Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Di Dalam Mimpi


__ADS_3

Arga hanya diam mendengarkan ocehan teman-temannya. Tatapan matanya tak sedikitpun berpaling dari gadis gila yang adalah pacarnya yang saat ini berjalan ke arahnya. Arga menarik sudut bibirnya mendengar teman-temannya yang terpesona dengan kecantikan dan keanggunan seorang Catherine Alexander.


Catherine terus berjalan ke arah Arga. Dan saat sudah berada di depan Arga, Catherine segera memeluk Arga lalu mencium bibir Arga. Membuat Arga segera mendorong pelan tubuh Catherine. Teman-teman Arga yang melihat gadis cantik itu mencium Arga malah heboh sendiri dan bersorak melihat adegan dua pasang kekasih itu.


Catherine yang masih melingkarkan tangannya di leher Arga menatap mata indah Arga sambil tersenyum.


“Apa kakak merindukanku?”tanya Catherine


Arga hanya diam dengan ekspresi datarnya membuat Catherine sedikit kesal. Arga melepaskan tangan Catherine yang melingkar di lehernya.


“Tolong jaga sikap Anda nona..Disini banyak orang”ucap Arga dengan tatapan dinginnya pada Catherine.


Arga sekuat tenaga menahan dirinya. Padahal hatinya benar-benar bergejolak hebat setelah mendapat “serangan mendadak” dari gadis cantik itu. Catherine yang kesal, berusaha menahan amarahnya karena mendapat “penolakan” Arga.


“Aku takkan melepaskanmu. Jangan harap aku akan melepaskanmu kali ini”gerutu Catherine dalam hati sambil tersenyum manis ke arah Arga.


Dia malah melingkarkan tangannya di lengan kekar Arga dan berdiri di sampingnya sambil tersenyum pada teman-teman Arga.


“Arga, do you know her?”tanya salah satu teman Arga


Arga belum sempat menjawab, Catherine sudah menyela. Catherine mengulurkan tangan kanannya pada Justin, teman Arga, dengan tangan kirinya masih melingkar kuat di lengan Arga.


“Hello, My name is Catherine. Arga’s girlfriend”sapa Catherine pada Justin


Teman-teman Arga langsung kaget mendengar ucapan Catherine. Sementara Catherine setelah menjabat tangan Justin langsung melingkarkan kedua tangannya di lengan Arga dan menatap tajam ke arah Arga.


“Kita pergi sekarang sayang?”tanya Catherine sambil melotot namun bibirnya tersenyum manis.


Membuat Arga ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Catherine yang sangat menggemaskan saat marah seperti itu. Arga akhirnya memilih menuruti permintaan tuan putri yang saat ini sedang dibakar amarah membara. Arga pun berpamitan pada teman-temannya lalu berjalan ke tempat parkir menaiki mobilnya.


Tak lupa Arga membukakan pintu mobil dan melindungi kepala Catherine agar tak terbentur. Catherine yang sedang kesal, masuk ke dalam mobil lalu segera memakai sabuk pengamannya. Arga berjalan memutar lalu masuk pintu kemudi.


“Kita mau kemana nona?”tanya Arga


“Ke apartemen kakak”jawab Catherine ketus karena marah

__ADS_1


“Apa lagi yang mau kau lakukan di sana?”gumam Arga dalam hati


“Tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat!”pinta Catherine dengan tak sabaran karena melihat Arga yang diam saja.


Arga menghela nafasnya pelan, kemudian mengenakan sabuk pengaman dan mulai menyalakan mesin mobil. Arga mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menembus kemacetan jalanan di Massachusetts menuju apartemen miliknya selama kuliah di Harvard.


Sepanjang perjalanan, Catherine lebih banyak diam. Pandangannya diedarkan ke kaca samping. Menikmati pemandangan kota. Arga sempat beberapa kali melirik ke samping ke arah Catherine.


“Kita lihat..sampai kapan kau akan diam?”gumam Arga dalam hati


Catherine yang merasa sangat kesal dan cemburu karena kejadian di kampus tadi sebenarnya ingin terus diam supaya Arga menyesal. Namun belum sampai sepuluh menit di dalam mobil, Catherine sudah tidak kuat. Akhirnya dia menumpahkan semua kekesalannya sambil menatap tajam ke arah Arga yang sedag fokus menyetir.


“Apa kakak selalu seperti itu selama di sini?”tanya Catherine sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Ahh..kupikir kau akan diam sampai apartemen. Ternyata baru sebentar kau sudah “berkicau””gumam Arga dalam hati.


“Apa maksud nona?”tanya Arga penasaran


“Kakak jangan pura-pura tak mengerti”ucap Catherine dengan kesal


“Kenapa kakak berpelukan dengan wanita tadi? Kakak selingkuh ya dibelakangku?”tanya Catherine dengan berapi-api.


“Apa? Selingkuh?”tanya Arga tak mengerti


“Iya..kakak selingkuh kan dibelakangku. Kalo tidak, kenapa kakak mau saja dipeluk wanita tadi”ucap Catherine kesal


Arga berusaha menahan tawanya mendengar Catherine yang ternyata sedang cemburu berat padanya hanya karena dipeluk temannya tadi.


“Maksud nona Jessi? Dia teman satu kuliah saya. Nona lupa disini Amerika. Mereka biasa memeluk dan mencium orang yang mereka kenal”ungkap Arga


“Tetap saja. Harusnya kakak bisa mendorongnya seperti tadi kakak mendorongku waktu aku mencium kakak”ucap Catherine dengan sedih.


Dia sedih karena Arga selalu memperlakukannya berbeda dengan orang lain. Dia merasa Arga tidak adil. Di saat wanita lain memeluknya, dia diam saja. Namun saat Catherine yang memeluknya, Arga selalu mendorongnya. Tanpa sadar airmata Catherine menetes merasakan penolakan Arga tadi.


Catherine segera mengusap airmatanya dan memilih menatap keluar jendela. Arga yang melirik sepintas ke arah Catherine, merasa bersalah sudah berlaku tidak adil pada Catherine.

__ADS_1


“Apa kau menangis? Jangan menangis Cathyku”gumam Arga dalam hati.


Sepanjang jalan, Catherine memilih diam. Hingga akhirnya dirinya yang masih jetlag setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh jam lamanya, merasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur di mobil.


Sampai di apartemen, Arga segera memarkirkan mobilnya di basement. Setelah menepi, Arga menoleh ke samping dan dilihatnya sang kekasih yang sedang terlelap tidur. Arga tak bisa menahan dirinya untuk mendekati Catherine. Dilihatnya sisa airmata di pipi mulus Catherine. Segera diusapnya airmata itu.


“Maaf jika aku selalu membuatmu menangis”gumam Arga dalam hati sambil menatap sendu bidadari di hatinya yang sedang bersedih karena dirinya.


Arga yang merasa kasihan karena Catherine terlihat sangat lelah, akhirnya memilih menggendong Catherine keluar mobil dan membawanya ke apartemennya.


Seorang pengawal yang sedari tadi mengikuti mereka, yang memang selalu mengikuti Catherine berjalan mendekati Arga yang sedang menggendong Catherine.


“Tuan biarkan saya bantu”ucap bodyguard itu


“Tak usah. Saya bisa membawanya sendiri. Paman bisa istirahat. Saya yang akan menjaga nona. Katakan pada uncle Jack atau tuan besar, nona Catherine beristirahat di apartemen saya karena kelelahan. Nanti jika nona sudah bangun, akan saya antarkan nona ke penthouse-nya”ucap Arga


Bodyguard itu yang mengetahui posisi Arga yang adalah mantan bodyguard nona Catherine akhirnya mengikuti instruksi Arga dan meninggalkan sang nona muda di tangan Arga karena mempercayai ucapan Arga tadi.


Kedua bodyguard itupun memilih berjaga di sekitar apartemen Arga. Sementara Arga yang masih menggendong Catherine, membawanya masuk lift. Di dalam lift Arga terus memperhatikan wajah cantik yang polos seperti bayi itu. Arga menarik sudut bibirnya melihat betapa cantiknya seorang nona muda keluarga Alexander, Catherine Alexander. Yang meskipun manja dan selalu ceria namun begitu cantik dan mempesona. Bahkan kecantikannya semakin hari semakin terpancar seiring usianya yang sekarang menginjak usia ABG.


Sampai di lantai apartemennya, Arga segera membawa Catherine masuk kamarnya. Dibaringkan dengan perlahan karena takut membangunkan gadis cantik yang sedikit gila itu. Setelah membaringkan Catherine, Arga yang sebenarnya juga sangat merindukan Catherine, tak beranjak dari ranjangnya dan kini dia juga berbaring di ranjangnya sambil menatap Catherine yang masih tertidur dengan sangat nyenyak.


Arga merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Catherine.


“Apa kabar gadis gilaku? Apa kau tahu aku sangat merindukanmu?”gumam Arga dalam hati


Diusapnya perlahan wajah cantik Catherine. Ketika tiba-tiba Catherine bergerak, jantung Arga mendadak berdegup dengan sangat kencang. Dia takut ketahuan Catherine. Namun rupanya Catherine hanya menggeliat sejenak.


Arga memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Catherine yang sedang tertidur. Tangan kanannya digunakan untuk menyangga kepalanya. Arga sangat senang karena bisa berlama-lama menatap sang pujaan hati.


Dinikmatinya wajah cantik Catherine dari mulai matanya dengan bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, kulit wajahnya yang putih mulus seperti porselin. Dan saat Arga menatap bibir tipis Catherine, membuatnya susah menelan ludah. Ingin rasanya Arga mencicipi bibir lembut itu.


Tiba-tiba Arga mendekatkan tubuhnya ke tubuh Catherine. Detak jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Wajahnya didekatkan perlahan. Adrenalinnya semakin bergejolak hebat saat bibirnya menyentuh bibir lembut itu. Arga mencium bibir Catherine sambil memejamkan matanya.


Entah sadar atau tidak, Catherine yang sedang terbuai dalam mimpi, juga membalas ciuman Arga. Akhirnya mereka pun berciuman. Karena di dalam mimpi, Catherine bermimpi berciuman dengan Arga.

__ADS_1


__ADS_2