Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Menyelamatkan Thania


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dokter Albert, Jessica merasa idenya untuk mempertemukan si kecil Thania dengan Catherine harus segera terwujud. Awalnya Jessica kesulitan mengajak Catherine keluar dari kamarnya karena selalu saja ada anggota keluarganya yang menemani.


Namun akhirnya, saat hanya ada dirinya dan Catherine, Jessica pun memberanikan diri untuk mengajak Catherine jalan-jalan. Catherine yang sudah lebih baik, menurut saja diajak Jessica. Keduanya keluar dari ruang rawat inap Catherine dengan Jessica yang mendorong kursi roda Catherine.


“Kau mau mengajakku kemana?”tanya Catherine setelah melihat Jessica tidak membawanya ke taman rumah sakit seperti yang dijanjikan sebelumnya.


“Ada seseorang yang harus Anda temui”ucap Jessica


“Siapa?”tanya Catherine penasaran


“Anda akan tahu setelah kita sampai di sana”jawab Jessica


“Oh ya, bagaimana keadaan kak Arga? Sudah lama aku tak melihatnya”tanya Catherine.


Jessica sempat menghentikan sejenak langkah kakinya. Membuat Catherine merasa bersalah sudah menanyakan keadaan Arga pada tunangannya.


“Ah..maaf. Seharusnya aku tak bertanya padamu. Kau sekarang adalah tunangan kak Arga. Sudah tak sepantasnya aku menanyakan kak Arga padamu. Maaf ya”ucap Catherine minta maaf


“Kak Arga baik”jawab Jessica dengan nada suara yang lebih tenang


Jessica pun kembali mengantar Catherine menuju ruangan Thania.


“Bagaimana persiapan pernikahan kalian? Kapan pernikahan kalian dilangsungkan?”tanya Catherine tulus.


“Keluargaku yang sudah mengurus semuanya. Jadi kami bisa disini sekarang. Rencana kami akan menikah satu bulan lagi”ucap Jessica dengan tenang


Degh..


Catherine memegang dadanya. Jessica pun melihat reaksi Catherine itu. Namun dia berusaha tak menggubrisnya. Keduanya pun berbincang ringan. Hingga akhirnya sampailah keduanya di ruangan ICU.


“Kenapa kita disini? Ini kan ruangan ICU tempat aku dirawat. Apa ada yangs sakit disini?”tanya Catherine bingung.


Jessica berdiri di depan Catherine dan duduk berjongkok di depannya. Jessica menghela nafasnya perlahan. Sambil menggenggam tangan Catherine, Jessica memberanikan diri memberitahu pada Catherine.


“Dengarkan aku nona. Aku tahu kau wanita yang sangat kuat. Jadi setelah masuk ke dalam, kau harus kuatkan dirimu. Nyawa seseorang di dalam sana, sangat tergantung padamu”ucap Jessica dengan perlahan


“Nyawa? Sebenarnya siapa yang ada di dalam sana? Jangan membuatku takut!”pinta Catherine


“Berjanjilah padaku setelah aku antar ke dalam, kau akan berusaha menyelamatkan siapapun yang ada di dalam sana. Berjanjilah padaku!”pinta Jessica


Jantung Catherine berdegup semakin kencang mendengar ucapan Jessica. Wajah Jessica juga terlihat sangat serius. Berbeda dari biasanya yang ceria dan periang.


“Baiklah aku janji”ucap Catherine

__ADS_1


“Syukurlah! Aku antar kau masuk sekarang”ucap Jessica


Dengan perlahan Jessica mengantar Catherine kedalam ruang ICU. Dibantu dokter Albert, yang membukakan pintu ruangan ICU untuk keduanya. Begitu memasuki ruangan itu, jantung Catherine semakin berdetak tak karuan. Dia penasaran siapa gerangan yang sedang dirawat di sana. Begitu mendekati ranjang pasien, dia dapat melihat punggung seorang yang membelakanginya.


Begitu di dekat ranjang, Catherine kaget setengah mati melihat sang putri yang dikelilingi dengan begitu banyak peralatan medis. Catherine menutup mulutnya dengan airmata yang menganak deras turun dari mata indahnya.


“Thaniaku?”panggil Catherine


Arga yang sejak tadi tak menyadari kehadiran Catherine dan Jessica dibuat kaget melihat penampakan sosok wanita yang sudah beberapa hari ini tidak ditemuinya. Wanita yang sangat dicintainya yang juga ibu dari putri kecilnya.


“Cathy?”panggil Arga


Arga yang kaget segera mendekati Catherine dan berusaha menjauhkan Catherine dari putri kecil mereka.


“Kenapa kau bisa ada di sini? Kembalilah ke kamar!”pinta Arga


“Apa yang terjadi pada Thaniaku kak? Kenapa dia terbaring seperti itu?”tanya Catherine syok


Catherine mendorong sendiri kursi rodanya untuk mendekati sang putri.


“Aku mohon nona, kembalilah ke ruangan nona. Nona belum sembuh benar”pinta Arga sedikit memaksa


“Kenapa kalian semua merahasiakan ini dariku? Kenapa kalian menyembunyikan kebenaran tentang keadaan putriku?”seru Catherine dengan sedih


Arga yang tak tega melihat Catherine sesedih itu, langsung menatap ke arah Jessica dengan tatapan tajam. Begitu Catherine duduk di samping ranjang Thania, Arga yang sedang murka langsung menarik Jessica pergi menjauh dari ruangan Thania. Meninggalkan ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu.


“Kak, sakit”rintih Jessica kesakitan


Setelah sampai di sebuah ruang tangga darurat rumah sakit, Arga melepaskan tangan Jessica. Jessica yang kesakitan hanya bisa menangis melihat lelaki yang menjadi tunangannya sudah menyakiti tangannya.


“Apa yang baru saja kau lakukan? Kenapa kau beritahukan keadaan Thania pada Cathy?”seru Arga dengan menggebu-gebu


“Kau tahu kan dia baru saja lolos dari maut. Dan kita sudah berjanji akan merahasiakan semua ini sampai dia benar-benar sembuh. Kenapa kau begitu gegabah memberitahukan ini pada Cathy”gerutu Arga dengan penuh emosi.


“Kak dengarkan dulu alasanku”pinta Jessica


“Nona Catherine berhak tahu keadaan putrinya. Kita tak tahu sampai kapan nona Thania akan terbaring seperti itu. Aku hanya ingin berusaha menyelamatkan nona Thania dengan menghadirkan ibunya. Apa aku salah kak?”tanya Jessica dengan berlinangan airmata


“Aaaaggghhhh”


Arga yang emosi berteriak sekuat-kuatnya sambil meninju tembok yang ada di dekat Jessica. Membuat Jessica sangat ketakutan hingga memejamkan matanya melihat amarah Arga yang biasanya tenang dan datar itu.


Begitu Jessica membuka matanya, dilihatnya dokter Albert sudah berdiri di samping Arga sambil memegang tangannya yang terkepal erat tadi.

__ADS_1


“Saya yang menyarankan pada nona Jessica”ucap dokter Albert dengan tatapan tajam pada Arga


“Dokter?”tanya Arga tak percaya


“Benar. Kami merencanakan semua ini karena mungkin dengan kehadiran ibunya, si kecil bisa segera sadar dari komanya. Bukankah kita harus melakukan semua cara agar si kecil sadar? Saya juga melihat nona Catherine sudah lebih stabil sekarang makanya saya yang menyarankan ini pada nona Jessica. Jangan menyalahkan nona Jessica! Dia hanya ingin membantu Anda”ucap Albert


Arga yang perlahan-lahan mereda emosinya, menatap wanita cantik di dekatnya yang sedang menangis sambil gemetaran. Tubuh gadis cantik itu bergetar saking takutnya pada Arga. Karena merasa bersalah, Arga pun menarik tubuh Jessica dan memeluknya dengan erat.


“Maafkan aku sudah membuatmu takut”pinta Arga


Jessica yang merasakan pelukan Arga, membalas pelukan lelaki yang sangat dicintainya itu. Keduanya pun berpelukan selama beberapa saat. Sadar dirinya hanya menjadi obat nyamuk bagi pasangan tunangan itu, dokter Albert pun memilih kembali ke ruangan ICU untuk melihat perkembangan Thania.


Sampai di ruangan Thania, dilihatnya Catherine dengan berlinangan airmata, menggenggam tangan sang putri yang lemah tak berdaya dengan beberapa alat bantu di sekujur tubuhnya. Begitu melihat dokter Albert, Catherine pun menatap ke arah dokter tampan itu.


“Kenapa putriku seperti ini dok?”tanya Catherine


“Putrimu sedang koma”jawab Albert


“Apa? Koma?”pekik Catherine tak percaya


“Setelah menjalani operasi yang sama denganmu, putrimu belum juga sadarkan diri sampai sekarang”ucap Albert


Catherine semakin sedih mendengar penjelasan Albert. Airmatanya semakin tak terbendung. Beberapa saat kemudian, Caroline dan Brandon datang menyusul ke ruangan Thania setelah mendapat kabar dari pengawalnya yang memberitahukan keberadaan Catherine di ruangan Thania.


“Cathy sayang?”panggil Caroline


“Mommy”sahut Catherine


Ibu dan anak itupun berpelukan. Mereka menangis bersama di ruangan Thania.


“Kenapa kalian merahasiakan semua ini dariku?”tanya Catherine


“Maafkan kami sayang. Kami terpaksa melakukannya karena kami tak ingin keadaanmu kembali drop”jawab Caroline


Brandon yang emosi mendengar berita dari pengawalnya bahwa tunangan Arga yang sudah membocorkan rahasia keadaan Thania pada Catherine, memilih menunggu di luar ruangan ICU. Begitu melihat kehadiran Arga dan tunangannya, Brandon segera menumpahkan kekesalannya pada Arga. Arga yang melihat tuannya sedang dikuasai amarah, segera menyembunyikan tubuh Jessica di belakangnya.


“Bagaimana bisa kau biarkan tunanganmu melakukan ini pada putriku? Apa kau tak lihat betapa hancur hati putriku melihat cucuku seperti itu?”gerutu Brandon dengan emosi.


“Maaf tuan. Ini salah saya”ucap Arga menyalahkan diri


Jessica yang merasa bersalah, justru keluar dari balik tubuh besar Arga.


“Kak Arga tidak bersalah tuan. Semua ini salah saya. Maafkan saya!”ucap Jessica meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Kenapa kau bisa begitu lancang mencampuri masalah ini? Bukankah kami sudah bilang jangan biarkan putriku tahu, tapi kenapa kau malah membocorkannya?”gerutu Brandon emosi.


“Saya hanya berpikir nona Catherine berhak tahu yang sebenarnya karena dia adalah ibu dari nona Thania. Saya juga berpikir mungkin saja dengan kehadiran nona Catherine, nona Thania bisa segera sadar dari koma. Maafkan saya tuan karena sudah lancang!”ucap Jessica dengan menundukkan kepalanya.


__ADS_2