Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Undangan Ulang Tahun


__ADS_3

Begitu sampai di lantai kamar presidential suite tempat Devara biasa menginap di hotel itu, Arga segera mengajak Jessica memasuki kamar itu. Di dalam kamar terdapat beberapa pegawai butik dan penata rias yang bersiap merias Ayra.


Arga segera meminta semua orang keluar dari kamar itu untuk sementara. Satu per satu meninggalkan kamar itu. Tak lupa mereka berbisik satu sama lain melihat kelakuan Arga yang terlihat canggung dan kikuk karena bersama Jessica.


Setelah semua orang pergi, Jessica yang memang tak menyukai suasana canggung yang terjadi, segera duduk dan membuka kantung plastik yang dibawanya. Jessica mengeluarkan satu per satu makanan yang sudah dibelinya tadi.


“Kakak kemarilah! Cepat makan! Keburu dingin!”ajak Jessica


Arga yang masih canggung, memilih menuruti permintaan Jessica. Arga duduk di kursi sofa di dekat Jessica. Jessica menyodorkan box makanan lengkap dengan sumpitnya pada Arga.


“Terimakasih”sahut Arga


“Selamat makan!”ucap Jessica  dengan bersemangat


Jessica membuka box makanan berisi bento dan beef yakiniku yang masih hangat. Jessica menutup matanya sambil menghirup aroma beef yakiniku yang masih hangat itu.


“Huuummm..Wangii”ucap Jessica sambil membuka matanya


Arga yang melihat ekspresi Jessica yang menggemaskan dan lucu sampai menarik sudut bibirnya menunjukkan senyum tipisnya.


“Selamat makan”ucap Arga


Keduanya menikmati makan siang bersama dalam suasana yang hangat. Jessica yang periang selalu bisa membuat suasana yang menyenangkan bagi Arga. Sesekali mereka tertawa bersama ketika mendengarkan cerita Jessica yang lucu.


Saat sebuah sisa nasi menempel di sudut bibir Jessica, membuat Arga tidak meneruskan makannya. Arga segera memberitahu Jessica tentang sisa nasi di sudut bibirnya.


“Jess..”


Arga menunjuk sudut bibirnya dan mengusapnya


Jessica yang memang tidak paham dengan maksud Arga, hanya mengerutkan dahinya.


“Ada apa kak?”tanya Jessica


“Ada sisa nasi di dekat mulutmu”ucap Arga


Jessica yang malu karena ada sisa nasi yang menempel di bibirnya segera berusaha membersihkannya. Namun karena salah tempat, sisa nasi itu tak juga hilang. Karena gemas, Arga pun mendekatkan tubuhnya dan mengusap sisa nasi di dekat bibir Jessica.


Jessica yang mendapat perlakuan manis Arga hanya sanggup mematung. Karena posisi tubuh Arga yang sangat dekat. Hingga Jessica dapat melihat dengan jelas wajah tampan Arga yang berada di depannya. Jessica juga bisa menghirup aroma tubuh Arga yang sangat harum. Jantung Jessica seakan berlompatan merasakan kehangatan seorang Arga Wisnutama yang terkenal sangat dingin dan datar.


“Sudah”ucap Arga setelah berhasil membersihkan sisa nasi di dekat bibir Jessica.


Entah kenapa begitu menatap bibir lembut Jessica membuat Arga salah fokus. Arga jadi salah tingkah. Apalagi ketika dia menatap ke depan, mata keduanya saling bertatapan dalam diam.


Deg..deg..deg..


Arga yang salah tingkah karena bertatapan dengan Jessica segera menjauhkan tubuhnya dari Jessica. Namun dengan cepat Jessica menahan tangan Arga untuk menjauh. Membuat Arga menoleh pada Jessica.


Dan tanpa diduga,


“Mmmuachhh”Jessica dengan berani mencium bibir Arga


Membuat Arga membelalakkan matanya. Arga hanya mematung menerima ciuman di bibirnya. Jessica terlihat memejamkan matanya saat mencium bibir Arga. Karena terhanyut dalam suasana, Arga pun akhirnya memejamkan matanya dan menerima ciuman Jessica. Keduanya berciuman dengan mesra. Jantung keduanya saling beradu dengan deru yang sangat cepat. Nafas mereka juga terengah-engah. Menikmati kelembutan bibir masing-masing.


“Krekkkk”


Tiba-tiba pintu kamar presidential suite itu dibuka dari luar.


“Ehemmmm”


Devara berdehem dengan sangat keras. Membuat Arga dan Jessica yang sedang asyik berciuman langsung menghentikan ciuman mereka. Arga yang kaget melihat Devara sudah berada di dalam kamar, langsung berdiri dari posisi duduknya. Arga sangat kaget karena ketahuan bermesraan di saat jam kerja oleh majikannya. Sementara Devara yang jahil, hanya senyum-senyum sendiri melihat asisten pribadinya yang salah tingkah ketahuan bermesraan oleh dirinya.

__ADS_1


“Tuan muda”sapa Arga


“Maaf sudah mengganggu waktu kalian”ucap Devara


“Ahh..tidak tuan muda”sahut Arga


Baru kali ini Devara melihat Arga yang kelabakan karena ketahuan oleh dirinya. Bahkan saat masih bersama kakak perempuannya, lelaki itu masih terlihat jual mahal dan tak pernah sekalipun ketahuan oleh dirinya saat bermesraan dengan Catherine muda.


Jessica menggigit bibir bawahnya karena malu ketahuan berciuman dengan Arga.


“Siapa gadis ini kak? Kau tak mau mengenalkan dia padaku?”goda Devara


Jessica langsung berdiri di samping Arga. Devara mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Jessica.


“Oh..iya tuan muda. Kenalkan ini Jessica”ucap Arga mengenalkan Jessica


“Jessica”ucap Jessica sambil menerima jabatan tangan Devara


“Devara”sahut Devara


Devara tersenyum melihat Jessica yang cantik walaupun tak secantik Ayra kekasih hatinya. Karena bagi Devara yang sedang kasmaran, hanya Ayra gadis tercantik di matanya.


“Jadi dia gadis itu ya kak?”goda Devara


“Saya pacar kak Arga”ucap Jessica dengan berani


Arga dan Devara langsung menoleh pada Jessica yang sudah mendeklarasikan dirinya sebagai kekasih Arga.


“Oh ya..selamat kalo begitu kak”ucap Devara


“Ah iya tuan muda”jawab Arga dengan menahan malu


“Belum tuan muda. Apa perlu saya cek keberadaan nona Ayra?”tanya Arga


“Tidak usah. Kalian teruskan saja makan siang kalian. Aku akan menghubungi Ayra dan menunggunya di lobi. Aku pergi dulu ya kak..Mari”ucap Devara sambil menepuk bahu Arga


Devara kemudian meninggalkan Arga dan Jessica di dalam kamar. Suasana canggung sangat terasa karena mereka berdua sempat berciuman sebelumnya. Jessica yang malu menggigit bibir bawahnya. Dia jadi salah tingkah.


“Aku sudah kenyang. Apa kau masih mau makan?”tanya Arga untuk mencairkan suasana canggung diantara keduanya


“Aku juga sudah kenyang. Aku akan bersihkan semuanya lalu pulang”ucap Jessica


“Sini aku bantu”sahut Arga


Jessica dan Arga saling membantu membersihkan box makanan dan minuman yang sudah mereka habiskan. Dan ketika tangan mereka saling memegang gelas minuman yang sama, dengan cepat Arga dan Jessica melepaskan tangan mereka yang sempat bersentuhan.


“Maaf”ucap Arga


Jessica merasa jantungnya akan segera meledak karena merasakan perlakuan dan gesture kecil dari Arga.


Setelah membersihkan semua box makanan, dan merapikan kembali tempat mereka makan siang, mereka berdua bersiap untuk keluar dari kamar presidential suite itu.


Saat akan membuka pintu, ternyata pintu sudah lebih dulu dibuka dari luar. Tampak di sana Devara, Ayra dan Nadine ditemani beberapa pegawai butik dan penata rias.


“Kakak sudah selesai? Kami baru saja sampai”ucap Devara


“Iya tuan muda”jawab Arga


Jessica berdiri di belakang Arga sehingga Ayra dan Nadine tak bisa melihat Jessica.


“Mana gadis tadi?”tanya Devara

__ADS_1


Jessica yang merasa dipanggil melongokkan kepalanya.


“Oh..disini kau rupanya”


Ayra dan Nadine saling bertatapan melihat ada seorang gadis cantik di belakang Arga.


“Ayo kita bicara di dalam!” ajak Devara


“Saya sudah akan pulang. Senang bertemu dengan Anda”pamit Jessica


“Kenapa buru-buru begitu? Kenalkan namaku Ayra”sapa Ayra ramah sambil mengulurkan tangannya.


Tadi sebelum naik ke kamar presidential suite, Devara sempat menceritakan Arga yang bersama dengan pacarnya, seorang gadis yang cantik. Ayra yang selama mengenal Arga belum pernah melihat Arga bersama dengan wanita manapun, merasa penasaran dengan sosok pacar Arga.


Ayra mengajak Jessica masuk kembali ke dalam kamar presidential suite itu. Ayra penasaran dengan sosok wanita yang kini duduk di samping Arga.


“Saya Jessica”


“Pacar kak Arga ya?”tebak Ayra jitu


Jessica menganggukkan kepalanya pelan. Wajahnya bersemu merah menahan malu.


“Baiklah tuan muda. Saya akan mengantar Jessica ke lobi baru kembali ke ballroom untuk memeriksa persiapan acara”pamit Arga


“Dev, kau tak mengundang pacar kak Arga?”tanya Ayra


Ayra memberi isyarat mata pada sang kekasih. Seolah Ayra meminta Devara mengundang Jessica untuk hadir di acara ulangtahunnya.


“Datanglah di acara ulangtahunku. Aku akan merasa senang jika kau bisa hadir”ajak Devara


Ayra tersenyum melihat kekasihnya yang sangat peka. Bahkan dengan isyarat mata saja mereka bisa saling mengetahui maksud isyarat mata itu.


Jessica yang mendapat undangan mendadak Devara langsung menoleh pada Arga. Seakan meminta persetujuan Arga.


“Tapi sepertinya saya tidak akan sempat untuk berganti baju dan datang tepat waktu”kelit Jessica mencoba menolak tawaran Devara


“Bukankah disini ada banyak gaun, iya kan Dev?”tanya Ayra sambil setengah melotot pada sang kekasih


Devara yang paham betul arti dari tatapan tajam sang kekasih hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat Ayra yang memberinya kode keras untuk mengajak Jessica.


“Benar. Pilihlah salah satu gaun! Kak bantu pacarmu memilih gaun”pinta Devara


“Tapi tuan muda..”


“Ini perintah kak. Oke?!”ucap Devara.


Arga menghela nafasnya sejenak dan menoleh ke arah Jessica.


“Aku bantu memilih gaun untukmu”ucap Arga


Jessica membisikkan sesuatu di telinga Arga.


“Tapi aku tak tahu harus memakai gaun apa? Ini bukan pesta yang biasa aku datangi”bisik Jessica pada Arga


Arga membalas bisikan Jessica.


“Tenanglah! Kau tinggal pilih salah satu gaun dan memakainya”ucap Arga dengan entengnya.


Jessica memasang wajah cemberutnya mendengar ucapan Arga yang sangat santai meminta dirinya tinggal memilih salah satu gaun dan memakainya.


“Dasar kak Arga menyebalkan!”gerutu Jessica dalam hati

__ADS_1


__ADS_2