
Setelah mengungkapkan perasaannya, Ella mengajak putra semata wayangnya untuk meninggalkan apartemen Willy. Sambil beruraian airmata, Ella yang sedang menggendong Darren, menarik koper miliknya untuk pergi dari kehidupan Willy.
Sampai di ambang pintu, Ella spontan menoleh ke belakang saat merasakan tangannya ditahan dari belakang. Willy menarik tangan Ella untuk mencegahnya pergi.
“Jangan pergi!”pinta Willy dengan tatapan sendu
“Maaf Will, tapi aku tak mau membuat hidupmu semakin rumit dengan kehadiranku dan Darren. Biarkan kami pergi. Dengan begitu, kau bisa melanjutkan kehidupanmu bersama wanita yang kau cintai itu”ucap Ella dengan menahan luka dalam hatinya.
“Tapi bagiku kalian juga keluargaku”ucap Willy
“Ini yang terbaik untuk kita semua Will. Percayalah! Aku dan Darren akan baik-baik saja. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kehidupanmu”pinta Ella sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Willy yang mencengkeram kuat di pergelangan tangannya.
“Aku mohon lepaskan aku Will. Jangan seperti ini!”pinta Ella dengan terisak
Hatinya semakin sakit, karena dia sadar Willy tak mencintai dirinya. Selama ini Willy bersamanya hanya karena kehadiran Darren dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, entah mengapa, begitu mendengar Ella ingin meninggalkan dirinya, ada satu sisi dalam hatinya yang tak rela. Willy tak ingin Ella dan Darren meninggalkan dirinya. Karena selama ini, Ella dan Darren adalah keluarganya. Terlebih Darren adalah darah dagingnya. Willy tak ingin Darren tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah.
“Aku tak bisa. Aku tak ingin kalian pergi dariku”seru Willy dengan tegas
“Kenapa kau harus menahan kami? Sebentar lagi kau akan menikah dengan cinta pertamamu itu. Aku tak ingin istrimu mengetahui tentang kita dan akhirnya malah menghancurkan pernikahanmu”tutur Ella berusaha melunakkan hati Willy.
Dasar Willy memang keras kepala, dia tetap pada pendiriannya. Dia bersikeras Ella dan Darren harus selalu berada di sampingnya. Di sisinya.
“Tapi aku tak siap kehilangan kalian. Kalian harus di sampingku. Bersamaku. Masalah Catherine, aku akan bicarakan masalah ini satu hari nanti. Aku yakin dia pasti akan mengerti”pungkas Willy
Mereka berdua terus berdebat tanpa menemukan jalan keluar. Karena keduanya sama-sama pada pendirian masing-masing. Hingga akhirnya Ella luluh juga begitu Willy mendekap tubuhnya dengan sangat erat.
“Kumohon tetaplah disampingku. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa kalian berdua”bisik Willy di telinga Ella.
Ella mulai mendekap tubuh kekar Willy. Lelaki yang sangat dicintainya. Untuk saat ini, Ella akan mencoba bertahan di samping Willy. Dia akan mundur, jika waktunya tiba.
“Maafkan aku Catherine. Meskipun aku tak mengenalmu, aku harap kau mau memaafkan aku karena sudah lancang mencintai lelakimu”gumam Ella dalam hati.
FLASHBACK OFF
Hari sudah berganti pagi. Catherine yang semalaman terisak dalam kepiluan yang teramat dalam karena ditinggalkan begitu saja oleh lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya. Ditinggalkan tepat di malam pertama mereka. Saat Catherine hampir saja menyerahkan “miliknya yang paling berharga”. Catherine masih juga tak menyadari kesalahan fatal yang sudah diperbuatnya, hingga membuat suaminya murka dan meninggalkannya di malam pertama mereka.
Catherine yang terbangun, membuka matanya perlahan. Ditatapnya ranjang pengantin di sebelahnya yang masih juga kosong.
“Dia tak pulang semalam”gumam Catherine dalam hati
Dikumpulkannya sisa-sisa tenaganya pagi ini. Catherine melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sambil berendam di bathup, pikiran Catherine menerawang jauh.
__ADS_1
“Kenapa hidupku begitu menyedihkan? Kenapa kisah cintaku seperti ini? Di saat aku ingin memulai kehidupan baruku dengan Willy, lelaki itu justru membuat aku sangat terhina. Kenapa ini terjadi padaku?”gerutu Catherine dalam hati meratapi nasibnya yang malang.
Catherine menghela nafas panjang berusaha menenangkan pikiran dan hatinya yang kembali bergemuruh hebat. Setelah merasa sedikit tenang, Catherine segera menuntaskan acara mandinya pagi itu.
Begitu keluar dari kamar mandi, sebuah panggilan telepon di hp nya membuat Catherine belum sempat berpakaian. Catherine yang hanya memakai jubah mandi segera menuju meja nakas di samping ranjang.
“Drt..drt..”
Hp Catherine berdering berkali-kali.
“Halo mom”sapa Catherine begitu telepon diangkatnya.
“Kamu sudah bangun?”tanya Caroline
“Sudah mom”jawab Catherine
“Kamu kenapa Cathy?”tanya Caroline lagi
Entah kenapa Caroline merasa putri kesayangannya itu terdengar sedikit berbeda.
“Kenapa apanya mom?”tanya Catherine balik
“I don’t know..Mommy merasa sepertinya suaramu agak beda”jawab Caroline
Mungkin karena ikatan batin antara ibu dan anak yang membuat Caroline merasa putrinya itu sedang tidak baik-baik saja. Catherine yang mendengar ucapan mommy-nya segera menyembunyikan masalahnya.
“Oh..mungkin itu hanya perasaan mommy saja”sahut Caroline
“I’m sorry mom”gumam Catherine dalam hati.
Ibu dan anak itu berbincang beberapa saat. Caroline memberitahu Catherine bahwa keluarga besarnya akan kembali ke Indonesia. Caroline berpesan pada putri kesayangannya itu untuk menjaga kesehatannya. Setelah puas berbicara dengan putri sulungnya yang baru saja menikah itu, Caroline pun berpamitan.
“Have a good day Cathy”pesan Caroline
“Thank’s mom. You too..salam buat papa, Dev, dan nenek ya mom. Maaf aku tidak bisa ikut mengantar kalian ke bandara”ucap Catherine
“Iya..ga papa sayang”sahut Caroline
Dan beberapa saat kemudian mereka pun menutup telepon. Catherine yang sendirian, menatap kamarnya yang masih juga kosong.
Tiba-tiba, pintu dibuka dari luar, menampakkan sosok lelaki yang sudah melukai hatinya semalam. Keduanya bertatapan sejenak. Bayangan tragedi semalam kembali terlintas dalam pikiran Willy. Membuat hati lelaki itu bergejolak.
“Kau baru pulang? Dari mana saja kau semalam?”tanya Catherine dengan ketus begitu melihat penampakan suaminya.
__ADS_1
Hati Catherine mendadak panas begitu melihat lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya yang kemarin malam sudah melukai hatinya.
“Aku pergi ke apartemenku”jawab Willy sekenanya
“What?! Jadi kau pulang ke apartemenmu dan meninggalkan aku disini sendirian?”gerutu Catherine dengan hati yang bergemuruh hebat.
Willy langsung menoleh begitu mendengar suara tinggi Catherine yang menandakan sang pemilik suara sedang marah.
“Aku capek. Aku mau mandi dulu”ucap Willy
Sebisa mungkin Willy menahan amarahnya untuk tidak terpancing dengan kemarahan Catherine. Karena Willy merasa dialah yang seharusnya marah dengan kejadian semalam.
Willy melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Catherine yang sedang sangat kesal, melengos begitu Willy berjalan melintas di depannya. Willy memilih diam dan terus berjalan menuju kamar mandi. Sementara Catherine berjalan ke arah yang berlawanan, menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.
Setelah berpakaian, Catherine duduk di depan meja rias dan memakai make up. Sambil menatap pantulan bayangannya di cermin, Catherine pun melamun. Catherine berusaha menenangkan hatinya.
“Aku harus bicara baik-baik dengan Willy. Kami baru saja menikah. Tapi dia tiba-tiba saja meninggalkan aku di malam pertama kami. Aku harus menanyakan alasan Willy melakukan itu. Aku harus tahu jawabannya”gumam Catherine dalam hati.
Begitu keluar dari kamar mandi, Willy yang hanya mengenakan handuk mandi dari area pinggang ke bawah, berjalan dengan santainya sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Catherine yang masih dandan, tampak membelalakkan matanya dengan sempurna saat menatap cermin di depannya yang menangkap bayangan tubuh lelaki yang sangat atletis.
Tanpa diduga, tiba-tiba pikiran Catherine kembali menghadirkan sosok Arga yang seolah sedang bertelanjang dada dengan memakai handuk seperti penampakan Willy sekarang.
Jantung Catherine mendadak berpacu dengan sangat kencang, karena lagi-lagi pikirannya justru menghadirkan sosok lelaki yang dulu dicintainya itu. Apalagi dulu, Catherine sering melihat penampakan Arga seperti itu setiap kali mereka melakukan video call.
Menyadari ada yang salah dengan dirinya, Catherine pun berusaha menghapus bayangan Arga dalam pikirannya. Catherine menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya.
“Kenapa aku malah melihat kak Arga? Tidak boleh! Aku tidak boleh seperti ini”gumam Catherine dalam hati.
Willy terus berjalan ke arah istrinya yang terlihat sedang gelisah. Bagaimanapun juga wanita itu adalah pemilik hati Willy. Melihat wanitanya tampak menggemaskan sambil menggelengkan kepala, membuat Willy ingin mendekati Catherine.
“Kamu kenapa?”tanya Willy sambil menatap cermin meja rias.
Catherine dan Willy saling bertatapan melalui cermin. Ada gurat-gurat kekhawatiran di dalam mata Willy melihat Catherine yang tiba-tiba menggelengkan kepala setelah mereka bertatapan melalui cermin tadi.
“I’m fine. Don’t worry ‘bout me”jawab Catherine
“Syukurlah kalo begitu”jawab Willy
Willy pun akhirnya melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk berpakaian. Catherine yang tiba-tiba teringat akan keinginannya bertanya pada Willy perihal kejadian semalam akhirnya memutuskan untuk menyusul Willy ke kamar ganti.
Catherine dengan langkah terburu-buru, langsung membuka pintu kamar ganti tanpa mengetuknya lebih dulu.
“Will kita harus..Aaaagghhhh”jerit Catherine dengan sangat lantang
__ADS_1
“Brak”
Terdengar suara pintu yang ditutup dengan keras. Catherine segera menutup pintu dan terdiam di depan pintu kamar ganti sambil memegang dadanya.