Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
EXTRA PART (7) : Aku Pasti Bisa!


__ADS_3

Jessica yang sedang merenung, tampak menyandarkan kepalanya di headboard ranjangnya di rumah sakit. Jerry dan Hanna sedang asyik berbincang bersama Albert dan Joanne. Sesekali Jessica tersenyum mendengar candaan keluarganya.


“Terimakasih papa mama Joanne. Tanpa kalian mungkin aku tak kan sanggup bertahan dari kesedihan ini”gumam Jessica dalam hati


Tepat saat sedang memandangi keluarganya, Albert terlihat mencuri pandang dan menatap gadis cantik yang sedang menatap kehangatan keluarganya. Saat mata keduanya bertemu, Jessica langsung mengulas senyum indah di bibirnya.


“Albert, terimakasih”gumam Jessica dalam hati


Melihat Jessica yang membalas tatapan matanya, Albert pun tersenyum. Albert pun berjalan mendekati Jessica lalu duduk di samping ranjang Jessica.


“Besok kamu udah boleh pulang”ucap Albert dengan tatapan lembut pada Jessica


Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Keduanya kemudian berbincang ringan berdua. Joanne memilih menemani sang mama dan papa yang akan makan malam diluar. Meninggalkan dua anak manusia yang berteman itu di ruang rawat inap berdua.


“Papa keluar dulu ya”


“Iya pa. Kalian makan aja dulu. Aku udah gapapa kok”jawab Jessica


“Albert, uncle titip Jessica sebentar ya”pinta Jerry


“Iya uncle. Aku akan menjaganya”jawab Albert sambil melirik pada Jessica


Akhirnya Joanne mengantar mama papanya keluar makan malam.


Albert duduk di tepi ranjang Jessica.


“Apa rencanamu setelah keluar dari sini?”tanya Albert


Jessica tampak berpikir sejenak. Tiba-tiba sebuah ketukan di luar membuyarkan lamunannya.


“Tok..tok..tok”


Suara ketukan pintu dari luar. Kedua orang yang berada di dalam menengok bersamaan ke arah pintu. Sambil mengernyitkan dahinya, Albert balik menatap Jessica.


“Kau ada tamu rupanya. Aku lihat dulu siapa di luar”jawab Albert


Jessica menganggukkan kepalanya perlahan. Dia juga penasaran siapa gerangan yang bertamu. Karena seingatnya hanya keluarganya yang tahu kondisi dirinya.


Albert yang berjalan ke arah pintu, terlihat membelalakkan matanya melihat pasangan pengantin baru yang tadi siang menikah kini sudah berada di rumah sakit.


“Kami dengar Jessica sakit. Boleh kami menjenguknya?”tanya Catherine

__ADS_1


Albert menatap lelaki dingin berwajah datar yang kini sudah resmi menjadi suami Catherine. Lelaki itu tampak tak berekspresi apapun juga.


“Silahkan! Tapi tolong ingat pasien butuh istirahat”jawab Albert


“Baiklah! Terimakasih”sahut Catherine dengan senyum mengembang di bibirnya.


Jessica yang tidak bisa melihat tamu yang menjenguknya, sayup-sayup mendengar suara Catherine.


“Itu seperti suara nona Catherine. Tapi mana mungkin dia kemari?”gumam Jessica dalam hati


Belum usai keingintahuan Jessica pada tamu yang datang menjenguknya, matanya dikejutkan dengan penampakan dua manusia yang sangat tidak ingin ditemuinya. Tidak sekarang. Apalagi melihat kembali lelaki dingin berwajah datar sedingin balok es yang selalu menggetarkan hatinya. Lelaki yang hampir saja bersanding dengan dirinya itu. Lelaki yang kini sudah berstatus menjadi suami sah Catherine.


Melihat kehadiran Arga dan Catherine datang berdua, membuat sudut hati Jessica kembali bergejolak. Apalagi Catherine dan Arga datang sambil bergandengan mesra. Hati Jessica ternyata masih belum siap melihat itu semua. Buru-buru Jessica mengalihkan pandangan matanya.


Catherine yang menyadari tatapan mata Jessica tadi, langsung refleks melepaskan tangannya dari genggaman tangan Arga. Dirinya sadar pasti Jessica akan sedih jika melihat kemesraan antara dirinya dengan Arga. Mengingat lelaki yang berdiri di sampingnya kini hampir menjadi milik Jessica. Jika bukan karena kebesaran dan kebaikan hati Jessica, mana mungkin dia bisa bersatu dengan lelaki yang sudah menguasai hatinya sejak berusia sebelas tahun itu.


Albert langsung berdiri di samping Jessica. Seolah memberi dukungan pada gadis cantik yang baru saja kehilangan cinta dalam hidupnya itu. Albert dan Jessica bertatapan dengan lembut. Jessica seakan dapat merasakan dukungan yang diberikan oleh Albert.


“Bagaimana keadaanmu Jessica?”tanya Catherine


“Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku”jawab Jessica tulus


“Cepatlah sembuh Jessica!”pinta Catherine sambil memegang tangan Jessica


Jessica menganggukkan kepalanya perlahan. Catherine pun berdiri dari duduknya.


“Oya dokter, ada yang harus saya bicarakan dengan Anda. Bisa kita bicara di luar sebentar?”tanya Catherine pada Albert


Pertanyaan Catherine membuat semua orang di dalam ruang rawat inap itu kebingungan. Namun otak cerdas dokter Albert dapat menangkap maksud dari Catherine.


“Okey. Kita bicara di luar nona”jawab Albert


“Jess, aku tinggal sebentar ya?”ucap Albert sambil memegang bahu Jessica.


Jessica yang tidak siap ditinggal berdua bersama Arga tampak memegang tangan Albert yang memegang bahunya.


“Tolong, jangan pergi!”gumam Jessica dalam hati


Tatapan mata Jessica tampak mengiba. Namun Albert yang ingin memberi ruang pada Jessica dan Arga hanya menganggukkan kepalanya perlahan.


“Aku akan kembali lagi. Jangan kuatir! Okey..aku keluar sebentar”ucap Albert

__ADS_1


Catherine menatap sang suami sepintas dengan senyum di bibirnya.


“Aku akan memberi ruang pada kalian berdua. Kalian butuh waktu untuk bicara dari hati ke hati”gumam Catherine dalam hati


“Aku keluar sebentar ya kak”pamit Catherine pada sang suami


Sebelum pergi, Arga menahan tangan Catherine. Tetapi Catherine menepis tangan Arga.


“Aku keluar sebentar. Kakak bicara saja dengan Jessica”bisik Catherine pada Arga sambil mengelus pelan lengan kekar suaminya dengan senyum tersungging di bibirnya.


“Mari dok!”ajak Catherine pada Albert


Akhirnya Catherine dan Albert keluar dari ruang rawat inap Jessica. Meninggalkan Arga dan Jessica berdua saja. Suasana canggung sangat terasa di antara dua anak manusia yang hampir saja bersatu dalam ikatan pernikahan itu.


Sadar Arga tidak nyaman dengan keheningan antara keduanya, Jessica pun memulai pembicaraan.


“Kenapa kakak berdiri saja? Duduklah kak!”pinta Jessica


Arga pun menurut dan duduk di kursi di samping ranjang Jessica yang tadi diduduki Catherine. Keduanya bertatapan dalam diam. Jessica pun tersenyum melihat lelaki dingin yang selalu datar tanpa ekspresi itu. Jessica tampak menahan tawa melihat lelaki dingin itu tak seperti biasanya saat bersamanya dulu. Arga terlihat sangat canggung. Padahal beberapa jam sebelumnya mereka masih berstatus calon pengantin.


“Kakak kenapa canggung begitu? Wajah kakak jadi tambah kaku seperti kanebo kering”goda Jessica sambil tertawa


Ucapan Jessica berhasil mengundang senyum tipis di bibir Arga. Lelaki tampan itu tampak mengulas senyum di wajahnya yang tampan.


“Apa masih sakit?”tanya Arga tiba-tiba


“Apanya?”tanya Jessica bingung


Arga menghela nafasnya perlahan. Sambil menunjuk dadanya sendiri. Memberi kode pada Jessica.


“Oh..masih. Sedikit”jawab Jessica sambil tersenyum sambil memberi isyarat tangan dengan menyatukan ibu jari dan telunjuknya. Jessica juga mengedipkan sebelah matanya.


Ekspresi wajah Jessica yang sangat menggemaskan membuat Arga tersenyum.


“Maaf. Aku tahu aku sudah melukai hatimu. Kau pasti sangat membenciku sekarang. Sekali lagi maaf Jessica”ucap Arga dengan tatapan lembut pada Jessica.


“Jika aku tak mencintaimu sedalam itu pasti hati ini tak kan sesakit ini”ucap Jessica sambil menahan rasa sesak di dadanya.


“Tapi jika aku terus mencintaimu dan tetap bersamamu, aku yakin cepat atau lambat aku pasti akan terluka lebih dalam. Karena aku pasti takkan siap kehilangan kakak. Mungkin ada baiknya jika kita berpisah sekarang, jadi kita bisa sama-sama melanjutkan kehidupan kita masing-masing. Aku akan belajar untuk melupakan kakak. Kakak tenang saja, aku pasti bisa bertahan. Aku akan tunjukkan pada semuanya aku pasti bisa melewati ini semua. Jadi kakak jangan kuatirkan aku!”ucap Jessica dengan suara bergetar menahan sir matanya yang sekali lagi sudah di ujung pelupuk matanya.


Karena menatap lelaki yang sangat dicintainya itu kembali membuat hati Jessica lemah dan goyah.

__ADS_1


__ADS_2