
Arga berjalan mengikuti langkah kaki Catherine berjalan. Arga sengaja menjaga jarak dari nona mudanya itu. Dilihatnya Catherine yang sesekali menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Tatapan mata Arga terpaku pada gadis cantik yang sudah resmi menjadi tunangan dokter Willy.
Sesampainya di taman belakang, Catherine duduk di kursi taman sambil menatap pemandangan taman belakangnya yang tampak indah dengan lampu taman yang menerangi taman itu. Catherine terlihat mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang berhiaskan bintang-bintang yang berkedip manja. Catherine tersenyum melihat indahnya pemandangan langit malam ini.
Arga memberanikan diri mendekati pujaan hatinya. Catherine yang melihat seseorang berjalan ke arahnya segera menurunkan kepalanya dan menatap sosok yang kini berdiri di depannya.
“Apa yang kakak lakukan disini?”tanya Catherine dengan ekspresi wajah yang dingin.
Membuat sudut hati Arga terasa dicubit, melihat betapa dinginnya respon Catherine ketika melihat dirinya.
“Kenapa nona di sini?”tanya Arga balik
“Aku hanya ingin mencari udara segar”jawab Catherine tanpa menoleh pada Arga.
“Kenapa kau begitu dingin padaku?”gumam Arga dalam hati
“Kakak tak usah mengkhawatirkan aku. Kakak masuk saja ke dalam. Aku juga sebentar lagi masuk”pinta Catherine
“Nona”
Catherine menoleh sebentar ke arah Arga. Entah kenapa Catherine melihat lelaki yang dulu menguasai hatinya sedang menatapnya dengan sendu. Bahkan terlihat kuatir pada dirinya.
“Ada apa kak?”tanya Catherine
“Saya..ingin menjelaskan sesuatu pada nona”ucap Arga.
“Apa itu kak?”tanya Catherine lagi
“Apa yang nona lihat waktu itu bukan seperti yang nona bayangkan. Saat itu ..”
Arga berusaha menjernihkan masalah antara dirinya dan Catherine. Arga menguatkan dirinya untuk menjelaskan pada Catherine semua kesalahpahaman antara mereka. Arga ingin meraih kembali cintanya. Arga ingin memperjuangkan cintanya sekali lagi.
“Cukup kak. Aku sudah tak ingin membahasnya lagi”jawab Catherine dengan cepat.
“Tapi nona..”
“Bukankah aku sudah menyuruh kakak melupakan semuanya?”
“Tapi saya tidak bisa”
“Kenapa?”
“Karena saya men-”
Arga akan mengungkapkan semuanya malam ini. Tiba-tiba,
“Sayang”
__ADS_1
Willy datang dari belakang Arga dan menghampiri Catherine. Willy melingkarkan tangannya di pinggang ramping Catherine.
“Ada apa ini?”tanya Willy
“Ah..ga papa. Kak Arga hanya ingin mengucapkan selamat padaku, iya kan kak?”ucap Catherine sambil tersenyum di depan Arga
Catherine tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara Willy dan Arga. Makanya Catherine berbohong pada Willy. Catherine bahkan mengedipkan matanya beberapa kali, memberi kode Arga agar mengiyakan perkataannya.
“Benar tuan”jawab Arga membenarkan kebohongan Catherine.
“Terima kasih kak. Semoga kau juga segera menyusul ya kak?”ucap Willy sambil menjabat tangan Arga
Arga menerima jabatan tangan Willy dengan berat hati. Hampir saja Arga mengucapkan kata-kata yang selalu dipendamnya selama ini. Kata “saya mencintai Anda.” yang mewakili perasaan Arga pada Catherine.
“Kita masuk ke dalam ya?”ajak Willy sambil menatap wajah cantik Catherine.
“Oke. Kami masuk dulu ke dalam ya kak”pamit Catherine pada Arga.
“Silahkan nona”jawab Arga
Hati Arga terasa semakin sesak karena semesta seakan tak mendukung cintanya pada Catherine. Arga menatap kepergian Catherine dengan hati yang terluka. Apalagi melihat kemesraan Catherine dan Willy di depan matanya.
Willy mengantar Catherine masuk ke dalam mansion. Sementara Arga yang merasakan kakinya lemas, memilih duduk di kursi taman yang tadi diduduki Catherine.
“Kenapa semuanya mesti berakhir seperti ini? Sekarang aku harus melepaskanmu, wahai cintaku”gumam Arga dalam hati.
Sebulan setelah acara pertunangan, akhirnya pernikahan antara Catherine dan Willy digelar di salah satu hotel megah milik keduanya di Inggris. Catherine terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantin putih yang panjang menjuntai. Ballgown offshoulder yang dikenakan Catherine membuat gadis itu terlihat sangat cantik. Catherine terlihat sangat bahagia di hari paling bersejarah dalam hidupnya. Senyum juga terus terpancar dari bibir Catherine dan Willy. Mereka bagaikan pasangan raja dan ratu sehari.
Brandon, Caroline dan kedua orangtua Willy terlihat sangat bahagia dengan bersatunya kedua putra putri mereka. Hanya satu orang yang terlihat tidak bahagia di hari itu. Tentu saja dia adalah Arga.
Menyaksikan kebahagiaan wanita yang sangat dicintainya membuat hati Arga seperti disayat ribuan sembilu. Dadanya terasa sesak karena bayangan kebahagiaan bisa bersanding dengan wanitanya hancurlah sudah. Tak ada lagi yang bisa Arga harapkan dalam hidupnya. Catherine seakan sudah membawa pergi kebahagiaan dalam hidup Arga. Karena bagi Arga, kebahagiaannya adalah bersama dengan Catherine. Dan kini Catherine bukanlah miliknya. Cinta mereka tak mungkin lagi bersatu.
Merasa tak kuat melihat kebahagiaan Catherine, Arga memilih keluar dari ballroom dan mencari tempat untuk bersembunyi. Hatinya menjadi lemah kala wanitanya bersanding dengan lelaki lain dan bukan dirinya.
“Harusnya aku yang ada di sana dan bukan dia”gumam Arga dalam hati
Arga bersiap melepas cintanya pada Catherine. Dengan sisa-sisa tenaganya, Arga mencoba menguatkan hatinya yang sedang sangat rapuh saat ini.
“Semoga kau bahagia Cathy-ku. Aku akan selalu berdoa demi kebahagiaanmu”ucap Arga sambil menatap foto Catherine yang ada di hpnya.
Di dalam ballroom,
Catherine menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir. Tamu-tamu penting yang merupakan kolega bisnis keluarga Alexander dan Anderson turut hadir memeriahkan acara resepsi pernikahan Catherine dan dokter muda Willy.
“I love you Cathy” ucap Willy dengan tulus sambil mengecup punggung tangan Catherine.
__ADS_1
Sementara Catherine hanya terpaku menerima kehangatan dan cinta Willy tanpa membalas ucapan cinta dari Willy.
“Aku akan berusaha mencintaimu mulai dari sekarang”gumam Catherine dalam hati
“Terimakasih untuk kasih sayang dan cintamu. Aku akan berusaha membalas semua itu”sahut Catherine
Meskipun merasa kecewa karena Catherine tidak membalas ucapan cintanya namun Willy berusaha menerimanya. Karena Willy pun paham jika Catherine belum bisa mencintainya seperti dirinya mencintai Catherine.
“Aku pasti akan membuat hidupmu lebih berwarna”ucap Willy dengan seringai tipis di wajahnya
Catherine hanya tersenyum sambil menatap wajah tampan sang suami.
“Semoga saja Tuhan mengabulkan doamu”gumam Catherine dalam hati
Malam semakin larut, acara resepsi pernikahan yang memang digelar pada malam hari itu akhirnya berakhir. Satu per satu tamu undangan telah pulang. Catherine dan Willy berpamitan pada keluarga besar mereka satu per satu.
“Beristirahatlah sayang..kau pasti lelah”pinta Caroline
“Benar..wajahmu sudah kelihatan lelah sekali”jawab Lidya
“Will, bawa istrimu beristirahat”perintah Ronald pada sang putra
“Iya Willy, bawa Catherine ke kamar, dia kelihatan sudah sangat kelelahan”perintah Brandon.
“Baik pa..ma..aku ke kamar dulu”pamit Willy sambil menggandeng tangan Catherine.
“Aku istirahat dulu mom, pa”pamit Catherine pada orangtua dan mertuanya
Semua menganggukkan kepalanya memberi ijin pada pasangan pengantin baru itu supaya bisa beristirahat di kamar presidential suite yang memang sengaja dipesan untuk keduanya.
“Aku ke kamar dulu Dev..Dan”pamit Catherine pada dua adiknya
Devara menghampiri Willy dan menepuk bahunya.
“Kau tau kan kakakku bisa karate, jadi lakukanlah dengan hati-hati jika kau tak mau babak belur dihajar kakakku, hahahaha”pesan Devara pada kakak iparnya.
“Devaraaaa”seru Catherine menahan amarahnya mendengar ucapan adik lelakinya yang memang trouble maker.
Daniel hanya tersenyum melihat kakak beradik yang tidak pernah akur itu.
Willy menghela nafasnya melihat wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu menahan amarahnya. Tangan Catherine bahkan sudah terkepal kuat.
“Aku sumpahi istrimu nanti jauh lebih sangar dan lebih kuat dari kamu Dev.. Biar kau tau rasa”umpat Catherine dengan menggebu-gebu menyumpahi adik lucknutnya.
Willy segera menarik tangan Catherine meskipun wanita itu belum usai mengeluarkan semua kekesalannya pada Devara.
“Kita pergi dari sini”ajak Willy pada Catherine.
__ADS_1