Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Tragedi Malam Pertama


__ADS_3

Willy mengajak Catherine pergi menuju lift khusus untuk mereka. Sungguh berhadapan dengan adik lelakinya yang suka membuat ulah alias trouble maker membuat mood Catherine menjadi semakin buruk. Wajahnya ditekuk menahan kekesalan. Willy menatap sang istri sambil tersenyum melihat wajah Catherine yang tampak menggemaskan saat sedang marah. Persis saat mereka masih SD dulu.


“Kau lucu banget kalo sedang marah?”goda Willy


“Kau bilang aku lucu? Kau sedang mengejekku kan?”tanya Catherine tak terima.


“Of course not”jawab Willy


“Adikmu itu tidak pernah berubah ya? Sejak dulu selalu saja seperti itu”ucap Willy


“Entahlah..kapan anak itu bisa lebih dewasa?”gumam Catherine


“Apa dia tak punya pacar?”tanya Willy


“Dia bilang dia ga minat pacaran”jawab Catherine dengan santainya


“Adikmu masih normal kan?”selidik Willy dengan mengerutkan dahinya


“Maksudmu?”tanya Catherine yang tidak memahami arah pembicaraan Willy


“Maksudku dia masih suka perempuan kan?”tanya Willy sekali lagi untuk memastikan


“Benar juga..lelaki seperti Devara masih jomblo, padahal dia sangat tampan dan menarik. Tak mungkin tak ada yang mau dengan dia. Apa jangan-jangan..”Catherine langsung menutup mulutnya sendiri ketika dia ngeri dengan pikirannya sendiri yang sedang mempertanyakan orientasi sek*sual adik kandungnya sendiri yang walaupun dijuluki trouble maker, namun tak bisa dipungkiri Devara adalah sosok lelaki muda yang tampan dan sangat menarik. Apalagi tubuhnya juga atletis.


“Tak mungkin kan Dev itu..gay???”gumam Catherine dalam hati


Tubuh Catherine langsung bergidik ngeri membayangkan adik lelakinya adalah lelaki penyuka sesama jenis. Catherine langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat berusaha membuang jauh pikiran aneh tentang adik satu-satunya itu.


Willy yang seakan paham dengan jalan pikiran Catherine berusaha menenangkan wanitanya.


“Sudahlah! Jangan dipikirkan! Yang harusnya kau pikirkan sekarang adalah tentang kita. Karena malam ini adalah milik kita”ucap Willy sambil meraih tubuh mungil Catherine hingga membuat tubuh keduanya tak berjarak.

__ADS_1


“Ting”


Pintu lift terbuka. Catherine yang sempat dibuat kaget dengan perlakuan mesra Willy yang mendadak, segera mendorong tubuh suaminya.


Willy langsung menggendong tubuh Catherine ala bridal style. Membuat gadis cantik itu menjerit sesaat karena kaget.


“Will..apa yang kau lakukan?”tanya Catherine mencoba berontak


“Jangan banyak bergerak! kita bisa jatuh bersama. Aku hanya ingin menggendongmu. Karena aku tahu kau pasti kelelahan karena acara tadi”ucap Willy sambil terus membopong tubuh istrinya.


Mendadak jantung Catherine berdegup sangat kencang mendapat perlakuan mesra seperti itu. Perlahan Catherine menatap lekat wajah lelaki tampan yang sudah resmi menjadi suaminya itu. Saat sedang menikmati wajah Willy, tiba-tiba sekelebat wajah tampan Arga justru muncul dalam pikiran Catherine. Membuat gadis itu kaget setengah mati.


“Kenapa aku justru membayangkan balok es menyebalkan itu?”gumam Catherine dalam hati sambil memegang dadanya yang mendadak tak karuan setelah pikirannya justru menghadirkan bayangan Arga di depan matanya.


“Kita sudah sampai”ucap Willy sambil menoleh menatap wajah Catherine


“Kamu kenapa?”tanya Willy begitu melihat Catherine memegang dadanya sendiri.


Karena takut ketahuan, Catherine akhirnya malah berbohong pada Willy. Catherine memaksakan untuk tersenyum di depan lelaki yang sedang menunggu jawabannya itu.


Begitu memasuki kamar, Willy segera menurunkan tubuh Catherine. Tubuh Willy langsung panas begitu berduaan di dalam kamar dengan pencahayaan yang temaram itu. Willy benar-benar sudah tak sabar ingin memiliki Catherine seutuhnya.


Diraihnya pinggang ramping Catherine hingga tubuh keduanya tak berjarak. Keduanya saling bertatapan selama beberapa saat. Willy menatap bibir merah Catherine dan ingin merasakan kelembutannya.


Willy meraih tengkuk Catherine dan mendekatkan tubuhnya perlahan pada wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Jantung keduanya seakan berlarian, saat tubuh mereka menginginkan yang lebih dari sekedar ciuman di bibir saja.


Willy mendekatkan wajahnya perlahan sambil memiringkan kepalanya. Perlahan namun pasti, Willy mulai mengecup bibir Catherine. Kecupan yang kemudian menjadi ciuman bibir yang hangat dan mesra. Yang semakin lama semakin menggairahkan. Keduanya saling berbalas ciuman bibir yang panas sepanas suhu tubuh keduanya. Kupu-kupu di dalam perut keduanya seakan beterbangan seiring semakin intens dan menggebunya ciuman di antara keduanya.


Willy yang mulai terbakar kabut gairah, menggiring tubuh keduanya menuju ranjang pengantin yang ada di kamar presidential suite itu. Willy menuntun Catherine tanpa melepaskan ciuman panas keduanya. Membuat keduanya terengah-engah merasakan betapa menggebunya ciuman di antara keduanya. Yang menandakan keduanya siap melanjutkan permainan mereka menuju nirwana.


Willy mulai meninggalkan jejak-jejak kepemilikan di sekujur tubuh istrinya. Catherine hanya sanggup memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan-sentuhan kecil di tubuhnya. Willy mulai melepaskan jas yang dikenakannya. Satu per satu kancing kemejanya juga dilepaskan dan dibuangnya kemeja itu di sembarang tempat.

__ADS_1


Willy mulai memainkan milik Catherine yang terasa sangat pas di tangannya. Willy semakin menggila setelah berhasil merasakan bagian tubuh Catherine yang terasa sangat menggoda. Keduanya terbuai dalam gelora asmara.


Setelah merasa Catherine tidak memberikan perlawanan, membuat Willy semakin bersemangat bergerilya. Dibuangnya gaun Catherine yang menjadi penghalang. Penyatuan dua raga pasangan pengantin baru sebentar lagi terjadi.


Tiba-tiba tanpa diduga,


“Kak Arga hentikan!”


Tanpa sadar, Catherine menyebut nama Arga di sela-sela pergulatan panasnya dengan Willy dengan suara terengah-engah. Serasa di sambar petir, Willy yang semula bersemangat akan menjebol pertahanan terakhir Catherine, langsung kehilangan moodnya.


Willy langsung duduk di pinggir ranjang dengan hati yang bergemuruh. Catherine yang tak menyadari kesalahannya, langsung membuka matanya dan menatap suaminya yang kini tampak lesu duduk di pinggir ranjang. Catherine meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.


“Ada apa Wil?”tanya Catherine sambil memegang bahu Willy.


Willy menoleh dan menatap lekat wajah cantik istrinya yang dipenuhi peluh.


“Jadi lelaki itu yang ada di hatimu selama ini?”gumam Willy dalam hati begitu menyadari ada lelaki lain di hati istrinya.


Willy berusaha menahan amarahnya dan mulai mengenakan kembali pakaiannya yang berserakan di lantai. Catherine hanya menatap Willy penuh kebingungan.


“Dia kenapa?”gumam Catherine dalam hati.


Saat Willy sudah berpakaian lengkap, dia hanya menatap sekilas pada Catherine lalu beranjak dari kamar. Sampai di ambang pintu,


“Aku keluar dulu. Kau tidurlah!”ucap Willy dengan lesu tanpa menoleh pada Catherine.


Degh..


Hati Catherine terasa ditusuk-tusuk. Rasanya begitu sakit. Catherine meremas selimut yang membungkus tubuhnya.


“Kenapa? Kenapa dia seperti itu?”gumam Catherine dalam hati.

__ADS_1


Willy meninggalkan Catherine seorang diri di dalam kamar super mewah dan megah itu. Willy yang terluka mendapati istrinya ternyata mencintai lelaki lain berusaha mengobati luka hatinya dengan mencari udara segar di luar. Sementara itu di dalam kamar, hati Catherine merasa sangat terluka dengan perlakuan Willy yang meninggalkannya di malam pertama mereka. Catherine menangis tersedu-sedu tanpa mengetahui sebab Willy melakukan hal itu pada dirinya.


Willy meninggalkan hotel dan mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. Hatinya seakan meledak, mendapati wanita yang diperjuangkannya dan dicintainya justru memanggil nama lelaki lain di saat berci*nta dengan dirinya.


__ADS_2