Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Hamil?


__ADS_3

Selama beberapa hari, Catherine mulai menyibukkan diri mengurusi si kecil Darren. Hari-hari Catherine diisi dengan bermain dan menyiapkan semua keperluan Darren. Catherine ingin menjadi ibu pengganti bagi Darren yang baru saja kehilangan ibu kandungnya, Ella. Catherine memperlakukan Darren layaknya putranya sendiri. Kasih sayang Catherine yang tulus pada Darren membuat Willy semakin bahagia. Karena rencananya untuk mempertahankan Catherine sepertinya berhasil. Meskipun harus dengan cara licik, dengan memanfaatkan Darren.


Hari ini Catherine sedang berjalan-jalan di taman belakang sambil menikmati pemandangan yang terhampar di depan matanya. Hamparan bunga-bunga aneka warna yang tertata rapi di taman belakang membuat siapapun yang melihatnya pasti merasakan kedamaian. Suara gemericik air mancur dan kicauan burung mengiringi pagi.


Catherine yang sedang menikmati kesendiriannya di taman belakang tak menyadari jika Willy sejak tadi membuntuti dirinya. Sejak berseteru dengan Catherine, Willy memang menjadi jarang ke rumah sakit milik keluarganya. Willy ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Catherine dan putranya. Willy tak ingin jika tiba-tiba Catherine meninggalkannya di saat dirinya bekerja di Rumah Sakit.


Catherine yang sedang berjalan-jalan tiba-tiba merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya. Catherine mengerutkan dahinya sambil memegangi perutnya.


“Ada apa dengan perutku? Kenapa…?”gumam Catherine dalam hati


Tiba-tiba,


“Hoek..hoek”


Catherine merasa perutnya sangat mual hingga ingin memuntahkan isi perutnya. Willy yang melihat Catherine muntah-muntah segera berlari ke arah Catherine.


“Kau kenapa?”tanya Willy sambil memegang bahu Catherine


“Entahlah tiba-tiba saja…hoek..hoek..”


Catherine kembali muntah-muntah. Willy memijat lembut tengkuk Catherine selama istrinya itu muntah-muntah. Setelah selesai muntah, tanpa pikir panjang Willy segera membopong tubuh Catherine dan membawanya masuk ke dalam mansion. Catherine yang kaget karena dibopong Willy mencoba berontak.


“Apa yang ingin kau lakukan Will? Cepat turunkan aku!”pinta Catherine


“Diamlah! Kita masuk dulu ke dalam. Baru setelah itu aku akan memeriksamu”sahut Willy


Catherine memilih mengalah dan melingkarkan tangannya di leher Willy. Sesaat Catherine dibuat terharu dengan perhatian Willy pada dirinya. Tanpa sadar, Catherine terus memandangi lelaki yang masih berstatus suami sahnya itu. Namun kemudian Catherine kembali mengingat kesalahan Willy membuatnya langsung menepiskan pandangannya dari Willy.


Willy membopong Catherine sampai ke kamarnya. Willy membaringkan Catherine di ranjang dengan perlahan.


“Berbaringlah dulu. Aku ambil peralatanku”pinta Willy


Willy kemudian berjalan keluar dari kamar menuju ruang kerjanya untuk mengambil stetoskop. Willy memeriksa keadaan Catherine. Kali ini Willy terlihat seperti dokter yang sangat profesional.


“Apa yang kau rasakan?”tanya Willy sambil melepas stetoskopnya.


“Rasanya perutku sangat mual dan aku ingin muntah. Tapi setelah aku muntahkan, tidak ada yang keluar dari perutku”jawab Catherine


“Apa mungkin Cathy sedang hamil?”gumam Willy dalam hati


“Sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu. Di rumah sakit peralatan medisnya lebih lengkap. Bagaimana?”tanya Willy


“Untuk apa? Aku hanya mual muntah biasa. Untuk apa harus ke rumah sakit?”tolak Catherine


Catherine merasa tidak perlu ke rumah sakit karena penyakitnya sangat sepele, menurut Catherine.


“Aku khawatir ada gangguan atau masalah kesehatan lainnya. Kita ke rumah sakit saja. Kau mau kan?”pinta Willy dengan lembut


“Lalu bagaimana dengan Darren?”tanya Catherine


“Darren akan dijaga para suster, jadi kau tak usah khawatir. Yang seharusnya kau khawatirkan sekarang adalah kesehatanmu. Kita ke rumah sakit sekarang?”tanya Willy

__ADS_1


“Baiklah! Aku siap-siap dulu”jawab Catherine sambil beranjak dari ranjangnya.


“Kau mau kemana?”tanya Willy melihat Catherine yang berjalan menjauh dari dirinya.


“Aku mau siap-siap dulu. Bisa kau tunggu di luar?”pinta Catherine sambil membuka pintu kamarnya.


Catherine ingin berganti pakaian terlebih dahulu sebelum pergi ke Rumah Sakit. Catherine risih jika Willy masih di kamarnya. Karena itu Catherine meminta Willy keluar dari kamarnya.


“Baiklah. Aku tunggu di luar”sahut Willy


Willy pun keluar dari kamar. Dia segera meminta sopir menyiapkan mobil untuk dirinya. Sementara Catherine segera berganti pakaian dan bersiap-siap ke Rumah Sakit.


Di Indonesia,


“Apa? Nona mau ke rumah Sakit? Apa nona sedang sakit?”tanya Arga pada salah satu anak buahnya yang sedang melaporkan keadaan Catherine


“Sepertinya begitu tuan. Karena tuan Willy sudah meminta sopir menyiapkan mobil untuk tuan Willy”sahut pengawal yang melapor


“Apa kau yakin bukan karena tuan Willy ingin bekerja?”selidik Arga


“Saya yakin tuan”


“Baiklah! Kabari aku perkembangan nona”perintah Arga


“Baik tuan”jawab pengawal


Arga duduk di kursi kebesarannya. Arga menyandarkan tubuh lelahnya di kursi kebesarannya. Pikirannya mengelana tak tentu arah.


Arga mulai menegakkan tubuhnya. Arga memandangi layar hpnya yang menampakkan wajah cantik Catherine yang sedang tersenyum dengan indahnya.


“Aku merindukanmu sayangku. Kenapa kau tak mau mengangkat teleponku? Kenapa Cathy? Kenapa kau terus menjauhiku? Apa kau tak merindukanku?”gumam Arga dalam hati


****


Selama perjalanan ke Rumah Sakit, Catherine terus membisu. Suasana canggung sangat terasa antara Willy dan Catherine di dalam mobil. Willy sesekali melirik ke arah Catherine yang terus saja menatap pemandangan di luar melalui jendela mobil.


“Apa kau masih mual?”tanya Willy


Catherine menggelengkan kepalanya.


“Aku sudah mendingan sekarang setelah meminum teh hangat tadi”jawab Catherine


“Syukurlah”ucap Willy lega


“Sejak kapan kau merasa mual dan muntah seperti itu?”tanya Willy


Catherine mulai berpikir sejenak.


“Sepertinya akhir-akhir ini aku sering mual muntah”jawab Catherine


“Apa seharian seperti itu atau hanya waktu-waktu tertentu saja?”tanya Willy lagi

__ADS_1


“Sepertinya hanya waktu pagi”jawab Catherine


“Mungkinkah Catherine hamil?”gumam Willy dalam hati


“Menurutmu aku sakit apa?”tanya Catherine


“Kita akan tahu setelah kau mendapat beberapa pemeriksaan”jawab Willy


“Tapi kan aku Cuma mual muntah biasa”keluh Catherine


Wajah Catherine terlihat cemas. Dirinya memang sejak dulu tidak suka ke rumah sakit dan mendapat pemeriksaan kesehatan.


“Tenanglah! Hanya pemeriksaan ringan saja. Kau takkan dioperasi atau mendapat pemeriksaan berat lainnya”ucap Willy mencoba menenangkan Catherine


Catherine menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Sesampainya di rumah sakit, Catherine langsung diarahkan untuk melakukan medical check up. Willy menemani selama Catherine mendapat pemeriksaan. Setelah hampir empat jam melakukan medical check up, akhirnya hasil pemeriksaan Catherine-pun keluar.


Catherine menunggu hasil pemeriksaannya ditemani Willy.  Mereka menunggu di ruang kerja Willy.


“Kau bilang hanya pemeriksaan ringan?”keluh Catherine setelah melakukan medical check up selama empat jam


Willy tertawa melihat ekspresi wajah Catherine yang sedang cemberut setelah dipaksa dirinya untuk periksa.


“Kenapa kau malah tertawa? Apa ini lucu bagimu?”gerutu Catherine tak terima ditertawakan.


“Maaf-maaf..aku hanya ingin tahu kau sebenarnya sakit apa? Makanya kita perlu hasil medical check up. Jangan marah ya?”pinta Willy


Seorang dokter masuk ke dalam ruangan Willy.


“Excuse me doc”ucap dokter yang memasuki ruangan Willy


“Oh..Eric. How’s about the result? Do you bring it?”tanya Willy


Dokter Eric segera menyodorkan hasil pemeriksaan Catherine pada Willy.


“You’re wife is just fine. The baby is fine too”ucap dokter Eric


Catherine dan Willy yang sebelumnya masih membaca hasil pemeriksaan, lansgung menoleh bersamaan begitu mendengar ucapan dokter Eric.


“Baby?”seru Catherine dan Willy bersamaan


Dokter Eric yang melihat kedua pasangan suami istri yang sedang kaget itu, juga ikut kaget melihat ekspresi keduanya.


“Yes..baby. Your wife is pregnant. Congratulations doc!”ucap dokter Eric memberi selamat pada Catherine dan Willy bergantian.


Dokter Eric pun langsung keluar dari ruangan Willy


“Aku hamil?”gumam Catherine dalam hati


“Catherine hamil?”gumam Willy dalam hati

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan.


__ADS_2