Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Perasaan Seorang Ibu


__ADS_3

Willy yang merasa bahagia mendengar berita yang disampaikan dokter Eric langsung mendekati Catherine dan memeluk istrinya itu. Catherine yang masih syok dengan berita kehamilan dirinya pasrah saja dipeluk Willy.


“Kau dengar Cathy? Kau hamil. Kau sedang hamil. Anak kita”ucap Willy dengan berbinar-binar sambil memeluk erat tubuh Catherine


Perasaan Catherine campur aduk. Dia benar-benar sangat syok. Catherine mendorong tubuh Willy. Wajahnya pun tak nampak bahagia mendengar berita bahagia itu.


“Kau kenapa sayang? Apa kau tidak bahagia?”tanya Willy begitu Catherine mendorong tubuhnya dan ekspresi wajah Catherine yang tak nampak bahagia.


Catherine menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin”ucap Catherine dengan tatapan mata yang kosong.


“Apa maksudmu tidak mungkin? Kau dengar tadi dokter Eric bilang apa? Kau sedang hamil Cathy. Kau sedang hamil. Apa kau tidak senang mendengarnya?”tanya Willy


Tiba-tiba airmata mengalir dari mata indah Catherine. Dia terus menggelengkan kepalanya. Seakan menolak kenyataan yang ada di hadapannya.


“Aku tak mungkin hamil. Aku tidak mau hamil. Aku tak menginginkan bayi ini”ucap Catherine dengan getir.


Saking sedih dan marahnya, Catherine bahkan memukuli perutnya sendiri. Willy yang melihat Catherine memukuli perutnya sendiri tampak kaget dan membelalakkan matanya. Willy langsung berlari ke arah Catherine dan menahan tangan Catherine yang terus-terusan memukuli perutnya sendiri.


“Lepaskan aku! Aku tidak mau hamil. Aku tak mungkin hamil. Aarrggghhhh”teriak Catherine dengan histeris.


“Tenangkan dirimu!”seru Willy sambil mendekap tubuh Catherine dari belakang.


Catherine terus menangis sambil berusaha berontak. Namun tenaganya masih kalah kuat dengan Willy. Sekuat apapun usahanya, semuanya sia-sia saja. Willy mendekap tubuh mungil Catherine dengan erat. Willy tak ingin Catherine melukai bayinya.


Suara ribut-ribut di ruangan Willy membuat beberapa perawat masuk ke ruangan itu. Melihat Catherine yang terus-terusan histeris membuat Willy tak mempunyai jalan lain selain membius Catherine. Dibantu beberapa perawat, Willy berhasil menyuntikkan obat tidur yang aman untuk ibu hamil. Hanya agar Catherine lebih tenang. Setelah mendapat suntikan obat tidur, Catherine langsung terkulai lemas dan tak sadarkan diri. Willy langsung memindahkan Catherine ke ruang rawat inap VVIP di rumah sakit itu.


****


Caroline yang sejak beberapa minggu memantau perkembangan Catherine akhirnya memilih mengunjungi putri sulungnya itu ke Inggris. Perasaan Caroline sebagai seorang ibu, merasa tidak tenang.


“Aku ingin mengunjungi Catherine”pinta Caroline


“Kenapa mendadak sekali sayang?”tanya Brandon


“Entahlah! Perasaanku tidak enak sejak Catherine kembali ke Inggris”jawab Caroline


“Kenapa Catherine tidak juga meminta cerai dari Willy? Pasti sesuatu sudah terjadi pada Catherine dan aku harus tahu alasannya”gumam Caroline dalam hati


Caroline curiga sudah terjadi sesuatu pada putri kesayangannya karena Catherine tidak juga meminta bercerai dari Willy setelah mengetahui suaminya itu berselingkuh dengan Ella. Caroline juga tahu Willy dan Ella sudah memiliki seorang putra. Caroline sangat berharap Catherine segera mengakhiri pernikahannya dengan Willy dan hidup berbahagia dengan Arga. Karena Caroline merasa hanya dengan Arga-lah Catherine bahagia.


“Jangan berpikir yang tidak-tidak. Siapa tahu Catherine sudah memaafkan Willy dan ingin melanjutkan pernikahannya”ucap Brandon dengan entengnya.


Caroline yang tidak terima langsung menoleh pada suami tercintanya sambil mengerutkan dahinya.


“Kenapa kau bisa berbicara semudah itu? Apa kalian para lelaki menganggap kesetiaan dalam pernikahan itu tidak penting sama sekali?”gerutu Caroline

__ADS_1


Melihat istri tercintanya yang marah, Brandon merasa kelabakan.


“Gawat! Dia marah lagi”gumam Brandon dalam hati


Brandon langsung mendekap tubuh istrinya dan mulai merayunya.


“Maaf sayang. Aku tadi hanya bercanda. Tentu saja Willy harus mendapatkan hukuman karena sudah mengkhianati putri kita. Kau setuju kan?”tanya Brandon.


Caroline yang masuk dalam perangkap Brandon hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


“Tentu saja. Laki-laki seperti itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Apalagi dia sudah berani menyakiti putri kita”jawab Caroline dengan berapi-api.


“Tenanglah! Aku akan membuat perhitungan dengan Willy. Kau tenang saja, okey?”bujuk Brandon.


Caroline yang mulai mereda emosinya hanya manggut-manggut saja mendengar suaminya akan menuntut balas pada Willy. Caroline duduk di kursi sofa sambil berpikir keras.


“Apa kita saja yang mengurus perceraian mereka?”tanya Caroline


“Mulai lagi”gumam Brandon dalam hati


“Sayang, kau jangan gegabah seperti itu. Kau lupa kau sendiri yang bilang kalo Catherine sudah setuju bercerai baru kita urus perceraian mereka. Selama Catherine tidak meminta bantuan kita, jangan sampai kita ikut campur terlalu jauh. Karena Catherine tidak akan suka jika kita terlalu turut campur dalam kehidupan pribadinya. Biarlah dia menyelesaikan masalahnya”ujar Brandon mengingatkan istri tercintanya


“Aku tahu. Tapi aku merasa tidak tenang jika Catherine tidak segera bercerai dari Willy”ucap Caroline dengan polosnya


“Jangan lupa, Willy adalah putra Ronald. Kita harus menjelaskan semuanya pada Ronald supaya mereka mengerti keadaan kita”ucap Brandon


“Mulai lagi. Kenapa dia selalu mengungkit kesalahanku. Dasar ahli sejarah”gerutu Brandon dalam hati


“Berhentilah menyalahkan aku, sayang. Berapa kali aku harus meminta maaf? Sudahlah! jangan membuatku semakin merasa bersalah”pinta Brandon


Caroline mengusap airmata yang mengalir di wajah cantiknya. Hatinya begitu sedih membayangkan penderitaan yang sudah dilalui putri kesayangannya. Airmata Caroline membuat Brandon semakin merasa bersalah sudah membuat wanitanya sesedih itu.


Setiap kali mengingat Catherine, Caroline selalu merasa bersalah. Karena sebagai seorang ibu yang menginginkan kebahagiaan bagi putra putrinya, dirinya justru tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela cinta putrinya pada Arga. Dirinya tak berdaya untuk menggagalkan pernikahan yang dirancang suaminya dengan sahabat suaminya itu. Meskipun Caroline tahu Catherine hanya mencintai Arga.


Brandon memeluk tubuh istrinya dan mencoba menenangkannya.


“Jangan menangis sayang. Airmatamu seperti pisau dalam hatiku. Aku tak kuat melihatmu menangis seperti ini”ucap Brandon


“Sebagai seorang ibu, aku merasa gagal membahagiakan putriku”ucap Caroline dengan terisak


“Kau tak gagal sayang. Kau ibu terbaik untuk Catherine dan Devara. Ingatlah itu”puji Brandon mencoba membesarkan hati istrinya.


Caroline menangis dalam pelukan suaminya.


“Berhentilah menangis. Kita ke Inggris sekarang. Kau mau?”ajak Brandon


Caroline melepaskan pelukannya dari Brandon.

__ADS_1


“Apa pekerjaanmu sudah selesai?”tanya Caroline


Brandon menganggukkan kepalanya.


“Baiklah! Aku mau. Kita ke London sekarang. Aku sudah merindukan Catherine”ucap Caroline


Brandon tersenyum melihat pancaran kebahagiaan di mata Caroline yang tadi sempat bersedih. Sesaat kemudian, Brandon segera menghubungi Jack untuk mengatur kepergiannya ke London.


Perjalanan tujuh jam dari Dubai ke London ditempuh Caroline dan Brandon demi menjenguk sang putri yang sudah beberapa bulan tidak bertemu. Sesampainya di London, Caroline segera menghubungi Catherine tetapi tidak juga diangkat.


“Aneh! Kenapa Cathy tidak mengangkat teleponku?”tanya Caroline


“Mungkin dia sedang tidak memegang hp -nya. Kita hubungi lagi nanti”sahut Brandon


Keduanya segera berjalan menuju mobil yang sudah dipersiapkan untuk keduanya.


“Coba aku hubungi Willy”ucap Caroline


“Tut..tut”


Caroline sangat senang begitu panggilan teleponnya diangkat Willy. Caroline langsung menanyakan keadaan Catherine pada Willy saking rindunya.


“Apaa? Catherine di Rumah Sakit? Sakit apa?”seru Caroline


Brandon yang mendengarkan Catherine sakit jadi ikut khawatir pada keadaan putri sulungnya itu. Tanpa pikir panjang Caroline langsung menyusul ke Rumah Sakit tempat Catherine dirawat.


Sesampainya di Rumah Sakit, Caroline langsung menghampiri putri kesayangannya yang sedang tertidur. Airmata Caroline mengalir begitu melihat kondisi putrinya yang terlihat pucat dan semakin kurus.


Brandon berdiri di samping Willy. Sementara Caroline duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan putrinya.


“Sayang, jangan menangis! Lihatlah! Catherine baik-baik saja”ucap Brandon sambil memegang bahu istrinya


“Apa kau tak lihat? Catherine kelihatan pucat dan tubuhnya semakin kurus”gerutu Caroline sambil mengusap wajah putrinya yang masih tertidur karena pengaruh obat tidur.


“Katakan Will sebenarnya putriku sakit apa? Kenapa keadaannya seperti ini?”tanya Caroline sambil menoleh pada Willy


Willy yang tak menyangka akan kedatangan mertuanya dari Dubai, akhirnya mau tidak mau menceritakan keadaan Catherine.


“Mommy tenang dulu. Catherine tidak sakit serius. Sebenarnya Catherine sedang hamil. Cucu pertama papa dan mommy”ucap Willy


Caroline dan Brandon yang kaget mendengar berita kehamilan Catherine tampak membelalakkan matanya.


“Apa? Cathy hamil?”seru Caroline dan Brandon hampir bersamaan


“Iya pa, mom. Catherine hamil. Dia hamil anak kami berdua”jawab Willy dengan penuh percaya diri


Brandon yang bahagia mendengar berita itu langsung memeluk tubuh menantu kebanggaannya. Willy juga membalas pelukan papa mertuanya dengan bahagia. Sementara Caroline entah kenapa merasa tidak bahagia dengan berita itu. Karena itu artinya, Catherine tidak akan bercerai dengan Willy jika benar bayi yang dikandung Catherine saat ini adalah anak Catherine dan Willy.

__ADS_1


__ADS_2