
“Auchh”
Arga meringis kesakitan kala Catherine merawat luka-luka di wajahnya. Membuat Catherine ikut mengernyitkan dahinya seolah merasakan sakit yang dirasakan Arga.
“Sakit ya kak? Oke aku akan pelan-pelan”ucap Catherine
Terlihat wajah cantik itu dipenuhi dengan kecemasan melihat lelaki yang sangat dicintainya dipenuhi luka memar akibat perbuatan papanya. Catherine mengobati luka-luka Arga dengan hati-hati.
“Papa sudah keterlaluan. Kenapa papa memukuli kakak sampai separah ini? Apa papa ingin membunuh kakak? Kenapa lukanya separah ini?”gerutu Catherine kesal.
Arga menahan tangan Catherine yang sedang sibuk mengobati lukanya. Refleks Catherine menoleh pada Arga dan menatap lelaki itu penuh keheranan.
“Ada apa kak?”tanya Catherine.
Arga menarik tangan Catherine lalu menggenggamnya dengan erat. Arga menatap lembut ke arah wanita cantik yang berada di depannya.
“Jangan marah pada tuan Brandon!”pinta Arga
“Kenapa kakak melarangku marah pada papa? Apa kakak tidak lihat luka kakak sudah separah ini? Papa sudah sangat keterlaluan kak”gerutu Catherine dengan wajah cemberut.
“Aku sangat memahami kemarahan tuan besar. Beliau seperti itu karena sangat menyayangimu. Aku pun juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi beliau”ucap Arga mencoba menjelaskan.
Namun Catherine masih sulit menerima penjelasan Arga.
“Kenapa kakak bisa bicara seperti itu?”tanya Catherine penasaran
“Coba kau bayangkan, jika suatu hari anak perempuan kita tiba-tiba dihamili oleh orang yang aku percaya. Aku pasti akan sangat marah, kecewa dan rasanya ingin membunuh lelaki itu dengan tanganku sendiri. Seperti itulah yang sekarang dirasakan tuan Brandon. Makanya aku paham dan mengerti betul bagaimana perasaan beliau sekarang ini. Jadi jangan tumpahkan kemarahanmu pada beliau. Karena semua yang beliau lakukan semata karena beliau sangat menyayangimu”jelas Arga panjang lebar.
“Begitukah?”tanya Catherine
Arga menganggukkan kepalanya pelan. Arga mengelus pelan pucuk kepala Catherine, membuat keduanya saling melempar senyum satu sama lain. Catherine spontan melingkarkan tangannya di tubuh Arga dan memeluk lelaki yang dicintainya itu. Arga juga membalas pelukan Catherine.
Tiba-tiba, seseorang menarik tangan Catherine dan menjauhkannya dari Arga. Membuat Catherine dan Arga membelalakkan mata saking kagetnya.
“Bukkk”
Sebuah bogem mentah kembali melayang ke arah wajah Arga. Membuat kepala Arga terdorong ke samping.
“Will, apa yang kau lakukan?”pekik Catherine kaget melihat Willy yang tiba-tiba memukul Arga.
Darah segar tampak mengucur dari sudut bibir Arga. Arga meletakkan ibu jarinya untuk mengusap darah yang keluar dari bibirnya.
__ADS_1
“Kamu?”
Tanpa aba-aba, Arga segera menghampiri Willy dan baku hantam antara kedua lelaki itu pun terjadi. Baku hantam memperebutkan hati seorang wanita yang sedang kebingungan melerai keduanya.
Catherine terlihat panik melihat suami dan lelaki yang dicintainya berkelahi satu sama lain.
“Kalian berdua..berhenti berkelahi!”pinta Catherine
Namun permintaan Catherine tak didengar keduanya. Karena amarah yang terlanjur membara di hati masing-masing. Willy yang geram melihat Arga memeluk istrinya. Sementara Arga yang marah pada Willy karena perselingkuhannya serta kelakuan Willy yang sudah meniduri Catherine di saat wanita itu tidak sadarkan diri.
Pukulan dan tendangan melayang ke arah keduanya. Arga yang memang lebih jago beladiri, berhasil menguasai pertarungan. Willy terlihat babak belur dihajar Arga yang memang sedang dikuasai api amarah. Kemarahan yang selama ini terpendam dalam hatinya dikarenakan kelakuan-kelakuan Willy pada Catherine.
Melihat Willy yang tak berdaya menghadapi pukulan dan serangan Arga, membuat Catherine terpaksa mencari pertolongan.
“Papa?”
Di saat bersamaan, Brandon, Caroline, Jack dan Veronica datang menuju kamar Catherine setelah mendengar suara ribut-ribut.
“Pisahkan mereka”perintah Brandon
Brandon menyuruh Jack untuk melerai perkelahian Arga dan Willy. Dibantu beberapa pengawal, Jack berhasil melerai pertarungan antara kedua lelaki itu.
Catherine segera berlari ke arah Arga.
Arga menganggukkan kepalanya. Sementara Willy yang cemburu melihat Catherine lebih perhatian pada Arga, tampak tidak senang.
“Lepaskan aku”pinta Willy sambil melepaskan diri dari para pengawal yang memegangi tubuhnya.
Setelah keadaan mereda, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Willy tampak menatap Arga dan Catherine dengan tatapan tajam. Hatinya dipenuhi kemarahan melihat wanitanya justru bersama dengan lelaki lain.
“Willy?”panggil Brandon pada menantu pilihannya.
“Iya pa”
“Arga?”panggil Brandon pada orang kepercayaannya itu.
“Iya tuan”
“Kalian berdua aku undang kemari untuk mendengarkan keputusan putriku. Apapun yang menjadi keputusannya harus kalian laksanakan dan kalian hormati. Kalian mengerti?”tanya Brandon sambil menatap Arga dan Willy bergantian.
Keduanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Akhirnya Brandon meminta Catherine mengutarakan maksudnya mengundang dua lelaki dalam hidupnya itu. Dua lelaki yang kemungkinan adalah ayah dari jabang bayi yang kini dikandungnya.
__ADS_1
“Kak..Will..aku sengaja meminta papa mengundang kalian berdua kemari karena aku ingin menyampaikan keputusanku terkait kondisi kehamilanku ini”ucap Catherine sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Catherine menatap mommy nya seolah meminta dukungan. Caroline terlihat menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada putri sulungnya itu. Catherine kembali menatap dua lelaki yang duduk bersebelahan itu.
“Aku sudah putuskan..selama kehamilanku ini, aku akan berada di sini. Di Amerika, bersama papa dan mama. Kalian boleh berkunjung kemari hanya jika itu berkaitan dengan kehamilanku. Dengan bayi yang yang kukandung. Jangan pernah berharap aku akan ikut salah satu dari kalian. Karena sampai bayi ini lahir ke dunia, aku tidak akan melakukan tes DNA apapun. Jadi aku harap kalian berdua bisa bersabar”ucap Catherine panjang lebar.
“Jika setelah bayi ini lahir, dan ternyata ayah dari anak ini adalah kak Arga. Maka saat itu juga kita akan bercerai”ucap Catherine pada Willy
Willy mengeratkan tangannya menahan emosi dalam hatinya.
“Dan jika ayah dari anak ini adalah Willy, maka aku akan ikut bersama dengan Willy. Dan hubungan kita akan berakhir. Aku hanya ingin anak ini mendapatkan keluarga yang utuh”sambung Catherine
Arga yang mendengar keputusan Catherine, merasa hatinya mendadak sedih. Mendengar wanitanya akan memilih kembali pada suaminya jika anak dalam kandungan Catherine adalah anak Willy. Meskipun Arga tidak rela namun Arga menghormati apapun keputusan Catherine.
“Baiklah. Apapun keputusan nona, aku akan terima”ucap Arga
Catherine bahagia mendengar ucapan Arga yang menerima apapun keputusannya. Meskipun hatinya juga merasa sedih jika ternyata anak dalam kandungannya adalah anak Willy. Karena bagaimanapun juga hati dan cintanya hanya untuk Arga, sampai kapanpun juga. Namun Catherine bertekad membesarkan anaknya dalam lingkungan keluarga yang utuh. Dia tidak ingin anaknya kehilangan figur seorang ayah. Sehingga meskipun dia harus melepaskan cintanya pada Arga, setidaknya anak dalam kandungannya kelak bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang lengkap.
“Aku juga akan menerima apapun keputusanmu, sayang”sahut Willy
Mendengar Arga dan Willy menerima keputusan putri kesayangannya membuat Brandon dan Caroline sangat bahagia karena Catherine dikelilingi orang-orang yang menyayanginya.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Assalamu'alaikum kakak reader tercinta🤗🤗
Maafin author ya kakak , udah lama ga update.
Di bulan ramadhan ini, author pingin fokus ibadah.
Semoga setelah ramadhan nanti bisa lebih rajin update🙏
Episode ini untuk mengobati kerinduan author sama kakak semua
Selamat menjalankan ibadah puasa kakak reader tercinta🥰🥰🥰
Semoga puasanya lancar dan diterima Allah SWT
Sehat selalu kakak semua
Wassalamu'alaikum
__ADS_1
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐