Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
EXTRA PART (9) : BERBAHAGIALAH!


__ADS_3

Jessica yang sekuat tenaga menunjukkan dirinya yang tegar dan kuat, malah semakin tak berdaya kala harus berhadapan langsung dengan Arga. Air mata yang sejak tadi ditahannya, perlahan-lahan mendesak keluar dari ujung matanya.


Merasa tak bisa menahan lagi laju airmatanya, Jessica mengusap perlahan airmata yang sudah mengalir semakin deras membasahi pipinya. Jessica memilih mengalihkan pandangan matanya. Karena tak ingin Arga melihat kerapuhan dirinya yang sebenarnya justru terlihat jelas di mata Arga. Membuat hati Arga semain merasa bersalah pada gadis cantik itu. Pada gadis cantik yang sudah merelakan dirinya bersatu dengan wanita pujaan hatinya selama ini.


Arga yang tak tega melihat Jessica bersedih memilih mendekati gadis yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya itu. Arga memeluk tubuh ringkih Jessica. Jessica yang tak menyangka Arga memeluk tubuhnya bahkan sampai membelalakkan matanya begitu merasakan tubuhnya kini berada dalam dekapan Arga.


“Apa yang kakak lakukan? Lepaskan aku kak! Bagaimana jika istri kakak melihat?  Lepaskan aku kak!”pinta Jessica


Jessica berusaha melepaskan diri dari Arga. Namun satu sisi dalam hatinya tak dapat melepaskan Arga.


“Aku hanya ingin menenangkan hatimu sebentar saja!”ucap Arga


Merasakan kehangatan lelaki dingin itu justru membuat hati Jessica tenang. Perlahan-lahan tangan Jessica yang semula berusaha mendorong tubuh Arga kini malah terangkat untuk memeluk tubuh besar lelaki tampan itu.


Jessica semakin terisak dalam pelukan Arga. Airmata Jessica kembali mnegalir lebih deras dalam pelukan lelaki yang menguasai hatinya. Suara kesedihan hati Jessica membuat Arga tak tega pada gadis cantik itu. Arga mengusap pelan punggung Jessica untuk menenangkan hati Jessica.


Di tempat yang lain, seorang wanita di sebuah kursi di salah satu sudut yang ada di rumah sakit itu. Dia duduk sendiri sambil memutar-mutar cincin pernikahan di jari manisnya sambil tersenyum.


Seorang lelaki datang menghampiri sambil membawa dua botol minuman ringan.


“Minumlah!”pinta Albert sambil menyodorkan sebotol minuman ringan dingin ke arah Catherine.


Catherine mendongakkan kepalanya menatap Albert. Tangannya menerima botol minuman ringan itu.


“Terimakasih”ucap Catherine sambil tersenyum pada Albert.


Albert membuka tutup minuman ringan ditangannya kemudian duduk di samping Catherine


Keduanya menikmati minuman ringan itu sambil beribincang ringan. Suasana malam mengiringi percakapan dua manusia yang pernah berkuliah di kampus yang sama.


“Kau memang wanita luar biasa”puji Albert pada Catherine


Catherine yang mendapat pujian dari Albert spontan menoleh pada dokter muda tampan yang duduk di sampingnya.


“Terimakasih pujiannya”sahut Catherine


“Apa kau sama sekali tidak cemburu lelakimu bersama mantannya?”tanya Albert


“Siapa bilang aku tidak cemburu. Tentu saja aku cemburu. Sangat cemburu”jawab Catherine sambil tersenyum


“Lalu kenapa kau biarkan mereka berdua saja?”tanya Albert


Catherine menatap lurus ke depan. Namun dengan pikiran yang mengelana tak tentu arah.

__ADS_1


“Aku tahu mereka perlu waktu menutup lembaran kisah mereka. Kau pasti bisa membayangkan jika berada dalam posisi mereka berdua. Aku hanya berusaha memberi mereka ruang untuk menyelesaikan semuanya. Aku pernah berada di posisi yang sama dengan Jessica setelah pernikahan pertamaku dulu. Berada dalam lingkaran kisah cinta yang belum usai antara mantan suamiku dan wanita yang sudah memberinya anak. Bukan hal yang mudah dan tak semua wanita akan kuat dengan semua itu. Karena itu, aku ingin antara Jessica dan kak Arga bisa segera menyelesaikannya. Jadi mereka bisa kembali menatap masa depan”


“Tapi ini bukan hal yang mudah untuk Jessica”ucap Albert


“Aku juga tahu itu bukanlah hal yang mudah. Aku pun pernah mengalaminya. Melepaskan cinta pada seseorang yang sangat kita cintai bukanlah hal yang mudah. Tapi rencana Tuhan tetaplah yang terindah. Karena itu, Jessica harus belajar melepaskan kak Arga. Aku yakin dia akan mendapatkan ganti yang lebih baik”


“Kau harus berterimakasih pada Jessica. Jika bukan karena kerendahan dan kelapangan hatinya, kau dan kak Arga tak mungkin bisa menikah”ucap Albert


“Tentu saja. Aku takkan melupakan kebaikan hati Jessica. Tidak semua wanita sanggup melakukan yang dilakukan Jessica padaku dan kak Arga. Karena itu aku anggap, dengan memberi mereka ruang juga sebagai tanda terimakasihku pada Jessica. Dia wanita yang luar biasa. Tak semua wanita bisa seperti dia. Merelakan lelaki yang dicintainya untuk menikah dengan wanita lain”ucap Catherine.


“Sejak kau dan Thania sadar dari koma, aku bisa lihat dia sudah mulai goyah dengan keputusannya sendiri. Dengan pernikahannya. Aku sering menemukan dia menangis sendiri dan bersembunyi dari semua orang. Melihat kamu, kak Arga dan Thania bersama dari kejauhan benar-benar mengoyak hatinya. Karena itu, aku selalu bilang dia gadis bodoh. Karena sudah jelas di mata Arga hanya ada kamu dan Thania, tapi dia tetap keras kepala. Mencoba menolak kata hatinya sendiri. Jelas-jelas dia sudah tahu jawabannya, namun dia tak berani melakukannya. Jika saja dia melepaskan Arga begitu kau dan Thania sembuh, mungkin kesedihan hatinya tidak akan membuat dia jatuh seperti sekarang”jelas Albert panjang lebar


Catherine mendengarkan penjelasan Albert sambil menatap lelaki itu.


“Kau jatuh cinta pada Jessica?”tanya Catherine tiba-tiba


Albert spontan menoleh pada wanita cantik yang duduk di sampingnya.


“Apa begitu jelas terlihat?”tanya Albert sambil tersenyum


“Jelas sekali”jawab Catherine


Albert menarik salah satu sudut bibirnya. Karena kenyataannya memang dirinya telah jatuh cinta pada sosok Jessica yang terlihat berbeda dari kebanyakan wanita yang selama ini hadir di kehidupan dokter muda itu. Melihat ketegaran dan kebaikan wanita cantik itu membuat Albert tanpa sadar jatuh hati pada Jessica.


“Dia akan melihatnya, suatu saat nanti”sahut Catherine


Di ruang rawat inap rumah sakit,


Jessica yang sudah merasa tenang, terlihat mengusap sisa airmata yang masih ada dengan tisu yang diberikan Arga.


“Terimakasih kak”ucap Jessica tulus


“Kamu gadis yang baik Jess. Lupakan aku! Kau pantas bahagia dengan hidupmu. Jangan sia-siakan hidupmu dengan memikirkan aku! Kini aku sudah bahagia bersama keluarga kecilku. Bersama wanita yang sangat kucintai dan dengan buah hati kami berdua. Jadi berbahagialah! Kau pantas bahagia!”ucap Arga


“Iya kak. Aku tahu. Aku pasti bisa bahagia. Doakan aku ya!”pinta Jessica


“Apa rencanamu ke depan?”tanya Arga


“Entahlah. Untuk saat ini aku ingin mengambil s2 di luar negeri”jawab Jessica


“Jika kau membutuhkan bantuanku, aku siap membantu”sahut Arga


“Sebaiknya kita tak berurusan lagi kak. Ini yang terbaik bagi kita berdua. Aku yakin istrimu takkan suka jika kita masih juga berurusan”ucap Jessica

__ADS_1


Saat keduanya masih berbincang berdua, Jerry, Hanna dan Joanne yang sudah kembali dari acara makan malam mereka, langsung masuk ruang rawat inap. Mereka terlihat kaget melihat Arga yang menemani putri kesayangan mereka.


“Arga?”panggil Jerry


Raut wajah lelaki paruh baya itu berubah sangar mengingat lelaki yang berada di samping putri sulungnya itu adalah akar masalah dalam kehidupan putrinya.


“Untuk apa kau kemari?”tanya Jerry dengan sengit


“Jangan seperti itu pa! Arga pasti hanya ingin menjenguk Jessica, benar begitu kan Arga?”bela Hanna


“Benar tante”sahut Arga


“Kemana Albert? Aku sudah minta dia menemanimu. Kenapa dia tak ada di sini sekarang?”tanya Jerry dengan menahan marah begitu tak melihat kehadiran Albert di dalam ruangan itu.


Tak lama setelah itu, Albert datang bersama Catherine. Albert yang kaget melihat kehadiran Jerry dan menangkap aura kemarahan di mata ayah dua putri itu, tampak merasa bersalah pada Jerry dan Hanna. Karena dia sudah melanggar janjinya sendiri untuk menjaga dan menemani Jessica.


Jessica yang melihat kemarahan di mata sang papa, berusaha menenangkannya.


“Papa jangan marah. Aku yang menyuruh Albert keluar sebentar”bela Jessica


“Mana minuman yang aku minta tadi?”tanya Jessica mencoba menyelamatkan Albert dari amukan kemarahan Jerry


“Ehm..minuman yang kau minta sudah habis”jawab Albert begitu menyadari Jessica membantunya.


Catherine berjalan mendekati Arga.


“Maaf kami menjenguk Jessica malam-malam. Kami akan pulang sekarang. Jessica, cepat sembuh ya!”pinta Catherine sambil menggenggam tangan Jessica


“Terimakasih sudah datang”sahut Jessica


Arga pun berpamitan pada Jessica. Jessica menatap punggung lelaki yang pernah menguasai hatinya itu dengan perasaan yang lebih kuat dari sebelumnya.


“Aku pasti akan bahagia. Aku janji”gumam Jessica dalam hati


“Maaf uncle, tante, Joanne. Maaf karena sudah membuat masalah seperti ini. Aku dan Jessica sudah berjanji akan menutup kisah kami. Maaf jika aku sudah melukai kalian. Aku tak pernah bermaksud begitu. Jika ada yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku pada Jessica, aku pasti akan melakukan apapun itu”ucap Arga tulus meminta maaf pada Jerry, Hanna dan Joanne.


“Berbahagialah dengan keluarga kecilmu! Jangan sampai pengorbanan Jessica sia-sia! Aku sudah dengar semua dari ibumu. Kalian juga sudah banyak menderita selama ini. Si kecil pantas mendapatkan keluarga yang utuh. Bersama dengan papa mamanya. Aku memang menyalahkanmu atas kesedihan Jessica. Tapi aku akan lebih menyesal jika kalian jadi menikah. Karena pernikahan seperti itu tak akan pernah berhasil. Mungkin ini adalah cara Tuhan menunjukkan jalan terbaik bagi kita semua”ucap Hanna dengan bijaksana.


Tanpa diketahui Arga dan Catherine, Madam O memang sengaja mengajak Jerry dan Hanna makan malam bersama. Selain untuk meminta maaf atas masalah yang sudah dibuat putra semata wayangnya, Madam O juga menceritakan tentang perjalanan cinta Arga dan Catherine yang penuh liku hingga akhirnya bisa bersatu.


Kemarahan yang meskipun belum sepenuhnya reda di hati mereka, namun melihat penderitaan yang dialami Arga membuat Jerry dan Hanna sedikit demi sedikit mau memaafkan Arga dan Catherine.


Apalagi dengan hadirnya si kecil Thania yang tidak bersalah dan masih polos, Jerry dan Hanna mencoba menurunkan egonya dan mencoba merasakan yang dirasakan Arga dan Catherine jika sampai harus berpisah karena pernikahan Arga dan Jessica. Tentu saja, pernikahan seperti itu tak akan pernah berhasil. Karena bukan kebahagiaan seperti itu yang diinginkan oleh Jerry bagi putri sulungnya. Bahagia di atas penderitaan orang lain. Apalagi harus bahagia di atas penderitaan seorang anak kecil yang tak berdosa.

__ADS_1


Jerry yang awalnya marah besar pada sang putri, dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia bangga sang putri bisa sangat baik hati dan lapang dada melepaskan kebahagiaannya dengan kebahagiaan orang lain. Meskipun Jerry juga tahu hal itu tidak akan mudah bagi putrinya yang sangat manja itu. Terbukti sekarang mereka berada di rumah sakit karena kesedihan hati sang putri berdampak pada fisiknya.


__ADS_2