
Sesampainya di penthouse yang berlokasi di Aurora Melbourne Central, seluruh keluarga Alexander segera menuju kamar masing-masing. Karena Catherine masih tertidur, Caroline meminta Arga mengantarnya ke kamar.
“Arga, tolong kau bawa Catherine. Kasihan dia sejak tadi mengurus Thania”pinta Caroline
“Baik nyonya”sahut Arga
Setelah mendapat ijin dari Caroline, Arga pun membopong Catherine yang masih juga tertidur dengan pulas. Arga membopong Catherine dengan sangat hati-hati. Kuatir wanita yang sedang tertidur itu akan terbangun.
Sesampainya di kamar Catherine, Arga segera membaringkan wanita itu dengan sangat hati-hati ke atas ranjang. Tak lupa Arga menyelimuti Catherine. Arga yang sudah lama tidak melihat Catherine, memilih duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah cantik wanita yang selalu mengisi hatinya. Arga merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Catherine. Ada perasaan bahagia yang menyelimuti hati Arga setelah dapat melihat Catherine dari dekat.
Karena takut tak dapat menahan dirinya, Arga pun segera keluar dari kamar Catherine. Tak lupa Arga mematikan lampu kamar Catherine. Arga menutup pintu kamar dengan perlahan.
Arga tak tahu jika sejak tadi sebenarnya Catherine sudah terbangun. Tetapi Catherine sengaja berpura-pura tidur, karena tak ingin mengagetkan Arga. Hati Catherine semakin terasa sesak saat merasakan perhatian Arga pada dirinya. Saat Arga merapikan anak rambutnya. Ingin rasanya Catherine bangun dan menghamburkan tubuhnya memeluk lelaki yang sangat dicintainya itu. Namun sekuat tenaga, Catherine menahan dirinya. Karena tak kuasa menahan kesedihan dalam hatinya, Catherine hanya bisa melampiaskan dengan menangis di kamarnya. Sungguh Catherine sangat merindukan lelaki tampan itu. Lelaki yang selalu bisa memberikan ketenangan dalam hatinya.
Di luar kamar, Arga melihat si kecil Thania yang sedang rewel karena terbangun malam-malam dan ingin menyusu pada mommy nya. Seorang baby sitter tampak berusaha menenangkan Thania. Namun Thania justru menangis semakin keras.
“Kenapa dia menangis?”tanya Arga pada baby sitter
“Sepertinya nona haus tuan”jawab baby sitter itu
“Kau ambilkan susunya, biar nona aku yang menggendongnya”perintah Arga
__ADS_1
Dengan cekatan, Arga segera menggendong di kecil Thania. Baby sitter itu pun segera menghangatkan ASI yang memang disediakan untuk persediaan. Arga yang meskipun belum pernah mengurus bayi, namun bisa menenangkan si kecil Thania yang tadi sempat rewel. Arga bahkan bisa membuat di kecil Thania tertawa. Baby sitter yang tadi diminta menyiapkan ASI itu pun datang sambil membawa sebotol ASI hangat.
Arga segera memberikan ASI itu pada Thania dan dengan cepat Thania mengisap botol itu saking hausnya. Setelah menghabiskan botol ASInya, si kecil Thania kembali tertidur. Kali ini dia tertidur dalam gendongan Arga. Baby sitter yang merasa kasihan pada Arga hendak menggantikan Arga, namun Arga menolaknya. Arga akhirnya tertidur di kursi sambil menggendong si kecil Thania. Keduanya tertidur sambil berpelukan.
Catherine yang terbangun setelah puas menangis di dalam kamar, keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air. Catherine bingung melihat para baby sitternya yang bergerombol menatap ke satu arah.
“Kalian sedang apa?”tanya Catherine
Para baby sitter yang ketahuan oleh majikannya tampak salah tingkah.
“Maaf nyonya..kami sedang melihat itu”tunjuk seorang baby sitter ke arah ruang tamu.
Catherine yang penasaran, segera melihat ke arah yang ditunjuk baby sitternya. Alangkah kagetnya Catherine melihat si kecil Thania yang tertidur dengan pulas sambil memeluk tubuh Arga. Begitu juga Arga yang tertidur sambil memeluk tubuh si kecil.
“Baik nyonya”sahut para baby sitter
Baby sitter itu pun satu per satu undur diri dan meninggalkan Catherine bersama Arga dan Thania yang sedang tertidur pulas. Catherine mendekati keduanya. Catherine pun duduk di samping Arga.
Sebuah pemandangan yang sangat indah yang sangat menentramkan hati Catherine. Tanpa terasa airmata Catherine kembali menetes. Dengan cepat Catherine menghapus airmatanya.
“Bahkan Thania bisa tertidur dengan pulas dalam pelukanmu. Andai saja kau adalah ayah kandungnya tentu aku akan sangat bahagia”gumam Catherine dalam hati
__ADS_1
Hatinya semakin sakit mendapati kenyataan putri kecilnya yang bisa dekat dengan Arga. Dan bukan dengan ayah kandungnya Willy. Catherine kembali menangis karena nyatanya kehidupannya sangat jauh dari kata bahagia.
FLASHBACK ON
Setelah mendapat hasil tes DNA tentang kebenaran ayah kandung Thania yang adalah Willy, mau tidak mau Catherine harus kembali pada suaminya itu. Sepulangnya dari rumah sakit, Catherine memilih tinggal bersama dengan Willy di apartemen mewahnya. Catherine pikir dengan kembali pada Willy, si kecil Thania akan bahagia bisa hidup bersama kedua orangtuanya. Namun kenyataan yang ada, justru diluar bayangan Catherine selama ini.
Sikap Willy berubah pada dirinya. Willy berubah dingin dan menjadi gampang marah pada dirinya. Willy beralasan semua ini adalah akibat perbuatan Catherine sendiri yang sudah mengacuhkannya selama kehamilan Thania dan saat melahirkan juga.
Willy merasa terluka karena sebagai suami sahnya, Catherine justru memilih Arga untuk mendampingi dirinya selama proses kehamilan dan melahirkan. Harga diri Willy sebagai seorang suami seakan diinjak-injak oleh Catherine. Catherine yang merasa bersalah pada Willy hanya sanggup menerima setiap perkataan kasar Willy pada dirinya.
Willy memang tidak pernah main tangan pada Catherine namun ucapan Willy terasa lebih menyakitkan ketimbang sakit fisik yang dirasakan Catherine. Selama beberapa bulan, Catherine mencoba bertahan di samping Willy karena ingin memberikan keluarga yang utuh pada Darren dan Thania. Catherine bahkan berbohong pada kedua orangtuanya tentang kehidupan rumah tangganya. Setiap bersama kedua orangtuanya, baik Willy maupun Catherine selalu berpura-pura menjadi keluarga yang sangat harmonis.
“Mungkin ini adalah balasan dari Tuhan karena aku sudah melukai Willy”gumam Catherine dalam hati setiap Willy memarahi dirinya.
Willy sendiri ternyata menyimpan sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Sebuah rahasia yang disembunyikan dari Catherine dan keluarganya. Sejak kehamilan Catherine, Willy yang terluka dengan sikap Catherine justru terjebak dalam hubungan terlarang dengan salah satu pasiennya. Seorang gadis muda yang masih berusia remaja. Gadis cantik yang sangat menggoda.
Karena seringnya bersama, membuat Willy yang tak tahan dengan godaan pasiennya, akhirnya terlibat hubungan terlarang dengan pasiennya itu. Gadis muda itu bahkan menyerahkan keperawanannya pada Willy, sang dokter tampan yang menanganinya. Hubungan itu terus berlanjut sampai sang gadis sembuh dari penyakitnya.
Willy sekali lagi melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukannya bersama Ella. Kadang Willy menyesali perbuatannya pada Catherine. Namun begitu melihat si kecil Thania, rasa sesal itu pun menghilang. Hingga akhirnya Thania tidak pernah merasakan sentuhan Willy sejak dia lahir. Kecuali jika sedang bersama keluarga Alexander ataupun keluarga Anderson.
Willy merasa akar masalah antara dirinya dan Catherine adalah hadirnya Thania. Sehingga meskipun hasil tes DNA menyatakan Thania adalah putri kandungnya, Willy tetap tak bisa dekat dengan Thania. Dan semua itu membuat hati Catherine kembali terluka. Sikap dingin Willy pada Thania sangat melukai hati Catherine.
__ADS_1
Hati ibu mana yang tidak akan sedih melihat ayah kandung yang tidak mau menerima kehadiran putri kandungnya. Penolakan Willy terhadap Thania, menorehkan luka yang dalam di hati Catherine
FLASHBACK OFF