Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Sensitif


__ADS_3

Setelah mendengar keputusan yang dibuat Catherine, Brandon mengajak Arga bicara empat mata di ruangannya. Sementara Catherine terlihat bermain bersama Darren yang sengaja diajak Willy menemui istrinya itu. Willy menatap keduanya dengan perasaan bahagia. Caroline dan Veronica juga ikut bermain bersama si kecil Darren yang sedang aktif-aktifnya.


Di dalam ruang kerja, Brandon duduk di kursi kerjanya. Arga berdiri di depan meja kerjanya dengan kepala tertunduk.


“Duduklah!”


“Baik tuan”


Arga duduk di kursi seperti perintah tuannya. Brandon menatap anak buah kepercayaannya yang sempat dibuat babak belur oleh dirinya.


“Bagaimana lukamu?”tanya Brandon


“Saya baik-baik saja tuan”jawab Arga


“Syukurlah!”ucap Brandon lega


Semarah apapun Brandon pada Arga, tetap saja lelaki itu adalah salah satu orang kepercayaannya. Sehingga Brandon tetap memperhatikan Arga.


“Langsung saja, aku mengajakmu bicara empat mata di sini untuk membahas masalah Devara dan Catherine. Seperti yang kau dengar, Catherine akan berada di sini bersamaku dan istriku. Aku tahu kau pasti ingin menjaga putriku disini selama kehamilannya”ucap Brandon


“Benar sekali tuan. Aku ingin menjaga Cathy dan bayi kami”gumam Arga dalam hati.


“Tapi..”


Arga mengerutkan dahinya mendengar tuannya yang menggantung ucapannya sendiri.


“Tapi ada apa tuan?”tanya Arga


“Aku tak bisa biarkan putraku sendiri di Indonesia. Karena itu, kau akan tetap berada di Indonesia untuk menjaga putraku dan membimbingnya”lanjut Brandon


Arga merasa kecewa karena keinginannya untuk menjaga Catherine dan bayi dalam kandungannya tak bisa terwujud karena Brandon tak mengijinkan dirinya.


“Saya mohon tuan, ijinkan saya menemani nona. Setidaknya selama kehamilannya. Saya ingin menjaga nona dan bayi dalam kandungannya. Saya mohon tuan”pinta Arga


“Saya tahu kesalahan saya begitu besar karena telah berani mencintai nona. Saya juga tahu saya salah karena telah mengecewakan tuan dan merusak kepercayaan yang tuan berikan kepada saya selama ini. Saya bersedia menebus kesalahan saya dengan apapun tuan. Tapi saya mohon ijinkan saya menjaga nona. Saya yakin nona sangat membutuhkan saya saat ini”jelas Arga panjang lebar


“Keputusanku sudah bulat. Kau akan kembali ke Indonesia. Urusan Catherine biarkan suaminya yang menjaganya. Toh dia yang lebih berhak atas Catherine karena dia adalah suami sah putriku. Masalah dia anakmu atau bukan, akan kita ketahui setelah bayi itu lahir”ucap Brandon dengan tegas


Hati Arga diliputi kekecewaan mendengar keputusan Brandon. Karena itu artinya Arga kembali dipisahkan dengan Catherine. Terlebih sekarang ada bayi dalam kandungan Catherine. Membuat kesedihan dalam hati Arga semakin tak terbendung. Namun sekuat tenaga Arga menyimpannya dalam hati.

__ADS_1


“Anggap saja ini sebagai hukuman dariku karena kau telah berani melanggar kepercayaan yang kuberikan selama ini padamu. Karena kau telah berani terang-terangan melawanku”ucap Brandon dengan tegas


“Maaf tuan”sahut Arga sambil menundukkan kepalanya


Brandon menghela nafasnya perlahan.


“Tenang saja, kau boleh kemari jika putraku libur sekolah. Kau boleh menemani putriku selama masa itu. Aku rasa ini adalah penawaran yang adil”ucap Brandon dengan tatapan yang tajam pada Arga.


“Baik tuan”jawab Arga


Sebagai bawahan, Arga hanya bisa menerima apapun keputusan majikannya. Terlebih ini menyangkut kehidupan wanita yang dicintainya. Bagi Arga, hal ini lebih baik ketimbang dirinya didepak dari kehidupan Catherine.


“Setidaknya aku masih bisa bertemu denganmu dan ikut menjaga anak kita”gumam Arga dalam hati


Setelah pembicaraan itu, Arga kembali ke Indonesia. Tentu saja Catherine menolak keras keputusan papanya. Namun Arga terus menguatkan hati Catherine.


“Aku pasti akan selalu menghubungimu. Jadi jangan khawatirkan aku. Anggap saja ini sebagai ujian bagi cinta kita. Semoga saja setelah bayi ini lahir, kita bisa bersama bertiga”ucap Arga sambil menenangkan Catherine


“Kakak janji ya akan selalu menghubungi aku?”pinta Catherine dengan mata yang berkaca-kaca


“Aku janji”jawab Arga sambil tersenyum


Keduanya kemudian saling berpelukan melepaskan kegundahan dalam hati masing-masing. Sekali lagi keduanya harus terpisah jarak dan waktu. Tak lagi bisa bersatu. Setidaknya selama kehamilan Catherine.


*


*


*


*


Seperti yang sudah direncanakan, Arga selalu menghubungi Catherine. Jarak Indonesia-Amerika serta perbedaan waktu antara keduanya tidak menghalangi dua hati yang saling mencintai. Arga selalu menyempatkan menelpon dan melakukan video call pada Catherine. Membuat Catherine merasa sangat bahagia meskipun Arga tak berada di dekatnya.


Sebulan sekali, Arga selalu menyempatkan menemui Catherine di Amerika. Kesempatan bersama wanitanya tak disia-siakan Arga. Arga selalu menemani Catherine memeriksakan kandungannya. Sehingga Arga selalu tahu keadaan janin dalam kandungan Catherine.


Tentu saja hal ini membuat Willy semakin kebakaran jenggot. Karena merasa tersisih. Willy yang meskipun juga berada di New York tak mendapatkan perhatian dari Catherine sejak wanita itu hamil. Keinginan Willy untuk menemani Catherine memeriksakan kandungannya juga selalu ditolak wanita itu karena Catherine lebih memilih menunggu Arga yang ke Amerika untuk menemaninya periksa.


“Kenapa kau selalu menolak aku ajak periksa? Apa kau lupa aku juga berhak tahu kondisi bayi itu?”gerutu Willy pada Catherine yang sedang memandangi hasil USG-nya.

__ADS_1


“Kalau kau ingin tahu, kau bisa kan bicara dengan dokter kandunganku. Bukankah dia juga temanmu? Aku periksa juga di rumah sakit yang sama dengan tempat kau bekerja”jawab Catherine dengan ketus.


“Kenapa kau hanya mau ditemani Arga saat periksa?”gerutu Willy menumpahkan kemarahannya


“Karena aku hanya mau kak Arga yang menemaniku. Ingat, aku sedang hamil. Jangan membuatku stress karena kecemburuanmu itu. Sudah, aku malas bicara denganmu. Aku mau istirahat” ucap Catherine


Catherine meninggalkan Willy yang terlihat masih uring-uringan sendiri. Kebetulan Brandon dan Caroline sedang dalam perjalanan bisnis ke luar negeri sehingga hanya mereka berdua di penthouse mewah nan megah itu.


Selama kehamilannya, untung saja Catherine tidak mengalami keluhan yang berarti sehingga dia bisa melewati kehamilannya dengan lancar. Hanya saja, karena pengaruh hormonal, membuat Catherine menjadi lebih sensitif. Catherine menjadi gampang marah dan emosinya bisa berubah-ubah dengan sangat cepat.


Hal ini membuat Arga dan Willy kewalahan. Arga yang berada di Indonesia selalu dibuat kuatir jika wanitanya itu mengeluh dan bahkan sampai menangis. Sementara Willy yang berada di Amerika selalu menjadi sasaran kemarahan Catherine.


Memang ibu hamil adalah wanita paling sensitif dan paling rapuh. Seperti itu jugalah yang dialami Catherine. Meskipun ada dua lelaki yang menemaninya melewati fase-fase kehamilannya. Namun ketidakhadiran Arga di sampingnya membuat Catherine benar-benar mengalami fase kehamilan yang sangat sulit. Masalah kehamilan Catherine membuat Arga benar-benar pusing tujuh keliling.


“Kakak sedang apa?”tanya Devara pada Arga begitu melihat lelaki itu duduk dengan wajah yang kelelahan dan menyandarkan kepalanya di kursi sofa


“Oh..tuan muda”sahut Arga begitu menyadari kehadiran Devara


Arga langsung membetulkan posisi duduknya.


“Pasti kakakku membuat masalah lagi ya? Kenapa kakak tidak menyerah saja. Wanita itu sangat sulit dihadapi”ucap Devara sambil duduk di samping Arga.


Arga hanya tersenyum mendengar ucapan Devara.


“Apa tuan muda pernah jatuh cinta?”tanya Arga tiba-tiba


Devara menatap tajam ke arah Arga.


“Jatuh cinta?”gumam Devara


Sesaat kemudian dirinya menggelengkan kepalanya cepat.


“Jika tuan muda sudah merasakan jatuh cinta, tuan muda akan paham seperti apa yang saat ini saya rasakan”jawab Arga


“Cinta itu hanya untuk mereka yang lemah. Dan aku tak mau menjadi lemah hanya karena cinta”sahut Devara dengan bangga


Arga menepuk bahu Devara.


“Cinta tak bisa memilih pada siapa dia akan berlabuh”ucap Arga sambil tersenyum

__ADS_1


“Jika waktunya tiba, tuan muda akan tahu seperti apa itu jatuh cinta dan bagaimana itu rasanya mencintai dan dicintai”lanjut Arga


Arga beranjak dari kursi sofa. Setelah memastikan pada Devara, Arga kemudian kembali ke apartemennya untuk beristirahat. Sungguh berurusan dengan tuan muda dan nona muda Alexander sangat menguras tenaga dan hati Arga sehingga dirinya harus beristirahat dengan cukup agar tetap kuat menghadapi tingkah kedua majikannya itu.


__ADS_2