Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Bertahanlah!


__ADS_3

Catherine terus berlari dengan membawa luka hati yang kembali menganga akibat perbuatan Willy. Catherine meninggalkan rumah sakit tanpa menghiraukan panggilan Willy yang sejak tadi mengejarnya.


Begitu sampai di dalam mobil, Catherine langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah sakit. Willy yang tak tahu tempat parkir sang istri terlihat kebingungan mencari keberadaan Catherine.


Willy juga terus menghubungi nomor hp Catherine namun wanita cantik itu tak mau mengangkatnya.


“Sialan! Kenapa jadi begini?”gerutu Willy sambil menggaruk kepalanya dengan kasar.


Catherine terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi saking emosinya. Nanny yang tadi menemani Catherine pun dibuat ketakutan melihat sang majikan yang seperti kesetanan setelah keluar dari rumah sakit.


“Nyonya..jangan ngebut! Saya takut nyonya!”pinta sang nanny sambil memeluk tubuh kecil Thania yang juga terlihat ketakutan.


“Kenapa kau selalu menyakiti hatiku Will? Kenapa? Di saat aku ingin membuka kembali kehidupan yang baru bersama keluarga kecil kita, kenapa kau selalu mengkhianatiku?”gumam Catherine dalam hati


Pikiran Catherine benar-benar sangat kacau. Dia bahkan tak bisa mendengar suara panik dari nanny dan Thania yang mulai menangis karena ketakutan. Catherine benar-benar kehilangan kendali dirinya. Karena melaju dengan kecepatan tinggi beberapa kali mobil Catherine hampir bertabrakan dengan mobil lain, namun bisa selamat karena pengemudi lain yang lebih waspada.


Begitu sampai di lampu merah, karena sudah sangat kalut, Catherine justru menginjak pedal gas dan bukan mengurangi kecepatan mobilnya.


“Nyonya awas lampu merah!”teriak sang nanny panik


Tiba-tiba,


"Aaaaaaa... "


“Ckittttt”


Suara rem mendadak.


“Brakkkkk”


Tabrakan hebat pun tak dapat dihindarkan. Sebuah mobil dari arah lain, menabrak mobil Catherine yang melaju dengan kecepatan tinggi dan melanggar rambu lalu lintas.


Mobil depan pun ringsek tak berbentuk. Catherine, Nanny dan Thania pingsan dengan kondisi mengenaskan. Suasana jalanan menjadi kacau. Pecahan kaca mobil dan beberapa bagian mobil yang terkena benturan, berserakan di jalanan.


Dibantu beberapa warga yang berada di lokasi kejadian, mereka bahu membahu membantu menyelamatkan Catherine, Nanny dan Thania yang bersimbah darah.


Dalam waktu singkat, dibantu petugas kepolisian, ketiga korban kecelakaan dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan medis.


“APAAAA? Catherine kecelakaan katamu?”pekik Brandon panik

__ADS_1


Seorang pengawal yang selalu mengawal Catherine dengan suara gemetar menyampaikan berita kecelakaan sang majikan pada tuan besarnya.


“I..iya tuan”jawab sang bodyguard


“Ada apa sayang? Siapa yang kecelakaan?”tanya Caroline begitu memasuki ruang kerja sang suami


Dilihatnya wajah Brandon yang terlihat sangat panik.


“Dimana dia dirawat sekarang?”tanya Brandon


“Di rumah sakit XX, tuan”jawab sang pengawal


“Baiklah, terus kabari perkembangannya. Aku ke sana sekarang!”jawab Brandon.


Brandon segera mendekati sang istri yang terlihat sangat panik mendengar dirinya berteriak tadi.


“Sayang, kau harus tenang. Dengarkan aku, Catherine sekarang di rumah sakit. Kita harus ke sana sekarang!”pinta Brandon dengan suara selembut mungkin supaya Caroline tidak semakin panik.


“Ada apa dengan putriku? Ada apa dengan Cathy?”tanya Caroline dengan berlinangan air mata.


“Aku jelaskan semua di heli, kita harus ke rumah sakit sekarang”ajak Brandon


Brandon dan Caroline pun meluncur ke rumah sakit tempat Catherine di rawat.


Sementara itu, di tempat lain.


“Kau bilang apa?”seru Arga dengan suara panik.


Arga bahkan berdiri dari duduknya.


“Ada apa kak?”tanya Jessica


“Baiklah. Aku akan menyusul ke sana sekarang”ucap Arga


Dengan wajah yang sangat panik dan kuatir, Arga menatap sang tunangan.


“Jessi, maaf. Aku tidak bisa ikut pulang ke Indonesia sekarang”ucap Arga


“Tapi kenapa kak?”tanya Jessica heran

__ADS_1


“Nona Catherine dan nona Thania mengalami kecelakaan parah di Amerika. Aku diminta ke Amerika sekarang”sahut Arga


Keluarga Jessica yang ikut dalam rombongan bersama Arga dan Jessica kebetulan dalam perjalanan pulang setelah berlibur bersama di Inggris. Dan hari ini adalah jadwal kepulangan mereka.


“Om..tante..maaf, saya tidak bisa mengantar sampai ke Indonesia. Saya baru saja mendapat perintah mendadak untuk pergi ke Amerika bersama dengan tuan muda ke Amerika. Sekali lagi saya minta maaf”ucap Arga meminta maaf


“Iya, kami mengerti. Pergilah sekarang!”balas Jerry


Hanna juga tampak menganggukkan kepalanya memberi ijin. Arga berpamitan satu per satu dengan anggota keluarga Jessica. Saat berhadapan dengan Jessica, kekecewaan nampak jelas terlihat di wajah cantik tunangannya.


“Jessi, maafkan aku. Aku akan menghubungi jika sudah sampai”pamit Arga.


“Aku mau ikut kakak”ucap Jessica tiba-tiba.


“Jessica, jangan seperti itu”larang sang mama


“Maafkan Jessi, nak Arga. Kau pergilah sekarang!”pinta Hanna


“Tapi aku ingin ikut kak Arga ma..aku juga kuatir dengan keadaan nona Catherine. Ijinkan aku ikut kakak. Aku mohon kak”pinta Jessica dengan wajah memelas.


Raut wajah Jessica bahkan sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi berlinangan air mata. Bukan tanpa sebab Jessica memaksa ikut Arga. Ada sisi dalam hati Jessica yang tak rela, lelaki yang sudah menjadi tunangannya itu mengkhawatirkan cinta pertamanya. Jessica ingin melindungi apa yang menjadi miliknya. Dan itu adalah Arga.


Karena terdesak dengan waktu, akhirnya Arga menyanggupi permintaan Jessica.


“Baiklah. Kau boleh ikut denganku”jawab Arga


Wajah Jessica langsung kembali cerah. Gadis periang yang menjadi tunangan Arga itu tampak segera meraih koper miliknya dan berdiri di samping Arga, melepas kepulangan keluarganya. Jerry dan Hanna mengijinkan sang putri pergi dengan Arga, setelah Arga berjanji akan menjaga sang putri dan akan pulang bersama ke Indonesia.


Beberapa saat kemudian, Devara yang dijemput di kampusnya juga langsung menyusul Arga ke bandara. Sesampainya di bandara, mereka bertiga langsung naik pesawat pribadi milik keluarga Alexander yang akan mengantarkan mereka ke Amerika. Perjalanan selama hampir tujuh jam itu dilalui ketiganya dengan harap-harap cemas.


Devara sangat mencemaskan keadaan sang kakak dan keponakan kecilnya yang dikabarkan menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawa keduanya yang sedang kritis. Arga sangat mencemaskan Catherine dan putri kecilnya karena saat mendapat berita tadi, seakan jantung Arga berhenti berdetak. Mendengar berita wanita yang dicintainya mengalami kecelakaan serius benar-benar membuat Arga goyah. Jessica juga tak henti-hentinya menatap sang tunangan yang terlihat sangat cemas. Lelaki dingin dan datar itu benar-benar syok saat ini.


Beberapa kali Jessica mencoba mengajak bicara Arga namun lelaki itu terlalu fokus menghubungi beberapa pihak. Jessica merasa sedikit tersingkirkan akibat kejadian kecelakaan yang menimpa mantan kekasih sang tunangan. Namun sebisa mungkin Jessica memberikan dukungan dan supportnya pada Arga dan Devara.


“Kakak tenang saja, nona Catherine wanita yang kuat. Dia pasti bisa melewati masa kritisnya”ucap Jessica lembut sambil menggenggam tangan Arga.


“Terimakasih”jawab Arga singkat.


"Aku mohon bertahanlah Cathy!"pinta Arga dalam hati

__ADS_1


__ADS_2