
Hari semakin beranjak malam. Catherine yang masih tertidur pulas di ranjang Arga mulai menggeliatkan tubuhnya yang kelelahan. Dengan mata yang terpejam, Catherine merasa mendengar gemericik air dari arah kamar mandi. Catherine mulai mengerjapkan matanya perlahan.
“Aku dimana?”tanya Catherine dalam hati setelah membuka mata dan mendapati dirinya kini berada di sebuah ruangan yang terasa asing bagi dirinya.
Catherine yang masih malas untuk bangun hanya bermalas-malasan di ranjang. Dan saat wajahnya menoleh ke arah kamar mandi, matanya langsung terbelalak sempurna. Ditariknya selimut yang tadi menutupi tubuhnya.
“OMG, apa yang barusan aku lihat tadi?”gumam Catherine dalam hati
Degh..degh..degh
Jantung Catherine berdegup dengan sangat kencang. Matanya pun berkedip berkali-kali. Namun rasa penasarannya yang begitu besar, membuat dirinya mencoba mengintip dari balik selimut penampakan yang baru saja dilihatnya tadi.
“Oh My God..tubuhnya sangat sempurna. Roti sobeknya benar-benar mengiurkan”gumam Catherine dalam hati sambil terus mengintip tubuh Arga yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Arga yang tadi sedang mandi, begitu keluar kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Arga yang mengira Catherine masih tertidur, berjalan keluar kamar mandi dengan santainya hanya berbalut sehelai handuk putih besar yang membungkus tubuh bagian pinggangnya ke bawah. Sementara tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Catherine yang begitu terpesona dengan lekuk tubuh Arga, menikmati pemandangan indah itu tanpa berkedip sedikitpun dari balik selimut yang menutupi tubuhnya.
Saat Arga menatap kaca lemari yang ada di kamarnya, Arga melihat mata Catherine yang sedang mengintip dirinya. Namun Arga pura-pura tak menghiraukannya.
“Rupanya kau sudah bangun. Kau sedang menikmati tubuhku? Dasar gadis mesum”gumam Arga dalam hati
Arga dengan santai mengambil pakaiannya yang ada di dalam lemari sambil sesekali melirik ke arah kaca yang memperlihatkan Catherine yang mengintip dirinya.
Tiba-tiba muncul ide dalam kepala Arga untuk mengerjai nona mudanya yang rupanya sedikit mesum karena berani mengintip tubuhnya yang hanya berbalut handuk. Arga membalik tubuhnya menghadap ke arah ranjang. Ke arah Catherine.
“Apa yang akan dia lakukan? Kenapa dia menghadap kemari?”gumam Catherine dalam hati
Dengan perlahan Arga memegang handuk yang membalut tubuh bagian bawahnya. Arga menyentak-nyentakkan celana panjangnya masih berpura-pura tak melihat Catherine.
“Jangan bilang dia akan memakai celana sambil menghadap kemari? Dia tak mungkin melakukan itu”gumam Catherine dalam hati
Jantungnya semakin berdetak tak beraturan melihat gelagat Arga yang dengan santainya memakai kaos ke arahnya. Dan saat Arga hendak memakai celana panjangnya, Arga melepas handuknya perlahan.
“Aaaaghhhh”
Catherine menjerit sekuat tenaga, dan menarik selimut yang tadi menutupi sebagian kepalanya. Kini selimut ini menutup tubuhnya seluruhnya.
__ADS_1
“Kakak kenapa berganti pakaian disini?”teriak Catherine dari dalam selimut setelah melihat Arga melepas handuknya.
Catherine pikir Arga sedang tak memakai ****** *****, sehingga dirinya langsung berteriak begitu Arga melepas handuknya. Arga menahan tawanya karena berhasil mengerjai Catherine. Karena sebenarnya Arga sudah memakai celana boxer untuk menutupi “hartanya yang paling berharga”. Sehingga ketika handuk yang membalut tubuh bawahnya terjatuh ke lantai, Arga tak merasa malu. Dengan cepat Arga memakai celana panjangnya.
“Nona sudah bangun?”tanya Arga pura-pura kaget.
“Kenapa nona tidak bilang, hampir saja saya telan*ang didepan nona”gerutu Arga pura-pura marah.
“Aku..aku..baru saja bangun. Dan tiba-tiba melihat kakak ganti baju. Harusnya kakak ganti baju jangan disitu”gerutu Catherine dari balik selimut
“Nona bisa keluar sekarang. Saya sudah berpakaian”pinta Arga
Catherine segera membuka selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya. Tubuh Catherine juga langsung panas dingin setelah hampir saja melihat tubuh polos Arga.
“Sekarang jam berapa?”tanya Catherine
Arga menatap jam di atas meja di kamarnya.
“Sekarang sudah jam 18.00”jawab Arga
“Pantas saja aku lapar sekali”ucap Catherine sambil beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
Catherine yang melihat Arga menahan lengannya tersenyum dengan sangat manis.
“Aku cuma mau cuci muka. Kakak mau ikut?”goda Catherine sambil mengerlingkan matanya dan senyum nakal yang tersungging di bibir tipisnya.
Arga segera melepaskan tangannya dari lengan Catherine.
“Maaf nona”ucap Arga menyesali perbuatannya yang sudah menyentuh lengan Catherine
“Saya buatkan makan malam kalo begitu”ucap Arga sambil melangkah keluar kamar
Catherine menatap punggung lebar Arga sambil senyum-senyum sendiri. Sementara Arga terus merutuki perbuatannya sendiri.
“Kenapa aku malah menyentuh lengannya? Dasar bodoh!”gumam Arga dalam hati
Arga tanpa sengaja menahan lengan Catherine karena takut Catherine masih marah padanya dengan kejadian di kampus tadi siang. Arga kemudian memilih berjalan ke arah dapur untuk memasak makan malam untuk mereka berdua. Arga membuka kulkas dua pintu miliknya. Dikeluarkannya beberapa bahan makanan yang bisa dimasaknya. Arga akan memasak spagetti untuk mereka berdua.
__ADS_1
Arga yang sejak kecil tinggal bersama neneknya, sudah terbiasa dengan pekerjaan wanita termasuk memasak. Jadi bukan hal yang sulit bagi Arga untuk memasak makan malam untuk dirinya dan Catherine. Tangan Arga terlihat sangat cekatan saat mengupas semua bahan dan memotongnya.
Catherine yang sudah mencuci mukanya berjalan keluar kamar. Dia tersenyum melihat lelaki yang sangat dicintainya itu sedang memasak untuk dirinya. Berbeda dengan Arga, Catherine yang sejak kecil sudah terlahir dengan sendok emas, sama sekali tak pernah bersentuhan dengan pekerjaan wanita pada umumnya, seperti pekerjaan rumah tangga lainnya. Dia samasekali tak pernah memasak seumur hidupnya.
Baik Brandon dan Caroline sangat memanjakan putri sulungnya itu, sehingga membuat Catherine tumbuh menjadi gadis manja yang meskipun sangat pandai secara akademik, namun untuk urusan dapur dia samasekali tak punya ketrampilan itu. Dia terbiasa sejak kecil dilayani oleh para pelayannya. Semua kebutuhannya sehari-hari sudah disediakan oleh pelayan yang menemaninya, sehingga Catherine sangat payah untuk urusan dapur dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Catherine berjalan ke arah dapur. Dia duduk di kursi mini bar yang menghadap ke arah dapur sambil menatap mesra Arga yang sedang memasak untuknya. Catherine menatap Arga tanpa berkedip sedikitpun. Senyum juga tak pernah hilang dari bibir gadis ABG yang sangat cantik itu.
“Kakak sedang memasak apa?”tanya Catherine
Arga yang mendengar namanya dipanggil menoleh ke arah Catherine yang saat ini sedang duduk sambil menatap dirinya.
“Saya masak spagetti”jawab Arga dengan wajah datarnya.
“Kakak cocok sekali dengan apron itu”tunjuk Catherine ke arah apron yang sedang dipakai Arga.
“Nona duduk saja, sebentar lagi spagettinya jadi”jawab Arga tanpa memperdulikan pujian Catherine pada dirinya.
Catherine yang tahu Arga tak menghiraukan ucapannya, memasang wajah cemberutnya.
“Padahal aku sudah memujinya tapi dia sama sekali tak mendengarkan ucapanku”gerutu Catherine dalam hati
Saat Arga mulai menuangkan spagetti di piring dan mulai mengaduknya dengan bumbu yang sudah disiapkannya sebelumnya, membuat Catherine ingin membantu. Dia pun beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah Arga.
“Aku bantu ya kak”pinta Catherine
“Tidak usah nona, Anda duduk saja”tolak Arga sopan
“Pokoknya aku mau bantu” ucap Catherine bersikeras membantu, membuat Arga pasrah saja dengan kelakuan nona mudanya itu.
Catherine berdiri di samping Arga dan mulai membantu mengaduk-aduk spagetti itu.
“Yup..sudah jadi. Aku bawa ke meja ya kak”
“Baik nona”
Catherine membawa piringnya yang berisi spagetti buatan Arga ke meja makan sambil sesekali mengendusnya karena aroma masakan itu sangat harum. Membuat siapapun yang mencium aromanya akan keroncongan.
__ADS_1
“Hummm..aromanya kelihatan lezat sekali kak”