidak pernah memasak, menatap telur itu dengan tatapan bingung.
“Gimana caranya bikin sandwich telur seperti buatan Madam?”Catherine bicara sendiri
“Nona mencari apa?”tanya Arga tiba-tiba dari arah belakang
Catherine spontan membelalakkan matanya mendengar suara yang sangat tak asing di telinganya.
Catherine langsung menutup pintu kulkas. Dan begitu pintu tersebut tertutup, terlihat jelas penampakan lelaki yang hari ini sudah membuat dirinya marah. Lelaki tampan dengan wajah datar dan tatapannya yang dingin.
Catherine segera beranjak dari tempatnya dan memilih kembali ke kamarnya. Emosi di hatinya kembali membara mengingat kejadian sore tadi di mall. Senyum dan tawa Arga bersama wanita yang ditemuinya tadi terbayang jelas dalam ingatan Catherine.
Melihat Catherine yang berjalan melewatinya tanpa menoleh membuat hati Arga sedikit marah karena lagi-lagi wanita itu mengacuhkannya. Arga memegang lengan Catherine membuat gadis itu menoleh ke arahnya dengan tatapan kemarahan.
“Lepaskan kak”perintah Catherine
“Apa yang nona lakukan malam-malam?”tanya Arga
“Itu bukan urusan kakak”sungut Catherine dengan emosi
Ditengah tarik ulur antara keduanya, tiba-tiba perut Catherine berbunyi dengan sangat keras hingga Arga mendengarnya.
“Krucuk..krucuk”
“Haishhh..kenapa harus bunyi lagi sih di saat seperti ini? Aku kan malu sama kak Arga”gerutu Catherine dalam hati pada perutnya yang baru saja membuat keributan.
Arga menarik salah satu sudut bibirnya begitu mendengar suara perut Catherine yang seakan baru konser. Catherine berusaha menutupi rasa malunya dengan memasang wajah sedatar mungkin.
“Nona lapar? Duduklah disini. Saya akan buatkan sandwich untuk nona”pinta Arga sambil menarik lengan Catherine.
Membuat gadis itu terpaksa menuruti permintaan Arga. Catherine duduk di kursi dengan malas sambil matanya sesekali melirik ke arah Arga yang saat ini mengambil beberapa bahan untuk membuat sandwich untuk Catherine.
Lelaki muda yang sangat mandiri itu membuat sandwich dengan sangat cekatan. Dalam waktu singkat, sandwich telur buatan Arga sudah jadi dan terhidang di piring. Tak lupa Arga juga membuatkan segelas susu hangat untuk gadis manja yang sudah membuat dirinya kelabakan tadi sore.
Arga meletakkan sepiring sandwich di depan Catherine.
“Silahkan nona makan!”pinta Arga sambil menggeser piring ke depan Catherine.
Catherine menerima piring Arga dengan sok jual mahal. Wajahnya nampak enggan, namun tangannya langsung meraih piring itu. Catherine segera memakan sandwich buatan Arga dengan lahap.
__ADS_1