
Suasana bahagia menghiasi ruangan rawat inap VVIP tempat Catherine dirawat. Brandon begitu bahagia mendengar berita kehamilan Catherine. Willy juga tak henti-hentinya tersenyum. Membayangkan dirinya dan Catherine akan hidup bersama Darren dan putra yang berada dalam kandungan Catherine.
Tiba-tiba, Catherine membuka matanya perlahan. Caroline yang melihat putri kesayangannya terbangun segera mendekati Catherine. Samar-samar Catherine seperti melihat mommy-nya.
“Mommy?”tanya Catherine yang belum sepenuhnya sadar.
“Iya sayang..ini mommy. Bagaimana keadaanmu sayang?”tanya Caroline sambil tersenyum pada Catherine.
“Mommy?”ucap Catherine begitu menyadari wanita yang berada di hadapannya adalah benar ibu kandungnya.
Airmata Catherine jatuh tak terbendung. Caroline yang melihat Catherine menangis, tampak membelalakkan matanya karena kuatir.
“Sayang, apa ada yang sakit? Kenapa kau menangis?”tanya Caroline kuatir
Willy yang sejak tadi melihat dari kejauhan interaksi ibu dan anak itu, langsung berlari mendekati Catherine begitu melihat istrinya menangis.
“Sayang, apa kau sakit? Katakan bagian mana yang sakit?”tanya Willy kuatir.
Catherine yang memang tidak ingin melihat Willy langsung menarik tangan Caroline. Tatapan mata Catherine mengisyaratkan memohon pertolongan pada mpmmy-nya. Caroline yang merasakan ada yang harus dibicarakan dengan putrinya akhirnya meminta Willy dan suaminya keluar sebentar dari ruangan itu.
“Willy, bisa kau keluar sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Catherine”pinta Caroline
“Tapi mom..”
Caroline memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya pelan. Willy yang seakan paham isyarat mertuanya memilih menuruti permintaan mertuanya itu.
“Baiklah. Saya akan menunggu di luar”sahut Willy
“Terimakasih Will”ucap Caroline
Willy akhirnya keluar dari ruangan rawat inap VVIP Catherine ditemani mertuanya, Brandon. Begitu Willy keluar dari ruangannya, Catherine yang sudah agak mendingan, bangun dari posisinya yang semula tidur. Catherine begitu tertekan dengan semua yang dialaminya.
“Mommy”isak Catherine sambil memeluk tubuh mommy-nya
“Tenang sayang. Semua akan baik-baik saja. Mommy disini sayang. Mommy disini untukmu”ucap Caroline mencoba menenangkan putrinya.
Kedua wanita itu berpelukan selama beberapa saat. Catherine menumpahkan kesedihan dalam hatinya dengan airmata yang mengalir deras. Caroline yang merasakan kesedihan putri kesayangannya juga ikut menangis. Dia terus mengelus rambut panjang Catherine untuk menenangkannya.
Setelah beberapa saat, Catherine akhirnya bisa sedikit lebih tenang. Dia melepaskan pelukannya dari sang mommy. Caroline menatap putri kesayangannya sambil sesekali mengusap sisa airmata di pipinya. Caroline menggenggam tangan Catherine dengan penuh kasih.
“Apa kau sudah tenang?”tanya Caroline
__ADS_1
Catherine menganggukkan kepalanya pelan.
“Apa kau mau cerita sama mommy? Sebenarnya ada apa?”tanya Caroline pelan-pelan.
Catherine menatap mata Caroline.
“Aku hamil mom”ucap Catherine dengan nada bergetar.
“Iya mommy tahu. Willy sudah menceritakannya. Lalu apa yang membuatmu sedih, sayang?”tanya Caroline
Hati Catherine kembali bergejolak. Di mengusap air matanya yang kembali mengalir.
“Aku..aku tak tahu anak siapa yang sedang kukandung ini mom”ucap Catherine dengan suara yang bergetar.
Nampak kesedihan di mata Catherine. Caroline bingung dengan apa yang disampaikan Catherine karena jelas-jelas putrinya itu adalah istri Willy.
“Apa maksudmu Cathy? Mommy tidak mengerti”tanya Caroline bingung
Akhirnya Catherine menceritakan kejadian yang terjadi di Paris antara dirinya dan Arga. Kejadian dimana Catherine telah menyerahkan keperawanannya pada lelaki yang sangat dicintainya itu. Catherine juga menceritakan jika dirinya dan Willy juga sudah berhubungan di malam pemakaman Ella. Saat dimana dirinya tidak sadarkan diri dan berada dalam pengaruh obat. Catherine begitu terpukul saat menceritakan itu semua pada mommy-nya.
“Apa yang harus aku lakukan mom? Aku bingung. Apa aku gugurkan saja bayi ini?”tanya Catherine
Caroline membelalakkan matanya mendengar ide gila Catherine.
“Tapi aku bahkan tak tahu anak siapa yang sedang kukandung ini mom. Aku tak tahu bagaimana aku harus menjalani hari-hariku nantinya”ucap Catherine menahan sedih.
Batinnya begitu terpukul mendapat kejutan seperti ini. Seakan masalah antara dirinya dan Arga tak ada habisnya. Saat dirinya akan membuka lembaran baru, selalu saja ada masalah yang menghalangi mereka untuk bersatu. Hati Catherine terasa sesak membayangkan dirinya harus berpisah lagi dengan Arga.
“Kenapa semua ini harus terjadi padaku mom? Kenapa? Di saat aku dan kak Arga siap menjalani kehidupan yang baru, kenapa masalah ini justru hadir di antara kami? Aku mesti gimana mom? Aku mesti gimana?”ucap Catherine dengan berlinangan airmata.
Caroline yang tak tega melihat Catherine yang sedang rapuh, segera memeluk tubuh putri kesayangannya itu. Hatinya seakan bisa merasakan kesedihan yang dirasakan putrinya. Apalagi Caroline tahu benar, betapa Arga dan Catherine saling mencintai.
“Kita akan cari jalan keluarnya sayang. Percayalah pada mommy. Semua akan baik-baik saja”tutur Caroline
Setelah berbincang selama beberapa saat, akhirnya Caroline mengijinkan Willy dan Brandon kembali masuk ke dalam ruang rawat inap tempat Catherine dirawat.
Caroline menatap menantu lelakinya itu dengan tajam. Ingin rasanya Caroline meluapkan kemarahannya pada Willy karena lelaki yang sudah menyakiti putri kesayangannya dengan perselingkuhan yang dilakukannya dengan Ella itu.
“Sayang, ada yang akan aku sampaikan. Aku harap kau tidak akan melarangku. Kali ini kau harus mengikuti apa yang aku sampaikan”ucap Caroline pada Brandon suaminya.
Brandon yang bingung dan tidak mengerti apa-apa, memilih menuruti keinginan istri tercintanya.
__ADS_1
“Baiklah!”jawab Brandon dengan tegas.
Caroline kini menatap ke arah Willy. Tatapan mata ibu mertuanya itu mengisyaratkan sesuatu.
“Apa yang ingin mommy katakan?”tanya Willy
“Aku akan membawa Catherine ke Amerika”ucap Caroline dengan tegas
Willy terhenyak mendengar ibu mertuanya akan membawa istrinya ke Amerika.
“Tapi kenapa mom?”tanya Willy
“Aku akan menjaga Catherine selama kehamilannya. Dan setelah bayinya lahir, kita akan lakukan tes DNA untuk mengetahui siapa ayah dari bayi itu”ucap Caroline dengan tatapan tajam
Brandon mengerutkan dahinya mendengar ucapan istrinya.
“Sayang apa maksudmu dengan tes DNA?”tanya Brandon bingung
“Aku akan jelaskan nanti di jalan. Sekarang juga kita urus persiapan keberangkatan Catherine ke Amerika”sahut Caroline
Brandon yang tak ingin berdebat dengan istrinya yang saat ini terlihat berbeda dari biasanya. Caroline terlihat sangat serius dan tegas.
“Tidak bisa!”tolak Willy
Caroline semakin menatap tajam pada lelaki yang masih berstatus sebagai menantunya itu.
“Kenapa kau menolak?”tanya Caroline
“Cathy istriku mom. Anak itu juga anakku. Dan tempat Catherine adalah bersamaku. Bersama dengan keluarganya. Aku tak bisa mengijinkan mommy membawa istriku”jawab Willy
“Aku belum membuat perhitungan denganmu karena sudah melukai putriku dengan perselingkuhanmu itu”balas Caroline
Degh..
Willy semakin terhenyak mendengar ibu mertuanya mengungkit masalah perselingkuhannya dengan Ella.
“Mommy?”
“Aku dan suamiku tahu semuanya jadi untuk masalah itu kita kesampingkan dulu. Masalah perceraian kalian hanya tinggal menunggu waktu saja. Kali ini aku hanya ingin membawa Cathy. Dia harus menjalani kehamilan yang tenang supaya bayi itu bisa lahir dengan selamat dan sehat. Dan aku rasa Cathy tidak ingin menjalani kehamilannya disini”ujar Caroline panjang lebar.
“Tapi mom..”
__ADS_1
“Jika kau terus memaksa, aku akan minta Catherine menggugat cerai dirimu sekarang juga. Apa itu maumu?”serang Caroline
Willy merasa terpojok dengan permintaan Caroline.